Eps.19
1. EXT: DEPAN KANTOR VINARA.SIANG
IAN, OPIE
Ian berdiri di depan kantor dan terlihat berbincang dengan Opie.
IAN
Apa?(terkejut) Mengundurkan diri?
OPIE
Aku belum sempat bicara sejelasnya sama dia Yan… tapi sepertinya memang karena masalah dari perusahaan kamu itu..
IAN
Tadi memang aku lihat dia ada di kantor, kayanya dia lagi bingung banget, makanya aku cepat-cepat kemari mau nyusul dia, eh ternyata tadi mendadak ada aja masalah dan aku mesti menyelesaikannya dulu sebelum ke sini… (diam bingung, tangan di pinggang dan menoleh ke kiri-ke kanan)
Sudah lama dia pergi?
OPIE
Lumayan, mungkin setengah jam yang lalu.. begitu datang, dan masuk ke ruangan Pak James, Vina langsung keluar dan berpamitan sama aku…
Waktu aku tanya kenapa dia Cuma menggeleng dan bilang kalau besok dia akan datang lagi dengan surat pengunduran dirinya dan sekalian mengambil beberapa barangnya yang masih ada di kantor..
IAN
(gelisah) Oke deh kalau gitu aku akan cari dia…
Opie mengangguk. Ian berbalik.
IAN
Tunggu Pi.. tadi kamu bilang.. Vina menemui seseorang dari kantorku… lalu Pak James juga menerima telepon dari sana?
OPIE
Iya.. kenapa?
Ian tampak berpikir.
IAN
Kamu tahu ngga dengan siapa Vina ketemu? Atau siapa nama orang yang menelepon kemari?
OPIE
Ehm?(mengingat) Tadi Vina sempet sebut.. siapa ya.. aku lupa..
Tapi (teringat), mestinya Monik tahu siapa yang telepon kemari karena tadi dia yang mengangkat teleponnya.. sebentar ya..
Opie berlari masuk. Ian mengangguk mantap.
CUT TO
2. INT: RUMAH CINDY.SIANG
IAN, DANI, CINDY
Ian bergegas masuk ke rumah Cindy dengan tampang emosi. Dani berusaha menghalangi.
DANI
Sabar Yan.. semua kan bisa diomongin baik-baik..
Cindy sedang membaca majalah di sofa. Mendengar keributan Cindy berdiri dan keluar.
Cindy berpapasan dengan Ian dan Dani yang masuk.
CU Cindy ketakutan melihat Ian yang datang dengan emosi
CINDY(dalam hati)
Oh God… he must be very mad at me…
Dani berdiri diantara Cindy dan Ian sambil menatapnya serius. Cindy memegang erat lengan Dani. Ian mengatur napas dan diam sejenak. Cindy dan Dani tampak menunggu.
IAN
I’m so sorry…
(Dani dan Cindy terkejut dengan ucapan Ian yang tampak berusaha sabar.)
I must have hurt you so bad…
Dani berpandangan dengan Cindy tak percaya Ian bisa begitu tenang.
IAN
Gua tau.. gua selalu kasar sama lo, dan memperlakukan lo ngga baik..
Padahal lo selalu jadi adik kesayangan gua..
Cindy melepas pegangannya pada Dani dengan mata berkaca-kaca.
IAN
Ini terakhir kalinya gua bilang sama lo.. kalau selamanya lo adalah adik gua, dan gua ngga akan mungkin bisa mencintai lo lebih dari itu…
Gua mencintai Vina, dan apa pun akan gua lakukan buat dia.. (diam sejenak)
Gua ngga pernah minta apa pun dari lo sebelumnya Cin.. dan ini mungkin satu-satunya permintaan gua.. (sedih)
Gua harap lo jangan ganggu Vina lagi, (diam sejenak,mengiba) gua mohon jangan sakiti dia..
Ian menghela napas, memandang Cindy dengan tatapan memohon lalu berbalik pergi dengan wajah sedih. Cindy menangis sedih. Dani masih tak percaya Ian berlaku tenang dan tampak bingung.
DANI(dalam hati)
Sebesar itu kah cinta lo sama dia Yan.. sampai dia bener-bener bisa ngerubah lo seperti ini…
Dani menoleh dan memandang Cindy yang tampak sangat terluka.
CINDY
Aku kehilangan dia Dan… aku tahu.. kali ini aku akan kehilangan Ian… (menangis)
Dani memeluk Cindy.
CUT TO
3. INT: KANTOR NAIA.SIANG
ARYA, NAIA, YANTI
Naia memandang Arya yang tampak lesu duduk di hadapannya.
NAIA
Kamu sih kalau dibilangin selalu aja ngelawan… makanya jangan suka main api.. sekarang lihat kan akibatnya…
Arya diam tak menjawab dengan wajah sedih. Naia tampak ikut prihatin dan berpikir.
NAIA
Apa kamu yakin ngga ada cara lain untuk nyingkirin perempuan itu? Masa kamu yang mau pergi dari rumah sih? Itu kan rumah kamu.. rumah yang kamu beli dengan susah payah… bego amat sih… ntar tambah kesenengan dia tinggal di sana sama anak nya itu…
ARYA
Habis mau gimana lagi Nai.. aku dah bener-bener ngga tahan sama dia…
Kerjaan-nya tiap hari Cuma ngerong-rong in aku terus, minta ini, minta itu….
