Eps.16
1. INT.RUMAH ARYA. PAGI
ARYA, VINARA, SUSAN
Vinara dan Susan memandang Arya yang baru datang.
ARYA
Ada apa ini Vin?
Vina berjalan mendekati Arya.
VINARA
Seharusnya aku yang tanya Yak… siapa perempuan ini? (menunjuk Susan)
Arya memandang bingung.
VINARA
Ini yang kamu bilang salah sambung waktu itu kan?
Arya tak dapat menjawab. Susan memandang Arya dengan tatapan penuh harap.
VINARA
Gimana Yak.. apa yang mau kamu jelasin sama aku sekarang? (lirih)
SUSAN
Arya.. (mendekat) Maaf ya.. aku Cuma mau menjelaskan semuanya sama istri kamu
Arya hanya diam memandang Susan dan Vina berganti-ganti.
ARYA(dalam hati)
Aduh… mau apa lagi dia ke sini.. aku kan sudah bilang kalau aku pasti tanggung jawab, se-nggak-nya secara materi… aku nggak mungkin menceraikan Vina…
VINARA
Arya… perempuan ini bilang kalau dia sudah berteman sama kamu lebih dari 2tahun.. dan sekarang dia sedang mengandung anak kamu…(diam menanti reaksi Arya) apa ngga ada apa pun yang pengen kamu jelasin ke aku… sama sekali…
Arya hanya diam bingung.
SUSAN
Arya? Tolong, jelaskan sama dia… tentang kita… (mendekat dan memegang lengan Arya)
CU Vina terkejut melihat keakraban Susan dan Arya
SUSAN
Kami ngga minta apa-apa Mbak.. hanya pengertian dari Mbak Vina…
Vina memandang Arya. Tapi Arya malahan membuang muka.
VINARA
Arya?? Tolong jelasin.. apa mau kamu?? (sedih)
Arya tampak bingung dan takut memandang Vina.
VINARA
Oke.. kalau kamu belum siap untuk menjelaskan apa pun.. aku akan membuatnya lebih mudah buat kamu.. kamu tinggal jawab ya.. atau tidak…
Susan memandang Vina tegang.
VINARA
Apa benar selama ini.. kamu selalu pulang malam karena dia? (diam sejenak)
Setiap liburan, akhir pekan dan bahkan tahun baru atau liburan Selma.. kamu bilang kamu kerja.. (mulai gemetar) padahal sebenarnya.. kamu pergi sama dia?
Susan menunduk sedih. Arya tak menjawab.
VINARA
Apa kamu lebih memilih dia dari pada aku dan Selma? (terisak)
Arya memalingkan muka bingung.
Vina menangis sedih.
VINARA
Kamu ngga jawab pun aku udah tahu jawaban kamu… (lirih dan diam sejenak mengatur napasnya yang tersengal karena emosi dan isak tangis)
Setidaknya aku dan Selma sudah pernah punya status… tapi anak itu.. (menatap Susan) dia akan perlu status… yang bisa kamu berikan..
Dengan semua yang sudah kamu lakuin belakangan ini, sudah jelas siapa yang kamu pilih… (diam sejenak)
Siapa yang kamu harapkan mendampingi hidup kamu…
Dengan siapa kamu ingin menghabiskan waktumu…
Dan siapa pun itu.. (terisak) sudah jelas.. kalau yang kamu mau adalah dia…
bukan aku…
Vinara berlari keluar rumah. Arya memandang sedih, tapi tetap diam tak berkata apa-apa. Susan hanya diam memandang kepergian Vina.
CUT TO
Theme song 17-Segudang Cinta-Ada Band
2. INT.PESAWAT. PAGI
IAN, DANI, FIGURAN
Ian duduk dalam pesawat sambil terus menangis. Tangisan putus asa dan sangat sedih. Tangannya masih menggenggam ponsel erat. Dani yang duduk di sebelahnya tampak ikut sedih dan gelisah. Beberapa orang yang duduk di kursi eksekutif dekat mereka tampak melihat dengan kasihan.
CUT TO
3. EXT.JALANAN. PAGI
VINARA, FIGURAN
Vina berlari terhuyung sambil menangis. Semakin jauh dari rumah, Vina memperlambat larinya dan berjalan lemas sambil terus menangis. Tak memperdulikan tatapan orang di sepanjang jalan.
CUT BACK TO
Ian membungkuk sambil terus menangis dan menelungkupkan badan ke lututnya.
Walau pesawat sudah di udara, Ian tak bisa berhenti menangis.
CUT BACK TO
Vina menangis sedih sambil menyusuri jalanan.
End theme song 17
CUT TO
4. EXT/INT.KONTRAKAN VINA. SIANG
VINARA, SELMA, FIGURAN
Vinara menggendong Selma memasuki sebuah rumah kontrakan kecil. Ada sebuah mobil kecil parkir di depannya.
Beberapa pekerja tampak membantu Vina mengangkat dan merapikan barang.
VINARA
Mulai sekarang kita akan tinggal di sini Sayang
SELMA
(heran) Kenapa Ma? Kok pulang dari rumah sakit, rumah Selma jadi lain? Papa mana?
Vina tampak bingung sebentar.
VINARA
Papa.. papa.. kerja kan?
Nanti Papa akan tinggal di rumah kita yang lama.. dan kita akan tinggal di sini.
