1. INT.MOBIL ARYA/EXT.JALANAN. MALAM
ARYA, VINARA
Arya menjalankan mobil dengan kesal. Sesekali mengaca di spion melihat wajahnya yang setengah babak belur karena berkelahi tadi.
ARYA
Sialan.. mau alasan apa lagi aku sama Vina. Pasti dia akan nanya kalo ngeliat mukaku kaya begini… huh dasar..
Mobil Arya melambat dan membelok ke gangnya.
Dari kejauhan Arya melihat seseorang membungkuk-bungkuk berpegangan pada pagar rumahnya.
ARYA
Siapa tuh, malam-malam di depan rumahku…
Mobil Arya semakin dekat. Tampak Vina selesai menggembok pagar, lalu tangannya meremas besi dan merintih karena kesakitan dan membungkuk menahan sakit.
Arya sangat terkejut.
ARYA
Vina??
Mobil Arya berhenti segera Arya melompat keluar menghampiri Vina dengan panik.
ARYA
Ada apa Vin? Kenapa kamu? Kok malam-malam keluar mau kemana? Kamu ngga papa kan?
Vina tak mampu menjawab hanya menggeleng pelan sambil memegangi perutnya.
ARYA
Kamu mau ke rumah sakit?(nada panik)
Vina mengangguk lemas. Arya memapahnya ke mobil. Lalu bergegas menjalankan mobil.
ARYA
Sabar ya.. tunggu ya…
Arya dengan panik berusaha menenangkan Vina. Vina yang sudah pulih dari sakitnya memandang wajah Arya yang lebam dan merabanya.
VINARA
Kamu kenapa Yak? (lirih)
Vina melihat bekas darah di bibir Arya dan menjadi panik.
VINARA
Kamu berdarah… (mengusap lukanya) Hah? Kamu kenapa? Ada apa Yak?
Arya tampak sangat menyesal.
ARYA(dalam hati)
Kamu bahkan ngga mikirin sakit kamu sendiri, tapi malahan ngawatirin aku..
ARYA
Ngga papa kok.. nanti aja ya ceritanya (sabar).. sekarang kita ke rumah sakit dulu ya
Vina memandang Arya dan tersenyum seperti menemukan Arya-nya yang sudah lama hilang.
VINARA(dalam hati)
Semoga kehadiran anak ini nantinya akan membuat kamu kembali seperti dulu Yak..
CUT TO
2. INT.RUMAH SAKIT. SIANG
NAIA, BASKORO, PAK dan BU PROJO, VINARA, ARYA, FIGURAN
Naia duduk di bangku dengan canggung.
Baskoro datang membawa secangkir kopi hangat dan duduk di sebelahnya.
BASKORO
Nih.. minum dulu…
Naia tersenyum menerimanya. Wajahnya kembali tampak sedih. Baskoro mengelus bahunya dan tersenyum menghibur.
BASKORO
Kenapa? Kok murung banget sih Sayang?
Naia tersenyum kecut.
BASKORO
Kamu ngga seneng keponakanmu udah lahir dengan selamat? Sebentar lagi ada cewek kecil yang akan panggil kamu tante..
NAIA
(menghela napas) Aku ngga Cuma ingin dipanggil tante Mas. (diam sejenak) Aku juga pengen di panggil Mama.
Baskoro tampak salah tingkah sejenak.
BASKORO
Ya mungkin memang belum di kasi sama yang di atas…
NAIA
Kenapa kita ngga ke dokter kandungan aja sih Mas… ngga ada salahnya kan kita usaha yang lain
BASKORO
Kan kamu sudah minum obat warisan dari keluarga ku itu. Obatnya manjur lho, saudara ku yang sudah lama belum punya anak juga berhasil karena minum obat ini. Pokoknya kamu jangan sampai lupa dan telat minumnya tiap hari…
NAIA
Tapi aku sudah rajin minum obat ini setiap hari kok ngga juga ada hasilnya… lihat Vina yang belakangan menikahnya aja sudah lebih dulu punya bayi…
BASKORO
Sabar dong sayang.. semua kan ada waktunya… kita doa aja ya…
Naia tersenyum dan menyeruput kopinya.
Bu Prodjo dan Pak Prodjo datang tergesa.
BU PRODJO
Nai? Bas? Kalian di sini juga? Mana mana… di mana kamarnya?
Naia dan Baskoro berdiri.
BASKORO
Sebelah sini Bu, Pak.. mari…
Baskoro berjalan mengarahkan rombongan ke salah satu gang.
BU PRODJO
Perempuan ya? Kaya siapa Nai? (semangat)
NAIA
Kaya siapa ya… (ogah-ogahan) ya belum tahu Bu namanya juga masih bayi..
BU PRODJO
Kamu kapan nyusul? Jangan dijaga.. kenapa juga ngga periksa ke dokter? Apa ngga kepengen cepet-cepet punya anak?
Wajah Naia mulai masam. Mereka tiba di depan sebuah pintu. Baskoro membukanya dan mereka masuk.