Aku ngga nyangka kalau Susan itu ternyata perempuan seperti itu..
NAIA
Jadi selama ini kamu pikir Susan itu perempuan seperti apa? (menghela napas)
Sudah jelas-jelas kamu ini laki-laki yang sudah punya istri.. masih aja dia gangguin kamu… (diam sejenak)
Perempuan macam apa yang kamu pikir menggoda suami orang tengah malam di klub malam?? haa??
Kalau aku jadi Vina udah aku gamparin kali… bego banget si Vina itu malahan pergi dari rumah dan ngebiarin si ular itu meraja lela… (memandang Arya kesal) dan kamu lebih bego lagi, ngebiarin segepok berlian yang udah ada ditangan lepas, hanya untuk ditukar sama sepasang lintah yang akan menghisap darah kamu sampai habis…
Arya memandang heran ke Naia.
ARYA(dalam hati)
Aneh… udah lama banget aku ga denger Nai memberi komentar yang bagus tentang Vina… tapi memang sejak Ibu keluar dari rumah sakit kelakuannya agak berubah, dan mulai kembali seperti dulu…
NAIA
Kenapa malah melototin aku? (kesal) Apa salah? Omonganku salah?
ARYA
Bu.. bukan.. ngga.. ngga begitu.. aku…
NAIA
(menghela napas) Ya usaha dong Yak.. masa kamu diamin aja…
ARYA
Lalu aku mesti gimana Nai? Aku udah ngga tahu lagi… aku ngerasa terjebak banget dalam situasi ini (mengusap kepalanya kalut)
NAIA
Apa kamu udah coba bilang sama Vina dan memintanya kembali sama kamu?
ARYA
Sudah(lesu)
NAIA
Terus? Vina bilang apa?
ARYA
(menggeleng) Dia bilang aku harus bertanggung jawab atas semua perbuatanku..
Anak itu ngga bersalah..
NAIA
Lalu? Apa kamu yakin kalau anak itu memang anak kamu?
(Arya menoleh heran)
Bisa aja kan … itu bukan anak kamu (Naia mengangkat bahu cuek)
ARYA
Maksudmu?
NAIA
Ya kamu ini gimana sih Yak? Sejauh apa kamu kenal sama si Susan itu?
Kalau sama suami orang yang belum lama kenal saja dia mau… (diam sejenak)
Apa kamu yakin dia ngga mau juga sama lelaki lain?
(Arya tampak berpikir)
Kalau kamu bisa buktikan anak itu bukan anak kamu.. Vina dan Selma pasti akan kembali kan?
Arya tersenyum lebar dan berdiri lalu mencium pipi Naia spontan.
ARYA
Duh kamu bener-bener… (tertawa)
NAIA
Apa-an sih kamu.. ganjen banget, (tertawa kecil)
ARYA
Thanks ya Nai.. aku bener-bener bingung banget sampe masalah sekecil itu pun ngga kepikir sebelumnya…
Doain aku ya…
Arya melambai dan keluar. Naia tertawa.
Saat Arya hendak membuka pintu Yanti masuk dan tampak terkejut melihat Arya.
YANTI
Maaf, saya ngga tahu ada ..
NAIA
Ngga apa Yan… masuk… kamu sudah dapat yang saya minta…
Arya berhenti di pintu tak jadi pergi lalu berbalik dan memandang Naia dan Yanti. Yanti mengulurkan segepok berkas.
YANTI
Ada Bu ini…
ARYA
Ada apa Nai? Ada masalah?
Yanti melirik Arya ragu.
NAIA
Ngga kok.. Cuma laporan bulanan biasa.. (tersenyum)
Arya memandang setengah tak percaya, mengangguk dan pergi. Naia dan Yanti berpandangan misterius.
CUT TO
Commercial break
4. EXT: TAMAN.SIANG
IAN, VINARA
Ian dan Vinara duduk di bangku sebuah taman yang sepi.
VINARA
Terimakasih ya Yan.. kamu selalu bantuin aku…
IAN
Aku ngga bantu apa-apa kok.. kan memang mereka yang sudah berusaha menjebak kamu.. kamunya aja yang terlalu baik, masa diem aja sih ngga berusaha membela diri sama sekali…
VINARA
Bukan gitu Yan.. aku ngga enak sama Pak James, beliau sudah banyak membantu aku, dan kalau sampai gara-gara aku seluruh perusahaan jadi menanggung akibatnya.. (diam sebentar)
IAN
Sorry ya.. semua ini karena.. (gugup)
Vinara dan Ian saling diam canggung.
VINARA
Sorry ya Yan.. aku.. (diam mengatur napas) Aku pikir.. dengan adanya masalah-masalah belakangan ini… aku rasa sebaiknya kita…
IAN(memotong)
Tapi.. gosipnya sudah mulai mereda kan? Kemarin aku dan Dani…
VINARA
Ya aku tahu… terimakasih juga soal itu..(senyum) karena penjelasan kamu ke pers kalau kita ngga ada apa-apa, mereka jadi ngga nungguin di depan rumah aku lagi.. (tertawa kecil)
Ian menunduk, takut sesuatu.
IAN
Tapi.. tapi kita masih bisa temenan kan?
VINARA
(tersenyum) Ya iya lah… tolol.. (mengacak rambut Ian)
Ian tertawa senang.
