Monday, March 5, 2012

Benang Merah - skenario eps.21


Eps.21

1. INT: APARTEMEN IAN. SORE
VINARA, IAN

Vina belari panik dan memegang tangan kiri Ian yang terluka. Ian tetap mematung dengan ekspresi kosong dan sedih tak bersuara, pipi Ian basah oleh air mata.

VINARA
            Ian!! (panik) Kamu apa-apa an sih…

Vina menoleh ke kanan kiri mencari sesuatu yang bisa membantu menghentikan darah. Vina melihat kain lap dan segera mengambil lalu mengikatkannya di tangan Arya.
Vina mengangkat tangan Arya yang penuh darah tinggi-tinggi supaya darah berkurang mengalir. Vina menarik Ian yang tampak linglung ke sofa dan mendudukkan nya disana.

VINARA
            Kamu ini gimana sih Yan.. kamu ini mikir apa?

Vina terisak dan berlari mengambil kotak P3K dekat dapur. Ian masih diam saja linglung.
Vina mencoba menghentikan darahnya dengan kain kasa. Tapi darah terus keluar. Vina semakin panik, karena Ian semakin pucat dan masih saja bungkam.

VINARA
            Ian.. (terisak) gimana nih darahnya ngga bisa berhenti… (diam sejenak)
Kita ke rumah sakit sekarang.. ayo…

Vina berusaha menarik Ian berdiri dari duduknya. Ian menolak dan mengibaskan tangan Vina. Air mata Ian terus mengalir dan Ian merapat ke sofa menjauhi Vina.

VINARA
            Ian… ayo… cepetan… darah kamu banyak banget.. ngga bisa berhenti…
            Yan… (menangis memohon) jangan gini dong…

Ian terisak dan menggeleng terus menolak. Vina mengangkat tangan Ian tinggi-tinggi dan mempererat ikatannya. Ian terus mengelak.
Vina menyerah dan berlutut menangis di kaki Ian. Baju dan pakaian keduanya sudah basah oleh noda darah.

VINARA
            Ian.. please… sorry… sorry..sorry… please… Yan…

Ian tetap tak mau memandang wajah Vina yang mengiba di depannya.

VINARA
Ian.. kamu jangan gitu dong Yan.. aku tahu aku jahat banget sama kamu… tapi kamu ngga boleh nyakitin diri kamu sendiri…
Ian.. (memohon) kalau kamu marah.. kamu boleh marah sama aku… pukul aku (memukul-mukulkan tangan Ian ke badan Vina) atau apa aja.. (Ian mulai memandang Vina) tapi jangan gini…

Ian menangis dan memeluk Vina erat-erat.
Ian dan Vina berpelukan sambil menangis.

VINARA
            Kita ke rumah sakit ya? Ke rumah sakit sekarang ya.. ya…(memohon)

Ian menggeleng dan tangannya memegang kedua pipi Vina yang basah dan mengusap air matanya. Tak bicara, tak bisa bicara terus terisak.

VINARA
            Ian… denger aku… please… 

Ian menyandarkan kepalanya lemas ke sofa. Wajahnya pucat. Vina menjerit panik dan terus memanggil-manggil namanya.
Ian tak masih setengah sadar tapi tetap tak bereaksi.

CUT TO

2. INT: RUMAH SAKIT.SORE
RUANG BERSALIN
ARYA, SUSAN, PERAWAT, DOKTER, FIGURAN

Susan duduk di kursi roda sambil meringis kesakitan. Sepertinya sdah saatnya untuk melahirkan. Arya berjalan cepat di sampingnya. Seorang perawat mendorong kursi roda, mereka menuju ruang bersalin.
Susan terus menerus mengaduh.

SUSAN
            Gua mau operasi aja… kenapa sih lo pelit banget Yak! Adduuuh…
            Toh anak gua yang pertama dulu juga udah operasi kok..

Arya diam saja dengan muka masam. Perawat tampak senyum-senyum saja mendengar Susan terus mengomel.

PERAWAT
            Silakan Bapak tunggu di sini ya…

SUSAN
            Hah? Kenapa? (memandang sebal) Arya kamu mau kemana? Arya!!(teriak)
Aku mau di tungguin… (merengek)

Arya melambai sambil tertawa geli melihat Susan yang tampak terpaksa masuk sendirian.

PERAWAT
            Ngga apa-apa Bu… nantikan Bapak bisa menunggu di sini..

Perawat mendorong Susan masuk dan menutup pintu. Arya tampak berpikir.
Beberapa orang tampak berlalu lalang. Di ruang tunggu juga ada seorang pria yang sedang menunggu istrinya melahirkan dengan wajah tegang.

