Sebetulnya semangat saya menulis sudah agak turun ke mata kaki karena kelamaan ditunda.. tapi mengingat saya mendapat banyak banget bantuan dari posting2, review, testimoni dari internet buat mewujudkan jj korea saya ini, maka saya kuat2in deh buat bikin tulisan ini.. semoga bisa membantu para traveller yang berminat mau jj sendiri. Betul2 nyaman mudah dan ngga mahal pergi sendiri ke korea. Ga usah takut kesasar.. sungguh.. beneran!!
Day one saya mendarat di seoul incheon sekitar 8.35.. on time sih..
Tapi 7jam lebih direct dari jakarta ternyata penuh perjuangan.. mungkin next akan di pertimbangkan untuk coba pake yang transit maskapai supaya ada waktu untuk meluruskan kaki dan punggung yang super pegal berhubung kami duduk di kelas ekonomi.. nanti kalau ada kesempatan bepergian berikutnya akan saya share mana lebih enak .. direct or transit 😆😆
Sampai di bandara incheon, rencana setelah ke toilet pasti poto2 singkat lalu naik kereta cepat nya - arex - ke seoul station - karena sebelum berangkat saya sudah bikin janji dengan pemilik salah satu apartemen airbnb yang amat sangat murah hati bersedia menjemput titipan koper saya..
Berhubung kami membawa 1 koper besar dan 4 koper cabin.. saya berencana menitipkan koper besarnya supaya ngga kesusahan ketika kami berpindah2 dari seoul jeju busan sokcho dll..
Sebelum mulai day one at seoul saya mau menjelaskan secara rinci tahap2an yang saya buat untuk perencanaan perjalan ini ..
1. Dari posting saya sebelum nya .. setelah memilah kira2 jadwal perjalanan ke korea, pertama kali yang saya lakukan setelah visa keluar adalah membeli tiket pesawat terlebih dahulu untuk menentukan hari dan jam keberangkatan
2. Setelah mendapat tiket yang pasti jam nya, dari bekal coret2 data mau ke mana saja saya cocokan dengan jadwal tiket pesawat lokal atau ktx - kereta cepat selama di korea, karena saya berencana untuk mengunjungi beberapa kota yang terpisah dan tidak hanya di seoul saja..
Saya memakai pesawat jeju air untuk transportasi dari seoul ke jeju dan jeju ke busan - tiket beli dari web jeju air dan harganya pun sangat bersahabat kalau di rupiahkan waktu itu mulai dari 300rb rupiah per orang all in sudah termasuk pajak dan bagasi.. harga tiap jam penerbangan berbeda-beda tergantung promo dan harinya.. karena saya memilih yang agak siang supaya tidak kepagian dan seperti saya bilang sebelum nya ada perubahan jadwal dari 14 hari jadi 10 hari maka ada tiket yang jatuh di weekend dan lebih mahal jadi sekitar 550rb rupiah. Masih agak juga murah sih sebetulnya.
3. Next setelah tiket2 pasti jakarta - seoul , seoul - jeju, jeju - busan ; saya berpikir untuk mencoba kereta cepat nya korea dari busan ke seoul - di web harga kereta lebih mahal daripada pesawat nya perjalanan pun lebih lama, tapi saya pikir sudah sampai korea pengen juga coba kereta nya..(mungkin kalau sebelumnya saya sudah nonton film horornya train to Busan bisa jadi saya pilih naik pesawat aja hahahaa...) so.. saya skip beli tiket dan berencana langsung aja on the spot di busan untuk ke seoul nya, demikian juga tiket bus seoul - sokcho pp saya lihat di web bisa di beli pada hari H jadi saya tidak memesan terlebih dahulu dari indonesia
4. Setelah jam-jam tiket dan hari sudah pasti, saya baru mencari airbnb dan agoda untuk perbandingan penginapan. Saya memesan air bnb untuk seoul dan busan dengan pertimbangan lokasi dekat stasiun MRT. Sedangkan untuk jeju dan sokcho saya memesan hotel via agoda. Detail lengkap dan alasan pemilihan penginapan saya share bersamaan dengan cerita perjalanan saya ya..
5. Untuk tiket2 everland dan lain2 semula saya mau beli dari indo untuk memudahkan, tapi saya agak ragu takut jika jadwal nya ada perubahan jadi saya tidak jadi beli dan hanya mencetak banyak2 voucher2 promo.. di web ada banyak voucher2 promo misal disc masuk ke lokasi wisata tertentu dengan menunjukkan paspor, disc kosmetik merk tertentu, dan masih banyak lagi, dan ini berguna jadi jangan lupa ... print dan bawa...
So.. begitu saja.. mudah kan .. hanya dengan sedikit langkah di atas sudah bisa langsung capcus ke korea..
Oke berikutnya saya lanjutkan pengalaman dayone at seoulnya..
Setelah mengagumi toilet yang bersih ada penghangat, air bersih yang melimpah dan bahkan ada air hangatnya.. jadi dengan ini saya menepis berita yang bilang di toilet korea ga ada air nya.. ada kok jadi jangan kawatir bisa bebas cebok sepuasnya.. saya dan anak2 keluar dengan penuh semangat..