SELMA
Kenapa Ma? Kenapa ngga tinggal di rumah Selma aja? Selma mau rumah Selma yang lama…
VINARA
Ngga bisa Selma.. nanti.. ehm Selma kan sudah mau sekolah… kalau tinggal di sini kan lebih dekat sama sekolahan, jadi Mama lebih gampang anter dan jemput Selma sekolah ya..
Selma memandang tak mengerti.
VINARA
Oh iya.. Mama punya kejutan lho buat Selma…
SELMA
Apa Ma? (semangat)
VINARA
Lihat… (menggendong Selma ke dekat mobil)
Mama punya… mobil baruu…
Selma tertawa senang.
SELMA
Wah mobil baru? Buat Selma ya?
VINARA
Yah… sementara buat Mama dulu deh.. kan Selma masih kecil, belum bisa nyetir… (tertawa)
SELMA
Emangnya Mama bisa nyetir?
VINARA
Enak aja.. bisa dong…
Vina mencubit pipi Selma, mereka tertawa.
CUT TO
4. INT. KAMAR ARYA. MALAM
ARYA, VINARA
Arya duduk termenung sambil membaca sebuah surat di depan meja rias.
Bayang-bayang sebuah surat sedang dibaca.
Sementara itu, back sound:
VINARA
Arya… sorry ya kalau aku ngga pamit langsung sama kamu.. aku ngga yakin bisa ketemu kamu lagi untuk sementara ini. Juga Selma.
Yak.. aku hanya minta waktu beberapa hari untuk membereskan barang-barangku dan Selma. Terakhir aku kesana, aku lihat Susan sudah meletakkan beberapa koper di ruang tengah.
Aku udah ngga tahu lagi harus bilang apa Yak sama kamu… tapi tolong sementara ini jangan katakan apapun untuk menjelaskan apapun lagi.. aku ngga yakin aku sanggup untuk ngedengerin semuanya…
Selamat tinggal Yak.. semoga kamu bahagia.. karena kebahagiaan kamu akan selalu jadi sumber kebahagiaanku dan Selma.
Vina
CUT TO
Arya menutup surat Vina dan meremasnya. Wajah Arya tampak sangat kalut.
ARYA
Maaf in aku Vin.. aku bener-bener ngga tahu mesti gimana…
Aku ngga tahu mesti gimana Vin..
Arya menangis sedih menelungkup di meja.
CUT TO
Commercial break
6. INT.KAMAR VINA. MALAM
VINARA, SELMA
Vina menyelimuti Selma yang lelap tertidur. Setelah merapikan selimut Vina berjalan hendak mengambil gelas berisi air putih. Tak sengaja Vina menjatuhkan tas tangannya hingga isinya berserakan.
CU Tas dan barang berserakan di lantai, HP Vina
VINARA
Duh… untung ngga ada yang pecah..
Vinara membungkuk dan merapikan barangnya. Terakhir Vina memegang ponselnya dan memandanginya.
VINARA
Segitu sibuknya aku sampai bener-bener lupa … udah 4 atau 5 hari aku ngga nyalain hp-ku. (mencoba menyalakan) Oh.. habis…
Vina berdiri dan mencari charger lalu memasang ke ponselnya. Setelah itu Vina menyalakan ponsel dan meletakkannya di atas meja. Lampu posel berkedip.
VINARA
Wah untung baterenya ga rusak setelah mati lama…
Vina mengambil gelas dekat ponsel itu dan berjalan keluar kamar.
CU Bunyi sms masuk terus menerus, lagi dan lagi, tapi Vina tak ada di ruangan.
CUT TO
Vina meminum air putih dalam gelas, lalu segera ke bak cuci piring dan mencuci beberapa tumpuk piring dan gelas kotor.
Mata Vina menerawang sedih.
VINARA
Lagi ngapain kamu Yak? (terseyum sedih)
Kalau dulu kamu pasti lagi keluar…(menghela napas) tapi sekarang mungkin kamu ada di rumah.. karena kamu ngga perlu diam-diam keluar lagi untuk ketemu Susan..
Vina menyelesaikan cucian dan berjalan kembali ke kamar. Vina mematikan lampu kamar dan menyalakan lampu kecil dekat tempat tidur. Ketika akan berbaring Vina melihat ke ponsel.
CU new messages (lambang mail)
Vina mengkerutkan kening.
VINARA
Wah.. banyak bener.. siapa aja yang sms ya?
Vina membuka-buka ponsel sambil duduk di samping Selma yang tidur nyenyak.
VINARA
97 panggilan tak terjawab? (mengangkat wajah berpikir) Aku kan sudah telepon ke kantor dari rumah waktu itu, dan ijin untuk cuti selama beberapa hari…
(menghela napas) mungkin sebagian klien.. aduh semoga saja aku ngga membuang rejeki gara-gara masalah ini…
Vina kembali melihat ponsel. Nomor-nomor Arya.
VINARA
Missed call dari Arya? (Vina menggenggam erat ponselnya)
Sms dari Arya?
Vina membuka Sms Arya.
SMS : Lagi ngapain Selma? Papa kangen nih..
CUT TO
SMS : Selma sudah sembuh ya? Jangan nakal ya?
CUT TO
SMS : Kamu dimana Vin? Kalian pindah kemana? Apa kalian baik-baik aja?
