Eps.31
1. EXT: TAMAN.SIANG
IAN, OPIE, FIGURAN
Opie dan Ian duduk di sebuah taman. Beberapa orang tampak berlalu lalang di sana. Tapi keduanya tak memperhatikan sekeliling dan terlihat sangat serius.
OPIE
Ya.. sebenarnya Vina memang sangat mencintai kamu
Walaupun dia ngga mau mengakuinya, tapi dari cara dia membicarakan kamu, memperhatikan kamu.. (menerawang) dan kamu ngga tahu kan betapa terlukanya dia saat kamu meninggalkannya… (memandang Ian dengan tatapan menyalahkan)
Ian terkejut dan tak percaya.
IAN
Apa? Aku.. aku ngga merasa pernah meninggalkannya..
Opie menghela napas.
OPIE
Aku ngga tahu ada kejadian apa hari itu, tapi sejak sepulang dari pesta itu, Vina selalu terlihat murung.. dia selalu merendahkan dirinya sendiri dengan menyebut dirinya sebagai janda yang ngga ada artinya sama sekali.
Ian mengusap wajahnya menyesal.
Flash back
Saat Vina bercerita dengan sedih ketika Nola memaki Vina di GOR.
CUT TO
Saat Ian dan teman-temannya bercakap di dekat kolam pada pesta Erin. Vina shock mendengar ucapan Ian pada temannya.
CUT BACK TO
Opie memandang reaksi Ian.
OPIE
Sebelum aku menceritakan semuanya.. apa aku boleh bertanya sesuatu sama kamu?
Ian memandang Opie pasrah.
OPIE
Apa kamu masih mencintai Vina? Apa kamu sungguh-sungguh mencintainya dan bisa menerima dia apa adanya?
Ian menghela napas dan tertunduk ragu.
OPIE(dalam hati)
Kalau kamu sudah ngga mencintainya lagi.. aku ngga perlu menceritakan semuanya sama kamu, karena hanya akan memperumit keadaan
Ian mengangkat wajah dan memandang sedih ke Opie.
IAN
Aku ngga akan pernah bisa berhenti mencintai Vina. Sekuat apapun aku berusaha.. justru semakin sulit aku melupakannya..(menghela napas)
Aku kira justru Vina yang ngga bisa memaafkan aku.. aku kira dia membenciku..
Dia selalu menghindari aku dan (diam sejenak) bahkan sekarang dia menolak semua pemberian aku untuk anak-anak..
Aku pikir dia memang sengaja mau melupakan dan menghapus aku dari hati nya.
Opie memandang heran.
OPIE
Oh ya? Vina menolak pemberian kamu? Memangnya kamu pernah bertemu dengannya lagi akhir-akhir ini..
IAN
Ya.. pernah beberapa kali bertemu..
Flash back
Ian dan Eva berpelukan dan bergandengan mesra, Vina terlihat terkejut dan sedih.
CUT BACK TO
Ian menggeleng resah.
IAN
Aku pikir kalau pun dia membenci aku, setidaknya ijinkan aku tetap menyayangi anak-anak .. tapi semua pemberian yang aku kirimkan ke rumahnya selalu di tolak dengan berbagai alasan.. tidak di kenal, salah alamat… (kesal)
Opie berpikir sejenak.
OPIE
Apa kamu sendiri yang mengirimkan barang-barang itu? Dan apa kamu tahu sekarang mereka tinggal di mana?
Ian memandang heran.
IAN
Apa? Maksud kamu?
OPIE
(menghela napas) Sejak Selyne masuk rumah sakit, mereka sudah tidak tinggal lagi di rumah itu…
IAN
Apa?? Selyne masuk rumah sakit? Sakit apa? Bagaimana keadaannya sekarang? Apa dia baik-baik aja, gimana Vina? (panik)
OPIE
Selyne sudah sehat (tersenyum) Tapi Vina sekarang yang sepertinya kurang sehat…
IAN
Vina sakit? (sedih) Kenapa mereka pindah rumah lagi? Aku pikir, Vina pindah ke rumah itu dulu untuk melupakan aku, tapi…
OPIE
Bukan hanya itu Yan… banyak kejadian yang terjadi saat kamu pergi dari Jakarta..
Ian memandang Opie serius.
OPIE
Perusahaan Arya hampir bangkrut karena di tipu orang, sehingga Arya dan kakaknya menjual semua aset termasuk rumah mereka, dan juga memberikan semua sisa tabungan untuk menutupi hutang pada Bank dan menyelamatkan kafe mereka.
Vina dan Arya terpaksa mengontrak rumah sementara, sambil memulai semua dari awal lagi.. (diam sejenak)
Tidak di sangka, Arya sakit parah dan akhirnya meninggal.. walaupun Arya selalu menolak untuk di rawat di rumah sakit, tapi akhirnya semua harta yang tersisa dan juga uang dari asuransi Arya, habis untuk membayar tagihan rumah sakit selama Arya di rawat menjelang kematiannya.. (menghela napas sedih)
Dan sekarang Vina bekerja keras untuk menghidupi dirinya dan anak-anak.
Mereka terpaksa pindah ke kamar kost yang lebih kecil, karena di sana bisa dibayar secara bulanan. Vina juga sudah tak mampu lagi menggaji pengasuhnya, dan mengerjakan semuanya sendirian.
Ian tertegun.
OPIE
Kamu tahu Yan, tiap pagi Vina bangun jam 2 pagi, mulai memasak dan membuat kue-kue. Vina menitipkan kue buatannya di warung di sekitar rumahnya. Sepulang dari menjajakan keliling, dia bekerja part time sebagai agen asuransi seperti dulu, dan setelah menjemput Selma, mengawasi anak-anak dan memperhatikan belajarnya, masih banyak kerjaan rumah tangga yang harus di selesaikannya sendiri sampai larut malam.
IAN
Kenapa Vina ngga pernah menceritakan semua ini sama aku?
