Wednesday, February 1, 2012

Benang Merah - skenario eps.12

Eps.12

1. INT: KANTOR ARYA.SIANG
ARYA, NAIA, YANTI, FIGURAN

Arya dan Naia berpandangan tegang. Wajah Naia terlihat masam. Arya salah tingkah.

NAIA
            Apa? Ngomong apa lo tadi?

Arya diam saja terpojok.

NAIA
Ngga usah belagu lo ya… masa …mau nutupin kejelekan istri sendiri tega banget nuduh Mas Bas yang ngga-ngga…

ARYA
Aku ngga ngada-ngada kok, semua yang aku omongin bener kok..

Arya berdiri bertolak pinggang. Naia mencibir.

NAIA
Oya? Kalau gitu mana buktinya… mana?? Jangan asal ngomong aja… bukti in dong!

Arya menggeleng kesal.

ARYA
Yanti!!!

Yanti yang ada dekat mereka dan sedari tadi bingung dan takut, berdiri.

YANTI
            I.. iya Pak…

ARYA
            Mana catatan kamu yang kemarin, kasi ke Ibu Naia… semua dari yang sebelumnya..

Naia mendelik memandang Yanti yang ketakutan. Yanti bergegas membuka-buka mencari file dan berkas catatannya lalu segera mengulurkannya pada Naia. Naia membuka dengan kesal dan membaca dengan seksama.

NAIA
Apa maksudnya ini? Mana yang ga bener? Semua ada catatannya, jelas pengeluarannya…

 ARYA
Heh..  lu bisa baca ngga… mana yang jelas…

NAIA
Heh denger ya (Naia menutup berkas dan melemparkannya ke wajah Arya)
CU       Arya terkejut – Berkas menampar mukanya
Baskoro itu suami ku, dia juga pemilik perusahaan ini.. jadi dia juga berhak untuk memakai apa pun fasilitas dan hasil dari perusahaan…
Ngerti kamu…

Naia membalikkan badan dan memasuki ruangannya dan membanting pintu.
Arya menendang kursi kesal.

CUT TO

2. INT: KANTOR CINDY.SORE
CINDY, DANI, FIGURAN

Cindy sibuk di depan komputer. Dani datang mengendap-ngendap lalu menepuk bahunya dari belakang.

DANI
            Hooii..

Cindy terlonjak kaget.

CINDY
            Dani… aduh.. bikin kaget aja..

DANI
Kamu sih kerjanya serius amat. Lihat (menyodorkan jam ditangannya) udah jam berapa ini Non… kamu ngga pulang… lihat (memandang sekeliling) temen-temenmu aja udah pada pulang…

Cindy memandang sekeliling dengan kaget dan melihat ruangan yang hampir kosong hanya ada 2 orang teman kerja yang sedang merapikan meja dan hendak pulang.

CINDY
            Ya ampun.. (menepuk dahinya) rasanya baru aja masuk kantor?

DANI
            Ha? Masuk kantor?

Dua orang teman tadi mendekat.

FIGURAN
            Iya tuh, Mas Dani… dari tadi sibuk aja… sampai lupa makan siang juga..

DANI
            Hah? Jadi kamu belum makan dari pagi tadi?

FIGURAN
            Sudah… kan kerjaannya udah tinggal sedikit lagi… (menunjuk komputer)
            Date line nya juga masih minggu depan kan…
            Yuk aku pulang duluan ya..

Dua figuran melambai dan berlalu. Cindy meregangkan badan. Dani menarik kursi dan duduk di dekatnya.

DANI
            Duh.. kamu masa sampai ngga makan seharian sih.. nanti kamu bisa sakit..

CINDY
            Habis, tanggung banget…

DANI
Nanti aku protesin ke Aldo lho kalo kamu ngotot kaya gini… udah ayo pulang, beresin barang-barang kamu dan kita cepetan cari makan… kamu mau makan apa?

Cindy tersenyum dan sejenak mematikan komputer dan membereskan barangnya.

CINDY
            Apa ya? (sambil beberes)

DANI
            Makan ‘Nasi Gila’ yuk.. udah lama kita ngga kesana…

Cindy tampak berpikir diam sejenak.

CINDY
            Boleh juga… aku pengen mie goreng nya…

Cindy dan Dani tersenyum.

CUT TO

3. EXT: WARUNG TENDA. MALAM
CINDY, DANI, FIGURAN

Dani dan Cindy duduk berhadapan sambil menyantap makanan.

CINDY
          Heemm… (sambil makan) enak banget deh… udah lama banget ya kita ngga kesini..

Dani memandang Cindy senang melihatnya tersenyum.

DANI
            Gitu dong… makan yang banyak..

Cindy mengangkat sendok seperti hendak memukul Dani dengan gemas dan tertawa.
Dani tertawa dan diam sejenak.

DANI
            Ehm.. akhir tahun… kamu libur berapa lama?

Cindy mengangkat wajah dan mengernyitkan kening.

CINDY
            Kayanya sih, Cuma libur tanggal merahnya aja deh, kecuali kalau ambil cuti…

DANI
O (menganggyk-angguk) kalau gitu, bisa ngga ambil cuti beberapa hari .. ya sekitar tanggal 29 atau 30 gitu (diam sejenak berpikir) sampai sekitar tanggal 3 mungkin?