VINARA
Aku Cuma pikir.. mungkin lebih kalau kita ngga sering ketemu aja dulu.. sampai semuanya.. (mengangkat bahu) aku ngga pengen mengganggu kehidupan dan karir kamu..
IAN
Kamu kok ngomongnya gitu sih… aku ngga merasa keganggu sama sekali kok
VINARA
Mungkin kamu ngga.. tapi orang-orang yang ada disekitar kamu? Apa kamu ngga baca berita-berita yang kemarin?
IAN
Masa berita kaya gitu kamu dengerin sih?
VINARA
(tersenyum) Cuma menghindari aja kok.. ngga ada salahnya kan?
IAN
Katanya kamu masih mau temenan sama aku? (merajuk)
Vina tertawa melihat ekspresi Ian yang merengut seperti anak kecil.
IAN
Kok malah ketawa sih?
VINARA
Sorry.. (tertawa) habis kamu lucu banget sih…
Ian merengut. Vinara tertawa lagi. Ian ikut tertawa.
CUT TO
5. INT: KONTRAKAN VINARA.MALAM
VINARA, SELMA
Vinara menyelimuti Selma yang sudah tidur dan mengelus rambutnya, lalu mencium pipinya.
Vinara berjalan keluar, mematikan lampu dan menutup pintu kamar.
Suasana sepi. Vina keluar ke teras dan duduk di sana sendirian sambil memandang jalanan yang mulai sepi.
Vina menghela napas, tampak sepi dan duduk bersandar sambil melamun.
CUT TO/FLASH BACK
Saat Ian dan Vina duduk di pantai sambil bercanda.
Saat Ian, Vina dan Selma bersama di taman bermain.
CUT BACK TO
Vina menggelengkan kepala.
VINARA
Kenapa aku jadi mikirin dia terus ya? Mana boleh sih.. aku ini perempuan yang bersuami.. (diam sejenak) Walaupun sekarang Arya lebih memilih perempuan itu dan calon anaknya… (sedih) tapi statusku masih istri Arya, dan aku harus tetap menjaga martabatku sebagai seorang istri…
Lagian.. mikir apa sih.. Ian selalu bilang kalau kita Cuma temenan aja kok.. dia kan ngga pernah bilang apa-apa lagi, ke ge-er an banget sih di baikin ama cowok dikit aja udah mikir yang ngga-ngga… (menggeleng)
Lebih baik aku jauhin dia… sebelum perasaan ku semakin macam-macam…
Vina menghela napas dan bangkit berdiri. Sebelum membuka pintu dan masuk ke dalam rumah, ponsel yang sedari tadi di genggamnya berbunyi.
VINARA
Siapa ya malam-malam?
Vina membuka pintu dan melihat jam dinding. Hampir jam 9 malam. Vina mengangkat telepon.
CUT TO
6. INT: RUMAH ARYA.MALAM
ARYA, SUSAN
Arya dan Susan tampak bertengkar di ruang tengah.
ARYA
Kamu ini ngga tahu malu banget ya? Udah berapa kali aku bilang supaya angkat kaki dari rumah ini.. eh ngga pergi-pergi juga…
SUSAN
Kamu ini kenapa sih, kok jadi marah-marah terus… emangnya aku ini salah apa sama kamu (menangis merajuk)
ARYA
Salah apa? Mestinya kamu ngaca dong… pikir sendiri kamu salah apa? (bentak)
Percuma kamu nangis-nangis segala di depanku (sinis) simpan aja tenaga kamu buat ngeberesin barang-barang kamu… eh.. atau barang aku ya? Sebenernya kan itu juga aku yang beli-in.. jadi sebaiknya kamu segera bawa anak kamu pergi dari sini.. ngga ada lagi yang perlu diberesin..
SUSAN
Kamu kok jadi jahat gitu sih.. pasti bekas istri kamu itu ya yang ngajar-ngajarin kamu ngga bener.. dia pasti iri sama kebahagiaan keluarga kita..
ARYA
Heh? (mencibir) Keluarga siapa? Aku ngga pernah punya ikatan apa pun sama kamu.. hubungan ku sama kamu itu hanya kecelakaan… Dan inget, Vina itu masih istri sah aku.. bukan kamu!!
SUSAN
Arya?! Tega banget sih kamu ngomong kaya gitu..(diam sejenak) Pokoknya apa pun yang terjadi aku ngga akan pergi dari sini…
ARYA
Jadi apa mau kamu?
SUSAN
Aku mencintai kamu Yak… apalagi sekarang aku sedang mengandung anak kamu, mana mungkin aku pergi dari sini… aku justru tinggal disini supaya bisa semakin dekat sama kamu… (mengiba)
ARYA
Aku ngga yakin lagi kalau kamu pernah bener-bener cinta sama aku… (diam sejenak)
Dan aku juga ngga yakin kalau anak dalam kandungan kamu itu bener-bener anakku..
Susan terkejut. Arya menatap serius.
SUSAN
Ngga salah lagi pasti ini karena istri sialan kamu itu.. apa sih lebihnya dia dari aku? Kenapa kamu selalu saja belain dia…
ARYA
Dia itu ngga Cuma ber-ratus-ratus kali lipat lebih baik dari kamu, tapi berjuta-juta kali atau ber- milyard-milyard kali lebih segalanya dari kamu… (kesal)
Yang ada di pikiran kamu Cuma uang-uang dan uang… ngurus rumah dan anak kamu saja ngga becus, kerjanya Cuma ke salon, foya-foya… minum beginian (membuang botol minuman keras di meja), ngrokok… padahal kamu sendiri tahu kalau lagi hamil.. (menggeleng heran)
Ibu macam apa kamu ini? Mana pantas kamu membandingkan diri kamu dengan Vina?