Flash back
Saat Ian dan Vina berjumpa di taman kecil, sepulang gagal mencari pekerjaan, Vina tetap terlihat ceria di depan Ian.
CUT BACK TO
IAN
Selama ini.. dia selalu terlihat biasa aja?
Kenapa dia harus menutupinya di depan aku? Apa aku ini sama sekali ngga berarti buat dia? Sehingga Vina ngga mau membaginya dengan aku?
OPIE
Kamu kan tahu, selama ini Vina paling pantang menerima bantuan dari siapa pun. Bahkan juga dari aku… (Ian menatap Opie)
Kamu ngga tahu bagaimana rasanya aku yang setiap hari melihatnya bekerja seperti itu dan tanpa bisa membantunya sama sekali (diam sejenak)
Apalagi kamu.. kamu harus tahu, kalau Vina menyayangi seseorang, dia akan melakukan apa pun untuk membuat orang itu senang, walau pun dia sendiri harus menderita..
Ian menghela napas dan menggeleng lemah.
OPIE
Vina pasti ngga mau kamu tahu tentang masalahnya, dia ngga mau di kasihani..
Dia pasti takut kalau kamu mendekatinya hanya karena kasihan…
IAN
Tapi itu kan ngga bener Pie.. aku mencintainya.. (menggeleng)
Opie menghela napas dan memandang ke depan. Seorang anak kecil berlari melintas.
IAN
Oh ya.. lalu mengenai Arya? Dari mana kamu tahu Arya merestui kami? Apa dia bilang sesuatu sebelum dia meninggal..
Opie menghela napas dan mengambil sepucuk surat dari dalam tasnya.
OPIE
Arya menitipkan ini untuk kamu.. (mengulurkan surat)
Ian menerima heran dan membukanya.
IAN
Apa ini?
OPIE
Pernyataan maafnya, (diam sejenak) karena telah memisahkan kamu dari Vina.. dan dari anak kalian..
CU Ian terkejut menatap Opie dan surat berganti-ganti
CUT TO
2. EXT: JALANAN.SIANG
VINARA, FIGURAN
Vinara melambai pada Selma dan Selyne yang di jaga oleh Pengasuh di depan rumah.
VINARA
Dah sayang.. mama pergi dulu ya.. doain dagangan mama hari ini laris (tertawa)
Vina tersenyum, walau pucat dan lemah, dia menguatkan diri mengangkat keranjang-keranjang makanan itu dan berjalan menjauhi rumah.
CUT TO
Panas terik, Vina berkeringat, dengan senyum manis berusaha menawarkan makanan ke beberapa warung dan Ibu-Ibu yang ada di sana. Vina terus berjalan menguatkan badannya yang tampak lemah.
CUT TO
Commercial break
3. INT: MOBIL IAN. SIANG
IAN
Ian menangis sambil menyetir, sesekali ia mengusap air matanya. Wajahnya terlihat sangat menyesal.
Flash back
Suara Opie
OPIE
Vina sendiri sampai sekarang selalu menganggap kalau Selyne adalah anak Arya. Karena Vina memang tidak mengetahui sebenarnya.
Waktu itu keadaan Vina masih labil, saat lahir, bilirubin Selyne tinggi dan ketika di rawat di rumah sakit itu lah Arya baru tahu kalau golongan darah Selyne tidak cocok dengan darahnya…
Arya meminta dokter merahasiakan ini dari Vina karena takut mempengaruhi emosinya.
CUT BACK TO
Ian menghela napas sedih.
Flash back
Saat-saat bermain bersama Selyne.
Bayangan senyum dan tawa Selyne yang selalu memikat hatinya.
CUT TO
Suara Opie
OPIE
Mungkin kamu ngga tahu (tesenyum) kalau kamu sudah menyelamatkan nyawa anak kamu sendiri..
Waktu itu aku terpaksa meminta tolong pada dokter Eva, kekasih kamu, untuk meminta kamu mendonorkan darahnya buat Selyne.. dan berkat kamu, Selyne bisa diselamatkan..
CUT BACK TO
Ian mengusap wajahnya.
IAN
Ya Tuhan, manusia seperti apa aku ini… aku ngga hanya menelantar anakku, tapi juga membiarkan wanita yang aku cintai bekerja keras dan menanggung semua bebannya sendirian.. (diam sejenak)
Ian memandang ke jalanan yang agak macet dengan tak sabar.
IAN
Bukannya memberi dukungan yang sangat dia butuhin, tapi aku malah selalu menyakiti hatinya
Flashback
Ian berbicara pada teman-temannya di pesta Erin bahwa hubungan nya dan Vina belum tentu serius.
CUT TO
Vina menangis dan tampak terpukul berlari meninggalkan pesta Erin dan akhirnya pergi sendiri dengan taksi, Ian tak menahan kepergiaannya.
CUT TO
Ian dan Eva bergandengan masuk ke restaurant dengan mesra dan Vina yang melihat mereka tampak terpukul.
CUT BACK TO
IAN
Apa dia masih mau memaafkan aku? Ah.. pasti dia mengira aku dan Eve ada hubungan special.. (menggeram) kenapa pula aku sempat berpikir untuk menggantikan posisinya dengan Eve…
Flash back
Ian berdiri berhadapan dengan Eva. Eva terlihat heran.
IAN
Kamu ada waktu Eve? Aku mau bicara..
EVA
Okey (mengangguk heran)
Ian berjalan menuju kantin rumah sakit dan Eva mengikuti ingin tahu. Mereka lalu duduk di salah satu sudut yang sepi
EVA
(tersenyum) Something wrong?