FIGURAN
            Wah.. sudah anak kedua ya Pak? Sepertinya Bapak tenang sekali (menyapa Arya)
            Saya baru anak pertama…

Arya menatap Bapak itu dan tertawa kecil.

ARYA
            Oh..  bukan.. dia bukan istri saya kok.. bukan anak saya…

Sang figuran tampak melongo.
Seorang dokter datang hendak masuk ke ruangan bersalin. Arya mencegatnya.

ARYA
            Dokter?

DOKTER
Ada apa Pak Arya? Tenang saja… saya mau lihat kondisi..

ARYA(memotong)
Oh bukan Dok bukan itu…

Dokter memandang Arya dan berpikir sebentar.

ARYA
            Mengenai tes darah yang pernah saya minta pada Dokter beberapa waktu lalu

Arya tampak tegang. Dokter teringat dan mengangguk.

DOKTER
Oh, mengenai itu.. ngga masalah Pak.. sebentar saya akan memeriksa ibu, setelah itu Bapak bisa ikut dengan saya untuk menandatangani beberapa formulir mengenai kelengkapan pemeriksaan nya..
Setelah itu Bapak bisa langsung ke laborat untuk mengambil darah Bapak..

ARYA
Baik dok.. (senang) Oh ya, kira-kira berapa lama hasilnya bisa keluar…

DOKTER
Ngga lama kok, antara 1minggu sampai.. paling lama 2minggu…

ARYA
Baik-baik… terimakasih Dok..

Arya menyalami dokter dengan gembira. Dokter masuk keruangan bersalin sambil menggeleng-geleng kepala.

CUT TO

RUANG TUNGGU/VIP ICCU
VINARA, ARYA, DOKTER, FIGURAN

Arya tersenyum senang sambil berjalan riang keluar dari laboratorium hendak pulang. Sesekali Arya melihat bekas luka suntik yang ada di lengannya.
Tiba-tiba dia melihat sesosok yang sepertinya di kenal duduk sambil menggoyang-goyang badannya maju mundur karena gelisah.

ARYA
            Vina? (heran)

Arya setengah berlari menghampiri Vina yang terlihat sangat shock. Arya sangat terkejut melihat pakaian dan Vina yang bersimbah darah.

ARYA
            Vina? Vin… Vina? (meninggi)

Vinara yang semula tertegun menjadi terkejut karena Arya menyentuh bahunya.

ARYA
            Ada apa? (panik) Kamu ngga papa kan? Kamu kecelakaan? Selma?
            Darah apa ini? Ada apa?

Vina tak bisa bicara hanya menggeleng-geleng panik.
Tiba-tiba pintu VIP ICCU terbuka. Dokter keluar. Arya dan Vina memandangnya tegang.
Vina dengan panik menghambur ke arahnya.

DOKTER
            Bu Vina? Anda sudah boleh menemuinya…

VINARA
            Bagaimana? Bagaimana keadaannya Dok?

Arya ikut berdiri di dekatnya penasaran.

DOKTER
Kondisinya sudah mulai stabil... memang tadi sempat kehilangan banyak darah,(membuka berkas) hb-nya tinggal 7.5, dan sekarang masih di tranfusi yang pertama. Setelah selesai ini, kami akan periksa lagi kondisinya.. jika tak ada masalah bisa segera di pindahkan ke ruang perawatan… tapi tetap harus rawat inap di sini beberapa hari… sampai kondisinya benar-benar stabil…

Vina mengangguk dan terlihat lebih tenang.

DOKTER
            Silakan…

Dokter tersenyum dan pergi. Vina tanpa menoleh ke Arya lagi langsung menghambur ke ruang VIP ICCU. Arya memandang heran dan mengintip dari kaca di pintu.
Ian terbaring lemah dengan selang tranfusi. Vina tampak sedih memandanginya. Ian menoleh melihat kedatangan Vina dan meraih tangan Vina mendekat lalu memeluknya.
Tubuh Arya mengeras dan tegang. Tak percaya dengan yang dilihat.

ARYA
            Vina? Laki-laki itu?(nada tak percaya)

Arya mundur dengan gamang dan segera meninggalkan rumah sakit dengan marah.