Tampak Arya duduk di samping tempat tidur sambil memeluk Vina dan memandangi bayi mereka yang tidur di gendongan Vina.
ARYA
Eh Ibu.. Bapak… (tersenyum lebar)
BU PRODJO
Aduh cucuku… (mengulur seperi akan memeluk) Selamat ya…
LS Mereka bercanda dan memandangi bayi mungil itu
CUT TO
Commercial Break
Tiga tahun kemudian
3. INT.RUMAH ARYA. SORE
VINARA, ARYA, SELMA, NARTI
Suara klakson mobil berbunyi 2kali.
Selma (3th) yang sedang bermain boneka dan rumah-rumahan menengadahkan kepala dan tersenyum senang.
SELMA
Papa…. Papa pulang…
Selma berlari menghambur keluar. Vina berjalan mengikuti dan memegang tangan Selma yang tak sabar keluar.
VINARA
Narti… tolong pegang dulu.. saya mau buka in pintu Bapak..
Narti berlari tergopoh dan memegang Selma yang memandang tak sabar.
Vina membuka pagar dan mobil Arya masuk. Segera Arya turun dan Selma menghambur kepelukannya. Arya mengangkatnya tinggi-tinggi dan menerbangkannya ke langit. Mereka tertawa.
ARYA
Wah sayang… kesayangan Papa…
Arya mencium pipi Selma dan menggendongnya masuk.
Narti membereskan mainan. Vinara mengikuti Arya.
Ponsel Arya berbunyi. Arya memberikan Selma ke Vina dan mengambil ponsel disakunya.
Vina menggendong Selma menjauh dan duduk di depan TV. Sesekali Vina memandang Arya yang menelepon di dekat teras.
Sebentar kemudian Arya masuk dengan tatapan bingung.
VINARA
Ada apa Yak? Dari siapa? Mas Bas?
Arya mengiyakan dengan matanya dan duduk di sofa disebelah Vina.
Narti datang membawakan segelas kopi dan meletakkan di meja.
VINARA
Ada masalah lagi?
Arya mengendurkan dasinya sambil menggeleng lemah dan menyeruput kopinya.
ARYA
Bingung aku… mesti gimana sebaiknya..
VINARA
Masalah Kak Nai lagi ya?
ARYA
Iya… barusan Bas ngajakin keluar.. mau curhat katanya (ogah-ogahan) padahal malas aku sebenernya keluar lagi, capek banget tadi banyak kerjaan di kantor…
VINARA
Bilang aja besok atau gimana? Kan besok kalian juga ketemu lagi dikantor, ajak aja dia keluar makan siang atau gimana…
ARYA
Kamu ngga tahu… Bas bilang… kamu ngga ngerti sih sekarang aku ini lagi kaya apa..
Coba.. aku mesti jawab apa…
VINARA
Kasihan juga sih.. tapi masalahnya… masalah Mas Bas dan Kak Nai itu sampai sekarang ngga jelas juga ujung pangkalnya, penyebabnya apa, kejadiannya gimana ngga tahu juga kan..
ARYA
(menghela napas) Iya.. makanya… (diam sejenak) Aku keluar sebentar ya.. nemenin Bas, ngga lama kok..
Vina mengangguk pasrah. Selma menoleh.
SELMA
Papa mau pergi lagi? Kerja lagi ya Pa?
Selma menghampiri Arya dan duduk di pangkuannya.
ARYA
Papa Cuma mau keluar sebentar kok, ada urusan yang mesti diselesaikan, sebentar juga udah pulang..
SELMA
Bener Pa? Janji ya… jangan malem-malem…
Arya tertawa dan mencium Selma.
VINARA
Oh ya Yak.. jangan lupa lho, besok sore aku berangkat ke Bali… usahakan jangan keluar sama Mas Bas dulu ya, kasihan kalo Selma Cuma sama Narti..
ARYA
O iya, hampir lupa, masalah seminarmu itu ya? Jam berapa mesti ke bandara? Aku anter ya..
VINARA
Ngga usah ngga papa.. aku bareng rombongan dari kantor kok…
Selma (meraih Selma dan memeluknya) Besok Mama pergi ngga boleh nakal ya…
(memandang Arya) Besok sampai di hotel aku telepon kamu..
Arya mengangguk dan tersenyum.
CUT TO
4. INT.RESTAURANT. MALAM
BASKORO, ARYA, SUSAN, ROBI, FIGURAN
Pelayan membukakan pintu, Arya masuk.
Setelah memandang sekeliling Arya melihat Baskoro, Robi dan beberapa teman nya duduk di salah satu meja dan melambai. Arya tersenyum dan menghampiri mereka.
ARYA(dalam hati)
Katanya mau curhat.. kok bawa rombongan?
ARYA
Hai.. sudah lama ya?
Arya menarik salah satu kursi yang kosong dan duduk. Susan ada di sebelahnya dan tersenyum manis. Arya tersenyum memandangnya.
ROBI
Hai… sudah lama ngga kelihatan ..