IAN
(menghela napas) Aku sudah tahu…
EVA
(heran) Sudah tahu? Tahu apa? Apa maksud kamu? Aku ngga ngerti…
IAN
Terimakasih, (diam sejenak) waktu itu kamu sudah menyelamatkan anakku
EVA
(terkejut, menghela napas dan menunduk) Ian…
IAN
Ya aku tahu, semula aku memang menyalahkan kamu, karena ngga memberitahukan pada aku mengenai masalah ini, tapi Opie sudah mengatakan semuanya, dan menjelaskan bahwa semua itu memang karena permintaan nya, dan bukan semata-mata karena salah kamu
EVA
Tapi Yan.. (memegang lengan Ian)
IAN
(menarik tangannya) I’m so sorry Eve…
Mungkin aku sudah menyakiti kamu, tadinya aku memang sempat berpikir untuk memulai semuanya lagi bersama kamu
EVA(memotong)
So? Kenapa? Semuanya ngga harus berubah kan Yan? Aku bisa mengerti kok.. itu masa lalu kamu dan aku bisa menerimanya..
IAN
Ini bukan hanya masa lalu aku Eve, tapi masa depan anakku dan keluargaku..
EVA
(mulai menangis)But I do love you, Ian.. dan aku ngga keberatan dengan hadirnya anak itu, aku juga suka anak-anak, kalau kamu mau aku akan berusaha mencintainya seperti anak aku
IAN
I’m sorry… (menghela napas) I don’t just adore that little girl, Eve…
But i‘m still in love with Vina.. aku ngga pernah bisa melepaskan dia dari hati aku..
Kamu tahu itu kan?
Eva menunduk terisak.
CUT BACK TO
Ian memandang ke jalanan dan menggenggam setirnya erat.
IAN
I’m sorry Eve.. (diam sejenak) Tapi aku sudah membuat keputusan..
(Bayangan wajah Vina melintas)
Sayang.. aku harus mendapatkan kamu kembali, kali ini aku ngga akan melepaskan kamu lagi.. selamanya…
Ian menghela napas.
LS Mobil Ian mendekat ke daerah rumah kost Vina dan berjalan memelan.
CUT TO
4. INT: KANTOR ERIN. SIANG
DANI, CINDY, ERIN, PIERE
Erin, Piere, Dani dan Cindy duduk di sofa dalam kantor Erin.
Mereka tampak berbincang serius.
ERIN
Apa? Ian punya anak dari Vina?
DANI
Saya sendiri juga ngga percaya Mom, tapi tadi Ian sangat serius menceritakan semuanya…
Cindy menunduk dan menggeleng sedih.
Suara memelan dan Dani tampak bercerita panjang lebar. Sesekali Erin dan Dani memandang dan menggeleng prihatin.
PIERE
Gila? Bagaimana mungkin Ian bisa melakukan hal sekotor itu?
CINDY
Pantaslah, kamu ingat (melihat Dani) selama di rumah sakit, Ian terus menerus menyebut kata maaf, maaf..
Dan kamu ingat nggak? Reaksi Vina pertama bertemu dan melihat Ian..
Flasback
Saat-saat Vina menemui Ian di rumah sakit setelah Arya keluar dari penjara.
CUT BACK TO
CINDY
Dia keliatan kacau, dan ketakutan banget…
ERIN
Kita ngga bisa sepenuhnya menyalahkan Ian, waktu itu dia kan sakit..
PIERE
Ya tapi bagaimana pun hal itu kan ngga bisa di benarkan, apalagi kalau sampai menyangkut seorang anak..
ERIN
Kalau saja aku tahu kejadian yang sebenarnya, aku ngga akan memaksa memisahkan mereka dan mengirim Ian terapi ke luar negeri…
DANI
Situasinya berbeda Mom.. waktu itu status Vina masih menikah, dan suaminya juga ngga mau melepaskan dia…
PIERE
Tapi setidaknya kita bisa membantu mungkin.. mencarikan jalan keluar…
ERIN
(menghela napas) Lalu sekarang bagaimana? Kemana Ian?
DANI
Ian sedang menemui Vina, ya semoga dia bisa segera menyelesaikan masalahnya dengan baik
ERIN
Kasihan Ian dia sudah terlalu banyak menderita, Mommy harap, Ian dan Vina akhirnya bisa berbahagia..
Mereka saling berpandangan dan mengangguk-angguk.
CUT TO
5. EXT: JALANAN.SIANG
IAN, FIGURAN
Ian menghentikan mobilnya di pinggir jalan, karena gang ke rumah Vina tak dapat di masuki mobil. Ian memandang sekeliling dan mengambil secarik kertas dari sakunya, alamat Vina.
Ian memasuki gang dan sesekali bertanya pada orang lewat, orang itu menunjuk ke arah lebih dalam. Ian berterimakasih dan menuju ke sana.
CUT TO
Ian kembali mencari-cari dan bertanya pada seorang ibu yang duduk di depan rumahnya. Sang Ibu menunjuk arah dan Ian kembali berterimakasih dan mulai mencari rumah Vina.
CUT TO
Ian berjalan pelan dan sampai di depan sebuah rumah petak yang sangat sederhana.
Ian berdiri tertegun memandang rumah itu dan tampak sangat sedih. Matanya berkaca-kaca menahan tangis.
IAN(dalam hati)
Ya Tuhan… aku punya banyak apartemen dan rumah yang besar, ngga hanya di Jakarta ini tapi juga di luar kota, bahkan juga di luar negeri (menghela napas)
Tapi aku sudah membiarkan anakku dan orang-orang yang aku sayangi, harus tinggal di tempat seperti ini… (diam sejenak)
Apa artinya uang dan kekayaan aku selama ini, kalau justru aku ngga pernah menyisakan tempat untuk mereka yang aku cintai…
Ian berjalan pelan mendekat ke pintu.
CUT TO
Commercial break
6. EXT: JALANAN/WARUNG.SIANG
VINARA, FIGURAN
Vina mendekat ke sebuah warung yang agak ramai dan menunggu ketika penjual nya sedang melayani beberapa pembeli.
VINARA(dalam hati)
Tinggal 2 kotak lagi, semoga warung ini mau menerima titipan dagangan aku…
Pembeli mulai pergi dan Vina mendekat.
VINARA
Selamat siang Bu..
Pemilik warung tampak memandang kurang suka.
FIGURAN
Iya? Ada apa ya Neng?