CUT BACK TO
VINARA
Arya… ternyata kamu masih mikirin aku dan Selma?
CUT TO
SMS : Kapan kerja Vin? Ada apa sih kok mendadak menghilang dari peredaran? Call me Opie
CUT TO
Vina tersenyum.
VINARA
Opie.. kamu emang baik banget, sorry ya aku sampe ngga ngabarin kamu, besok pasti aku telepon kamu..
Vina membuka ponsel lagi.
VINARA
Penuh banget, mungkin aku harus hapus sebagian dulu baru yang lama-lama bisa masuk.. sepertinya ini … tanggal yang hari ini deh…
Vinara tampak asyik memeriksa ponselnya. Tiba-tiba wajahnya menegang kaku.
CUT TO
SMS : Sayang kamu dimana? Kenapa ngga telepon aku?
CUT TO
SMS : Apa kamu ngga denger pesenku? Aku tunggu kamu di bandara.
CUT BACK TO
Vina mengangkat wajah dan mengernyitkan kening heran. Sesaat kemudian Vina menghubungi operator.
OPERATOR
Anda mempunyai 128 pesan.. jika ingin mendengarkan..
Vina memandang ponsel dengan heran dan menekan beberapa tombol sesuai operator.
IAN
(menangis) Sayang.. kenapa kamu ngga datang.. aku tunggu kamu.. aku tunggu kamu.. kamu harus datang ya…
Vina tampak terkejut dan mendengarkan pesan berikutnya dan berikutnya dan berikutnya lagi. Suara Ian terus menerus terdengar. Fade out.
CUT TO
7. EXT.LOKASI SHOOTING. SIANG
IAN, DANI, FIGURAN KRU
Sutradara dan kru tampak memperhatikan jalannya shooting.
SUTRADARA
Cut!!Oke..
Sutradara melambai memanggil.
Ian mengusap peluh dan menghampiri sutradara yang sedang melihat hasil take.
SUTRADARA
Gimana… seperti nya di sini… ya…
Sutradara menunjuk-nunjuk sambil berkomentar. Dani dan Ian memandang serius dan mengangguk-angguk.
DANI
Oke deh.. kalau gitu kita balik dulu…
Sutradara mengangguk. Beberapa kru melambai. Ian ikut tersenyum dan pergi bersama Dani.
Ian dan Dani berjalan ke tas peralatan mereka dan membereskannya.
Dani memandangi Ian. Wajah Ian sudah kembali mendung dan murung. Dani menghela napas.
DANI
Yan… (Ian tak dengar) Ian…
Ian tetap diam seperti tenggelam dalam dunia nya sendiri.
DANI
Yan (menepuk bahu Ian keras, Ian terkejut dan menoleh)
Sampai kapan lo mau seperti ini…
Ian hanya membuang muka dan meletakkan tas di bahu lalu pergi. Dani mengambil tasnya dan berlari kecil mengikuti Ian.
DANI
Yan… masa lo mau puasa ngomong selamanya…
Ian menoleh memandang Dani dan berjalan lemas ke arah mobil kru.
Sesampai disana Ian duduk di tembok pembatas yang ada di dekat mobil dan menghela napas sedih. Dani berdiri dihadapannya dan memandang Ian.
IAN
Mungkin ini tebusan yang mesti gua bayar Dan… atas semua yang pernah gua lakuin dulu.. (menelan ludah) Gua hanya ngga nyangka kalo bakalan sesakit ini…
Dani menghela napas dan duduk di sebelahnya.
DANI
Gua juga ngga tahu mesti ngomong apa Yan.. gua sendiri bener-bener ngga nyangka kalau lo seserius itu sama dia.. Sorry.. kalau secara ngga sengaja gua jadi penyebab sakit hati elo..
IAN
Ngga kok… kalau pun gua ngga tahu soal itu dari elo, suatu saat juga gua akan tahu dari orang lain kan? (tersenyum pedih)
DANI
Sorry.. kalau boleh gua tahu.. sebenernya hubungan kamu sama dia…
IAN
(menghela napas dan tersenyum kecut) Ngga ada… (menoleh menghadap Dani yang bingung)
Elo ngga akan percaya kan kalo bilang gua ngga ada hubungan apa-apa sama dia?
DANI
Ngga ada apa-apa gimana?
Kalau.. kalau ngeliat reaksi lo akhir-akhir ini.. mana mungkin lo..
IAN
(tertawa pedih) Mungkin.. gua juga ngga tahu.. tapi mungkin memang sebenernya gua juga udah merasa kalau ada.. ada jarak yang selalu dia kasi ke gua…
Dia juga selalu sebut-sebut Selma, cerita Selma, beli oleh-oleh untuk Selma…
DANI
Selma? (heran-berpikir- Ian menoleh memandangnya) … Oh Selma.. (seperti teringat)
IAN
Makanya gua juga ngga pernah berani untuk ngomong apa pun sama dia.. (tertawa sedih) Lucu kan? Gua menangisi sesuatu yang bahkan ngga pernah menjadi bagian dalam hidup gua…
Ian tersenyum pedih. Dani memandang Ian prihatin.
DANI
Jadi sekarang apa rencana lo?
IAN
Gua ngga tahu Dan.. mungkin gua ngga akan pulang ke Jakarta dulu sementara waktu…
Dani menepuk bahu Ian menguatkan.