BASKORO
Belum juga… (menjawa Arya, tertawa kecil) eh masih inget kan .. (menunjuk Susan)
ARYA
Oh eh iya… hai (menyapa Susan)
Arya yang semula canggung berpandangan dengan Susan.
Baskoro tersenyum puas.
LS Pelayan menghampiri mengantarkan makanan
CUT TO
Commercial Break
5. INT.BANDARA/JAKARTA/RUANG TUNGGU. SORE
VINARA, OPIE, IAN, DANI, FIGURAN
Establish Lobby Bandara
LS Pesawat Landing
CUT TO
Vinara sedang di toilet ruang tunggu bandara, mengantri.
CUT TO
Rombongan Ian, Dani, dan beberapa figuran memasuki ruang tunggu bandara menuju ke ruang tunggu eksekutif. Beberapa penumpang pesawat mulai khasak-khusuk dan menunjuk-nunjuk. Termasuk rombongan Vina dan Opie.
FIGURAN TEMAN VINA1
Eh ada artis tuh… itu Ian kan?
FIGURAN T.V.2
Eh iya… (memandang terpana) eh ajak foto bareng yuk..
OPIE
Wah boleh juga, buat kenang-kenangan.. yuk…
Mereka berdiri menghampiri Ian yang sudah dekat dengan ruang tunggu eksekutif.
OPIE
Wah mana si Vina lama banget ke toiletnya..
FIGURAN T.V1
Udah tinggal aja.. nanti keburu masuk…
Mereka menghampiri Ian dan rombongan.
LS Mereka berkerumun berfoto bersama, sebagian kru Ian juga memotret momen itu dengan ponselnya
CUT TO
Vina berjalan sambil menunduk menuju ke rombongan teman-temannya yang sedang sibuk bertukar ponsel dan melihat hasil foto dengan Ian tadi. Lalu memandang heran ke teman-temannya yang tampak heboh.
VINARA
Ada apa sih rame banget?
OPIE
Yah elu si Vin… lama banget si ke toiletnya?
VINARA
Ngantri banget Pi… emang kenapa sih kok kalian hepi banget..
FIGURAN T.V2
Iya soalnya kamu baru aja kehilangan kesempatan untuk berfoto dan mendapat tandatangan dari Ian!! Ryandi Laksmana, aktor paling ngetop dan paling ganteng…
Nih… (mengulurkan ponsel)
Vina dan teman-temannya tertawa. Vina melihat foto mereka.
CU Foto Ian dan teman Vina
Mata Vina berbinar.
Flash Back
Ian tersenyum manis dalam pakaian Toga milik Vina.
Vina tersenyum sendiri memandangi foto.
VINARA(dalam hati)
Wah si Mr.Galak…
OPIE
Tuh.. nyeselkan ngga kebagian… sampe senyum-senyum sendiri..
Vina dan semua tertawa.
FIGURAN T.V1
Eh.. dia masih di ruang tunggu kok (menunjuk ruang eksekutif)
Kalau mau kesana aja.. aku anterin deh..
OPIE
Ala.. bilang aja elu yang pengen ketemu lagi…
Inget Nek… inget umur…
Semua tertawa, Figuran pura-pura merengut ngambek.
FIGURAN T.V1
Enak aja Nenek-nenek.. emang gua nenek lu…
LS Rombongan bercanda ceria
CUT TO
6. INT.BANDARA/JAKARTA/RUANG TUNGGU EKSEKUTIF. SORE
IAN, DANI, VINA, OPIE, FIGURAN
Ian sedangn bersama rombongan berada di ruang tunggu eksekutif yang terpisah dari Vina. Dari balik kaca Ian dan teman-temannya bisa sesekali melihat rombongan Vinara yang tidak sadar masih diperhatikan sambil mengomentari tingkah laku mereka.
IAN
Rasanya, yang itu boleh juga… tapi kok kayanya gua pernah ketemu deh..
Ian melihat dan menunjuk Vinara dari jauh. Dani menoleh sambil memandangi hasil foto polaroid yang baru di dapatnya. (Vinara tidak ada di dalamnya)
DANI
Yang mana?
Ian menunjuk, tapi Dani tak melihat yang dimaksud.
CUT TO
Rombongan Vina
LS Gurauan Vina dan temannya diputus oleh suara panggilan pramugari untuk memasuki pesawat.
FIGURAN T.V1
Yah.. udah dipanggil deh… (memandang Vina dan menepuk bahu Vina) Emang belum rejeki lu ketemu Ian…
Semua tertawa.
OPIE
Ngga papa Vin.. tenang.. Ian juga ke Bali ada shooting di sana.. siapa tahu kita bisa ketemu mereka juga…
Vina hanya tersenyum saja.
Vinara dan rombongan berdiri dan memasuki pesawat terlebih dahulu. Walau mereka celingukan kesana kemari tidak akan bisa melihat Ian, karena Ian masuk belakangan ke kelas bisnis, sedang mereka duduk di kelas ekonomi.
CUT TO
Ian terus mencari-cari Vina dan mencuri lihat dari jauh.