VINARA
Iya ini Bu.. (mendekatkan kotak dan membukanya) saya mau menawarkan kue-kue buatan saya, enak lho Bu dan bersih, soalnya saya buat sendiri…
FIGURAN
Wah tapi di sini juga sudah ada yang titip tu Neng (menunjuk kue lain)
Kalau kue gini sudah banyak yang jual.. yang ini aja masih banyak sisanya..
(Vina terlihat agak kecewa) Saya sih mau aja di titipin, tapi dari pada ngga laku, nanti saya malah nggak enak kan sama Neng…
Lain kali aja Neng, coba Neng cari warung yang lain aja
VINARA
Ya udah Bu, ngga papa.. terimakasih ya..
Vina membereskan dagangannya dan pergi menjauh.
Panas menyengat dan Vina mengusap peluhnya.
VINARA(dalam hati)
Ya Tuhan.. berilah aku kemudahan.. (menghela napas)
Vina kembali berjalan mencari warung lain.
CUT TO
7. EXT/INT: RUMAH KOST VINARA.SIANG
SELYNE, SELMA, IAN, PENGASUH, FIGURAN
Ian maju ke depan rumah kost Vina dan mulai mengetuk dengan ragu. Setelah beberapa kali mengetuk dan menunggu beberapa saat akhirnya terdengar suara langkah kaki kecil berlari mendekat dan membukakan pintu.
CU Selma membuka pintu
CU Senyum merekah di wajah Ian
SELMA
Uncle!!!
Selma menghambur ke pelukan Ian. Ian memeluknya dengan haru dan menciumnya.
IAN
Hii Princess? Uncle udah kangen banget sama Selma…
SELMA
Selma pikir, Selma ngga akan ketemu sama Uncle lagi, soalnya sejak Selma pindah Uncle ngga pernah kelihatan, Selma kira Uncle pasti ngga tahu kalau rumah Selma sudah pindah…
IAN
Iya Sayang, Uncle beberapa kali mencari Selma kesana tapi Selma nya udah ngga ada (tersenyum, lalu memandang sekeliling)
Mana Mama? Selyne?
Pengasuh keluar dari kamar.
PENGASUH
Ada siapa Selma? (terkejut) Oh.. Pak Ian?
IAN
(Berdiri) Siang Sus, Ibu ada?
SELMA
Mama pergi…
IAN
Oya? Kemana?
PENGASUH
Ibu baru nganterin kue Pak.. silakan.. duduk dulu.. maaf agak berantakan..
Pengasuh cepat-cepat mengambil beberapa mainan yang berserakan.
IAN
Oh ngga papa Sus… Ehm, apa setiap hari keluar siang begini?
PENGASUH
Ngga tentu Pak, yang pasti tiap pagi kan nganter kuenya, sore diambil lagi kalau ada sisanya, kalau siang biasanya Ibu pergi ketemu orang, kecuali kaya hari ini lagi kosong, ya Ibu bikin kue lagi buat di iderin siang-siang…
Ian memandang ke sekeliling rumah yang tampak sederhana dan kecil dan mengangguk-angguk.
IAN(dalam hati)
Aku harus segera membawa mereka pindah dari sini… kali ini Vina ngga boleh menolak lagi
PENGASUH
Mau minum apa Pak Ian? Air putih atau teh?
IAN
Ngga usah repot-repot Sus.. (Ian duduk dan memangku Selma sambil tersenyum)
Selyne? Ikut sama Mamanya?
SELMA
Selyne bobok..
Pengasuh tersenyum dan masuk ke dapur.
IAN
Oh ya? Selma kok ngga bobok juga?(Ian berdiri menghela napas)
Uncle boleh liat Selyne nggak?
Selma mengangguk dan menggandeng Ian memasuki sebuah kamar yang kecil.
Ian menghela napas sedih melihat kondisi kamar yang agak buruk. Walaupun di tata rapi, tapi agak pengap karena tak ada jendela dan kondisi bangunan yang sudah tua.
Selyne tampak tertidur lelap. Ian mendekat dan menciumnya, lalu mengelus pipinya.
Tak sadar air mata Ian menetes.
IAN(dalam hati)
Sayang.. Maafin.. Papa ya…
Selma mendekat dan memandang heran.
SELMA
Kok Uncle nangis? Kenapa? Lagi sedih ya?
Ian tersenyum dan menggandeng Selma keluar kamar.
IAN
Ngga, Uncle Cuma kangen banget aja sama kalian..
Habisnya, masa kalian pindah ngga bilang-bilang sih…
Selma tampak mulai bercerita dan Ian dengan gembira bercakap-cakap dengan nya.
CUT TO
8. EXT: JALANAN. SIANG
VINARA, OPIE, FIGURAN
Vinara berjalan pelan dan menghela napas lega.
VINARA
Akhirnya, selesai juga tugas aku.. semoga saja daganganku laris, besok pagi kalau aku datang lagi semuanya sudah habis terjual.. jadi tinggal ambil kotaknya aja ngga ada sisa lagi (tersenyum)
Mobil Opie berhenti pelan dan Opie melihat Vina berdiri di pinggir jalan.
OPIE
Aduh itu dia… (gelisah)
Opie menghentikan mobilnya dan turun.
LS Vina mengeluarkan sebuah botol air mineral yang di bawanya lalu duduk di bawah pohon di tepi jalan dan beristirahat
Opie berlari kecil mendekat.
OPIE
Vina? Kamu ngapain duduk di sini?
VINARA
Oh hai? (tersenyum) Ngga, aku baru aja nganterin kue-kue, terus kok rasanya capek banget, jadi aku pikir duduk dulu bentar baru mau jalan lagi pulang.. (diam sejenak meneguk lagi air mineralnya)
Eh.. kamu? Tumben? Siang-siang kok bisa ada di sini?
OPIE
Aku memang sengaja cari kamu… Aku mau bicara Vin (serius)
VINARA
Ada apa? (tersenyum) Kayanya serius banget? Sini…
OPIE
Kita bicara di tempat lain yuk…
VINARA
Mau ke mana lagi.. udah ngga papa duduk sini aja..