CUT TO
Commercial Break
8. EXT.RESTAURANT TAMAN. SIANG
OPIE, VINARA, SELMA, PUTRI, SUSTER PUTRI, NARTI, FIGURAN
Selma sedang bermain perosotan dan berlari-lari bersama Putri. Narti dan Suster Putri tampak menemani dan menjaganya.
Opie dan Vina duduk dekat mereka bermain.
OPIE
Itu pembantu kamu yang lama kan Vin? (menunjuk Narti)
VINARA
Iya…
OPIE
Kayanya waktu kamu baru-baru pindahan dulu dia ngga ikut kamu deh?
VINARA
Iya.. tadinya aku pikir aku sama Selma bisa berdua aja ngga apa kok, toh rumah kami kecil dan ngga banyak kerjaan. Aku juga udah ngelepasin ke agen-an aku di kantor dan memilih free lance supaya bisa full menjaga Selma..
Tapi si Narti ngga kerasan, kata Arya dia minta pulang aja karena si Susan itu galak banget.. (tersenyum kecil)padahal Arya juga jarang di rumah makanya Narti ngga kerasan, (menghela napas) jadi sama Arya si Narti di suruh jagain Selma aja..
OPIE
Dasar suami kamu itu memang ngga tahu dikasih istri baik gini masih kurang aja..
Vina tersenyum.
OPIE
Aku kan udah bilang Vin… mana mungkin cowok tiap hari pergi pulang pagi kalau ngga ada apa-apanya… (diam sejenak)
Sorry.. aku ngga bermaksud bikin kamu tambah sedih.. (memandang Vina prihatin dan memegang lengannya) Sudahlah lupain aja.. kamu masih muda cantik.. kamu masih berhak untuk mendapat kehidupan yang jauh lebih baik…
Tenang aja kalau ada perlu apa-apa bilang aja sama aku ya…
Vina tersenyum lagi.
VINARA
Thanks ya.. kamu baik banget… aku ngga enak selalu ngerepotin kamu
OPIE
Jangan ngomong gitu…
Terus… apa rencana kamu selanjutnya?
Vina menggeleng dan memandang ke arah anak-anak bermain.
OPIE
Oh ya.. (tampak berpikir) temen ku ada yang punya kenalan pengacara, mungkin dia bisa bantu kamu.. nanti aku kenalin deh..
VINARA
Pengacara? Buat apa?
OPIE
Lho? Bukannya kamu mau bercerai dari Arya?
VINARA
Cerai? (diam berpikir)
Opie memandang Vina bingung.
VINARA
Aku ngga tahu Pi… aku ngga pernah membayangkan akan bercerai dari Arya..
OPIE
Maksud kamu? Kamu hanya pergi begitu aja dari rumah? Terus mau balik lagi?
Kamu mau dimadu sama perempuan itu?
VINARA
Ya ngga lah..
OPIE
Jadi mau kamu gimana? Tadi kamu bilang kamu akan memberikan status untuk anaknya, berarti kan Arya harus menikahi perempuan itu, (diam sejenak) kalau kamu ngga mau dimadu.. berarti kan kamu harus bercerai dari Arya…
Vina tampak bingung.
Tiga orang gadis muda abg datang dan duduk di meja dekat meja Vina dan Opie duduk.
Pelayan datang memberikan menu.
VINARA
Aku bingung Pi… dari kecil orang tua ku selalu menanamkan bahwa perkawinan itu hanya satu kali semur hidup.. itu sebabnya Papa ku ngga pernah menikah lagi sejak Mama meninggal… (diam sejenak)
Kalau maut saja ngga bisa menggoyahkan Papa.. apa aku harus menyerah semudah ini Pi…. (menerawang) Kalau pun perceraian itu jalan satu-satunya yang harus ditempuh, aku harap bukan aku yang memulainya…
Opie memandang Vina yang masih tampak sedih.
VINARA
Besok aku akan membawa Selma ketemu Arya… kalau Arya yang meminta untuk bercerai.. aku akan mengabulkannya.. tapi … aku harap bukan aku yang menceraikan dia…
OPIE
Aku ngga ngerti jalan pikiran kamu Vin… aku rasa Arya adalah orang yang paling beruntung bisa mendapatkan kamu dan Selma.. (menghela napas) Arya pasti menyesal…
Vina tersenyum pedih lalu kembali memandang ke anak-anak yang bermain.
Theme song 16-Hampa Ari Lasso
Sebuah layar televisi menayangkan Ian menyanyikan lagu.
Pelayan datang mengantarkan makanan pesanan Vina dan Opie.
Abg yang duduk di dekat mereka tampak memandang ke Ian di layar kaca sambil mengomentari.
ABG1
ABG1
Wah Ian itu bener-bener cakep ya…
ABG2
Iya… (menghela napas)… sayang.. denger-denger dia sudah punya tunangan
ABG3
Ah.. kalau aku baca di internet, perempuan itu aja yang suka sama Ian, tapi Ian sama sekali ngga suka sama dia..
Opie dan Vina menoleh dan mencuri dengar, lalu berpandangan tersenyum.
OPIE
Iya ya aku baru sadar…Tumben Vin, pangeranmu itu sudah lama juga nggak kedengeran kabarnya?
Vina menerawang teringat pesan yang ada di ponselnya.
