Misa Jumper 2 November 2012 ( perayaan arwah2 orang beriman
)
Hari ini saya datang
ke misa jumat pertama – adorasi – yang kebetulan adalah hari perayaan arwah2
orang beriman, dimana hari ini biasanya orang2 datang untuk mendoakan saudara2
yang telah meninggal... saya pun segera mengingat satu nama .. dan kemudian
juga beberapa nama lagi orang2 yang saya kasihi... dan ingin saya doakan..
Pada perayaan arwah orang beriman biasanya gereja katolik
yang memiliki makam mengadakan misa di pemakaman. Pada hari ini gereja katolik
juga mendoakan semua orang saudara2 kita yang telah meninggal dunia.
Homili hari ini di awali romo dengan cerita tentang guyonan
romo dan seorang encek2 mangga besar :D
- encek itu bilang.. ada 2 keuntungan menjadi katolik setelah mati..
yang pertama.. ketika orang katolik mati.. tidak langsung diputuskan ke 2
tempat surga atau neraka – jika tidak tertulis di buku kematian nya santo
petrus maka langsung masuk neraka ato jika ada silakan masuk surga – tetapi orang
katolik memiliki api penyucian – jadi jika tidak tertera di daftar, maka orang2
akan masuk dahulu ke api penyucian sampai saat nya masuk ke surga. (
noted – dalam kesempatan lain di oase rohani katolik yang di siarkan di radio
cakrawala, romo pernah menjelaskan bahwa api penyucian itu bukan seperti api
neraka yang membakar dengan kesakitan dan menyiksa jiwa2 yang tak bisa ke surga
; dalam api penyucian itu jiwa2 di bersihkan dari segala dosa dan dipersiapkan
untuk masuk ke surga, penderitaan terdalam jiwa2 itu adalah kerinduan yang
besar untuk segera bisa berjumpa dengan Allah dan menikmati kasihNya ) ;
Yang ke dua – orang katolik mempunyai bunda Maria yang senantiasa mendoakan dan
membela kita, berbeda dengan Santo Petrus yang strict, Bunda lebih lembut dan
murah hati :D – kata encek itu.. di surga itu kan ada perjamuan abadi romo..
jadi kalo ada perjamuan pasti ada makan2nya.. kalo ada makan2nya pasti ada yang
masak.. kalo ada yang masak maka ada dapurnya.. dan ketua yang mengepalai semua
masak memasak itu pasti Bunda Maria >.<
- jadi di surga itu pasti ada 2 pintu.. satu pintu yang lewat santo Petrus
dan satunya adalah pintu dapur.. jadi kalo di tolak dari pintu yang satunya..
bisa minta tolong lewat pintu dapur...
Demikianlah sekedar intermezo dari cerita awal mengenai
kematian.
Jika semua orang ditanya apakah saudara semua mau masuk
surga?? Semua pasti akan menjawab .. MAUUU... dan semua tahu bahwa satu syarat
utama dan pertama dari seorang manusia untuk bisa masuk surga adalah... MATI >.< .. tetapi
jika orang ditanya apa kamu mau mati? Rata2 menjawab ENGGAAKKK... kontradiksi
ya.. mau masuk surga tapi ngga mau mati..
Orang cenderung takut menghadapi kematian karena kita memang
tidak bisa membayangkan seperti apa setelah kematian itu sebenarnya.. romo
memakai contoh janin yang nyaman dalam kandungan ibunya.. setelah melalui
lorong gelap dan lahir akan menangis karena takut dan tidak nyaman... seperti
itulah kehidupan kita sekarang yang nyaman di dunia.. setelah melalui lorong
gelap kematian.. kita akan mendapatkan kehidupan kekal yang baru yang lebih
indah semestinya..
Dalam perayaan hari arwah2 orang beriman, kita semua
mendoakan arwah2 saudara2 kita yang sudah meninggal, terutama yang dalam api
penyucian supaya segera bisa masuk ke surga.. romo bercerita mengenai rekan nya
almarhum romo Setiadi yang sangat sederhana orangnya.. beliau sangat menekankan
pertobatan bagi orang2 supaya kalau2 suatu saat meninggal mendadak maka sudah
siap.. dalam setiap kotbahnya.. apapun bacaan injilnya.. beliau selalu
membawakan mengenai mati mendadak ini.. :D , jika ada umat yang meminta
pengakuan dosa, atau sakramen perminyakan pada orang yang sakit parah..sedang
tidur makan atau apapun akan ditinggalkan oleh romo itu yang saat itu telah
kakek2 bahkan bisa segera naik motor untuk mengunjungi umat tersebut.. karena
beliau sangat concern dengan pertobatan...