Tuh orang-orang juga pada duduk kok.. (menunjuk beberapa orang yang juga duduk seperti sedang menunggu angkutan umum)
Opie mendekat dan duduk lalu memandang ragu.
VINARA
Kenapa? Kata nya mau ngomong? Ada apa sih?
OPIE
Sorry ya Vin.. sebelumnya aku mau minta maaf sama kamu (sambil mengeluarkan amplop Arya dan tertegun)
VINARA
(tertawa) Lho emangnya kenapa? Kok datang-datang minta maaf? Emangnya kamu salah apa?
Opie menghela napas.
OPIE
Soal Arya…
VINARA
Arya? Kenapa Arya?
CU Opie menatap bersalah pada Vina
CU Vina memandang heran.
CUT TO
Commercial break
9. EXT: JALANAN. SIANG
VINARA, OPIE, FIGURAN
Vinara memandang Opie heran. Dan Opie mulai bercerita.
Raut wajah Vina berubah seketika dan tampak sangat terpukul. Opie mengulurkan surat Arya dan Vina menerima dan mulai membacanya. Vina terlihat sedih.
ARYA(v.o)
Vin, kalau kamu membaca surat ini, berarti sudah dua tahun aku pergi..
Maaf in aku Vin, bukannya aku ngga mau terbuka sama kamu, tapi aku hanya ngga mau membebani kamu dengan lebih banyak masalah
Aku sudah banyak menyusahkan kamu selama aku masih hidup, dan sekarang lewat Opie, aku berharap aku bisa melihat kamu bahagia..
Vina menoleh menatap Opie heran dan kembali membaca.
Flash back
Arya sedang menulis surat dan tampak merenung.
ARYA(v.o)
Aku tahu, kalau sebenarnya dalam hati kamu masih ada sedikit ruang yang kamu berikan untuk orang lain
Aku ngga menyalahkan kamu, karena semua itu terjadi diluar kemauan kamu sendiri
Hanya saja, aku yang terlalu egois..
Aku tahu umurku tak lagi panjang, dan aku ingin menghabiskan seluruh sisa hidup aku bersama kamu, jadi aku terpaksa menutupi semuanya dari kamu, karena aku takut kalau kamu akan meninggalkan aku
(diam sejenak)
Aku tahu kamu dan Ian saling mencintai, aku ngga akan menghalangi lagi hubungan kalian, apalagi karena sebenarnya kamu dan Ian punya sesuatu yang mengikat, sama eratnya dengan ikatan kita… Selyne..
CUT BACK TO
Vina berdiri terkejut dan menangis. Opie terlihat khawatir.
Flashback
Arya menimang Selyne dengan kasih sayang saat Selyne masih kecil.
Arya bermain dengan anak-anak
CUT BACK TO
ARYA(v.o)
Walaupun aku mencintai Selyne sepenuh hati aku seperti aku mencintai Selma.. tapi dengan umurku yang tak panjang lagi, aku ngga mungkin bisa menjaga kalian selamanya..
Aku tahu bagaimana Ian menyayangi Selma dulu, dan aku yakin, setelah aku pergi, dia adalah satu-satunya laki-laki yang bisa aku percaya untuk menjaga kamu, Selma dan Selyne…
Vin… aku doakan, semoga kalian bisa berbahagia selamanya…
Vina menggeleng dan meremas surat itu tak percaya.
VINARA
Arya? Arya?? Ngga mungkin.. Arya?
Vina terlihat shock dan mundur limbung ke arah jalanan. Opie terkejut dan berusaha menariknya. Tapi kaki Vina tak sengaja terantuk pembatas jalan dan membuatnya semakin limbung ke tengah jalan.
Mendadak muncul sebuah bis kota dengan kecepatan tinggi menyambar tubuh Vina.
CU Wajah Opie histeris berteriak
Bis menabrak Vina hingga terpental, Vina roboh dengan sekujur tubuh berlumuran darah
CUT TO
10. INT. RUANG TUNGGU UGD. SORE
IAN, OPIE, EVA, FIGURAN
Ian berlari memasuki rumah sakit dengan panik. Ian menuju front desk dan segera menanyakan keberadaan Vina.
IAN
Sus.. (panik) pasien.. pasien tabrak lari.. yang baru masuk.. perempuan (gugup)
FIGURAN1
Baru masuk? Mungkin di ruang UGD.. sebelah sana (menunjuk)
Ian secepat kilat berlari menuju UGD dengan panik.
CUT TO
Opie berjalan hilir mudik di depan pintu ruang operasi UGD sambil terus menangis dan tampak sangat cemas.
Ian berlari mencari-cari dan dari kejauhan melihat Opie. Ian segera berbelok dan menghambur ke arah Opie panik.
CU Noda-noda darah di pakaian Opie
CU Wajah Ian terkejut melihat keadaan Opie.
IAN
Mana.. mana.. Mana Vina? Mana Vina Pie?
OPIE
(terkejut) Ian.. (menangis terus tak bisa bicara)
Ian terlihat tak sabar dan berusaha mengintip ke kamar operasi.
IAN
Dia di dalam? Ha? Iya Pie? Kenapa? Kenapa bisa… (panik)
Bagaimana kejadiannya?
OPIE
Ini salah aku.. semuanya salahku.. (terus menangis)
IAN
Apa yang terjadi? Kenapa bisa begini?
OPIE
Mungkin kalau aku ngga lancang membuka wasiat Arya sebelum saatnya.. ini semua ngga akan terjadi..
Aku sudah berjanji untuk memberikan surat itu pada kalian setelah 2tahun kepergian Arya.. tapi sekarang.. sekarang …(menangis)
Ini semua salah aku.. Vina yang menanggung akibatnya.. semua salah aku…
IAN
(mulai terisak pelan) Apa dia baik-baik aja? Bagaimana kejadiannya? Kamu ada di sana?