Susan menahan geram, dadanya turun naik emosi.
ARYA
Aku sudah melakukan kesalahan besar dengan membiarkan kamu masuk dalam kehidupan aku… Kamu sudah hampir merusak kehidupan aku, dan sekarang aku ngga akan tinggal diam lagi…
Aku akan berusaha bagaimana pun caranya membuktikan status anak dalam kandungan kamu, kalau sekarang masih sulit… setidaknya setelah anak itu lahir aku akan langsung melakukan tes DNA untuk memeriksanya…
Susan terdiam tegang dan gugup.
ARYA
Dan kalau ternyata anak itu bukan anak-ku… (mendekat) aku akan pastikan kamu membayar semuanya.. ngerti kamu!! (mendorong Susan)
Susan tampak ketakutan.
Arya berjalan ke bekas kamar Selma dan masuk ke kamar.
Susan terduduk dengan bingung.
CUT TO
Commercial break
7. INT: RESTAURANT.PAGI
PIERE, VINARA, FIGURAN
Vinara dan Piere duduk di salah satu sudut restaurant yang masih agak sepi.
Seorang pelayan mengantarkan minuman.
VINARA
Terimakasih… (menerima minuman)
Pelayan mengangguk dan pergi.
Piere menghela napas dan memandang Vina serius.
PIERE
Maaf, kemarin saya sudah mengganggu Anda malam-malam..
VINARA
Eh.. ngga papa kok.. Pak..
PIERE
Saya sangat berterimakasih atas kedatangan anda.. apalagi setelah peristiwa.. (diam sejenak)
Vina hanya diam dan canggung.
PIERE
Saya mohon maaf.. atas apa yang telah saya lakukan kepada anda..
Saya tidak mengharap pengertian anda atas tindakan saya, tapi sekarang ini.. saya hanya ingin minta satu hal dari Anda…(menghela napas)
Tolong .. saya mohon anda bisa menjauhi Ian..
Vina terkesiap.
PIERE
Saya tidak tahu apa saja yang sudah Ian sampaikan, tapi kenyataan nya adalah Ian sudah bertunangan dengan putri saya.. Cindy… (menggeleng sedih)
Dan Cindy sangat mencintai Ian…
Saya tidak bermaksud menghakimi Anda, tapi.. setahu saya, masalah anda dan suami anda sendiri juga belum selesai kan?
Vina mengangkat wajah sejenak dan menyeruput sedikit minuman dengan tegang.
PIERE
Mungkin bagi Anda dan Ian, perbedaan umur beberapa tahun tidak akan menjadi masalah, tapi status antara Anda dan Ian.. terlalu kompleks dan…
VINARA(memotong)
Maaf.. tapi mungkin Bapak salah mengerti…
Saya dan Ian …. Tidak ada hubungan khusus.. kami hanya berteman saja dan, sebenarnya tidak perlu ada ke khawatiran apa pun akan hal ini…
Piere memandang dengan selidik. Vina menghela napas.
VINARA
Saya tahu, pemberitaan waktu itu cukup menyudutkan, tapi… anda sendiri juga sudah tahu kalau Ian telah memberi penjelasan dan meluruskan semuanya…
PIERE
Saya tahu… tapi (diam sejenak) Hanya ingin memastikan.. dan mendengar penjelasan langsung dari anda… (tersenyum)
Saya lega, karena anda berkata begitu… berarti anda benar-benar sudah paham, bahwa hubungan antara anda dan Ian, seandainya itu ada (tegas) adalah hubungan yang tidak mungkin, baik karena masalah status atau apa pun itu.
Kehadiran anda dalam kehidupan pribadi Ian akan memberikan banyak pengaruh buruk dalam karirnya. (diam sejenak)
Mungkin anda tak sadar bahwa berita kemarin tidak hanya telah mencoreng nama baik Ian di mata penggemarnya, tapi juga berpengaruh pada perusahaan dan nama baik keluarga kami.
Vina menunduk sedih.
PIERE
Saya sungguh berterimakasih jika anda bersedia menjaga jarak dengannya.
Vina mengangkat wajahnya dan memandang Piere tegas.
VINARA
Jangan khawatir Pak, saya mengerti…
Vina dan Piere bertatapan dan tersenyum penuh arti.
CUT TO
8. INT: KANTOR NAIA.SORE
NAIA, YANTI
Yanti duduk di depan Naia dan keduanya tampak terlibat pembicaraan serius.
NAIA
Selain catatan yang waktu itu.. dan ini (menunjuk beberapa berkas) masih ada lagi?
YANTI
Sampai saat ini belum ada lagi Bu. Soalnya Pak Bas baru 3 hari yang lalu meminta kas bon, jadi…
Naia menghela napas.
NAIA
Buat apa uang sebanyak ini? (diam sejenak)
Apa Pak Bas tidak pernah bilang, selain pengeluaran makan malam dan (menggeleng-geleng) biaya entertain yang ga jelas… uang tunai dan cek yang dia ambil itu dia pakai untuk apa?