Suara panggilan untuk masuk ke pesawat terdengar dan rombongan Ian bersiap berdiri.
IAN(dalam hati)
Kayanya gua satu pesawat deh sama dia…
Ian memandang Dani tersenyum dan dengan semangat berjalan keluar. Dani menatap Ian dengan heran mengernyitkan kening.
CUT TO
LS Pesawat take off
7. INT.PESAWAT. SORE
IAN,DANI, VINARA, OPIE, FIGURAN
LS Pesawat landing
Vina memandang ke luar jendela. Pesawat berhenti pelan-pelan. Sayup-sayup suara dari pramugari. Vina dan rombongan berdiri dan bersiap hendak turun.
Sewaktu mendarat Ian turun terlebih dahulu. Penumpang kelas ekonomi masih menunggu di pesawat. Teman-teman Vina menunjuk-nunjuk ke jendela pesawat melihat mobil mewah yang menjemput Ian dekat kaki pesawat.
OPIE
Heh liat tuh… (menunjuk) Ternyata dari tadi kita satu pesawat… ngga ngeliat naiknya.
Vina melihat dengan antusias. Sejenak kemudian mobil berlalu. Vina mengambil ponsel dan menelepon dari dalam pesawat yang sudah berhenti.
VINARA
Hallo Yak…Aku baru aja sampe… lagi ngapain
Intercut
Arya sedang duduk di depan komputer ruang kerjanya.
ARYA
Cepat juga ya? Nggak di tunda ya tadi? Aku lagi ngetik-ngetik nih, banyak kerjaan anak-anak yang ga beres, jadi mesti dibenahi
VINARA
Ya udah, ntar aku sms aja, kalo ada apa-apa telpon aku ya.. Aku mau telepon Selma..
ARYA
Hati-hati ya.. bye..
Arya menutup telepon dan menghela napas.
Vina tersenyum senang sambil berjalan pelan meninggalkan pesawat.
CUT TO
8. INT.KANTOR ARYA. SORE
ARYA, NAIA, YANTI
Belum 1 detik Arya menyandarkan punggungnya.
YANTI
Pak Arya, di panggil Ibu…
Yanti maju mendekatinya.
Arya mendongak, ruangan Naia hanya 2m dari tempatnya duduk, pintunya terbuka.
ARYA
Apa Nai? Lagi nanggung nih
Arya berseru dari tempat duduk.
Naia tidak menjawab, tetap membalik-balik dokumen dihadapannya.
Beberapa kali dipanggil oleh Arya pun diam saja, akhirnya Arya maju dan berdiri di samping mejanya.
NAIA
Sudah telpon Pak Reza?
Naia bertanya dengan nada tegang, wajahnya tetap ke dokumen.
ARYA
Sudah, tapi orangnya masih di Bandung jadi…
NAIA
Lho kan kamu bilang hari ini dia datang ke Jakarta, gimana sih kamu, kalo janjian yang bener dong
Nadanya meninggi dan memandang Arya dengan wajah tak senang.
ARYA
Ya memang waktu itu dia bilang mau menyelesaikan kontraknya hari ini, tapi tadi waktu di telepon dia masih di Bandung. Paling cepat juga nanti malam baru dia bisa kesini, sekalian mau lihat lokasi dan panggung kita
Suara Arya melemah dan tampak agak gelisah.
NAIA
Makanya kalo bikin janji yang bener! Sudah sampai dimana laporannya? Sore ini juga harus sudah selesai, suruh si Yanti masukin ke tas kerjaku. Aku ada urusan sama Baskoro. Jadi masalah ketemu si Reza itu kamu aja yang urus. Ngerti!
Naia membentak sambil membanting dokumen yang dipegangnya.
Beberapa karyawan disekitar tampak menunduk takut.
Bunyi telepon memecah suasana.
YANTI
Selamat siang? Ibu? Ada Pak sebentar(mengangkat telepon)
Pak Baskoro Bu…(mengintip ke Naia)
Naia bergegas mengangkat Telepon disampingnya. Wajah sangarnya 180 derajat berubah menjadi manis.
NAIA
Hallo Mas…
LS Naia terlibat obrolan hangat dengan Baskoro. Nadanya manis dan tertawa penuh canda.
Arya berjalan gontai ke mejanya.
CUT TO
Commercial Break
9. EXT.LOKASI SHOOTING. PAGI
IAN, DANI, IVY, SUTRADARA, FIGURAN KRU
Sementara itu di Bali, Ian dan Dani tampak sedang bercanda dengan beberapa kru yang sedang mempersiapkan untuk shooting dekat pantai.
Dikejauhan tampak banyak warga yang melihat kesibukan mereka.
Tapi hari itu Ian tampak lain. Bahkan Ivy lawan mainnya yang sering dia kerjain juga dianggurin begitu saja. Ivy berusaha mencari perhatian Ian. Tapi Ian tetap saja cuek dengan pikirannya sendiri.