OPIE
Aku pikir aku akan memberikan surat Arya dan menceritakan semuanya sebelum Vina bertemu kamu, karena aku pikir.. (terisak) aku takut kalau terjadi sesuatu padanya (tangis semakin keras) aku pikir kalau aku lebih dulu bicara padanya, mungkin dia akan lebih bisa menerima… (menggeleng sedih)
Ian lemas dan terduduk di salah satu bangku. Opie masih berdiri lesu dan mendekat ke pintu.
OPIE
Aku cari ke rumahnya, tapi Vina ngga ada di rumah dan aku menyusulnya…
Mestinya aku tunggu saja di rumah (memukul kepala sendiri) Duh.. kenapa aku mesti pergi mencarinya… Kalau sampai terjadi apa-apa sama Vina.. aku ngga akan bisa memaafkan diriku sendiri… (diam sejenak)
Kejadiannya cepat banget, tahu-tahu Vina sudah berdiri dan kelihatannya dia kaget banget.. (gugup)
Aku baru mau menenangkannya, dan tiba-tiba dia jatuh ke belakang.. (terbata-bata)
Dan… bis itu langsung menabraknya… (menutup mukanya)
Ian berdiri mendekat dengan gamang.
IAN
Apa kamu melihatnya? Kamu lihat kejadiannya?
Ian menggengam kedua lengan Opie dan menggoyang-goyangkan panik, Opie mengangguk sambil terus menangis.
IAN
Apanya? Apanya yang kena? Bagian mana? (panik) Apa parah? Hah?
Opie terus menunduk menangis. Ian semakin keras mengguncang badan Opie dan teriakan Ian semakin keras dan panik.
IAN
Katakan Pie.. apa yang kamu lihat.. katakan apa dia baik-baik aja.. Opie!!
Opie setengah histeris menjawab dan memandang Ian kalut.
OPIE
Semuanya.. (menggoyangkan tangan ke seluruh badannya) Semuanya…
Kepalanya.. mukanya.. tangannya, kakinya… (semakin keras)
Semuanya.. semuanya penuh darah Yan… semuanya… (panik dan histeris)
Flash back
Saat detik-detik Vina terpental tertabrak bis.
CU Badan Vina yang berlumuran darah.
CUT BACK TO
Ian terjatuh ke lantai lemas dengan tatapan hampa. Opie menangis keras. Dua perawat tampak datang menghampiri mereka dan menenangkan Opie dan Ian yang masih shock.
CUT TO
Eva memandangi Ian dari balik tembok dan terlihat sangat sedih.
Eva menghela napas dan berbalik pergi.
CUT TO
11. INT: RUANG TUNGGU UGD.MALAM
IAN, OPIE, DANI, CINDY, ERIN, PIERE, FIGURAN
Dani, Cindy, Erin dan Piere bergegas memasuki rumah sakit. Mereka terlihat mencari-cari, dan kemudian Dani menunjuk Ian yang lemas terduduk di ruang tunggu.
Opie duduk di sebelahnya.
CINDY
Yan? I heard… (terdiam menatap Opie)
CU Pakaian Opie yang penuh bercak darah
CU Wajah Cindy terkejut
Ian tetap menunduk lemas seperti tak bertenaga sama sekali, pandangannya sayu dan matanya bengkak bekas menangis. Wajahnya bekas basah oleh air mata.
Erin bergegas mendekat dan memeluknya. Ian tak bereaksi hanya saja air matanya kembali menetes.
ERIN
Ian? Kamu baik-baik aja Sayang?
Dani dan Piere berdiri di hadapan mereka dengan tatapan prihatin.
Sebentar kemudian seorang dokter keluar dari ruang operasi.
Semua menoleh dan menatapnya gelisah. Ian dan Opie segera melonjak menghampiri.
IAN
Bagaimana Dok.. dia ngga papa kan..
DOKTER
Kami sudah berusaha semampu kami.. (terlihat gundah)
Lukanya cukup parah.. (menghela napas)
CU Wajah terkejut Ian, Opie dan masing masing pemeran
CU Dokter terlihat gundah
CUT TO
Commercial break
12. INT: RUANG TUNGGU UGD.MALAM
IAN, OPIE, DANI, CINDY, ERIN, PIERE, FIGURAN
Semua menatap dokter gelisah.
DOKTER
Kami sudah berusaha semampu kami.. (terlihat gundah)
Lukanya cukup parah.. (menghela napas)
Mungkin ada saudara yang terdekat atau?
IAN
Saya calon suaminya…
DOKTER
(mengangguk)Bisa ikut ke ruangan saya..
Semua berpandangan. Dani menepuk bahu Ian menenangkan.
DOKTER
Yang lainnya mohon tunggu sebentar ya.. untuk sementara pasien belum boleh di kunjungi.. Dua jam lagi kami akan memindahkannya ke ruang perawatan intensif, di sana baru bisa di jenguk, itu pun hanya satu per satu…
Opie mengangguk lemas dan kembali duduk terisak. Cindy duduk di sebelahnya dan menenangkan Opie.
DOKTER
Mari… (mengajak Ian yang terlihat sangat bingung)
Ian mengangguk dan mengikuti dokter pergi.
CUT TO
13. INT: KAMAR PERAWATAN VINARA.MALAM
VINARA, IAN
Vina terbaring lemah dengan selang yang menyambung ke tenggorokannya, masker oksigen juga menempel di wajanya. Lengan satunya mendapatkan tranfusi darah, dan sebelah lengan yang lain di perban bekas jahitan.
Ian memakai pakaian hijau-hijau khusus pengunjung UGD di ruang steril.
Ian terus menangis sambil memegang lengan Vina dan mengelus-elusnya, seolah ingin menghilangkan sedikit rasa sakitnya.
Flashback
Ian dan Dokter duduk berhadapan di ruang dokter. Dokter menerangkan kondisi Vina.
DOKTER
Lukanya cukup parah… pasien mengalami trauma di kepalanya (berdiri dan menyalakan lampu untuk menunjukkan hasil rontgen)
Ian maju mendekat.