CINDY
(heran) Hem? Emangnya ada apa? Ada acara? Biasa paling kita ke villa atau …

Dani tersenyum menggoda. Cindy mengernyitkan kening ingin tahu.

DANI
Ngga apa kan sekali-sekali ganti suasana… Ian bilang dia pengen sekali-sekali bertahun baru sambil berpesiar….

Cindy langsung berbinar dan terngaga senang.

CINDY
            Apa?? Ian mau mengajak aku pesiar di malam tahun baru??

Dani agak terkejut dengan reaksi Cindy. Tapi segera menguasai diri.

DANI
            Ehm… eh… ngga juga sih…

Cindy tampak kecewa dan bingung.

DANI
Tapi aku rasa dia ngga akan keberatan kalau kamu ikut, soalnya kali ini dia ngga ajak ceweknya siapa pun… gimana?( kembali semangat)

Cindy tampak berpikir.

DANI
Ayolah… beberapa hari di cruise mungkin bisa membuat hubungan kalian jadi lebih baik kan?

Cindy memandang Dani dan tersenyum.

CUT TO
Commercial break

4. INT: RUMAH ARYA. MALAM
VINARA, ARYA

Vina duduk di sofa, sebentar kemudian Arya keluar dari kamarnya dengan pakaian rapi, meraih sepatu dan duduk di sebelahnya.
Arya mengambil kaos kaki dari dalam sepatu dan memakainya.

VINARA
Kamu mau kemana lagi? Ini kan udah malam? (memandang jam dinding-jam 9 malam) kamu kan baru aja pulang…

ARYA
Ah.. kamu ini cerewet banget sih.. aku lagi pusing banget nih…

VINARA
Emangnya ada masalah apa Yak? (sabar)

ARYA
Sudah lah ngomong sama kamu juga percuma.

Arya merapikan sepatunya dan berdiri.

VINARA
            Yak… masalah kak Nai?

Arya merengut diam dan menghampiri meja makan mengambil kunci mobilnya.

VINARA
            Ada masalah apa Yak? Kak Nai marah lagi?

ARYA
Udah lah.. kamu ini nanya terus… semua ini gara-gara kamu tahu.. gara-gara kamu aku jadi ribuuutt terus sama Nai… puas kamu.. (bentak lalu berjalan keluar)

VINARA
Arya?? (teriak memanggil) Kok kamu jadi salahin aku sih.. memangnya ada apa?

ARYA
Udah lah, aku ngga mau lagi bahas masalah ini. (berjalan keluar lalu berhenti dan berbalik) Oya, dan bilang sama Ibu aku ngga bisa ikut ke Yogya kondangan Pak Lik. Kamu aja yang pergi.

VINARA
Apa? (menyusul keluar) Kamu kan udah janji sendiri sama Ibu waktu itu.

ARYA
Bilang aja aku sibuk. (membuka pagar)

VINARA
Kak Nai? Bagaimana?(mengikuti Arya)

ARYA
Bilang aja sibuk. Kamu aja ambil cuti dan berangkat ke Yogya sana!! (masuk ke mobil)

VINARA
Tapi Yak…

Mobil Arya berlalu dan Vina memandang dengan sedih dan bingung.
Vina berjalan menutup pagar.

VINARA
            Kenapa sih Yak kamu berubah banget? Sebenarnya kamu ada masalah apa?

Vina menunduk sedih. Berjalan gontai masuk ke rumah.

CUT TO

5. EXT: TAMAN RUMAH CINDY. PAGI
CINDY, ERIN, FIGURAN

Establish rumah Erin/Cindy

Erin sedang duduk di dekat kolam renang sambil minum kopi dan membaca koran. Cindy datang membawa jus dan duduk di dekatnya.
Erin menurunkan korannya dan memandang Cindy.

ERIN
            Kamu jadi berangkat hari ini? (tersenyum)

Cindy tersenyum senang dan mengangguk.

ERIN
            Ingat ya.. jangan macam-macam di luar… (menyentil ujung hidung Cindy)

Cindy menggelayut manja di lengan Ibunya.

CINDY
            Uhh Mom… jangan khawatir, I will call you everyday okay?

Erin mengangguk dan mengelus kepala Cindy.

LS        Cindy dan Erin tertawa sambil bercakap

CUT TO

6. INT: RESTAURANT HOTEL. PAGI
VINARA, BU PRODJO, PAK PRODJO, FIGURAN

Establish Hotel

LS        Suasana restaurant, masakan dan meja rapi

Vinara dan Bu Prodjo sedang mengambil beberapa hidangan sarapan. Pak Prodjo membawa nampan berisi makanan dan duduk di salah satu sudut.

BU PRODJO
Kenapa buru-buru sih Vin… apa kamu ngga ikut Ibu pulang saja dulu, ngga usah langsung pulang ke Jakarta.

Vina mengambil beberapa lauk ke piringnya.

VINARA
            Ngga papa Bu… kasihan Arya sendirian di rumah, kalau ditinggal terlalu lama.

BU PRODJO
Kamu mesti jaga kandungan mu.. ga papa ya? (memandang ke perut Vina) bolak-balik naik pesawat?