Celetukkan Dani yang biasa disambut ramai juga hanya sesekali di tanggapi ringan.
FIGURAN KRU1
Ah liat tuh cewek-cewek bule yang lagi disana… pemandangan bok..
Seru Figuran1 sambil menggosok2 telapak tangannya dan tertawa kecil. Dani tertawa lalu melirik Ian yang tidak menjawab, Ian tampak melamun, dahinya berkerut seperti memikirkan sesuatu.
DANI
Hei!! Ngapain Lu? Kesambet?
Dani menepuk bahu Ian dengan wajah sebal karena sedari tadi tidak ada respon.
IAN
Ehm.. nggak… nggak ada apa2…
Terkejut dan nada Ian mengambang.
DANI
Apaan sih… jangan bikin gua penasaran dong..
Ian tersenyum nakal.
IAN
Kalau Cuma cewek bule, gua sih udah kenyang..
Tawa Ian di sambut sungut Dani.
Tapi di balik tawa dan gerutuan Dani, benak Ian tidak juga berhenti berpikir.
IAN(dalam hati)
Gua sendiri juga bingung, dan nggak ngerti apa yang sebenernya dipikirin. Kenapa pikiran gua mendadak kosong. Ngga tahu apa yang mau diomongin, dan apa juga yang mesti dilakuin. Kenapa ya? Perasaan gua ngga enak banget deh..
Flash Back - Sesekali di benaknya bayangan Vina di ruang tunggu bandara terlintas.
CU Ekspresi wajah Ian / timbul semacam perasaan aneh yang sulit dijelaskan dihatinya.
IAN(dalam hati)
Kenal pun nggak, bahkan tadi ketemu muka juga belum. Baru ngeliat dari jauh aja, itu juga Cuma sekilas. (menghela napas)
Apa-apaan nih. Belum pernah gua ngerasa kaya gini. Ada apa ya sama cewek itu? Apa jangan-jangan gua pernah kenal? Bekas cewek gua? Wah gawat kalo gitu. Tapi siapa ya, gua bener-bener nggak inget pernah kenal dia. Rasanya gua nggak akan semudah itu ngelupain cewek-cewek gua, apalagi kalo mukanya cukup ok kaya dia.
DANI
Hooiiiii…(berteriak di telinga Ian)
Action tuh.. action…
Kata Dani sambil menunjuk beberapa kru yang tampak menatap menunggu.
Ian menghela napas terkejut dari lamunan dan maju ke depan kamera.
LS Shooting berlangsung
Ian melakukan banyak sekali kesalahan, sehingga harus mengulang beberapa adegan.
SUTRADARA
Cut cut… cut..
Ada apa Yan? Konsentrasi dong… kenapa salah-salah terus? Ngga biasa-biasanya kamu begini.. (heran)
Ivy lawan mainnya mengatupkan tangan di dada karena kesal harus mengulang lagi.
DANI
Ada apa ya si ganjen satu itu… Heran deh?
Sesuatu yang belum pernah terjadi sepanjang karirnya, Ian kok bisa bikin begitu banyak kesalahan hari ini...
SUTRADARA
Cut… oke deh… sampai sini aja dulu..
Kamu capek ya Yan? Kita ulang lagi besok aja..
Sutradara dan beberapa kru memandang Ian dengan heran. Ian hanya berdiri diam mengangguk dan berlalu.
FIGURAN KRU1
Aneh.. ada apa ya? Apa dia sakit? Biasanya dia nggak akan mau berhenti shooting kalau take nya belum sempurna, kok sekarang pergi gitu aja?
Figuran menatap Dani heran. Dani menepuk bahu figuran.
DANI
Coba gua ngomong sama dia dulu..
Ian berjalan menuju teras bungalow nya yang tak jauh dari lokasi, dengan tampang suntuk. Dibelakangnya tampak Dani berlari kecil mengejarnya.
Ian membuka pintu dan Dani masuk mengikutinya.
CUT TO
10. INT.BUNGALOW IAN.SIANG
IAN, DANI
DANI
Kenapa sih Lo? Sakit?(diam sejenak)
Tadi si Cindy telpon tuh, nanyain kabar lo. Ya gua bilang aja lo lg shooting ga bisa diganggu.
Dani menjatuhkan dirinya di sofa, sambil meraih sebuah apel dekat meja.
DANI
Ada masalah lagi sama dia? Atau berantem ama Ivy?(berhenti sejenak mengigit apel) Keliatannya dia marah deh tadi elo tolak ajakan makan malamnya
Ian menyandarkan tangannya ke jendela kamar, membuka tirai lebar-lebar. Dia menoleh dan menatap Dani tajam.
IAN
Beneran lo ga kenal ama dia?
Dani menatap heran.
DANI
Siapa?
IAN
Siapa lagi lah.. yang kemaren itu lho yang gua tunjukin lo di bandara, masa lo lupa sih
Ian membalikkan badannya kembali ke jendela dan menatap laut sambil tetap mengerutkan kening.
DANI
O jadi itu toh yang bikin tuan muda kita kelepekan hari ini..