DOKTER
Retak di tulang tengkorak.. (menunjuk), patah di tulang rusuk sebelah kiri (menempelkan foto lain), dan ada sedikit retak di dua tulung rusuk sekitarnya (menunjuk).. ada sedikit pecahan tulang yang menusuk ke limpa nya, kami tadi sudah mengoperasi untuk menyambung susunan tulang dan menjahit luka dalamnya… (menghela napas)
Masalahnya kondisi tubuh pasien sedang kurang fit, sehingga proses penyembuhannya juga bisa terhambat.. (Ian tertegun)
Untuk luka luarnya, ada 17 jahitan di paha kanan dan kirinya, beberapa luka robek dan memar di kepala dan wajahnya.. juga 5 jahitan di lengan kirinya.
Dokter mematikan lampu dan duduk. Ian kembali duduk di depannya.
DOKTER
Sebenarnya pasien tergolong masih muda.. 30an? Sehingga sebenarnya tidak ada permasalahan untuk penyembuhan tulang dan luka luarnya… Biasanya kalau pasien sudah di atas 50 an tahun, akan lebih banyak komplikasi…
Tapi yang agak mengkhawatirkan kami masalah luka dalamnya…
Jika terjadi infeksi dalam itu bisa berbahaya…
IAN
Jadi.. sekarang apa yang bisa kami lakukan Dok?
DOKTER
Sementara kita hanya bisa menunggu.. jika pasien bisa melewati masa kritisnya dalam 48 jam ini, kemungkinannya untuk selamat sangat besar… tapi..
IAN
Tapi apa Dok? (gugup)
DOKTER
Kita tetap harus memantau suhu tubuhnya dan detak jantungnya… jangan sampai terjadi komplikasi…(menghela napas)
DOKTER
Dukungan dan doa dari keluarga sangat di butuhkan… jadi saya harap Anda bisa mendampingi pasien melewati masa kritisnya…
Ian terlihat sedih dan terpukul
CUT BACK TO
Ian mengangkat wajah dan menahan tangis terus mengelus Vina yang masih terpejam.
IAN
Sayang… maaf in aku… Kamu denger aku kan?
Please wake up… Sayang.. jangan tinggalin aku kaya gini..
Ian terus memohon di sisinya.
CUT TO
Theme song againts all odd-phill colins
12. INT. RUMAH MEWAH. SIANG
IAN, CINDY, DANI, SELMA, SELYNE, PENGASUH
Establih Sebuah rumah mewah
Ian membawa Selma dan Selyne sudah pindah ke salah satu rumah Ian. Mereka membawa kopor dan tampak sibuk.
CUT TO
Cindy dan Dani tampak mengawasi Selma dan Selyne berenang di rumahnya. Pengasuh datang membawakan mainan.
CUT TO
LS Rumah sakit
Ian terus merawat dan menunggui Vina.
Flash back
Saat Ian pertama bertemu dengan Vina di Mal dan Vina menumpahinya minuman.
CUT TO
Saat Ian dan Vina bersama di pantai
CUT TO
Saat Vina menangis berlari dari pesta Erin
CUT TO
Saat Vina sedih melihat Ian dan Eva
CUT TO
Saat Vina menjenguk Ian di rumah sakit dan mereka memutuskan untuk berpisah
CUT TO
13. INT. KAMAR PERAWATAN VINARA/RS. SIANG
IAN, VINA, EVA, FIGURAN
Ian berdiri menghela napas dan membungkuk membisik ke Vina.
IAN
Sayang.. aku mau telpon anak-anak dulu ya… nanti aku balik lagi..
Ian mengusap pipi Vina yang masih terbaring tak sadarkan diri.
Ian berjalan pelan keluar sambil sesekali menoleh berat hati.
Pintu tertutup. Ian melepas baju di ruang transisi dan memberikan pada perawat yang ada di sana, lalu keluar ruangan.
CUT TO
Sebentar kemudian Eva diam-diam masuk dan berbicara pada perawat sambil memakai pakaian steril.
EVA
Bagaimana keadaannya Sus?
FIGURAN
Belum ada perubahan Dok.. sudah hampir 2 hari tapi masih belum stabil..
Eva menghela napas dan masuk ke ruangan Vinara.
Eva mendekat dan memandangnya prihatin.
EVA
Aku tahu kamu bisa mendengar aku Vin… aku hanya mau bilang kalau.. kamu adalah orang yang sangat beruntung..
Semua orang mengkhawatirkan kamu, menyayangi kamu… (menghela napas)
Sebenarnya aku sangat iri sama kamu… mungkin juga aku sempat benci dan marah sama kamu… tapi aku hanya mau kamu tahu…
Kalau sebenarnya Ian sangat mencintai kamu, dan selalu mencintai kamu…
Walaupun Ian berada di dekat ku, tapi hati dan pikirannya ngga pernah jauh dari kamu.. (diam sejenak)
Setelah aku melihat reaksinya ketika mengetahui kamu kecelakaan, dan saat dia menjaga kamu selama ini… aku semakin sadar kalau Ian memang ngga akan bisa kehilangan kamu…
Vina… aku mohon, sadarlah.. Ian membutuhkan kamu…
Terimalah dia..
Eva menghela napas dan pergi meninggalkan Vina yang tetap terpejam.
CUT TO
Ian memandang patung Bunda Maria di depannya dan setelah selesai berdoa ia berjalan meninggalkan taman berjalan pelan kembali ke kamar Vina.
Ian masuk dan memakai pakaian sterilnya, lalu berjalan lemas kembali duduk di sisi Vina.
IAN
Sayang.. sudah 2 hari.. kenapa kamu ngga sadar juga…
Mana yang sakit Sayang? (mengelus wajah dan lengannya)
Aku tiup ya.. (tersenyum lalu meniup bekas jahitan di lengan Vina dan pindah ke wajahnya)
Ian mulai menangis sedih dan memeluk Vina erat.