CUT TO
Theme song 21-Wahai Kau Cinta-Radja
Suasana di kamar rumah sakit. Vina menunggui dan merawat Ian.
Flash Back – Kedekatan Vina dan Ian

CUT TO
Commercial break

3. INT: MOBIL ARYA.MALAM
ARYA

Theme song 22-Kepastian Yang ku tunggu - Gigi
Arya memacu mobilnya cepat di jalan bebas hambatan. Suasana sepi.
CU       jam mobil menunjukkan 01.20

Flash back

Arya menelepon dari mobil.

ARYA
            Jadi Ibu belum pulang? (geram)
            Ya.. ya..

Arya menutup ponsel dengan kesal dan membantingnya ke bangku disampingnya.

CUT TO

Saat Vina dan Ian berpelukan di ruang ICCU.

CUT BACK TO

Arya menggeram marah dan memukul setir.

ARYA(dalam hati)
          Vina.. Vina… Vina… Aku ngga menyangka kamu menduakan aku… teganya kamu…
            Setelah sekian lama… (diam sejenak)

Flashback

Arya dan Vina bercanda di kontrakan Vina

CUT TO

Saat Arya memukul Vina. Vina memandang Arya dan pandangan sangat terluka.
CUT TO

Saat Susan dan Vina memandang Arya menuntut penjelasan. Dan Vina berlari pergi dari rumah.

CUT BACK TO
Mobil melambat dan Arya terlihat lesu dan sedih.

ARYA(dalam hati)
Egoisnya aku ini…  aku sendiri sudah menduakan dia, dan sekarang aku juga tinggal serumah dengan perempuan lain… yang bahkan mungkin sekarang sedang melahirkan anakku… (menghela napas)
Aku bahkan ngga menahannya ketika dia pergi. Aku ngga segera mencarinya.(termangu)
            Ternyata sesakit ini rasanya di dua kan? (tertawa sedih)
            Kamu mau membalas perbuatanku Vin? Kamu mau balas dendam?(diam sejenak)
            Kalau itu bisa menghilangkan sakit hatimu padaku…
            Kalau itu bisa mengurangi amarahmu…

Arya menggeleng pasrah dan sedih.

LS        Mobil Arya berjalan pelan di jalanan yang sepi.
Suara Arya :
Aku akan menunggumu Vin.. kamu harus kembali padaku…

CUT TO
Langit malam berubah menjadi pagi
End theme song

CUT TO

4. EXT: TAMAN.SIANG
VINARA, OPIE, FIGURAN

Vina dan Opie berjalan menyusuri taman. Mereka tampak berbincang serius.

OPIE
            (menghela napas) Maaf in aku Vin… aku jadi merasa bersalah sama kamu..

Vina memandang heran.

VINARA
            Kenapa Pi? Apa hubungannya masalah ini sama kamu…

OPIE
Yah … waktu itu, secara ngga langsung … waktu Arya masih sangat nyebelin.. (merengut) aku sering mendorong kamu untuk membuka hati pada Ian…
Aku pikir, kamu dan Arya.. pasti akan bercerai… (diam memandang Vina tak enak)
Dan Ian.. baik banget dan kelihatannya sayang banget sama Selma… aku pikir…

Vina tersenyum menggeleng.

VINARA
Bukan salah kamu kok Pi… walau kamu maksa-maksa aku seperti apa pun kalau memang aku nya sendiri ngga mau kamu ngga bisa apa-apa kan?

OPIE
Maksud kamu? Kamu memang cinta sama Ian?

VINARA
(menghela napas) Aku ngga tahu Pi… apa aku memang suka dan cinta sama Ian, seperti aku mencintai Arya…

Keduanya terdiam dan terus berjalan pelan.
Mereka menghampiri sebuah pohon dan duduk dibawahnya yang teduh.
Sesekali Vina dan Opie memandangi beberapa anak yang bermain di taman, dan orang yang ada di taman itu.

VINARA
Kadang aku merasa, mungkin aku Cuma kasihan karena semua ceritanya dan kesepiannya. Walaupun Ian selama ini kelihatan tegar, galak… (tersenyum) tapi sebenarnya, dia itu rapuh dan manja banget…

VINARA
Aku ngerasa sangat dibutuhin sama dia. Ian selalu tergantung sama aku.. kadang sampai ngerasa dia sebawel dan serewel Selma (tertawa kecil bersama Opie)
Ian datang saat aku bener-bener sedih dan butuh seseorang. Saat Arya, yang selama ini jadi satu-satunya pegangan dalam hidup aku… hilang begitu aja…

Opie mengelus bahu Vina dengan tatapan prihatin.