VINARA
Ngga papa Bu, kemarin kan waktu kontrol Vina sudah tanyakan sama dokternya, katanya selama Ibu dan bayi nya kuat dan sehat ngga masalah.. Cuma ya kemarin dari pesawatnya di suruh menandatangani surat pernyataan kalau ada apa-apa selama penerbangan kita ngga akan menuntut atau menyalahkan mereka.. itu saja..

Bu Prodjo mengangguk-angguk. Vina dan Bu Prodjo beriringan menuju meja Pak Prodjo yang sudah mulai makan.

BU PRODJO
Ya udah.. kamu hati-hati ya.. jaga diri.. (menghela napas) sayang si Nai itu belum juga hamil.. mungkin kalau dia punya anak bisa mengurangi sedikit sifat galaknya itu..

Bu Prodjo menggelengkan kepala pasrah. Mereka duduk di hadapan Pak Prodjo.

LS        Bercakap sambil makan

CUT TO
7. EXT: BANDARA.SIANG

Establish bandara

Terlihat pesawat berjalan pelan di landasan dan mulai take off lalu terbang. Suara bising pesawat.

CUT TO
Commercial Break

8. INT. KAPAL PESIAR. SIANG
CINDY, DANI, IAN, FIGURAN

Cindy, Dani dan Ian menuju meja reception. Beberapa orang pria mengikuti dan membawakan koper dan tas. Seorang perempuan cantik berdiri dan menerima amplop yang disodorkan Dani.

RECEPTIONIST
            We have already prepare all, as your ordered Sir (menyodorkan 3 buah kartu)

DANI
            Thank you

FIGURAN1(Pelayan Pria)
            Follow me, Please… (membungkuk hormat)

Dani, Cindy dan Ian mengikutinya.

CUT TO
Figuran1 menunjukkan sebuah pintu di lorong yang luas.

FIGURAN1
            This is your room Sir… (lalu menunjuk pintu di dekatnya)
            And this two are the other…

LS     Dani, Cindy dan Ian memasuki kamar masing-masing dan di ikuti pelayan yang membawakan kopernya

CUT TO

9. INT. KAMAR IAN. PAGI
IAN, FIGURAN

Ian masuk dan memandang sekeliling kamarnya yang mewah.Pelayan meletakkan koper.

IAN
            Oh.. here… Thank you…

Ian menghampiri dan menyelipkan sedikit tip di tangan pelayan.

FIGURAN1
            You are most kindly welcome, Sir

Pelayan membungkuk dan keluar sambil menutup pintu.
Ian berjalan berkeliling lalu menuju ke jendela besar yang mengarah ke balkon. Ian menghela napas dan memandang ke laut dengan tatapan kosong.

CUT TO

10. INT. RUMAH ARYA. PAGI
VINARA, ARYA

Vinara dan Arya sedang menyelesaikan sarapan.
Arya sudah berpakaian rapi hendak ke kantor dan Vina berpakaian santai.

VINARA
            Kamu ngga libur ya Yak?

ARYA
Ngga lah.. kaya ngga tahu aja.. justru di musim liburan begini kafe kan lebih ramai pengunjungnya..

Vina diam sejenak.

VINARA
            Tapi hari ini bisa pulang lebih cepet kan?

Arya diam, wajahnya tampak tak enak hati dan sungkan.

VINARA
            Kamu kan udah janji mau ngerayain malam ini sama aku… (lirih memohon)

Arya kelihatan gelisah. Vina membaca gelagat dan menyelidik.

VINARA
            Kenapa? Kamu ngga bikin janji sama orang lain lagi kan?

ARYA
            Aku kira kamu masih di Yogya…

Arya tak berani memandang Vina dan pura-pura sibuk. Vina tampak kecewa.

VINARA
Justru aku cepet-cepet pulang dari Yogya karena udah janji sama kamu… Aku kan pengen tahun baru-an sama kamu… (manja)

Arya tak menjawab tampak tak enak hati.

VINARA
            Kenapa? (diam sambil memandang dalam Arya yang masih sok sibuk)
            Kamu … pengen ya keluar ama temen-temen kamu? Emangnya mau kemana?

ARYA
            Ya belum tahu sih… (semangat) tergantung anak-anak nanti mau kemana..

Arya menatap dengan pandangan memohon. Vina diam berpikir.

ARYA
            Boleh? (hati-hati)

Vinara tampak kecewa.

VINARA
Biasanya kan kamu udah sering banget jalan sama temen-temenmu.. malahan hampir tiap hari, apa ngga bisa buat aku kamu sisain satu hariiiii.. aja…          

Ganti Arya yang terlihat kecewa.

ARYA
            Ya udah, kalau ngga boleh ya ngga papa kok… (pura-pura tenang)

Arya berdiri dan menghela napas.

ARYA
            Aku jalan dulu ya… kesiangan ntar… Dah..

Arya pergi dengan wajah menahan kecewa dan jengkel.
Vinara terlihat sedih membaca perasaan Arya. Vina meletakkan sendoknya dan tak jadi menyelesaikan makannya.