Ternyata suami saya bete berat karena toilet yang dia masukin sangat kotor banyak tisue bekas .. karena antrian panjang toilet semua dari penumpang indo jadi bisa di tebak dong siapa yang bikin kotor.. belum lagi sebagai perokok berat sudah 8jam dia tersiksa dilarang merokok, jadi dengan langkah lebar dia keluar dari bandara dan membuat saya gagal poto2 deh.
Begitu keluar saya langsung menuju minimart terdekat dan membeli kartu T-money yang kami beri sebutan sayang "tap-tap" 😆 .. kalau ngga salah ingat saya isi masing2 50.000 won, + susu pisang dan onigiri untuk my girls.
Keluar dari minimart suami terlihat lebih lega setelah menghela beberapa batang rokok 😅 sambil menunggu yayangku menghabiskan rokok nya kami duduk di tepian lobby dan saya mulai menyadari kaki saya yang terbungkus sepatu kets kulit cantik mulai berdenyut- denyut. Saya pikir mungkin perjalanan terbang panjang ini membuat kaki saya bengkak. Sesudah itu kami segera bergegas kembali ke dalam dan mencari cara menuju Arex karena kami sudah janji dengan Jane untuk menitipkan koper.
Sesuai jadwal yang saya rencanakan maka saya akan naik kereta jadwal terdekat dan tiba di seoul sekitar pukul 10 mestinya.. tapi ternyata sudah ketinggalan kereta dan membeli kereta selanjutnya.
Setelah membeli tiket suami baru mulai tergoda untuk poto2 dan mampirlah kami beberapa kali untuk poto sejenak, ketika kami tiba di peron ternyata kereta nya sudah berangkat.. saya bertanya pada ahjuma yang sedang menyapu apa saya perlu membeli tiket lagi ke atas yang lumayan jauh dan dengan bahasa tarzan karena beliau tidak bisa berbahasa inggris dia menyuruh kami tunggu saja kereta berikut nya.
Ternyata bahasa kasih dan isyarat sangat mudah dipahami semua orang, jadi kalau ada yang bilang orang korea ga bisa bahasa inggris susah kesasar kemana mana.. bohong.. mereka sangat ahli bahasa isyarat yang mudah dipahami dan sangat helpfull pada turis.
Kami naik dengan modal nekat dgn tiket hangus dan ketika ad pemeriksaan tiket ternyata petugas dengan ramah tidak menanyakan apa2. Mungkin sudah banyak kali turis2 salah jadwal seperti kami.
Kami sampai di seoul station terlalu siang hampir jam 12. Semula jika jam 10 sudah tiba di sana, kami masih bisa ke istana, insadong dan bukcheon hanok.
Kami bertemu jane di pintu 1 seoul station dan menyerahkan koper dan sedikit oleh2 untuk jane.
Kaki saya benar2 sudah sangat sakit sehingga saya terpaksa buka koper dan menukar sepatu kets yang tadinya supaya cantik kalo poto2 itu dengan sandal jepit 😂😂😂
Seoul station adalah satu-satunya stasiun mrt terbesar yang banyak eskalatornya, rata2 stasiun lain menggunakan tangga dan jarang eskalator. Begitu besarnya stasiun sampai untuk menuju pintu mrt saja perlu jalan jaaaauuuhh dan lamaaaaa... semula saya bayangkan stasiun mrt nya akan seperti singapore yang kecil dan cepat dijangkau jadi hal ini membuat perhitungan waktu tidak lagi tepat.
Karena sudah tidak mungkin lagi ke istana. Kami ke pusat informasi turis, di web dan voucher print yang saya bawa dari indo dijelaskan bahwa d sana djual tiket nanta kpop hologram, nanta, bibap show dll disc 50%, setelah sempat tersesat mencari gedungnya dan bertanya pada beberapa oppa oppa dan ahjussi .. kami tiba di information center.
Ternyata harga tiket walaupun sudah disc 50% tidak murah lho masih 200 300 ribu rupiah lebih..
Dan suasana hati suami dan anak2 juga tidak baik.. ditanya semua terlihat ogah nonton2.. saya pikir semua grup tour kan selalu nonton nanta bibap dan kpop hologram.. mestinya si bagus kan? Akhirnya kami tidak jadi beli tiket apapun disana dan membuang waktu 2jam tanpa hasil.
Kami langsung ke insadong tempat kami akan menginap di malam pertama. Stasiun nya tepat seperti yang saya pikir sebelumnya. Sangat memuaskan, hanya naik sedikit dan jalan kaki amat sangat dekat kami sudah tiba di apartemen kami. Setelah menunggu beberapa saat, rekan sang pemilik menemui kami dan mengajarkan cara membuka pintu.
Disana setiap unit apartemen dilengkapi kode keamanan, jadi cukup dengan pencet angka2 tertentu tidak perlu memakai kunci lagi. Jadi sebetulnya kami tidak perlu check in check out dan bertemu pemilik sehingga sangat menghemat waktu.