VINARA
Sekarang aku jadi merasa jahaaattt banget sama Ian.. aku merasa sudah memanfaatkan Ian untuk kepentingan aku… karena sampai sekarang, aku tetap ngga bisa ngelupain Arya…
Apalagi sampai ada kejadian hari itu…

OPIE
Oh iya.. terus gimana kondisinya sekarang setelah keluar dari rumah sakit…
Apa udah baikan?

VINARA
Ya begitulah… hb nya masih agak rendah… tapi bisa dijaga dengan minum suplemen dan makan makanan yang bergizi… tranfusinya aja sampai berapa botol tuh…
Aku bener-bener ngga nyangka Ian akan senekat itu…

OPIE
Terus… hubungan kamu dan Ian?

VINARA
Ya itu yang jadi masalah.. karena kejadian itu.. semuanya jadi ngambang lagi..
Aku ngga tega Pi.. kamu ngga lihat seperti apa Ian waktu itu.. aku takut dia akan nekat lagi… aku ngga mau terjadi sesuatu yang buruk sama dia…

Opie menghela napas bingung. Vina memandang ke orang-orang yang bermain di taman.

OPIE
            Tapi mau sampai berapa lama Vin? Kamu harus secepatnya ambil keputusan…
Vina menoleh dan menatap Opie dengan risau.

CUT TO

5. INT: RUMAH ERIN.MALAM
ERIN, PIERE, DANI, IAN, CINDY, FIGURAN

Semua sedang duduk dan makan malam bersama. Pelayan melayani mereka.

ERIN
Sering-seringlah kalian mampir ke sini (memandang Dani dan Ian), sudah lama rasanya kita ngga makan sama-sama seperti ini…

PIERE
Iya.. ayo ambil lah ini (mengambil piring berisi ayam panggang dan menyodorkan ke Ian) kenapa makanmu sedikit sekali malam ini…

Ian tersenyum tertahan dan menerima piring lalu mengambil sepotong kecil ayam panggang.

ERIN
            Bukannya itu ayam kesukaan kamu? Kamu ngga lagi diet kan (tersenyum)

Dani tertawa dan mengambil piring lauk lalu dan mengambil beberapa potong ke piringnya.

DANI
            Ian bukan lagi diet tante.. tapi jaim… (tertawa)

Semua tertawa lepas, kecuali Ian hanya sedikit tertawa kecil.
Cindy melirik dan memandang dengan sekilas sedih.

Flash back

Saat makan malam bersama dulu.
Ian terlihat bersemangat dan penuh canda, ceria dan rakus.

CUT BACK TO
CINDY(dalam hati)
            Was it that hurt Ian?

Erin memandang sekilas ke Ian yang sedang makan, pergelangannya yang bekas disayat masih diperban. Erin menghela napas dan meletakkan sendoknya lalu memandang Ian serius.

ERIN
            Bagaimana kondisimu sekarang Ian?

Semua memandang ke Erin dengan pandangan bertanya-tanya kenapa Erin berubah serius.

ERIN
Maksud Aunty… kalau kondisi kamu sudah lebih baik… Aunty rasa, sudah saatnya kita membicarakan tentang masa depan kamu... dan Cindy tentunya?

Erin memandang ke Cindy lalu ke Ian lagi. Ian diam dan menunggu.

ERIN
Aunty harap, kamu dan Cindy bisa segera menikah dalam beberapa bulan ini. (melipat tangan di meja)
Semestinya ini bukan keputusan yang terburu-buru, karena kalian sudah bertunangan bertahun-tahun kan?

Semua terkejut. Ian menoleh memandang Cindy dan tak mampu berkata apa-apa.

CINDY
            Mom…(berusaha menyela)

ERIN
Dua bulan lagi adalah hari ulang tahun perusahaan… Aunty rasa ini adalah saat yang tepat untuk meresmikan pernikahan kalian…Bagaimana?

PIERE
(ragu) Ya memang… sebenernya dua bulan cukup.. tapi… (memandang Ian dan Cindy ragu)

Ian diam menunduk bingung. Dani terlihat gelisah.
Cindy juga tampak bingung.

CUT TO
Commercial Break

6. INT: RUMAH ERIN.MALAM
ERIN, PIERE, DANI, IAN, CINDY, FIGURAN

Semua tampak tegang memandang Cindy dan Ian.
Cindy dengan gelisah memainkan tangannya.

ERIN
            Bagaimana menurut kalian?

Cindy dan Ian berpandangan. Ian terlihat apatis.
Cindy menoleh ke Piere lalu memandang Erin lekat.

CINDY
            I have something to say Mom… (lirih)

Erin memandang Cindy dengan perhatian.