VINARA
Apa kamu ngga pengen sih ngehabisin satu maleemm aja bareng aku Yak… apalagi di saat seperti ini… udah lama banget lho kita ngga pernah keluar sama-sama… (menghela napas) jangan kan keluar sama-sama…. Makan sama-sama aja udah jarang…
Padahal aku udah menolak ajakan Ibu untuk bertahun baru bersama di perkebunan hanya supaya bisa kumpul sama kamu…
Belum ada 18 jam aku dateng dari Yogya, kok kamu malahan pamit mau ninggalin aku sendirian sih… tega banget kamu Yak… Apa kamu tahu aku udah siapin banyak hal buat tahun baru nanti.

Air mata Vina pelan mengalir.

CUT TO

Establish Rumah Arya - Siang
INT. RUMAH ARYA. SIANG

Vina berjalan hilir mudik dengan ragu, tangannya menggegam telepon dengan gelisah.

VINARA
            Dari tadi kok ngga ada kabar dari Arya ya? Sms juga ngga…
            Arya jadi pergi ngga ya nanti malam? (diam bingung)
            Apa aku telepon aja ya? Gimana kalo dia masih marah…
            Marah ngga ya.. tadi kayanya dia kecewa banget deh…

Vina duduk di kursi makan dan jarinya mengetuk meja dengan gelisah.

VINARA
            Telpon aja deh…

Vina segera menghubungi Arya.
Bunyi nada tunggu.

Intercut

Arya sedang duduk di depan meja kantornya dan tampak sibuk bekerja.

ARYA
            Hallo? Ada apa Vin?

VINARA
Oh eh… ngga ngga ada apa-apa.. anu… ehm Cuma mau nanya aja… kamu … kamu udah makan siang?

ARYA
            Udah tadi.. kenapa?

VINARA
            Oh nggak… kadang kamu kan suka telat makan… siapa tahu mau makan bareng…

ARYA
            Oh… (lalu diam)
Vinara bingung, canggung.

VINARA
            Oh Yak…

ARYA
            Apa?

VINARA
            Nanti malam… nanti malam… kamu jadi keluar?

ARYA
            Nggak deh.. kalau kamu keberatan ya ngga papa kok… nanti aku batalin..

VINARA
            Oh.. (diam sejenak) Jadi mau makan di rumah atau makan di luar aja?

ARYA
            Terserah kamu.. gampang deh nanti aja…

VINARA
            O ya dah kalau gitu… ya udah ya.. nanti pulang hati-hati ya…

ARYA
            Ya.. Bye…

VINARA
            Bye…

Vina tersenyum kecil dan memeluk telepon di dadanya. Seperti teringat sesuatu Vina berdiri dan berlari membuka lemari es dan tersenyum melihat isinya.

LS        Vina sibuk menyiapkan masakan dan mengeluarkan sayur-sayur dan buah dan sebagainya

CUT TO
Commercial break
11. INT. RUANG PESTA/KAPAL. MALAM
IAN, CINDY, DANI, FIGURAN

Establish Kapal Pesiar dengan hiasan lampu-lampu indah

LS        Suasana ruang pesta yang meriah
Ruangan terang dengan ornamen mewah. Musik klasik mengalun dari sekumpulan pemain Biola, Bas dan Piano. Diujung lain ada panggung Band yang telah rapi dan siap dimainkan. Para tamu dengan pakaian rapi, jas dan gaun malam tampak menikmati suasana. Sebagian duduk dan bercanda di meja mereka. Sebagian mengambil dan menikmati makanan yang berlimpah. Pelayan hilir mudik melayani para tamu.

Ian dan Dani tampak berdiri dekat meja minuman.

DANI
            Cindy kemana ya? Lama banget?

Dani mencari-cari ke arah pintu dan beberapa arah.
Ian memandang arlojinya sejenak.

IAN
            Acaranya masih lama kok… paling dia masih dandan…

Dani mengambil minuman dan meneguknya lalu kembali gelisah menunggu. Ian tampak cuek saja sambil memandang ke suasana sekeliling.
Sejenak kemudian tampak Cindy datang dengan anggun, cantik sekali dengan gaun yang indah. Dani hampir tersedak minumannya memandang kedatangan Cindy dari jauh.
Cepat-cepat diletakkan gelas minumannya.
Ian heran melihat tingkah Dani dan memandang ke arah mata Dani memandang. Melihat kedatangan Cindy, malahan Ian membuang maka dan membuang napas tertekan.

Slow motion Cindy datang dengan anggun

Cindy melihat Ian dan Dani, lalu menghampiri mereka.

CINDY
            Hai.. udah lama… acaranya udah dimulai…
DANI
            Oh nggak nggak… belum belum.. (gugup)

Ian hanya menahan tawa melihat reaksi Dani.
Beberapa tamu mulai bergabung dan berdiri dekat mereka.

DANI
            Kamu cantik sekali malam ini. (membisik lirih ke Cindy sambil mengulurkan minuman)

Cindy tertawa dan menerima minuman itu.

CINDY
            Terimakasih…

Cindy melirik ingin tahu reaksi Ian. Tapi Ian hanya sibuk memandang sekeliling dan tak memperhatikannya.

IAN
            Makan dulu yuk..

Ian menoleh memandang Dani dan Cindy lalu menghampiri meja panjang. Cindy dan Dani mengiyakan dan mengikuti. Beberapa penari masuk dan lagu klasik mulai berganti lebih semarak.