YANTI
Ngga Bu, karena setiap kali Pak Bas mengambil uang tanpa laporan pemakaiannya dia akan bilang supaya saya memasukkannya ke pengeluaran umum atau gaji pegawai yang lain…
Naia menghela napas bingung dan menyandarkan badannya.
YANTI
Makanya, waktu itu saya terpaksa melaporkan hal ini pada Pak Arya, karena saya tidak mau nantinya saya yang dianggap sudah mengambil uang-uang itu…
Naia diam dan mengangguk-angguk dan memberi tanda Yanti untuk keluar.
Yanti berdiri dan keluar ruangan.
NAIA
Baskoro… apa kamu pikir selama ini aku diam saja jadi kamu bisa semakin nginjak-nginjak aku?
Naia berpikir serius.
CUT TO
9. INT: APARTEMEN SUSAN.MALAM
SUSAN, BASKORO
Susan dan Baskoro tampak duduk dengan tegang.
BASKORO
Kamu ini… sudah berapa kali aku bilang… jangan hubungi aku di kantor
SUSAN
Habis, kamu semakin hari semakin susah aja dihubungi…
BASKORO
Kamu harus ngerti dong posisi aku… sekarang ini aku lihat Naia mulai mencurigai aku.. beberapa kali dia bertanya-tanya soal hal-hal yang.. yah bisa membuatku terjebak dalam jawaban yang salah.. (menghela napas)
SUSAN
Jadi gimana dong sekarang? (diam sejenak cemberut)
Kamu dapetin lagi uangnya?
BASKORO
Nih..
Baskoro mengeluarkan segepok uang dan memberikan pada Susan.
SUSAN
Kok Cuma segini?
BASKORO
Masih untung aku bisa ambil uang itu … Naia sekarang sedang rajin-rajin nya memeriksa pembukuan, kalau dia curiga… (menggeleng kepala kesal)
Lagian kenapa kamu ngga minta saja sama Arya…
SUSAN
Ini semua gara-gara kamu tahu… (kesal)
BASKORO
Apa maksud kamu gara-gara aku…
SUSAN
Kalau saja kamu ngga kasi ide untuk menemui Vina dan pindah ke rumah sialan itu…
BASKORO
Apa yang salah… justru memang kita memang mau kuasai semuanya kan? Sekarang saja kamu sudah bisa menguasai rumah itu… dan Arya..
SUSAN
Menguasai apa nya? Justru ini yang mau aku bicara in sama kamu… (geram)
BASKORO
Apa yang salah?
SUSAN
Arya mulai curiga kalau anak ini bukan anaknya.
BASKORO
So?
SUSAN
Gimana sih? Dia sudah mengancam akan membalas semua ini, dia akan laporkan aku ke polisi dan.. ah macam-macam…
BASKORO
Tenang aja.. yakinkan dong kalau anak itu memang anaknya.. rayu dia..
SUSAN
Enak banget kamu ngomong ya? Kamu pikir gampang? (mengelus perutnya yang terlihat besar)
Jelas-jelas kamu tahu kalau 100persen anak ini ngga mungkin anak dia, karena aku dan dia sama sekali ngga pernah berhubungan… Waktu itu kan kamu juga ada di sana… (kesal)
Jadi kalau segera setelah anak ini lahir dia akan melakukan tes DNA … bagaimana aku bisa tenang.. saat itu.. habislah kita..
BASKORO
Sebentar (diam berpikir)
Kita bisa saja atur dengan dokter untuk membuat laporan palsu.. atau apa aja.. yang penting kamu ulur waktunya, dan selama itu yang penting kamu kuras saja hartanya…
SUSAN
Kuras bagaimana? Sekarang Arya ngga pernah lagi memberi uang padaku.. se sen pun!! Sejak aku pindah ke rumah itu, uang yang aku dapet justru lebih sedikit dari pada sewaktu aku masih jadi pacar gelapnya. (kesal)
Arya ngga pernah lagi membelikanku hadiah, perhiasan, atau apa aja yang aku minta. Kerjanya hanya mengumpat dan maki-maki aku…
Tau begini, lebih baik selamanya jadi simpanannya di sini, kita bisa dapat hasil lebih banyak..
Baskoro menggeram kesal.
BASKORO
Kurang ajar… Si bego itu mulai bertingkah rupanya
SUSAN
Makanya kamu pikirin dong.. gimana caranya keluar dari masalah ini…
Baskoro dan Susan berpandangan kesal.
CUT TO
Commercial break
10. INT: KONTRAKAN VINARA.SORE
VINARA, ARYA, SELMA, NARTI
Selma sedang bermain dengan Narti di depan TV. Arya membantu dan menemani Vina membuat es buah di dapur. Vina menyiapkan buah kaleng dan menuangnya ke dalam mangkok. Arya mengambil es batu dari dalam lemari es.
Vina memotong-motong agar-agar dan memasukkan ke dalam mangkok buah.