ERIN
Ada apa Sayang? Apa kamu rasa dua bulan terlalu dekat? (menghela napas dan tersenyum) Jangan khawatir, kita bisa sewa the best even organizer or something to deal with it and..

Cindy menggeleng dan memajukan badannya ke Erin.

CINDY(memotong)
No Mom.. not that.. (menoleh ke Ian yang tampak menunduk lesu di sebelahnya lalu memandang Piere yang menggeleng kepala pasrah)
Sorry.. but i… I can’t marry Ian Mom… (pelan)

Erin memandang Cindy sebentar dengan ekspresi heran. Dani memandang tegang. Piere hanya menggelengkan kepala. Ian tampak terkejut dan memandang Cindy heran.

ERIN
            Kenapa? Bukannya…

CINDY(memotong)
            No Mom.. (menggeleng)
            Aku nggak bisa menikah dengan Ian… (tersenyum sedih memandang Ian)
            Maaf kalau kami belum memberitahu Mommy sebelumnya… (memandang Piere)
Tapi sebenarnya kami sudah cukup lama memutuskan untuk tidak meneruskan lagi pertunangan ini.

Erin terlihat bingung dan memandang ke Piere menuntut penjelasan.

ERIN
            Piere… kamu sudah tahu hal ini? (heran)

Piere mengangkat bahu dengan wajah tak senang dan mengangkat tangan menyerah.
Dani juga terlihat heran.

CINDY
            Sorry Mom… (menahan tangis) But.. (tak mampu meneruskan dan berdiri)
            I just can’t… (lirih dan menangis)

ERIN
            Cindy??

Cindy berlari ke kamarnya. Ian tertunduk. Erin memandang sekilas ke Ian dan segera menyusul Cindy.

CUT TO

7. INT: KAMAR CINDY.MALAM
ERIN,CINDY

Cindy berlari masuk ke kamarnya dan menjatuhkan diri di ranjang sambil menangis. Sebentar kemudian datang Erin menyusul dan dengan wajah prihatin mendekat dan duduk di dekatnya.
Erin mengelus rambut Cindy.

ERIN
            Kenapa Sayang? Kenapa menangis?

Cindy memeluk guling dan duduk menghadap Ibunya.

ERIN
Bukankah selama ini kamu selalu berharap dapat segera menikah dengan Ian? (diam sejenak) Apa kalian putus karena Mommy? (Cindy diam saja)
Maafkan Mommy.. selama ini kalau Mommy diam saja dengan kelakuan Ian.. bukannya karena Mommy membela dia atau tidak menyetujui pernikahan itu, tapi Mommy hanya berharap Ian dapat berubah dan Ian sendiri yang akan berinisiatif memilih kamu. (menghela napas)
Mommy tahu, Ian selama ini tidak pernah menolak apa-pun permintaan Mommy… kapan pun Mommy minta dia menikahi kamu, dia tak akan menolak…
Tapi…

CINDY
Cindy tahu Mom… Mommy nggak perlu lagi memaksa Ian menikah dengan Cindy… (lirih-terisak) Cindy sudah menyerah…

ERIN
Cindy…. (diam sejenak berpikir)
Kalau kamu begitu mencintai Ian kenapa kamu menyerah? Mungkin setelah kalian menikah, Ian akan mencintai kamu?

CINDY
Ngga Mom… (memandang tajam) Ian ngga akan pernah bisa mencintai Cindy. Karena Ian sudah mencintai orang lain (menangis)

Erin terdiam dan menunduk tampak sangat sedih. Cindy menahan tangis dan memandang Erin.

CINDY
Seperti Mommy… (Erin mengangkat wajah) Mommy ngga pernah bisa mencintai Daddy kan?

Erin terkejut memandang Cindy yang menatapnya dengan pandangan terluka.

CINDY
            Cindy tahu Mom… (memandang ke arah lain)

ERIN
            Apa?

CINDY
            Semula… (Cindy berdiri dan berjalan ke jendela menatap keluar)
Cindy memang tetap ingin mempertahankan Ian apa pun caranya. Daddy  dan Dani banyak membantu aku untuk mendekati Ian…
Tapi, beberapa waktu lalu, aku melihat perubahan yang sangat besar pada Ian.. Aku semakin yakin kalau Ian benar-benar sudah jatuh cinta pada perempuan itu, dari cara Ian menatapnya, cara bicaranya… (tersenyum sambil menangis) semua juga bisa melihatnya kan?

Erin memandang Cindy dengan kening berkerut.

CINDY
Beberapa hari lalu sewaktu Ian memutuskan pertunangan kami… sebenarnya aku sudah ngga ingin hidup lagi…

Erin berdiri mendekati Cindy dan mengelus bahunya sedih.