CUT TO

12. INT/EXT. RUMAH ARYA. MALAM
ARYA, VINARA

Vina menyalakan beberapa lilin menghiasi rumah, sebuah kue tar berhias banyak lilin ada di sudut meja samping. Sebuah kado berhias indah ada dalam genggamannya. Vina memandang sekeliling memastikan sekitar siap. Lalu tampak memandang sekeliling ragu.

VINARA
            Aduh di umpetin di mana ya…

Vina memandang sekeliling, lalu tersenyum kecil dan menyembunyikan kado di bawah sofa. Sekali lagi dia memandang sekeliling dan berjalan menghampiri meja makan.

VINARA
            Apa lagi yang kurang, semua masakan kesukaan Arya sudah ada…
            Minuman nya ada di lemari es… tunggu Arya datang aja deh biar tetap dingin…
Aduhh.. (Vina mengernyit pelan dan mengelus perutnya)
Kok nendang sih… kamu juga semangat ya.. mau pesta sama Papa?

Vina tersenyum kecil dan duduk di kursi sambil mengelus perutnya. Sejenak Vina memandang jam dinding, jam 7.15 malam.

VINARA
            Kok belum pulang ya? Apa aku telpon aja? (diam sejenak)
            Nanti marah… kan tadi aku sudah telepon dan dia bilang pasti pulang malam ini..

Vinara menunggu dengan gelisah.

CUT TO

Vina berjalan hilir mudik di ruang tengan dengan tak tenang.
CU       Jam 7.55 malam

CUT TO

Vina mengintip ke depan melalui korden, gelap, Arya belum datang.
CU       Jam 8.20 malam

CUT TO

Vina duduk di sofe dengan sedih dan tampak kecewa.

VINARA
Duh.. gimana nih, makanannya udah dingin… lilinnya udah hampir habis, untung tadi sempet aku matiin… Apa dia ngga jadi pulang ya? Kok ngga telepon dulu?
Ah ngga mungkin.. tadi kan dia udah janji…
Suara klakson mobil memecah lamunan Vina. Vina terkejut.

VINARA
            Hah.. Arya datang…

Vinara dengan panik berusaha menyalakan lilin kembali dan berlari ke sana kemari, sesekali klakson masih berbunyi.

VINARA
            Aduh… untung sempet dinyalain… Arya pasti senang…

Vina tersenyum sangat senang dan bergegas keluar.

CUT TO

Pintu rumah terbuka. Vina keluar. Mobil Arya berhenti di depan pagar dengan mesin masih menyala.
Vina tampak terkejut dan heran.

VINARA
            Kok mobilnya berhenti di depan sih?

Vina berjalan ke arah pagar. Arya turun dari mobil dan menghampiri pagar. Vina membuka pintu pagar dan berdiri dekat Arya.

VINARA
            Kok mobilnya ngga di masukkin? Kita nggak makan di luar kan? (hati-hati)

Arya salah tingkah dan berusaha menampilkan senyum paling manis.

ARYA
            Sebenernya sih… tadi anak-anak juga telepon terus ajakin keluar…

VINARA
            Terus…

ARYA
Yah aku pikir, kamu kan lagi hamil gedhe gini.. mana bisa ajak kamu ke tempat begitu, nanti ada apa-apa lagi di sana…(diam sejenak)

VINARA
Jadi.. maksud kamu…

ARYA
Ehm.. kamu udah makan belum…??

VINARA
Ya belum.. tadi kan udah janji mau makan sama-sama (membaca gelagat tak enak)

ARYA
O.. ya udah kalau gitu.. kita cari makan sebentar dekat-dekat sini aja.. gimana?

VINARA
Oh .. (bingung) tapi…

ARYA
Atau mau di bungkusin..

VINARA
Maksud kamu apa sih Yak? Aku ngga ngerti deh…

Arya menunduk bingung dan memasang tampang sedih. Vina memandang sambil berpikir, sejenak seperti bisa membaca pikiran Arya dan menggeleng gemas.

VINARA
Kamu masih pengen pergi ya sama temen kamu…

Arya hanya memandang tak menjawab.

VINARA
            Pengen banget?
ARYA
            Ngga sih… kalau kamu memang ngga boleh ya…

Arya kembali tampak kecewa.

VINARA
            Emangnya kalian mau kemana?

ARYA
            Makan aja kok.. rame-rame… (semangat)
            Yah mumpung ada acara…

Vina mendesah kecewa.

ARYA
        Aku janji deh.. tahun depan aku ngga akan sering-sering keluar lagi… ya…(memohon)
            Gimana? (mencoba merayu Vina yang diam bingung)
            Sekali aja.. ini terakhir kali deh aku keluar malam..

VINARA
            Dari kemarin-kemarin kamu juga udah janjinya begitu…

ARYA
            Beneran deh kali ini beneran… suer.. (Arya mengangkat 2 jarinya)

VINARA
            Pulang jam berapa?

ARYA
            (tersenyum lebar) Ngga sampai pagi kok.. paling selesai acara aja..

VINARA
            Jangan lewat jam 2 ya…

Arya tersenyum senang sekali dan memeluk Vina lalu mencium keningnya kegirangan.