ARYA
Percayalah Vin… aku sekarang semakin yakin kalau itu bukan anak ku…
Sebenarnya dari pertama aku juga ragu, karena aku bener-bener ngga ingat pernah berhubungan dengan perempuan sialan itu.. (kesal)
Tapi … (memandang Vina yang hanya menghela napas tak menjawab) mungkin karena aku merasa sangat bersalah sama kamu, aku.. aku memang iseng berteman dengan Susan, telpon .. sms.. dan makan dan keluar bareng… (Vina hanya menggeleng)
Tapi sumpah Vin.. hanya itu.. aku ngga pernah melakukan apa pun lebih dari itu…
Aku sayang sama kamu Vin… Aku ngga mungkin mengkhianati kamu
VINARA
Sudah lah Yak.. ngga perlu dibahas lagi… (memandang Arya sedih)
ARYA
Maaf in aku.. aku sudah bener-bener nyakitin kamu…
Aku juga udah tega mukul kamu…(memandang tangannya)
Please Vin.. aku ngga akan berhenti sebelum tahu kalau kamu mau maaf in aku..
Vina berbalik memandang Selma dan Narti di kejauhan dan memandang Arya dengan tatapan sayang dan mengelus pipinya.
VINARA
Mungkin aku memang bodoh Yak…
Aku juga ngga munafik kalau aku sakit hati banget dengan kelakuan kamu sama aku selama ini…
Tapi aku seneng bisa ngelihat kamu balik seperti dulu lagi… (tersenyum sambil memegang pipi Arya) dan meninggalkan semua kebiasaan buruk kamu..
ARYA
Aku janji.. aku janji aku ngga akan minum-minum lagi, aku juga sudah berhenti memakai pil-pil sialan itu.. aku juga ngga pernah keluar malam lagi…
Please Vin.. kasi aku kesempatan untuk memperbaiki keluarga kita…
Arya menggenggam tangan Vina erat. Tiba-tiba Selma sudah muncul dekat mereka.
SELMA
Katanya mau bikin es buah Ma?! Mana?!
Arya dan Vina terkejut lalu tertawa.
VINARA
Ini sayang, udah hampir selesai kok..
Pa.. tolong sirupnya dong..
Arya tertawa senang, mengambil sirup dan membuka tutupnya lalu memberikan pada Vina.
Arya menggendong Selma dan mereka bercanda sambil menikmati es buah.
SELMA
Besok Selma libur 3hari lho Pa.. Kata Bu Guru hari senin baru masuk lagi
ARYA
Oya? Kalau gitu, gimana? (berpikir) Selma mau pergi jalan-jalan?
SELMA
Mau…
ARYA
Selma pengen kemana? (melirik Vina)
SELMA
Selma mau… mau kemana ya Ma?
Vina tersenyum.
VINARA
Ya terserah Papa.. bisanya pergi kemana..
Arya tersenyum lebar merasa mendapat angin.
ARYA
Bisa!! (cepat) Papa akan ambil cuti selama Selma libur.. gimana? (berpikir)
Ehm.. kita bisa ke puncak.. atau ke pantai? Atau ke bandung?
SELMA
Papa ngga kerja? Katanya kalau liburan kerjaan Papa lebih banyak?
ARYA
(tertawa) Ngga sayang.. pegawai Papa kan banyak yang bisa bantuin, mulai sekarang, Papa akan lebih banyak menemani Selma dan Mama..
SELMA
Sungguh Pa?(senang)
ARYA
Itu kalau Mama mau?
Vina tersenyum. Selma memandangnya penuh harap.
VINARA
Ya… terserah deh.. Mama ikut aja..
Selma melonjak senang dalam gendongan.
ARYA
Nah.. kalau gitu cepetan siap-siap, kita berangkat sekarang..
VINARA
Sekarang?
ARYA
Iya lah.. buat apa di tunda lagi… kamu beresin barang kalian, nanti sebelum berangkat mampir ke rumah sebentar, aku akan ambil baju…
SELMA
Asyiikk…
Selma melonjak turun dan berlari ke kamarnya. Vina memandang sambil tertawa.
CUT TO
11. INT: PANGGUNG SHOW.MALAM
IAN, FIGURAN
Ian menyanyikan lagu, beberapa penonton ikut menyanyi dengan penuh perasaan.
Theme song 16-Hampa AriLasso
Flash Back
Peristiwa-peristiwa saat Ian dan Vina bercengkerama dan tampak sangat dekat.
CUT TO
Peristiwa saat Vina, Arya dan Selma pergi berjalan-jalan bersama
CUT BACK TO
Ian mengakhiri nyanyian dengan sedih
12. INT: MOBIL IAN/EXT: DEPAN RUMAH VINARA.MALAM
IAN, FIGURAN TETANGGA VINA
Ian mengendarai mobil pelan-pelan sambil melamun.
IAN
Aneh.. akhir-akhir ini Vina susah banget di hubungi… ada aja alasannya menghindari aku. Padahal aku harus pergi tur 20 kota sebulan terakhir ini… dan aku ngga bisa ketemu dia, Cuma bisa lewat telepon aja…
Apa dia ngga kangen sama aku, kenapa sms ku jarang banget di balas.
Kalau di balas pun hanya sekedar… (menghela napas) Apa ada masalah lagi ya?
Seharusnya aku baru pulang besok pagi, tapi aku sudah ngga tahan lagi pengen ketemu dia… malam ini juga aku mesti ke rumahnya… (tersenyum)
Aku akan kasi kejutan… pasti dia senang..
Ian menoleh dan memandang setumpuk oleh-oleh yang ada di bangku depan.
Mobil Ian membelok di gang dan berjalan pelan ke depan kontrakan Vina. Suasana sepi. Ian memandang ke dalam rumah yang sepi, lampu dalam mati, hanya lampu teras saja yang menyala.