CINDY
            Waktu itu, aku membuka-buka semua catatan, diary dan foto-foto lama…

Cindy berjalan ke laci dan mengambil sebuah foto lalu memberikan foto itu pada Erin.
CINDY
            Dan aku menemukan ini…

CU       Foto Cindy kecil bersama Neneknya
Erin terkejut dan bingung.

ERIN
            Eyang?

Cindy tersenyum. Tangisnya sudah berhenti. Cindy mengambil foto itu dan tersenyum sambil mengusap sisa air matanya.

CINDY
            Dulu kan Eyang paling dekat sama Cindy… Mommy lupa?

Cindy dan Erin duduk kembali di ranjang sambil memandangi foto.

ERIN
            Iya sayang… sebelum Eyang meninggal… kamu memang paling dekat sama dia.

CINDY
Sebenernya… (diam sejenak) Ada sesuatu yang Eyang katakan sebelum Eyang meninggal… pesan untuk Mommy

Erin memandang Cindy terkejut.

CINDY
Karena waktu itu Cindy masih kecil… Cindy ngga terlalu tahu apa maksudnya.. dan karena Cindy terlalu sedih kehilangan Eyang.. ngga sadar Cindy lupa untuk menyampaikannya sama Mommy… sampai hari itu…

Erin memandang penasaran.

ERIN
            Itukan sudah bertahun-tahun yang lalu Sayang? (diam sejenak menahan tangis)
            Eyang… berpesan sesuatu untuk Mommy?

CINDY
Eyang bilang… (mulai menangis) Eyang minta maaf… Eyang minta maaf telah merenggut kebahagiaan Mommy

Erin dan Cindy menangis. Erin mengambil foto ditangan Cindy dan memandanginya lekat.

CINDY
Eyang pernah cerita, kalau Eyang tidak menyetujui hubungan Mommy dengan seorang laki-laki, karena Eyang sudah memilihkan Daddy untuk Mommy…
Karena Mommy tak bisa menolak… akhirnya Mommy menikah dengan Daddy… tapi sejak hari pernikahan itu.. kata Eyang.. Mommy tak pernah seperti dulu lagi…
Mommy selalu murung dan melarikan kesedihan Mommy dengan bekerja, bahkan Mommy hampir tak pernah lagi bicara pada Eyang…

Erin menangis tersedu memeluk foto ke dadanya erat.

CINDY
Juga sesudah melahirkan aku… Mommy juga tetap tak bisa sepenuhnya kembali seperti Mommy yang dulu.. ceria, dan penyayang…
Eyang merasa sangat bersalah, dan itu yang membuat Eyang paling sayang sama aku..  benar begitu kan Mom?

Erin memandang Cindy sedih dan mengusap air matanya.

ERIN
Ngga sepenuhnya bener Sayang.. Mommy memang marah sama Eyang, tapi Mommy ngga pernah membencinya… apalagi kamu (mengelus pipi Cindy) You are always be my angel… (diam sejenak)

Cindy dan Erin berpelukan sebentar.

CINDY
Itu sebabnya kan Mommy ngga pernah memaksa Ian untuk menikahi Cindy sebelumnya? Karena Mommy membenci perjodohan?

ERIN
        Mommy ngga membenci perjodohan Sayang.. hanya saja sesuatu yang dipaksakan…
Hanya akan menyiksa kedua belah pihak… tidak hanya Ian yang akan menderita, tapi juga kamu…

CINDY
Itu juga yang Cindy pikirkan Mom… Cindy tidak mau jadi beban untuk Ian (mulai hampir menangis lagi)

Erin terdiam dan berpikir.

ERIN
            Tapi… (diam sedih) Mommy sudah berjanji untuk menjaga Ian baik-baik…
            Sekarang semuanya sudah diluar kendali… (memandang Cindy)
Apalagi Mommy kira kamu sungguh-sungguh mencintainya… Mommy pikir, Ian akan bahagia bersama kamu….
Seperti Mommy dan Daddy,(diam sejenak) walau semula Mommy memang tidak mencintai Daddy… tapi dengan berjalannya waktu, Mommy tetap menghormati dan menyayanginya…

Cindy menggeleng lalu meletakkan kepalanya dibahu Erin. Erin diam menghela napas pasrah dan mengelus kepala Cindy.

CINDY
Cindy ngga mau hanya disayangi dan di hormati… dan Cindy juga sudah ngga sanggup lagi menunggu…

ERIN
            Ya sudah lah… kita lihat saja nanti… (pasrah)

LS        Erin dan Cindy berpelukan.