ARYA
         Iya… pokoknya nanti aku telepon deh jam 12.. oke? Makasih ya.. (mencium pipi Vina)

Vina membuang napas melegakan dadanya yang sesak dan tersenyum berat hati.
Arya berlari kecil ke pintu mobilnya dengan senang.

VINARA
            Jadi kamu ngga makan di rumah ya?

Vina mengikuti sampai ke dekat pintu mobil Arya.
Arya berhenti sejenak di ambang pintu.

ARYA
            Ya ngga lah.. kan ini mau keluar makan… masa makan dulu nanti rugi dong…

Vina menunduk sedih. Arya menutup pintu mobil dan membuka kacanya lalu seperti teringat sesuatu.

ARYA
            Oya kamu belum makan kan? Ayo aku anterin beli makan dulu.. atau kamu..

VINARA
            Ngga usah .. ngga papa kok… aku … aku masih ada masakan di rumah..
(berusaha menahan tangis dan menguasai diri)

ARYA
Bener… jangan sampai ngga makan lho..

VINARA
Ngga kok ngga papa… ada kok makanannya …

ARYA
Ya udah kalau gitu… aku jalan dulu ya.. cepetan sana masuk, di sini dingin lho banyak angin nanti kamu sakit lagi…

Vina mengangguk dan menjauh dari mobil. Arya melambai dan menjalankan mobilnya.

ARYA
            Daahh…

Vina balas melambai sampai mobil menjauh.

CU       Air mata Vina mengalir pelan

Vina menunduk sedih dan tanpa suara melangkah gontai. Menutup pagar pelan-pelan dan masuk ke rumah dengan sedih.

CUT TO
Commercial Break

13. INT. RUANG PESTA/KAPAL. MALAM
DANI, CINDY, FIGURAN

Suasana ruang pesta yang semula anggun telah berubah meriah, suasana temaram dengan lagu meriah layaknya sebuah klub malam. Penari dengan pakaian meriah dan tamu yang ikut menari dan menyanyi meramaikan suasana. Dani dan Cindy ada di antara keramaian, Ian tak tampak.
Lampu redup dinyalakan di panggung dan seorang mc muncul.

MC
          Ladies and gentlemen… we invite you all to join us.. that within 10 minutes from now..

Penari latar menari ceria di belakang MC. Cindy mulai bingung mencari Ian. Dani masih menatap ke panggung ingin tahu acara selanjutnya.

CINDY
            Ian kemana ya? (suara Cindy kalah oleh riuhnya sekitar)

DANI
            Hah.. apa Cin? (mendekatkan kepalanya)

CINDY
            Ian… Ian kemana kok tahu-tahu ngga ada sih?

DANI
(menoleh mencari) Duh kemana ya? (dani meraih ponsel di sakunya mencoba menghubungi Ian) Ngga aktif lagi…

Cindy tampak cemas dan berusaha mencari. Tapi suasana semakin ramai karena orang sangat penuh mulai berdesakan dan berdiri hendak melihat acara-acara menjelang tahun baru.

DANI
            Mungkin ke toilet kali?

CINDY
            Kita cari yuk, sebentar lagi pesta kembang api.. atau mungkin Ian sudah keluar?

DANI
            Ya udah… ayo.. awas ya…

Dani menggandeng Cindy dan berusaha menyelinap mencari Ian ditengah keramaian.

CUT TO

14. EXT. DEK/KAPAL. MALAM
IAN, FIGURAN
Ian duduk sendirian sambil merokok dan minum-minum di atas pojok dek yang sepi. Sesekali Ian mengintip ke arah jendela dan melihat suasana ramai dalam pesta. Ian mematikan rokok dan merebahkan badan lalu memandang langit gelap dengan bintang-bintang. Suasana sepi, sayup-sayup musik hidup terdengar dari arah pesta. Berkaleng-kaleng bir ada di sekitarnya berserakan.

CUT TO
Theme song 15

15. INT.RUMAH ARYA. MALAM
VINARA
Vinara duduk sendirian di lantai di depan meja sofa, semua lilin sudah habis terbakar. Di atas meja ada kue tar dengan lilin yang menyala. Wajah Vina sudah basah oleh air mata dan matanya menatap kosong ke kue di depannya.
Vina memandang jam dinding, detik menuju 00.00, ketika detik berlalu Vina mengusap air matanya dan meniup lilin di depannya. Setelah itu Vina meraih ponsel dan memandanginya, tak berbunyi.

CUT TO

Dani dan Cindy berjalan dalam kerumunan menuju ke luar, orang sudah ramai di depan dan bergembira, Ian belum juga ketemu. Tiba-tiba kerumunan bersorak..

FIGURAN
            Ten, nine, eight, seven…

Semua menghitung mundur. Dani dan Cindy berpandangan.

FIGURAN
            Two, one…. Horray… Happy New Year…

Kembang api di tembakkan membelah malam, sangat indah.
Dani dan Cindy menatap ke langit malam dan berpandangan tersenyum.

CUT TO

Ian di salah satu sudut dek yang sepi, memandang ke langit berhias kembang api. Air mata meleleh di pipinya.