Ruangan sangat luas dan bersih... harga penginapan ini termahal selama saya menginap di korea, permalam sekitar 1.4jt rupiah, tapi ruangan apartemen tipe studio nya sangat luas, ada 1 ranjang double, 2 ranjang single dan 1 sofa bed yang cukup besar untuk ber 2. Jadi total seharusnya bisa untuk 6 orang dan kali ini kami isi ber 4.
Dapur lengkap dengan minuman kopi dan mie instant, ada mesin cuci, dan kamar mandi yg lengkap dengan perlengkapan mandi yang memadai.
Jika di bagi ber 4 atau ber 5 dari pada menginap di guest house mungkin tempat ini jauh lebih nyaman. Lokasi nya sangat dekat dengan kantor polisi insadong, dan cukup menyebrang jalan saja sudah ada coffe bean, baskin dan mc-d.
Karena tidak ada yang berminat pergi ke istana akhirnya kami berjalan ke pertokoan di insadong yang hanya beberapa puluh meter dari apartemen kami di bawah hujan gerimis.. (kapan lagi sepayung berdua sama pak bos kalo ga begini 😅) ; toko2 yang seharusnya cantik, ramai dan menarik seperti pasar baru sepertinya bubar semua karena hujan.. dari situ kami meneruskan jalan ke samcheongdong dan bukchon hanok yang juga amat dekat dengan apartemen. Puji Tuhan hujan reda. Tanpa pemandu wisata memang jalanan di bukchon hanok village cukup menyesatkan dan sejujurnya tidak tau ada apa sih sebenarnya yg mau diliat di kampung ini selain spot2 poto aja yang banyak. Mengintip rumah2 orang dengan arsitektur yang menarik.
Sepanjang perjalanan dalam gang2 dan jalan raya yang menyesatkan kami menemukan banyak kafe2 yang lucu2 untuk poto2 😁 dan baru sadar kalau kami belum sempat makan siang. Di salah satu sudut gang setelah anak saya membeli susu pisang lagi, kami menemukan kedai menjual tteokbokki (toppoki) dan makanan lokal semacam sosis hitam + rebus2an jeroan dan odeng yang enak banget dan beda dengan yang ada di indo.
Bermodal peta di hp kami berkeliling sekitaran insadong dan semula kami mau terus ke salah satu istana yang ada dekat sana. Tp ternyata jam 5 sore istana sudah tutup. Tiba2 suami memimpin jalan kami ke lokasi berbeda. Ternyata dia melihat ada salah satu istana lain lagi yang lebih dekat. Tp sayang sekali setelah kami tiba disana sudah tutup juga. Jadi kami hanya bisa foto2 di depan halaman saja. 😣
Dalam perjalanan pulang ke apartemen kami memutuskan untuk makan sore di salah satu toko ramen yg amat ramai .. dan ramen nya super duper enak.
Karena hari masih sore.. sementara matahari di seoul ternyata belum terbenam hingga pukul 8 malam, kami melanjutkan perjalanan hari ini ke Dong dae num yang posisinya hanya beda 2 stop dari lokasi kami menginap di insadong.
Sebelumnya saya baca di sana ada pasar malam dengan berbagai kuliner dan toko pakaian yang buka hingga pagi..
Sesampai disana.. kami di sambut dengan bangunan ala pesawat antariksa yang super duper keren.. setelah puas berfoto2.. seperti di duga sebelumnya karena suami dan krucils ga ada yang hobi shoping jd tidak ada 1 pun pertokoan berjejer indah itu yang kami masuki. Kami berkeliling kesana kesini mencari pasar malam itu dan ngga ketemu.. bahkan d tunjukkan foto2 ke orang2 d sepanjang jalan juga ga ada yang tau.. toko semacam mangga 2 yang katanya buat pedagang grosir juga tidak ketemu entah belum buka atau gaje deh pokoknya..
Jadi kami hanya mampir membeli street food yang sangat menarik..dan enak banget.. lalu kembali mencari dan mencoba makan di salah satu resto lokal disana.. murah .. mie sekitar 35.000 tapi rasanya ga begitu enak masih lebih enak yang sebelumnya kami makan..
Dengan kelelahan dan super ngantuk akhirnya kami pulang dan beristirahat ..
Sayang berhubung saya gaptek saya ga tau cara attach poto2 di sela2 tulisan ini, supaya penjelasan bisa lebih jelas dan lagi berhubung sudah tertunda 1th jadi sebagian besar foto2 sdh saya remove dari hp tercinta tempat saya ketik2 ini.
Jadi saya masukkan beberapa foto yang masih tersisa di hp dan capture- an dari IG saja ya...
Berhubung sakit kaki saya tidak membaik jadi sejak day one sampe saya pulang .. sepatu kets kulit cantik saya yg mahal itu sama sekali tidak bisa dipakai.. merk stxxxxxo ga rekomen deh buat jalan2.. saya ga akan beli merk itu lagi.. 😥 membuat saya harus bersandal jepit kemana mana karena saya ga bawa sepatu extra 😭
Oke sekian for day one.. kita lanjutkan next time untuk hari berikut nya ya..