Dani tertawa keras..
DANI
Jatuh cinta lagi… (terbahak).. emangnya kapan lo putusin si Ivy? Sabar Yan, shootingnya sama dia kan Cuma tinggal 3 hari lagi udah selesai, Kalo lu putusin si Ivy sekarang bisa berabe, (diam sejenak tersenyum) kalo dia ngambek dan balik ke Jakarta gimana..ha..ha..
IAN
Ah.. biarin aja si Ivy.. emang gua pikirin…
Tapi benerkan lo tau siapa dia.
Ian menghampiri Dani dan duduk di sofa di depannya.
IAN
Siapa namanya, gua penasaran banget nih!(mendesak)
Dani masih tertawa.
DANI
Yang mana… (nada santai dan meledek)
cewek yang lu tunjukin ke gua di bandara tu lebih dari 20 orang.
Ada yang di Jakarta ada yang di Bali.Emangnya gua pak Rt-nya mereka bisa kenalin orang satu-persatu.
Dani membuang napas kesal sambil menggigit apelnya.
IAN
Ah yang bener lo, cewek yang pake oblong putih, yang ga ada di foto, masa lo lupa sih? (Ian tampak kesal.)
DANI
Percuma deh meskipun diingetin berapa ratus kali, tetap aja gua ngga kebayang seperti apa cewek idaman lo yang baru itu
Ian berdiri dan menendang kaki Dani kesal. Dani terbahak.
CUT TO
11. INT.RUANG SEMINAR.SIANG
VINARA, OPIE, FIGURAN
LS Suasana seminar. Vina serius mendengarkan dan melihat penjelasan mentornya
Sesekali tampak mencatat
CUT TO
Commercial Break
12. INT.KAMAR HOTEL VINARA.MALAM
VINARA, ARYA, OPIE
Vina meletakkan diktat di meja dan langsung menjatuhkan diri di ranjangnya. Opie yang masuk mengikuti juga ikut menjatuhkan diri di ranjangnya yang ada di dekat ranjang Vina.
VINARA
Duh capek banget deh…
OPIE
Iya.. untung jadwal padetnya udah tinggal hari ini. Mulai besok, setengah hari kita bisa bebas…
Opie bangkit berdiri, lalu meregangkan badannya.
Vina membalikkan badan dan mengambil ponselnya.
OPIE
Ciee.. ada yang kangen ya?? (menggoda)
VINARA
Ah kamu.. sirik tanda tak mampu tahu..
Vina dan Opie tertawa.
OPIE
Aku mandi duluan ya.. Bentar lagi jadwal makan malam lho..
Opie mengambil beberapa pakaian dari dalam tas.
VINARA
Iya cepetan.. nanti gantian aku… jangan lama-lama ya..
OPIE
Iya iya… (sambil masuk ke kamar mandi)
Vina menelepon rumah Arya.
Intercut
Arya dengan pakaian rapi duduk di sofa sambil memakai sepatu ketika telepon berdering.
ARYA
Hallo?
VINARA
Hallo Yak? Lagi ngapain?
ARYA
Oh eh.. (terkejut) ngga .. ngga lagi ngapa-ngapain…
VINARA
Selma mana?
ARYA
Udah bobok tuh… tadi siang kata Narti dia ngga mau tidur siang, makanya sore-sore udah teler.. (tertawa kecil)
VINARA
(tertawa) Tapi ngga sakit kan? Kamu juga baik kan?
ARYA
Iya.. ngga ada apa-apa kok… tenang aja? (diam sejenak)
Kamu pulang hari minggu ya?
VINARA
Iya, masih lusa… kenapa? Kangen ya?
ARYA
Nggak (meledek)
VINARA
O awas ya kalo macem-macem…
Arya tertawa.
VINARA
Ya udah ya.. aku buru-buru, masih ada acara makan malem ini sama ketemu pimpinan dari Bali.. kamu udah makan?
ARYA
Oh udah.. (gugup)
VINARA
Ya udah.. besok aku telepon lagi ya.. bye
Vinara menutup teleponnya.
CUT TO
13. INT.RUMAH ARYA.MALAM
ARYA, NARTI
Arya meniup napas lega dan mematikan telepon. Sepatunya sudah rapi terpasang.
ARYA
Narti…
Arya jalan keluar. Narti berlari kecil keluar mengikuti.
ARYA
Saya keluar sebentar, kamu tidur aja duluan.. nanti saya bawa kunci sendiri..
NARTI
Iya Pak..
Arya naik ke mobilnya. Mobil mundur dan pergi.
CUT TO
14. INT.MOBIL ARYA.MALAM
ARYA, SUSAN
Arya tersenyum gembira dan menelepon dengan ponselnya.
ARYA
Ternyata nakal juga aku ya (senyum sendiri) mentang-mentang Vina lagi ngga ada… (diam sejenak)
Ngga apa deh.. ngga ngapa-ngapain juga kok… Cuma temenan aja…
Intercut
SUSAN
Hallo Yak? Jadi?