IAN
            Happy New Year, Ian… (lirih)

Ian tersenyum sedih dan meneguk lagi birnya sebelum terisak dalam kesepian.

CUT TO

Vina memeluk hadiah yang semula sudah disiapkan untuk Arya, tangannya yang satu mencoba menelepon Arya.
Bunyi nada ponsel tidak aktif. Arya tak bisa dihubungi.
Vina memandang dan mengelus perutnya sambil tak henti menangis.

VINARA
            (memandang hadiah) Selamat tahun baru Yak.. semoga kamu bahagia…
            (memandang perutnya) Selamat tahun baru sayang.. mama sayang kamu..

LS        Vina dalam kesendirian

CUT TO

Split screen
Vina memeluk hadiah sedih
Ian sendirian memandang langit

CUT TO
Commercial Break

16. EXT.RESTAURANT. SORE
VINARA, OPIE, FIGURAN

Establish         Restaurant taman yang nyaman dan sejuk

Vinara dan Opie duduk di salah satu meja yang ada di luar ruangan. Restaurant tak terlalu ramai, hanya ada beberapa orang yang duduk santai dan makan. Beberapa pelayan berdiri dan melayani.
Perut Vina tampak sudah jauh lebih besar.

VINARA
            Gimana kantor Pi?

Opie meletakkan jus yang baru saja diteguknya.

OPIE
            Ah kamu Vin, baru juga 3 hari cuti, masa sudah kangen kantor..

Opie dan Vina tertawa.

OPIE
         Kamu yakin ngga papa keluar perut besar begini? Kapan sih perkiraan kelahirannya?

Vina mengelus perutnya sambil menghela napas. Mata Vina tampak sembab.

VINARA
            Ehm.. tinggal tunggu hari aja, mestinya sih dalam minggu ini…
Makanya aku keluar jalan-jalan, selain bagus buat proses persalinannya, lagian jangan-jangan ini kesempatan terakhir ku buat main keluar.. (tertawa kecil)
Kalo si kecil sudah lahir aku bakal sibuk berat dan ngga bisa kemana-mana..

OPIE
Mertuamu ngga jadi datang Vin?

VINARA
Jadi.. (mengambil jus dan meneguknya) Cuma mungkin tunggu minggu depan, soalnya masih banyak pekerjaan yang ngga bisa ditinggal sekarang.

Vina dan Opie memandang ke arah 2 orang balita yang berlarian. Seorang pengasuh menemani mereka.

OPIE
Kamu yakin ngga mau pake suster untuk bantuin kamu? Kamu kan ngga pakai pembantu rumah tangga juga kan?

VINARA
Rasanya sih belum perlu ya Pi… (tertawa melihat kenakalan dua anak itu)

OPIE
Yah kalo suamimu mau ikut bantuin ngurusin bayinya sih ngga masalah, tapi kalau tingkahnya masih aja seperti sekarang… (diam sejenak memandang Vina yang terlihat sedih)

VINARA
Ya semoga saja setelah si kecil lahir (mengelus perutnya) Arya bisa berubah..

OPIE
Padahal dia orang nya baik banget ya.. aku masih inget waktu pertama-tama kita masuk kerja dulu… (tersenyum menerawang)

Vina diam saja dan melihat ke sekeliling.

OPIE
Lihat saja matamu sampe sembab begitu, jangan bilang kamu ngga menangis terus tiap kali dia pulang pagi..
Apa Arya ngga pernah denger kamu nangis tiap malam? Atau setidaknya dia kan lihat sembab di matamu itu.. masa dia diam aja sih..

Vina hanya mengedikkan bahu.

VINARA
Aku Cuma khawatir kalau Arya … ya mungkin terjebak narkoba, atau judi atau… yah kamu ta kan Pi… apa aja yang dilakukan cowok di malam hari sampai subuh…

OPIE
Sebenernya, ngga usah malam hari, siang juga bisa kalau emang Arya mau macam-macam. Tergantung orangnya aja… sudahlah Vin jangan dipikirin, ngga baik juga buat bayimu… yang penting kamu dan anakmu sehat… yah…

Opie mengelus bahu Vina.

VINARA
Thanks ya Vin… mau jadi temen curhat ku, kalau ngga ada kamu, aku ngga tahu mesti ngadu sama siapa… aku ngga punya saudara atau temen deket selain kamu.. mertua dan iparku… ngga mungkin kan aku cerita tentang Arya sama mereka, Arya selalu wanti-wanti jangan sampai keluarganya tahu tentang kelakuannya, kalau sampai aku cerita sama mereka, ngga kebayang betapa marahnya Arya sama aku…

OPIE
Kamu sih.. terlalu takut dan nurut sama suami… ya udahlah.. jangan dipikirin ayo makan yang banyak, udah keburu dingin nih…

VINARA
Iya ah.. aku mau makan yang banyak sekalian, malas aku masak lagi untuk makan nanti malam, soalnya Arya tadi sudah pamit ngga makan di rumah, ini kan hari rabu, jadwalnya keluar (tertawa kecil) dari pada repot…

Opie tersenyum prihatin dan mengelus bahu Vina.

VINARA
            Hem.. enak banget deh…

Vina menyuap makanannya.