Flash back
Suara Ian di pesan Vina
CUT BACK TO
Opie menepuk lengan Vina yang melamun.
OPIE
Nah lho… bengong kan? Mikirin siapa nih.. Arya atau..?? (menggoda)
VINARA
Ah kamu Pi.. seneng banget sih godain orang.. (tersenyum)
Pelayan datang mengantar minuman ke meja 3 abg.
ABG2
Makasih Mas…
Pelayan pergi.
ABG3
Oh ya.. kamu sudah denger berita yang terbaru Ian..
ABG1
Tentang apa? Shootingnya di Paris?
ABG3
Bukan.. tapi kontroversi tentang kepergiannya ke Paris..
kemarin masuk infotainment lho
kemarin masuk infotainment lho
ABG2
Ada apa memangnya? Kemarin aku ada ekskul sampe sore sih…
ABG3
Denger-denger nih, Ian pergi ke Paris bukan Cuma karena mau shooting aja, tapi juga karena patah hati..
ABG1
Ah masa sih… bukannya dulu mereka bilang Ian itu playboy kelas berat.. sekarang di bilang patah hati.. gimana sih.. sirik aja kali
ABG3
Wah ngga tahu juga, tapi.. kemarin waktu aku lihat tayangannya ada beberapa orang kru shooting di Paris yang diwawancarai lho.. omongannya sih meyakinkan banget lho..
Katanya waktu hari sejak mau berangkat ke Paris Ian sudah suntuk banget, dan selama di pesawat dari Jakarta, dia ngga brenti-brenti nangisin tuh cewek…
Opie dan Vina menoleh sebentar kemudian saling berpandangan.
ABG1
Oh yang itu ya.. kemaren kayanya aku sempet denger deh sebagian..
ABG2
Hah.. apa-apa.. ayo cerita dong..
ABG1
Iya katanya selama shooting di sana Ian juga murung terus. Malahan sampai sekarang dia ngga mau balik ke Jakarta, padahal shootingnya kan sudah selesai, kru yang lain juga udah pulang ke Jakarta, dan managernya, Dani.. beberapa hari lagi juga akan menyusul pulang duluan..
ABG2
Oh ya sampai segitunya ya?
ABG3
Yang lebih parah lagi, katanya cewek yang di sukai Ian itu, ngga cuma lebih tua dari Ian, tapi juga sudah punya suami lho.. makanya Ian patah hati karena cewek itu lebih milih suaminya..
ABG2
Ah mana mungkin .. Ian itu segitu ganteng, kaya dan terkenal.. masa naksir sama ibu-ibu sih.. gosip itu pasti..
ABG1
Iya aku juga ngga terlalu percaya, soalnya salah satu sumber gosip ini kan Ivy.. bekas pacarnya si Ian yang katanya di putusin gara-gara cewek Ian yang baru ini.. makanya pasti dia dendam aja deh dan jelek-jelek in Ian..
Mana mungkin Ian sebodoh itu merusak masa depan karir nya sendiri hanya karena perempuan yang ngga sepadan sama dia..
Opie dan Vina kembali berpandangan.
Opie tampak sedikit tersinggung dan seperti akan berdiri melabrak. Vina segera menggamit lengannya.
VINARA
Mau ngapain?(bisik)
Opie kembali duduk dan melirik Abg dengan sedikit kesal. Vina tampak diam dan berpikir sesuatu.
Opie memandanginya ingin tahu.
OPIE
Ada apa sih? (penasaran)
Vina tampak ragu ingin berbicara sesuatu.
OPIE
Apa sih? Pasti ada yang kamu sembunyi in deh…
Ada hubungannya sama Pak Ian ya?
Vina menunjuk bibir.
VINARA
Ssttt (sambil menoleh ke abg-abg sibuk makan tak mendengar)
OPIE
Benerkan? Ada apa?
Vina menunduk bingung. Mata Opie terbelalak.
OPIE
Jadi bener kamu ada hubungan sama dia?
VINARA
Sstt… (kembali memberi tanda untuk memelankan suaranya dan melirik abg)
Ngawur aja.. bukan begitu ceritanya.. (lirih)
OPIE
Jadi… (memelankan suara)
Vina berpikir sejenak lalu mengambil ponselnya dan memencet beberapa tutsnya.
VINARA
Coba deh kamu dengerin…(di ulurkan ke telinga Opie)
Eh (di tarik kembali) tapi janji jangan bilang-bilang.. dan jangan godain aku..
Opie merengut penasaran dan mengangguk sambil merebut ponsel Vina dan mendengarkan suara pesan dari Ian. Sebentar Opie ternganga dan menutup mulutnya sambil memandang Vina.
CUT TO
Commercial Break
10. INT.RUMAH ARYA. MALAM
ARYA, SUSAN, FIGURAN PRT
Suara deru mobil Arya berhenti di halaman rumah. Sebentar kemudian Arya masuk dan seorang figuran PRT mengikuti dan menutupkan pintu.
Arya duduk di sofa melepas sepatunya. PRT menyiapkan meja makan.
FIGURAN
Saya ke belakang dulu Pak
Arya menoleh dan melihat ke meja.
ARYA
Non Susan?
FIGURAN
Di kamar, Tuan
Arya mengangguk dan PRT pergi.
Arya berjalan ke meja makan sambil melepas dasi, lalu tampak bingung hendak meletakkan dasi di mana, tangannya ,mengulur tapi tak ada orang.