Yang berhak memberi anugrah masuk surga adalah Tuhan,
bagaimanapun pandangan dan penghakiman kita terhadap manusia lain.. mungkin
bagi kita sudah tak termaafkan atau pendosa besar.. tapi jika ada satu saat
kecilll yang dia sungguh2 bertobat dan Tuhan berhak untuk mengampuninya...
Alm. Romo Setiadi ini sangat berkeyakinan bahwa jiwa2 di api
penyucian tidak lebih dari 3 tahun, jadi setelah 3tahun pasti semua jiwa itu
telah masuk ke surga.. sehingga jika ada umat yang meminta intensi doa untuk
arwah yang meninggal lebih dari 3tahun pasti di tolaknya...
Terlepas dari benar atau tidak benarnya keyakinan ini
menjadi penghibur positif bagi kita semua, dan kebenarannya nanti kita lihat
sendiri dan tanyakan pada Allah kalo kita sudah mati ya.. hahahaa
Kembali ke kotbahnya romo menceritakan bahwa sebenarnya
hidup kita semua seperti orang arisan.. bedanya.. kalo di arisan biasa.. orang2
berharap jika di kocok dan namanya yang duluan keluar supaya uangnya bisa
segera di pakai.. sedangkan dalam arisan kematian.. orang cenderung kalo
dikocok jangan namanya yang keluar duluan..
Sebenarnya mau seberapa lama kah manusia itu hidup.. hidup
terlalu lama juga tidak terlalu menyenangkan.. romo berkisah ia mempunyai umat
seorang nenek yang berusia 96 th dan masih sehat, bisa mendengar melihat dan
berjalan.. tetapi 2 orang anaknya sudah meninggal duluan..
Jadi alangkah baiknya kita berdoa untuk diberi umur
secukupnya oleh Tuhan sesuai dengan yang Ia mau dan bukan sekedar mengharapkan
umur panjang
Ketika kita berdoa dan memperingati arwah saudara2 kita yang
sudah meninggal, kita juga tidak sekedar membantu mereka melalui doa2 kita..
tetapi juga di ingatkan untuk membantu diri kita sendiri..
Penyucian diri tidak hanya terjadi di api penyucian, tapi
juga dalam hidup kita sekarang ini.. apa yang kita lakukan sepanjang hari, amal
baik kita dan kasih pada sesama akan mempengaruhi seberapa besar penyucian diri
kita.. semakin banyak kita berbuat baik dan mengurangi dosa2 kesalahan kita..
maka ketika tiba masanya kita dalam api penyucian akan dibersihkan sisa2 segala
dosa kita..
Jika kita hendak mati dengan baik maka kita harus berbuat
baik .. kata romo contoh mati dalam keadaan yang tidak baik misalnya lagi dalam
mobil goyang di ancol atau lagi (sambil geleng2 :p ) dugem.. jika kita mati
dalam keadaan yang kurang baik akan menimbulkan beban untuk keluarga yang di
tinggalkan, malu dan sakit hati... juga bikin susah romonya kalo mau kotbah
saat misa kematiannya...
Romo menceritakan tentang anak Pak Mardjo yang meninggal
sesaat setelah membaca puisi di tengah misa, terjatuh di depan altar dan
meninggal... meskipun sangat berduka di tinggalkan tapi semua memuji dan
menghormati kematiannya... semua orang pasti ingin mati dalam keadaaan baik,
maka sebaiknya lebih rajin lah berbuat baik.
Sambil tertawa romo berkata ini soalnya ada sedikit
kesalahan dari Tuhan Yesus.. terlalu jujur dan ga belajar teori marketing..
kalau di poster mana mana jual apartemen ruko atau rumah.. selalu di tulis
besar2.. persediaan terbatas.. harga akan naik.. jadi orang berlomba2 ingin
beli sebelum harga naik.. tapi Tuhan Yesus yang promosi surga malah bilangnya..
Tenang ajaaa.. di rumah BapaKu banyak kamar... sudah di sediakan bagimu...
makanya orang2 bermalas2an menunda untuk berbuat baik ;D
Sekian sekilas homili hari ini.. yang telah sangat
memberkati dan menghibur saya...semoga juga bisa menjadi harapan dan
penghiburan buat teman2 semua...
No comments:
Post a Comment