ARYA
Iya.. sori telat ya… aku baru jalan nih, aku jemput kamu atau..
SUSAN
Ngga usah Yak, ketemu di sana aja… tempat biasa kan?
Cut back to
Arya sambil menyetir.
ARYA
Okey… sampai ketemu di sana ya… bye..
Arya tersenyum dan mematikan telepon.
CUT TO
15. EXT.TERAS BUNGALOW.SORE
IAN, DANI
Ian duduk sambil menyenderkan kepalanya lemas. Dani datang dan duduk di sebelahnya.
DANI
Elo sih bikin masalah sendiri…
Gara-gara obsesi elo sama cewek misterius itu, jadwal shooting yang mestinya hanya 3 hari bisa molor sampai hari ini.
Elo sih.. ngga pikir-pikir dulu mutusin hubungan iseng lo sama Ivy. (diam sejenak)
Jelas-jelas lu tau Ivy yang jadi pemeran utama wanitanya, jadi susah kan kalian bikin gambar-gambar romantis dan mengharukan kalau kalian berantem terus
Ian hanya menggaruk kepalanya sambil tersenyum kecut.
DANI
Untung aja semuanya bisa selesai dan kita bisa segera balik ke Jakarta.
Besok lho jadwal penerbangannya. (diam sejenak memandang Ian yang masih diam memandang ke laut)
Nanti malam… seperti biasa jatah kita traktir makan temen-temen kru dan yang lain, sambil menghabiskan malam terakhir. (Ian hanya mengangguk-angguk)
Gimana kalau kita ajak mereka makan di salah satu kafe di dekat pantai Kuta sana. Sekalian jalan-jalan?
Ian mengangguk-angguk lagi tak bersuara. Dani dengan gemas mendorong bahu Ian.
DANI
Elu dari tadi kok diem aja sih? Kesannya jadi gua sendiri yang kebawelan…
IAN
Iya iya… apa kata lu deh…
Ian dan Dani tertawa.
CUT TO
16. EXT.HALAMAN KAFE/HOTEL.MALAM
IAN, DANI, VINARA, OPIE, FIGURAN
Ian dan Dani bersama rombongan keluar dari kafe.
FIGURAN KRU
Wah makasih ya Yan.. sering-sering aja traktirnya begini…
Beberapa rekan menyambut dengan tawa.
DANI
Iya beres…kalian mau langsung pulang atau,,??
FIGURAN KRU
Ehm pengennya sih jalan dulu deh ke pantai.
IAN
Iya udah, kita juga masih mau jalan disekitar sini…
FIGURAN KRU
Oke deh kalo gitu kita jalan dulu ya… yuk
Ian dan Dani melambai. Rombongan pergi menjauh.
Ian dan Dani memisah dari rombongan dan berjalan-jalan di halaman hotel berbintang yang menjadi bagian dari kafe.
LS Dani mengomentari beberapa tamu hotel wanita yang berpapasan dengan mereka. Dan mengajak Ian bicara. Tapi Ian masih saja tampak cuek, sambil berjalan kedua tangannya dimasukkan ke saku celananya. Sesekali dia menendang batu-batu kecil yang ada di pinggir kolam yang berbentuk pantai buatan itu.
DANI
(heran) Lu masih juga mikirin cewek misterius itu Yan?
Dani memandang penuh selidik.
DANI
Jujur aja, gua ga pernah ngeliat lo kaya gini. Jangan-jangan lo kena santet atau pelet? Atau dia pake susuk pemikat. Makanya lu jadi kebayang2 terus ama tu cewek.
Komentar Dani serius.
Ian melirik sambil menghela napas panjang. Di wajahnya tampak kalau hatinya masih saja terasa tak enak, seperti ada sesuatu yang mengganjal, seperti ada sesuatu yang hilang.
IAN
Iya, Bener juga..(gumam)
DANI
Gini aja! Paman gue punya kenalan orang pinter di Jakarta, besok dari bandara kita langsung ke tempat dia aja… gimana?
Dani tersenyum senang. Tapi senyum itu segera hilang berganti keheranan. Ian yang selama beberapa hari ini tampak tak bersemangat dan lesu mendadak cerah. Ian berdiri tegak dan tersenyum lebar.
IAN
Ternyata selama ini gua Cuma dibedakan beberapa ratus meter aja… Tuhan emang selalu baik ama gua (ceria)
Ian bergegas berjalan menuju sekelompok orang yang sedang berdiri di teras hotel. Beberapa perempuan muda tampak memasuki sebuah taksi. Ada Vina dan Opie disana.
Ian mempercepat langkahnya. Tapi terlambat taksi itu sudah pergi.
IAN
Tunggu…
Ian berlari mengejar sebentar. Taksi sudah jauh. Cepat Ian mengambil ponsel dan mencatat nomor taksi itu.
DANI
Ada apa sih Yan?(terengah)
IAN
Gini Dan, tolong batalin penerbangan gua ke Jakarta besok, dan juga semua jadwal gua minggu ini, gua masih ada urusan di sini… (semangat)
Dani memandang heran, Ian berbalik ke dalam hotel dengan catatan di tangannya.