CUT TO

8. INT: MOBIL IAN.MALAM
IAN, DANI

Dani menyetir mobil Ian. Ian duduk di bangku depan. Kepalanya disandarkan lemah, matanya terpejam.

DANI
            Kalian putus? Kenapa ngga ada yang kasi tahu gua?

Ian diam saja dan memandang ke luar jendela.

DANI
Gua tahu ini masa depan lo… dan gua ngga berhak ikut campur urusan lo, semua elo sendiri yang bisa nentuin…
Cuma gua harap, lo bisa memilih keputusan yang tepat.. dan jangan hanya berdasar perasaan lo aja… (memandang serius)
Pikir itu Yan… jangan sampe lo nyesel di tengah jalan…

Ian tampak sedih menatap jalanan malam yang sepi.
Dani kembali menatap  ke depan.
Mobil melaju kencang di jalan yang sepi.

CUT TO
Commercial Break

9. EXT: KAFE F2.PAGI
ARYA, VINARA

Vinara menunggu gelisah di depan pintu. Sebentar kemudian mobil Arya muncul dan di parkir tak jauh dari situ. Arya turun dan menuju ke pintu, sambil memandang heran ke Vina yang gelisah menunggunya.

ARYA
            Vina? Tumben? Ada apa pagi-pagi…

VINARA
Aku… aku mau bicara sama kamu… apa kamu ada waktu sebentar? Kalau bisa .. jangan disini..

Arya mengangguk dan berjalan beriringan dengan Vina menuju mobilnya.

CUT TO

10. EXT: TAMAN.PAGI
ARYA, VINARA

Vina dan Arya duduk di bangku taman yang masih sepi.

ARYA
            Ada apa Vin.. (diam sejenak tegang) Seperti nya penting?

Vina terlihat gugup.

VINARA
            Oh.. anu… (gelisah)
VINARA(dalam hati)
Aduh aku mesti mulai dari mana ya? Sepertinya Arya kok ngga ingat sama kejadian di rumah sakit itu… dia ngga kelihatan marah… atau jangan-jangan dia sudah ngga peduli sama aku… padahal waktu itu aku ngga sadar udah ninggalin dia begitu aja.. waktu aku keluar dia sudah ngga ada…

Arya menatapnya menunggu.

ARYA
            Ada apa Vin? Kamu kelihatannya bingung banget?
ARYA(dalam hati)
Duh.. pasti karena kejadian hari itu.. (gelisah) Apa Vina akan bilang kalau dia lebih memilih playboy sialan itu… hari itu mereka kelihatan akrab banget… dan Vina juga kelihatan sedih banget karena dia terluka, kelihatannya nangisnya jauh lebih sedih dari pada waktu Susan datang ke rumah hari itu…

Vina ganti menatap Arya seperti berusaha membaca pikirannya. Dan Arya kelihatan gugup karena bingung.

VINARA/ARYA
            Aku.. (berbarengan)

ARYA
            (tersenyum) Kamu duluan deh…

VINARA
            Ehm.. ngga apa.. kamu duluan … (gugup)

Arya dan Vina kembali diam salah tingkah.

ARYA
            Apa.. apa kamu ingin membahas kejadian di rumah sakit hari itu? (hati-hati)

Vina menoleh ragu.

VINARA
Sorry.. waktu itu.. (menatap Arya sedih) waktu itu aku panik banget dan.. ketika aku sadar dan keluar lagi, kamunya sudah ngga ada…

ARYA
Oh.. eh ya.. soalnya waktu itu.. waktu itu aku.. aku ada urusan penting.. jadi… (gugup)

VINARA
Oh.. (diam sejenak)
Sebenernya.. (menghela napas) Aku ngga tahu Yak mesti mulai dari mana… tapi.. (menatap memohon) kamu mesti percaya sama aku, aku ngga ada apa-apa sama dia.. (saling tatap) Kamu ngga marah kan?

ARYA(dalam hati)
(tersenyum) Ha? Aku pikir…

VINARA
Aku tahu aku salah.. (memandang ke taman) aku sendiri ngga tahu kalau semua jadi begini.. fade out…

LS        Vina menjelaskan dan bercerita pada Arya.

CUT TO

Arya tampak cemburu dan dengan gelisah menggosok telapak tangannya.