LS        Vina dan Opie menikmati makanan mereka

CUT TO

17. INT.EXECUTIVE CLUB. MALAM
ARYA, ROBI(TEMAN), BASKORO, FIGURAN

Arya duduk di bar dan meneguk birnya dengan wajah gelisah. Diletakkan gelas dengan keras dan mengusap mulutnya dengan wajah kesal.
Robi (salah satu teman yang sering berkumpul bersama dengan Arya dan Baskoro) yang semula berdiri membelakangi Arya sambil bercakap dengan beberapa temannya berbalik dan memandang Arya heran.

ROBI
            Ada apa Yak? (tersenyum penuh arti) Kurang barangnya?

Arya menoleh terkejut.

ARYA
            Eh.. ngga ngga ada apa-apa kok…

Arya kembali meneguk minumannya. Robi tersenyum, sambil menoleh hati-hati ke kanan ke kiri mengambil sebuah kotak korek api dari kantongnya dan menyodorkannya ke Arya.

ROBI
            Pake punya gua dulu deh…(bisik)

Arya memandang kotak korek yang setengah terbuka.

CU       beberapa butir pil tampak dari dalam kotak
Arya menggeleng dan meneguk minumannya lagi.

ARYA
            Ngga ah.. lagi ngga pengen…

Seorang teman mereka yang semula duduk agak jauh datang menghampiri Arya dengan sempoyongan karena mabuk, dan dengan sok akrab menepuk dan merangkul bahu Arya.

FIGURAN
            Ala.. jangan malu-malu Yak… pura-pura aja lo.. (sinis dan meledek)

Arya melirik tak senang dan berusaha menepis pelukannya.

FIGURAN
            Heh.. kenapa sih lo.. (nada meninggi dan mendorong punggung Arya)

Robi berdiri berusaha melerai.

ROBI
            Sudah sudah… jangan ganggu dia.. lagi sensitif.. (tertawa kecil)

Arya memandang jam yang ada di ponselnya, 01.22 pagi. Arya berdiri.

ROBI
            Mau kemana lu Yak? (Robi melihat ke arlojinya) Baru jam segini…

ARYA
            Suntuk gua… pulang dulu deh..

Arya berjalan menjauh dan bahunya menabrak figuran yang mabuk tadi.

FIGURAN
            Heh.. lu mau cari gara-gara.. (sambil mendorong-dorong bahu Arya)

Arya meradang.

ARYA
            Ngapain sih lu… (balas mendorong)

Robi berdiri melerai. Baskoro datang dari kejauhan bersama seorang perempuan (Susan).

BASKORO
            Ada apa tuh.. ayo kesana..

Figuran menjotos wajah Arya dan Arya membalasnya. Beberapa petugas keamanan dengan badan tegap datang.

SECURITY
            Heh.. jangan bikin keributan di sini

Arya mengusap bibirnya yang berdarah dan berlalu dengan sebal. Sejenak dia melihat kedatangan Baskoro dan Susan tapi tak menggubris dan pergi.
Figuran mabuk menyumpah-nyumpah tak jelas dan sempoyongan menjauh.
Baskoro dan Susan hanya memandang heran Arya sudah menjauh.

CUT TO

18. INT.RUMAH ARYA. MALAM
VINARA

Vinara keluar dari kamarnya sambil mengusap matanya dan menguap. Mengambil gelas dan berjalan menuju dispenser. Matanya sekejap melirik jam 01.45 pagi.

VINARA
            Arya belum pulang juga..

Vina mengisi gelas di tangannya dengan air putih. Tiba-tiba Vina meringis kesakitan, Vina mengalami kontraksi. Gelas jatuh dan pecah.

VINARA
            Aduh… jangan-jangan udah saatnya.. gimana nih Arya belum pulang..

Vinara berjalan pelan dan duduk di kursi sambil mengatur napas. Vina mencoba menghubungi Ponsel Arya.
Terdengar bunyi operator, ponsel Arya tidak bisa dihubungi.

VINARA
            Aduh.. Arya.. gimana nih.. ngga aktif lagi…

Vina kesakitan lagi dan memandang sekeliling sejenak seperti panik.

VINARA
            Aduh.. mau telepon siapa? Kak Nai? (ragu) Tapi sudah lewat tengah malam…
Tenang tenang... semuanya sudah disiapin kan… tas untuk ke rumah sakit (menoleh memandang sebuah tas traveling kecil yang ada di dekat meja telepon)
Atau telepon taksi…Aduh (kesakitan lagi dan mengatur napas) nanti kelamaan nunggu bisa setengah jam.. (terengah) mungkin lebih baik langsung ke luar aja siapa tahu di depan ada taksi lewat… Paling tidak di ujung gang masih kan selalu ada tukang ojek yang mangkal…

Vina berjalan pelan mengambil tas dan kunci rumah, sesekali jika sakitnya terasa Vina berhenti dan mengatur napas lalu sambil berpegangan dinding dan meja beringsut keluar.
Dengan tertatih kesakitan Vina keluar, membuka pagar dan berusaha memasang gemboknya lagi. Sesekali membungkuk dan setengah berjongkok menahan sakit.

Slow Motion
CU       Wajah kesakitan Vina

CUT TO


END EPS.12



Credit Title
THEME SONG 4

No comments:

Post a Comment