Flashback
Vina menerima dasi dari tangan Arya, lalu membereskan sepatu dan kaos kaki nya dan meletakkan di meja samping. Lalu menemani Vina menemani Arya makan dan menyiapkan makannya.
CUT BACK TO
Arya duduk sendirian sambil menatap makanan di meja, mengambil makanan sendirian dengan tampang sedih, menghela napas dan makan tanpa suara.
Belum selesai Arya makan, Susan keluar dari kamar Arya.
SUSAN
O.. sudah pulang Yak?
Arya mengangkat wajah tak menjawab dan melanjutkan makan dengan tampang masam.
Susan mendekat dan duduk di sampingnya.
SUSAN
Ohya.. uang belanja hari ini sudah habis lho, soalnya tadi aku baru dari supermarket.. beli buah untuk di jus, susu Raka dan susu hamil, biskuit… sebenernya juga masih banyak yang perlu di beli tapi uangnya udah ngga cukup..
Besok kasi aku tambahan ya…
Arya menghela napas kesal tak menjawab.
SUSAN
Oya.. sekalian sama uang untuk ke salon ya..
Arya meletakkan sendok dan garpunya kesal.
ARYA
Uang ke salon? Bukannya baru kemarin kamu juga udah minta uang salon?
SUSAN
Ngga kok… kemarin kan kamu Cuma kasi uang belanja, aku ke salon dua hari yang lalu meni-pedi.. besok jadwal aku untuk masker rambut… (memegang rambutnya)
Rambutku kan di warna jadi mesti rajin di masker biar tetep lembut…
Arya memandang ke Susan dan menatapinya.
ARYA(dalam hati)
Apa yang salah dengan rambut kamu? Ngga ada apa-apa kok pake repot-repot hampir tiap hari ke salon, ngga ada kerjaan lain apa? Rasanya dulu aku ngga pernah denger deh Vina ke salon kalo ngga potong rambut, itu pun jarang-jarang…
Arya mendengus kesal lalu mengambil dompet dan mengambil selembar 100 ribuan dan diberikan ke Susan. Susan menerima dengan tatapan geli.
SUSAN
Uang apa ni… (meledek merendahkan)
ARYA
Katanya mau belanja mau ke salon.. (kesal)
Susan tertawa.
SUSAN
Kamu bercanda Yak?Mana cukup uang segini… buat ke salon aja kurang, apalagi belanja?
ARYA
Emangnya kamu ke salon mana, masa perawatan gitu aja sampai seratus ribu?
Susan tertawa lagi.
SUSAN
Ya ke salon biasa lah.. emang harganya segitu.. kalau ke salon artis malah bisa jutaan tau… (tersenyum) masa kamu suruh aku ke salon abang-abang yang ada di pinggir jalan tuh tuh.. yang dibawah pohon…
Arya berdiri menambah beberapa lembar uang ratusan ribu dan berlalu ke kamar.
Susan tersenyum senang mengambil uangnya, lalu cepat-cepat memanggil Arya.
SUSAN
Eh.. Yak.. kamu mau ke mana?
ARYA
Tidur.. capek..
Susan berdiri dan dengan manja mendekati Ian.
SUSAN
Eh.. tapi masuknya pelan-pelan ya soalnya Raka sudah tidur
Arya berbalik dan menatap Susan dengan kening berkerut.
ARYA
Kenapa dia ngga tidur di kamarnya? Kemarin kan kamu sudah bilang ini terakhir dia tidur di sana?(menunjuk ke kamar)
SUSAN
Ini kan rumah baru buat dia, jadi Raka masih ngga berani tidur sendiri..
Kamu sih, dari kemarin kemarin aku kan udah minta kita ambil suster untuk jagain Raka, jadi nanti Raka bisa tidur sama susternya…
ARYA
Raka kan sudah besar, buat apa lagi suster? Apa ngga bisa si Bibi aja yang temenin dia… Selma aja ngga pernah pake suster..
Susan cemberut.
SUSAN
Selma Selma Selma lagi… kenapa kamu selalu membanding-bandingkan Raka sama Selma… karena Raka bukan anak kandungmu jadi kau selalu ngga mau yang terbaik buat dia.. iya kan..
Susan menghentakkan kaki kesal lalu masuk ke kamar Arya.
Arya mengangkat tangan menyerah, dengan ekspresi kesal, matanya menatap ke meja makan –(CU piring Arya belum selesai makam)
Arya berbalik dan masuk ke bekas kamar Selma.
CUT TO
11. INT.KANTOR VINARA/RUANG FOTO KOPI. SIANG
VINARA, OPIE
Vina sedang memfoto kopi beberapa lembar berkas. Opie mengintip dan mengetuk pintu yang terbuka. Vina menoleh dan tersenyum. Opie masuk dan berdiri di dekatnya.
OPIE
Kamu jadi ketemu Arya lagi hari ini..
Vina mengangkat alis sambil tersenyum.
OPIE
Sorry ya kalau komentar ku ngga enak.. tapi aku bingung tahu ngelihat tingkahnya Arya.. (diam sejenak dan melipat tangan di dada)
Dulu waktu kalian sama-sama, dia sama sekali ngga peduli sama kalian, sekarang malah ngejar-ngejar kamu lagi… Apa maunya?
