Romo memberi contoh peristiwa kunjungan Presiden SBY,
mentri2nya dan Jokowi sebagai Gubernur yang baru, saat itu Pak SBY meminta
untuk memindahkan Gong yang akan dipukul untuk suatu pembukaan, dan sang mentri
serta merta memerintahkan pada para ajudannya, saat itu Jokowi segera maju dan
mengangkat gong tersebut sehingga dengan mau tidak mau sang mentri pun ikut
maju dan membantu.
Ini adalah contoh bahwa Yesus juga melayani umat maka seorang
pemimpin juga sebaiknya turut serta melayani tidak hanya memerintah. Banyak anak
jaman sekarang yang pulang sekolah langsung duduk dan menjulurkan kaki, dan
mencopot sepatu pun harus dilayani embaknya dan banyak contoh lain yang
semestinya bisa di ajarkan dari banyak hal kecil sejak dari rumah mengenai
prinsip melayani sesama.
Ketidak mauan orang melakukan pelayanan kebanyakan juga di
sebabkan oleh berbagai kekawatiran. Takut nanti martabatnya di rendahkan jika
melakukan pekerjaan2 yang menurut mereka dianggap rendah, atau takut bajunya
kotor jika angkat2 gong, kawatir ini dan itu..
Padahal sudah jelas bahwa KEKAWATIRAN itu adalah KACA
PEMBESAR dari permasalahan. Segala masalah yang seharusnya kecil jadi terlihat
besar dengan adanya kekawatiran yang tidak beralasan itu. Maka baiklah kita
juga mengikuti yang juga pernah Yesus ajarkan untuk menyingkirkan segala kekawatiran
karena hanya akan menjadi dan menambah beban yang membungkukkan hidup.
Allah juga tidak suka dengan orang yang setengah2, suam2
kuku.. maka dikatakan dalam alkitab bahwa jika engkau tidak panas atau dingin
maka akan dimuntahkan.. semua yang ga jelas itu memuakkan Tuhan dan sudah pasti
akan dimuntahkan...
Jangan hanya karena merasa sudah melakukan banyak pelayanan
rohani, merasa sudah banyak berkotbah, merasa sudah banyak berderma dan
bersedekah... merasa akan di terima Tuhan.. sementara pada saat yang bersamaan
orang itu juga tetap melakukan berbagai dosa yang dilakukan dengan sadar dan
terus menerus diulang2.. ini lah yang tidak di sukai Tuhan.. dan sudah pasti
akan dimuntahkanNya.
Dalam bagian lain bercerita mengenai perjamuan makan.
Orang israel sangat mengerti betapa penting artinya jamuan
makan .. jamuan misianis.. mereka sangat yakin bahwa hanya orang yahudilah
satu2 nya yang terundang dalam jamuan misianis Allah, dan tidak terpikirkan
sama sekali oleh orang farisi bahwa ada undangan selain orang yahudi. Oleh
karena itulah mereka berkata berbahagialah orang yang akan dijamu dalam
kerajaan Allah.
Yesus memberi perumpamaan dalam bacaan Lukas 14 :15 mengenai
undangan pesta dalam jamuan makan, bahwa memang Allah pada mulanya hanya
mengundang orang Yahudi Israel sebagai kaum terpilihnya untuk menghadiri jamuan
itu, tapi mereka tidak mengindahkannya, lihatlah alasannya, ada yang baru
membeli ladang dan ingin melihatnya, ada yang membeli lembu dan pergi
mencobanya, mereka lebih mengutamakan harta, keduniawian pekerjaan dan banyak
alasan2.. ( hal ini juga sering kita lakukan dalam menanggapi undangan jamuan
ekaristi )
Ada yang bilang aku baru kawin dan tidak dapat datang – pada
masa itu, ada peraturan bahwa orang yang baru kawin maka dibebas tugaskan dalam
segala tugas berat bahkan sampai setahun lamanya supaya mereka bisa berbahagia
dan membahagiakan istrinya. Ini gambaran dari orang yang mencari kabahagiaan
semu yang sesaat saja dan melalaikan undangan Tuhan.
Seperti seorang anak kecil yang mendapat mainan baru dan
melupakan segalanya karena sibuk dengan mainan barunya, kadanga bahkan orang
dewasa pun punya blacberry baru dan sibuk dengan bbnya didalam gereja, atau ada
mobil baru sehingga lebih baik jalan2 saja dengan mobil baru dari pada memenuhi
undangan Tuhan dalam ekaristi yang mewakili perjamuan Tuhan di dunia.
Jika semua orang yang terundang malah sibuk memiikirkan
dirinya sendiri, maka Allah pun akan membuka pestanya untuk semua orang dari
berbagai kalangan yang bersedia datang, tidak ada lagi batasan. Ini lah yang
dimaksud undangan keselamatan universal dari Allah, tidak lagi hanya tertuju
pada bangsa Yahudi tetapi juga pada seluruh umat manusia yang terpanggil.
Bagaimana supaya sungai kehidupan Tuhan bisa mengalir terus
dalam hidup kita? Sehingga kita bisa menyingkirkan kekawatiran, dan juga
membuka hati menerima undangan jamuan Tuhan?
Kembali romo memberi contoh saat Jokowi mengunjungi kawasan
dekat kali jakarta, disana kita bisa liat betapa kotornya sungai2 itu. Seperti
sungai2 dalam hati kita.
Apa saja yang ada dalam sungai kotor itu :
1 Sampah
Sampah melambangkan segala kotoran yang masuk dalam pikiran
dan hati kita seperti gosip, caci maki, iri dengki, ketamakan, keinginan2 yang
duniawi dan segala kedagingan kita
Jika kita membiarkan sampah ini terus menerus masuk saja dan
tidak dibersihkan maka akan menyumbat kelancaran sungai, bisa menjadi banjir
dan sudah pasti kotor dan bau.
2 Batu
Banyaknya batu juga menyumbat dan mengotori sungai hati
kita. Batu melambangkan kekerasan hati seseorang. Tidak mau mengampuni, tidak
mau mengalah, sombong, merasa diri paling benar tidak menerima masukan dan
nasehat dan tidak mau merendahkan diri.
3 Lumpur
Lumpur juga membuat air sungai menjadi keruh dan dangkal.
Lumpur adalah segala permasalah kita di masa lalu, dosa2 kita atau pun dosa2
orang terhadap kita. Harus dibersihkan dibuang dan dilupakan, dikeruk sampai
habis supaya bersih dengan mengampuni diri sendiri dan orang lain setelah
terutama kita memohon ampun pada Tuhan.
Jadi sangatlah penting menjaga hati kita supaya sungai
kerahiman Tuhan bisa terus mengalir memberkati kita dengan sukacita dan berkah
yang melimpah.
Kita tidak bisa mencegah dan melarang orang ‘ngata2in kita’
ato ‘mengolok2’ kita, tapi kita bisa menjaga hati kita untuk tetap tenang dalam
menghadapinya. Kita tidak bisa mencegah segala permasalahan yang mungkin ada
dalam hidup, tapi kita bisa menjaga hati untuk tetap tulus mengampuni dan
mengasihi dan percaya padaNya.
Rm Antonius Gunardi Msf – Oase rohani katolik cakrawala fm –
6 Nov 2012