CUT TO
Vina berada di sebuah padang yang luas, seperti taman yang indah. Vina tampak bingung dan memandang ke sekeliling, mencari-cari.
Vina memanggil Selma dan Selyne.. tapi mereka tak ada.
Tiba-tiba muncul Arya tersenyum memandangnya. Vina terkejut dan sangat senang berlari memeluknya. Arya balas memeluk dan mengusap kepalanya.
Sebentar kemudian terdengar suara-suara bergema tak jelas, dan lama-lama semakin jelas.
Suara Ian memanggil mencari Vina.
Vina terkejut dan memandang sekeliling, Ian tak terlihat. Vina memandang ke Arya tak enak hati. Tapi Arya tersenyum dan menggandengnya mendekati sebuah jembatan di taman itu.
Dari kejauhan datang Ian berlari di seberang jembatan terengah dan menatap Vina penuh harap.
IAN
Sayang.. please, kembali lah… aku butuh kamu.. anak-anak butuh kamu..
Sayang.. jangan tinggalin aku.. (menangis memohon)
Vina menatap Arya ragu.
Arya kembali tersenyum dan menggandeng Vina mendekat ke jembatan.
Ian mendekat dan mengulurkan tangannya.
Arya mengulurkan tangan Vina yang ada di genggamannya dan memberikannya ke genggaman Ian.
Vina memandang takut dan gelisah. Arya mengangguk dan tersenyum seperti memberikan restunya. Ian menarik Vina mendekat dan berjalan melintasi jembatan meninggalkan Arya yang tersenyum lega menatap mereka.
Vina berdiri mematung dan memandang Arya tak percaya. Tapi Arya terus tersenyum.
CUT BACK TO
Ian terisak tertelungkup di samping Vina yang tergolek lemah.
CU Jemari Vina bergerak-gerak pelan.
Ian tak menyadari dan bangun mengusap air matanya dan menatap Vina sedih.
IAN
Sayang.. kalau aku bisa menggantikan kamu… aku mau.. aku mau…
Biar aku aja yang sakit, aku aja yang ada di situ… (menunduk lemah)
Tapi kamu jangan tinggalin aku..
Mata Vina mengerjap pelan dan berusaha menatap ke sekeliling.
CU Buram suasana kamar.
CU Ian tertunduk menangis tak sadar kalau Vina sedang memandangnya
IAN
(terus menunduk) Biar aku aja yang sakit.. aku aja …
Vina berusaha bicara tapi masker dan selang menghalanginya.
Ian mengangkat wajah dan terkejut melihat Vina sudah sadar memandangnya.
Ian sangat gembira dan memeluk menciuminya.
IAN
Sayang kamu sudah sadar… (tangis senang) hah apa? Kamu mau ngomong apa?
Ian memandang sekeliling dan bergegas memencet bel dan berteriak memanggil perawat.
CUT TO
LS Perawat dan dokter berlarian ke kamar Vina
CU Eva memandang mereka dan tampak berpikir lalu tersenyum dan pergi
LS Perawat dan dokter memeriksa kondisi Vina, Ian terlihat gelisah menunggu
Perawat melepas selang dan masker oksigen. Tabung tranfusi sudah diganti dengan cairan infus. Mereka menyelesaikan merapikan Vina dan Ian mendekat dengan senang. Perawat dan dokter meninggalkan ruangan. Vina masih terlihat lemah dan Ian memegang lengannya erat. Bekas air mata masih ada di pipinya.
IAN
Sayang, maaf in aku ya.. aku ngga tahu berapa juta maaf lagi yang mesti aku ucapkan.. tapi aku memang bodoh.. aku jahat, selalu nyakitin kamu..
Vina menggeleng lemah dan menatap Ian terharu.
IAN
Kembalilah padaku… Sayang.. aku mau kamu kembali..
Kita mulai semuanya dari awal .. aku janji.. aku ngga akan nyakitin kamu lagi
Aku sayang kamu.. aku ngga bisa hidup kalau ngga ada kamu…
Kamu segalanya buat aku…Berilah aku kesempatan… (menangis)
Vina tampak memandangnya haru.
IAN
Aku akan selalu mencintai kamu…
Ian mencium dahi Vina dan Vina tersenyum. Mereka berpandangan.
IAN
Kamu mau kan kasi aku kesempatan?
CU Ian menatap penuh harap
CU Vina semula terlihat ragu
CU Ian terus menatap memohon
Akhirnya Vina mengangguk pelan. Ian tersenyum lebar dan mencium tangannya.
IAN
Sungguh..?? (senang)
Vina tersenyum lemah. Ian tampak sangat senang dan menciumi tangan Vina.
Vina tampak berusaha bicara lirih. Ian mengerutkan kening dan mendekatkan wajahnya.
IAN
Apa Sayang? Kamu mau ngomong apa?
VINARA
(lemah)Tapi.. dengan catatan, lebih baik.. aku saja yang tetap sakit.. dari pada kamu.. (terpatah-patah)
IAN
Sayang… (mengelus Vina) Kenapa? Aku…
VINARA(memotong)
Soalnya kalau kamu yang sakit begini.. pasti kamu rewelnya setengah mati.. kepalaku bisa pusing…(tersenyum berusaha melucu)
Ian tertawa dan memeluk Vina erat. Vina meringis kesakitan, dan Ian tertawa kecil sambil mengelus lukanya.
LS Mereka tertawa bersama.
CUT TO
14. INT. RUMAH MEWAH. SIANG
IAN, VINARA, SELMA, SELYNE, PENGASUH
Establish Rumah Ian
Mobil Ian berhenti di depan rumah mewahnya. Ian membantu Vina turun dari mobil.
Selma dan Selyne di-iringi pengasuh berlari keluar menyambut kedatangan Vina.
Vina dan Ian menyambut dan memeluk mereka dan tampak tertawa bahagia.
CUT TO
END EPS.31
Credit Title
THEME SONG 4
No comments:
Post a Comment