Dia tetap ngga membahas masalah menceraikan kamu kan?
Vinara menghela napas dan menggeleng.
OPIE
Padahal perempuan itu dan anaknya sudah pindah ke rumah kamu dan tinggal serumah dengan Arya kan?
Vina mengangguk dan menghela napas lagi.
OPIE
Jadi apa bedanya kamu di madu?
VINARA
Aku juga bingung Vin.. aku sendiri ngga tahu mesti gimana..
Rasanya aku belum bisa memaafkan Arya tiap kali aku inget gimana jahatnya dia dulu sama aku dan Selma… teganya dia menelantarkan Selma saat dia sakit…
Tapi.. aku juga kasihan sama dia… Susan sama sekali ngga perhatian sama Arya.. Arya selalu mengeluh..
OPIE(cepat memotong)
Salah dia sendiri.. itu kan sudah menjadi pilihannya dulu.. masa sekarang segampang itu dia mau balik sama kamu… dimana tanggung jawabnya?
Sudahlah Vin.. kasi pelajaran aja orang itu.. kenapa kamu ngga terima saja si Ian itu.. dia ganteng.. kaya lagi..
Vina tertawa.
VINARA
Kamu ini kok kaya mak comblang aja… lagian apanya yang mau di terima? Orang ngga ada apa-apa kok..
OPIE
Kamu masih hutang penjelasan sama aku lho.. aku ngga percaya kamu ngga ada apa-apa sama dia.. mana mungkin dia meninggalkan pesan seperti itu.. pasti kamu pernah ngapa-ngapain kan sama dia…
Vina memukul lengan Opie sewot.
VINARA
Enak aja.. beneran suer ngga ada apa-apa.. Justru aku juga kaget banget..
Orang selama ini bener-bener ngga pernah ngebahas apa pun yang serius atau.. mungkin mengarah ke sana.. atau.. ah.. (menggeleng) Aku juga ngga ngerti..
Mungkin dia Cuma latihan akting kali… aku sendiri ngga percaya kok..
OPIE
Aku ini baru tahu deh, kalo kamu ini udah bener-bener buta sekaligus tuli ya? (menjewer telinga Vina) Masa kamu ngga lihat perlakuan dan tatapannya ke kamu selama ini kaya apa? Aku aja bisa ngerasain kok…
Dan kamu juga denger sendiri kan suaranya yang begitu sedih di telepon…Vin.. Vin… kamu ini lho ada malaikat emas di depan mata kok bisa ngga tahu…
Vina dan Opie tertawa.
CUT TO
12. INT.KANTOR ARYA. SIANG
ARYA, NAIA, YANTI
Yanti keluar dari ruangan Naia. Arya masuk dan bertolak pinggang memandangnya kesal.
ARYA
Apa maksud kamu meminta Ibu dan Bapak datang ke Jakarta… (kesal)
NAIA
Kenapa memangnya? Aku Cuma kangen aja pengen ketemu Bapak Ibu… salah?!
ARYA
Tapi kenapa kamu ngga bilang dulu sama aku, gimana kalau nanti mendadak Bapak sama Ibu datang?
NAIA
Lho? Apa salahnya mereka datang… kamu ini kok aneh.. semestinya kamu seneng dong kalau ada orang tua mau datang… bukannya malah ngomel-ngomel gini..
ARYA
Kamu ini pura-pura atau sengaja? Apa ngga tahu kalau aku dan Vina tu lagi bermasalah? Sekarang Vina dan Selma sudah ngga tinggal sama aku lagi… dan Susan sudah pindah ke rumah ku…gimana kalau Ibu dan Bapak sampai tahu? (marah)
NAIA
Itu kan urusanmu.. lagi-an cepat atau lambat Bapak dan Ibu juga akan tahu.. memangnya mau kamu tutupin sampai berapa lama? (sengit)
ARYA
Urusanku? Kamu bilang urusanku? Enak banget kamu ngomong ya? Semua ini gara-gara kamu tahu.. (bentak) dan gara-gara suamimu yang brengsek itu…
Naia berdiri dan menggebrak meja.
NAIA
Heh!! Jangan bawa-bawa Mas Bas ya.. ini urusanku sama kamu!!
Lagian apa hubungannya masalah ini sama aku dan keluarga ku.. Kamu sendiri kan yang cari masalah.. menghamili perempuan lain.. (mencibir)
Enak saja melempar kesalahan ke orang lain..
Kamu bilang ini semua gara-gara aku? Emangnya aku yang menghamili pacar kamu heh? Mikir dong…
Arya diam tak bisa menjawab, dengan marah menendang kursi dan keluar.
NAIA
Dasar.. maunya menang sendiri… lihat saja kalau Ibu sama Bapak tahu tingkah kamu itu (tertawa mengejek)
Kamu pasti takut kan citra anak emas yang manis dan baik hati selama ini akan hilang… biar aja semua orang tahu seperti apa sebenernya kamu… (menghela napas kesal)
CUT TO
13. EXT.RUMAH ARYA. PAGI
ARYA, SUSAN, BU PRODJO, PAK PRODJO, FIGURAN
Sebuah taksi berhenti di depan rumah Arya. Sopir taksi membukakan pintu, Pak dan Bu Prodjo turun dari taksi. Sopir membantu menurunkan barang.