IAN
Aneh.. (memandang arloji – jam 8malam)
Baru jam segini apa sudah pada tidur sih? Kenapa gelap banget?
Mobil Ian berhenti dan Ian turun pelan memandang sekeliling. Sepi.
Ian mengetuk-ngetuk pagar. Tak ada jawaban.
IAN
Kemana ya? Masa pergi sih? Atau ada masalah ya?
Jangan-jangan Selma sakit lagi?
Ah ngga-ngga (panik) Kemarin Vina ngga bilang apa-apa kok…
Malah katanya besok Selma libur, aku udah ambil cuti mau ajak mereka jalan-jalan ke Malay… Sebelum berangkat aku udah janji sama Princess mau bawa dia ke Genting..
(gelisah)
Ian kembali mengetuk pagar dan memanggil-manggil.
IAN
Sayang… sayang?
Ian terus mengetuk. Tetangga Vina, suami istri mengintip dari jendela.
Tetangga membuka pintu dan sang suami melongokkan kepala. Ian berhenti mengetuk dan membungkuk hormat.
IAN
Malam Pak?
FIGURAN Pria
Mau cari neng Vina?
IAN
Oh iya Pak… kok dari tadi ngga ada jawaban..
FIGURAN Pria
Sepertinya pergi Mas.. dari kemarin ya Bu? (menoleh ke istrinya)
Sang ibu keluar dan berdiri disamping suaminya.
FIGURAN Wanita
Iya Mas, dari kemarin sore, mungkin pulangnya hari minggu, kemarin sebelum pergi sempat pamitan sama saya..
IAN
(heran) Kemana ya Bu? Kok mendadak sekali?
FIGURAN Wanita
Iya memang mendadak katanya, mau liburan…
IAN
Liburan?
FIGURAN Wanita
Iya Mas, semua diajak kok, sampe si Narti juga ikut..
IAN
Oh? Semuanya ya? (heran)
FIGURAN Wanita
Iya.. (melirik suaminya) kayanya…
Ian memandang Ibu tadi penasaran. Sang Ibu tersenyum sok tahu.
FIGURAN Wanita
Sama laki-laki… (tersenyum kecil)
Wajah Ian berubah kaget dan cemburu.
IAN
Laki-laki?
FIGURAN Pria
Ah Ibu ini.. sukanya nggosip.. anu Mas.. sama Suaminya kok..
Ian terdiam terkejut hanya mengangguk bingung dan mundur ke mobil.
IAN
Terimakasih Pak.. Bu.. kalau gitu saya pulang dulu
Ian berjalan lemas dan masuk ke mobilnya.
Tetangga berpandangan.
FIGURAN Pria
Kamu ini suka aja ikut campur urusan orang.. ngga usah bilang-bilang kenapa?
FIGURAN Wanita
Ya biar dia tahu… kalau Neng Vina kan sudah punya suami..’ora ilok.. nom-nom’an priyayi’ kok nyari-nyari istri orang..
FIGURAN Pria
Ya biarin aja.. bukan urusan mu ..
Tetangga masuk ke rumah dan menutup pintu.
CUT TO
Commercial Break
13. INT: MOBIL IAN/EXT: DEPAN SEKOLAH SELMA.SIANG
IAN, VINARA, SELMA, FIGURAN
Mobil Vina berhenti dan diparkir di seberang gerbang sekolah. Vina menuntun Selma turun dan masuk ke sekolah.
Tak jauh dari sana, mobil Ian sudah menunggu. Ian tampak sangat marah dan tegang. Matanya merah dan wajahnya tampak kalut. Kedua tangan Ian memegang setir dengan erat.
Sebentar dari arah pagar tampak Vina muncul. Sesekali Vina menoleh ke dalam sekolah dan melihat Selma yang sudah masuk ke kelas.
Vina menoleh ke kanan kiri hendak menyeberang dan maju.
Tiba-tiba mobil Ian melaju kencang dan berhenti tepat di tengah jalan. Vina mundur kaget hampir tertabrak. Vina memandang ke mobil Ian heran.
Ian turun dari mobil dan menyeretnya masuk ke mobil Ian.
VINARA
Ian? (heran) Ada apa Yan.. hei..??
Ian tak menjawab dan memaksa Vina masuk, lalu segera menjalankan mobilnya.
Ian menyetir dengan ngebut tak berbicara. Vina tampak khawatir.
VINARA
Ian? Ada apa? Hati-hati dong…
Vina memandang ke depan, ada tukang sayur sedang melintas, Ian hampir menabraknya.
VINARA
Awas!! (teriak- Ian membanting setir dan melaju kembali kencang)
Kamu ini gimana sih? Nyetir ugal-ugalan…
Vina menoleh dan tampak tukang sayur dan beberapa tukang ojek mengumpat sambil mengacungkan kepal ke mobil Ian yang menjauh.
VINARA
Heh.. kenapa sih kamu ini? Ian!! (tegas-Ian tetap diam)
Berhenti.
Minggir…!!(galak)
Ian mendengus dan tetap menyetir kesal.
VINARA
Berhenti nggak!! (bentak)
Atau aku loncat dari sini… (bersiap membuka pintu)
Ian menoleh terkejut lalu dengan kesal meminggirkan mobil dan berhenti mendadak.