CUT TO
Commercial Break
16. INT.BAR.MALAM
ARYA, SUSAN
LS Arya dan Susan duduk sambil berbincang akrab di salah satu sudut bar
Iringan musik hidup memenuhi ruangan. Susan mendekatkan kepala ke Arya.
SUSAN
Ada program apa kafe kamu bulan ini? Boleh dong aku dapet undangannya?
ARYA
Beres, nanti aku siapin deh. Biasa acara Cuma every weekend aja.. kita ada live band dan kadang juga bintang tamu…
SUSAN
Wah seru juga ya… terus kenapa kita ngga ketemuan di kafe kamu aja? (tersenyum kecil) Takut ya kalau ada yang ngeliat kamu keluar sama aku…
ARYA
(tertawa) Ngga kok… sesekali ngeliat tempat lain ngga ada salahnya kan, bisa jadi bahan perbandingan.. (diam sejenak memandang Susan dan berpikir)
Oke deh.. nanti aku akan undang kamu ke kafe.. minggu depan kita ada acara, kamu tahu Ryandi? Ryandi Laksmana? Dia akan mempromosikan album single terbarunya di kafe ku…
Nanti aku siapin undangannya, gimana?
SUSAN
Mau dong… ada acara atau ngga.. (diam sejenak melirik penuh arti) yang penting aku seneng kok bisa ketemu kamu lagi…
Arya dan Susan berpandangan. Arya terlihat jengah mendapat tatapan mesra lalu meneguk minumannya cepat-cepat.
ARYA
Aku … (sambil membungkuk mendekat Susan) .. ke toilet sebentar ya…
Susan mengangguk tersenyum. Arya berdiri dan menjauh.
CUT TO
17. INT.KAMAR HOTEL VINA.MALAM
VINARA, OPIE
Opie duduk memeluk bantal sambil memandangi Vina yang menelepon sambil hilir mudik.
VINARA
Jadi.. Bapak belum pulang? (melirik arloji – jam 11 malam)
Ya udah Narti, ngga usah ditunggu, kamu tidur aja.. Bapak bawa kunci kan… (diam sejenak seperti mendengarkan Narti berbicara sesuatu)
Ya.. ya… ya dah ya..
Vina menutup telepon dan dengan gelisah duduk di ranjang Opie.
OPIE
Jadi Arya belum pulang juga?
Vina menggeleng gemas.
VINARA
Kurang ajar deh si Arya, tiap aku telepon katanya ngga kemana-mana, udah tahu Selma Cuma sendirian sama Narti. (diam sejenak) Tahu nggak Pi.. kata Narti hampir tiap hari selama aku pergi dia selalu pulang pagi… (menghela napas)
Padahal sebelum ini, udah lama banget Arya ngga keluar malam lagi, kalau pun keluar paling karena di F2 ada acara...
Opie mengels bahu Vina menyemangati.
VINARA
Mungkin salah ku juga… mestinya aku ngga usah ikut acara seminar ini.. mungkin aku pergi terlalu lama, jadi Arya…
OPIE
Kamu jangan salahin diri kamu sendiri dong Vin.. kamu ngga salah kok.. Ini kan acara kantor, lagian kamu Cuma pergi 1 minggu. (diam sejenak) Arya aja yang seperti kuda lepas kandang karena di tinggal pergi..
Vina mencoba menghubungi telepon Arya lagi.
OPIE
Masih ngga diangkat juga?
VINARA
Iya.. dari tadi masuk, tapi ngga ada yang angkat.. (cemas)
Bukannya apa Pi.. aku Cuma khawatir, jangan-jangan ada apa-apa… Duh Yak.. kamu dimana sih.. apa kamu baik-baik aja…
CU Wajah cemas Vina mencoba menelepon
CUT TO
18. INT.APARTEMEN SUSAN.MALAM
ARYA, SUSAN
Suasana kamar remang, lampu di pinggir ranjang menyala redup. Sebuah ponsel bergerak-gerak karena bergetar, tanpa suara(silent), lampunya berkedip-kedip.
CU Sebuah tangan meraih ponsel dan melihat
CU Vinara memanggil
Susan tersenyum dan meletakkan kembali ponsel yang terus berdering itu ke meja. Susan hanya memakai baju mandi. Susan naik dan membaringkan dirinya di ranjang.
Seseorang tidur membelakanginya tanpa baju atasan.
Susan membalikkan pria itu, pria itu Arya, tidur nyenyak.
Slow motion Arya menelentangkan badan dan menggeliat mencari posisi tidur yang enak
Susan membaringkan diri dalam pelukan Arya dan tidur di dadanya sambil tersenyum bahagia
CUT TO
Vina yang gelisah menelepon, di belakangnya tampak Opie sudah tidur.
CUT TO
Arya dan Susan tidur berpelukan.
CUT TO
END EPS.13
Credit Title
THEME SONG 4
No comments:
Post a Comment