Sebentar kemudian taksi pergi. Pelan-pelan Pak dan Bu Prodjo berjalan masuk ke halaman rumah Arya sambil menenteng koper dan bercakap-cakap.
PAK PRODJO
Ibu ini kok buru-buru…
BU PRODJO
Perasaan Ibu sudah lama ngga enak Pak. Bapak kan tau sendiri, sejak Nai menikah dengan Nak Bas, sikapnya berubah sekali, jangankan sama Arya, atau sama kakak-kakaknya yang lain… sama kita orang tuanya saja .. (menghela napas sambil menggelengkan kepala)
PAK PRODJO
Ya tapi Ibu ini kan masih kurang sehat, apalagi kita sudah bilang minggu depan baru datang ke Jakarta, kenapa mendadak minta berangkat pagi ini…
BU PRODJO
Justru itu Pak.. sejak Nai telepon dan bilang kangen pengen ketemu Ibu.. Ibu rasa pasti ada yang ngga beres, kalau ngga kenapa setelah bertahun-tahun mendadak Nai berbah sikap.. mungkin dia ingin cerita sesuatu sama Ibu tentang rumah tangganya, Ibu yakin, Nai pasti tidak bahagia..
Makanya sengaja Ibu datang mendadak juga ke rumah Arya dulu, nanti pasti Vina dan Arya tahu sesuatu dan bisa bicara dulu dengan Ibu sebelum Ibu ketemu Nai…
PAK PRODJO
Terserah Ibu lah.. asal jangan terlalu dipikir.. ingat kesehatanmu sendiri.. (diam sejenak)
Mobil nya masih ada, berarti Arya belum berangkat ke kantor.
Pak dan Bu Prodjo sudah sampai di depan pintu rumah dan memencet bel pintu.
BU PRODJO
Lagian Ibu juga sudah kangen sama Vina dan Selma.. (tertawa kecil)
Pintu terbuka. Seorang PRT membukakan pintu.
Bu Prodjo mengernyitkan kening.
PRT
Cari siapa ya Bu?
BU PRODJO
Lho kamu ini siapa? Pembantu baru? Mana Narti? Arya?
PRT
Oh maaf Bu… iya saya masih baru
Susan menyusul keluar dengan baju kimono tidur yang sexy. Perutnya sedikit terlihat menyembul karena kandungannya masih agak kecil.
SUSAN
Siapa Bi? Kok pagi-pagi?
CU Bu Prodjo terkejut
Pak Prodjo memandang Bu Prodjo heran
Pintu sedikit melebar dan Susan keluar
BU PRODJO
Ada apa ini? (heran)
SUSAN
Maaf Bapak dan Ibu ini mau cari siapa ya?
Pak dan Bu Prodjo dengan heran memandangi rumah dan nomornya.
PAK PRODJO
Kita ngga salah alamat kan Bu?
BU PRODJO
Salah alamat gimana sih Pak.. sudah bertahun-tahun kita berkali-kali ke sini mana mungkin salah alamat… lihat(menunjuk sebuah pohon bungan) bunga itu Ibu dan Vina yang menanamnya..
SUSAN
Oh… (Susan yang semula tampak bingung segera tersenyum manis)
Ini pasti orang tua Arya ya.. wah maaf ya Pak, Bu… mari-mari silahkan masuk..
Bapak Ibu kok datang ngga bilang-bilang dulu… kan nanti Arya bisa jemput…
Pak dan Bu Prodjo tak bergeming dan menatapi Susan dengan heran. Susan melebarkan pintu dan mempersilakan masuk.
BU PRODJO
Kamu.. kamu ini siapa?
Menatapi Susan dari atas ke bawah dan memandang ke perut Susan.
CU Perut Susan terlihat hamill muda
Susan tersenyum menepuk dahi lupa dan mengulurkan tangan.
SUSAN
Aduh.. maaf Bu.. sampai lupa.. saya belum memperkenalkan diri..
Saya Susan..
Istri Arya…(tegas)
CU Pak dan Bu Prodjo terlihat shock
Wajah Susan tersenyum manis diambang pintu
PAK PRODJO
Apa?? Istri Arya?? (terkejut)
Bu Prodjo memegang dadanya. Tampak emosi.
Arya berjalan keluar dengan pakaian rapi siap ke kantor.
ARYA
Siapa San? (mesra dan santai)
Arya berdiri di depan pintu dan terkejut melihat kedua orang tuanya terdiam di sana.
Susan memandang Arya lalu tersenyum dan menggandengnya mesra.
SUSAN
Arya? Sini…
Slow motion
CU Arya dan orang tuanya saling berpandangan dengan tatapan terkejut dan tak mengerti
Susan tersenyum sambil memegang lengan Arya mesra
Ibu Prodjo terengah sambil memegang dadanya dan meringis kesakitan lalu ambruk
PAK PRODJO
Bu… (kaget)
Pak Prodjo segera menerima badan Bu Prodjo yang mendadak ambruk dan memegangnya.
ARYA
Ibbuuu!!! (teriak kaget)
Arya menghambur ke Ibunya yang tergolek dalam dekapan Pak Prodjo.
Susan dan Bibi terkejut melihat reaksi Bu Prodjo yang mendadak terkena serangan jantung.
Slow Motion semua berusaha menolong Bu Prodjo yang pingsan.
CUT TO
END EPS.16
Credit Title
THEME SONG 4
No comments:
Post a Comment