Mobil berhenti. Ian memandang ke depan dengan tatapan marah. Tangannya menggenggam erat setir sampai berkeringat. Napasnya terengah. Vina memandang Ian heran.
VINARA
Kamu ini kenapa? (melunak) Ada masalah?
Ian menoleh sebentar memandang Vina dan tampak bingung dan kalut. Wajahnya tampak pucat dan matanya lebam.
VINARA
Kamu sakit ya? (Vina memegang dahi dan pipi Ian)
Kamu demam? (khawatir)
Ian memandang Vina geram.
IAN
Dari mana?(gumam)
VINARA
Apa?
IAN
Aku tanya kamu dari mana? (bentak)
VINARA
(terkejut) Hah? Ya dari rumah lah? Dari mana lagi?
Ian menggeleng gemas.
IAN
Bukan tadiii.. (kesal) Kemarin-kemarin kamu dari mana.. (melunak)
Vina diam sejenak dan sepertinya membaca maksud pertanyaan Ian.
VINARA(dalam hati)
Tenang Vin.. jangan ge –er dulu, ngga mungkin dia cemburu tahu kamu pergi dengan Arya… Kalau pun sepertinya iya, mungkin ini saat yang tepat untuk menjelaskan posisi kamu
Ian memandang dengan penuh tuntutan.
IAN
Jawab dong (merajuk manja)
Vina masih agak bingung mencari jawaban.
IAN
Kamu jahat banget sih… masa kamu ngga kangen sama aku…
Sudah sebulan lho kita ngga ketemu..
Aku aja buru-buru pulang pengen ketemu kamu dan Selma, aku udah bawain banyak oleh-oleh buat princess (menunjuk ke bangku belakang)
Vina menoleh dan melihat bertumpuk barang di sana.
IAN
Kok kamu malah ninggalin aku liburan sendirian, ngga bilang-bilang lagi… (merengut)
Kan kita udah janji mau ke Genting.. aku udah ambil cuti kemarin ini…
Vina menghela napas.
VINARA
Ian.. kamu jangan terlalu manjain Selma.. minta apa aja dituruti..
Kamu kan tahu itu ngga baik buat dia..
Ian diam cemberut.
VINARA
Dan aku ngga bisa terlalu sering ngerepotin kamu.. (diam sejenak-Ian memandang Vina tak senang)
IAN
Apa maksud kamu?
VINARA
Yaah.. (bingung).. aku tahu selama ini aku dan Selma sudah banyak berhutang sama kamu dan..
IAN(memotong)
Siapa yang bilang? Aku ngga merasa direpotin sama sekali.. aku memang senang kok pergi sama kalian..(ngotot)
VINARA
Tapi kamu kan sebenernya punya banyak kesibukan.. kamu mungkin..
IAN
Ngga kok, aku kan sudah atur jadwal ku sehingga setiap ada kesempatan aku bisa luangin waktu untuk kalian tanpa mengganggu jadwal kerja aku…
VINARA
Lalu, kalau setiap waktu luang kamu gunakan untuk kami, bagaimana dengan kamu sendiri?
IAN
Apa maksudmu?
VINARA
Yah.. kamu kan juga punya kehidupan pribadi sendiri Yan? (hati-hati)
Keluarga kamu.. tunangan kamu?
IAN
Tunangan? (heran)
VINARA
Ya, nanti dia bisa salah paham kan, kalau tiap kali kamu lebih sering menghabiskan waktu dengan kami dari pada nemenin dia? (senyum)
Kemarin Arya juga..
Ian menoleh cepat. Vina berhenti bicara melihat wajah Ian yang masam.
IAN
Arya? Jadi bener kamu pergi sama dia? (meninggi) Pake acara nginep lagi?
Vina terdiam bingung.
IAN
Aku tuh ngga ngerti deh Yank.. apa sih yang ada di pikiran kamu (menuding kepala sendiri) Sudah jelas-jelas si Arya itu jahat banget sama kamu, dia udah nyakitin kamu, menyiksa kamu begitu lama.. (diam sejenak mengatur emosi)
Dia tega mukul kamu, bahkan sekarang tinggal dengan simpanannya…
(heran) Kok mau-maunya kamu pergi sama dia?
Vina menunduk bingung. Ian memandangnya kesal.
VINARA
Aku.. (pelan).. aku pikir ini untuk kebaikan Selma..
IAN
Apa?
VINARA
Yah.. Selma kan butuh Papanya, dan aku lihat Arya sudah banyak berubah.. ngga ada salahnya kan kalau aku kasi dia kesempatan..
Ian terkejut dan tampak marah.
IAN
Lalu aku? (emosi)
Bagaimana dengan aku?
Vina terkejut.
VINARA
Ian.. tapi.. maksud kamu?
IAN
Aku cinta sama kamu.. (kesal)
Aku sayang sama kamu dan Selma..
CU Wajah Vina terkejut
CU Wajah Ian emosi menahan marah dan cemburu
IAN
Sayang.. (memohon) I really love you so much..Please…
Don’t do this to me again… (merintih dengan mata berkaca-kaca)
Aku.. aku ngga bisa.. (mengusap mukanya dengan kalut)
Aku bisa gila… kalau terus-terusan begini
Aku sayang sama kamu…
CU Vina menggelengkan kepala tak percaya
CU Ian memandangnya serius
CUT TO
END EPS.19
Credit Title
THEME SONG 4
No comments:
Post a Comment