ARYA
         Kamu ngga tahu kalau waktu itu aku juga panik.. aku kira kamu yang luka atau Selma

VINARA
Sorry aku… (menunduk sedih) Aku ngga nyangka dia akan ngelakuin hal itu karena aku…

Arya melirik Vina yang tampak sedih dan Arya tersenyum lalu menyenggol bahu Vina dengan bahunya.

ARYA
            Yang penting.. kamu ngga akan ngelakuin hal itu karena dia kan?

Vina menoleh heran dan melihat senyum Arya.

ARYA
            (menghela napas) Tadinya.. aku sempet sebel juga sih sama kamu…
Tapi.. aku ngga salahin kamu kok.. itu bukan salah kamu sepenuhnya.. sedikit banyak semua ini karena kesalahan aku juga…
Setelah semuanya yang terjadi diantara kita.. aku (menoleh ke Vina) semakin sadar, kalau kamu memang satu-satunya yang paling aku butuhin dalam hidup aku…
Aku tahu aku banyak membuat kamu sedih, dan aku sungguh menyesal Vin.. aku harap kamu mau memberi kesempatan. (memohon)
Aku berharap banyak.. kalau hubungan kita bisa kembali lagi seperti dulu…

Arya dan Vina bertatapan sejenak dan tersenyum.
Arya merangkul bahu Vina sambil menatap ke taman.

ARYA
            (menoleh mendadak) Kamu mau aku bicara sama laki-laki itu?

VINARA
            Oh ngga usah Yak.. (cepat-Arya heran)
Bukan apa-apa, hanya… menurutku lebih baik kalau aku sendiri yang menyelesaikannya. Aku akan coba bicara lagi sama dia…

Arya mengangguk dan menghela napas.

ARYA
            Dia sudah keluar dari rumah sakit kan?

VINARA
            Oh sudah… dua hari yang lalu…

Arya mengangguk angguk. Vina terdiam sejenak dan seperti teringat sesuatu.

VINARA
            Oh ya? Kamu waktu itu…. Kok pagi-pagi ada di rumah sakit?

ARYA
            O ya, jadi lupa.. (tersenyum) Susan melahirkan..

Vina terkejut dan gelisah terlihat kesal.

VINARA
            Oh ya… (pura-pura tersenyum) Selamat ya? Laki-laki atau perempuan?

Arya tersenyum melihat ekspresi Vina.

ARYA
            Perempuan… Kenapa?

VINARA
            Oh.. ngga .. ngga papa kok.. ehm Cuma..

ARYA
Tadinya aku mau ke rumah sakit sendiri hari ini… tapi karena ada kamu… bagaimana kalau kamu nemenin aku?

VINARA
Aku? Nemenin kamu? Mau apa ke rumah sakit? Mengantar dia kontrol atau?

ARYA
Ehm.. (tertawa kecil)..sebenernya tadi pagi sebelum aku sampai ke kantor, aku menerima telepon yang sangaaatt penting dari rumah sakit…

Vina memandang heran.

ARYA
Dan tadinya memang aku hanya mau mampir sebentar aja ke kantor dan langsung ke rumah sakit, tapi karena ketemu sama kamu aku jadi hampir aja lupa..(senyum)

VINARA
Ada apa sih? Kok kayanya kamu hepi banget? (kesal) Mau jemput anak itu keluar  dari rumah sakit?

ARYA
(tertawa) Sesuatu.. yang akan merubah wajah kamu yang cemberut ini (mencubit pipi Vina) jadi tersenyum…

VINARA
Iih.. apa-an sih?(menepis tangan Arya yang menggodanya)

ARYA
Aku sudah tahu hasil tes DNA-nya… (tersenyum lebar) Dan kita akan kesana untuk melihat sendiri hasilnya…

Vina terkejut dan memandang Arya tak percaya.
Arya tampak sangat bersemangat dan senang.

ARYA
            Dan… aku rasa.. besok jadi berangkat ke rumah Ibu kan? (tersenyum)

Vina memandang bingung dan tersenyum ragu.

CUT TO

11. EXT/INT: PERKEBUNAN/RUMAH ORTU ARYA.PAGI
ARYA, VINARA, SELMA, IBU PRODJO, PAK PRODJO, FIGURAN
Theme song 8 img: Berikan Aku Cinta by Ungu

Depan rumah Ortu.Arya.Pagi : Mobil Arya mendekat. Bu Prodjo dan beberapa saudara sudah menunggu di teras depan. Mobil berhenti, Arya, Vina, Selma turun. Bu Prodjo berlari menyambut. Pak Prodjo keluar dari dalam rumah sambil tersenyum.
CUT TO
INT.Rumah Ortu.Arya.Siang : Selma bermain bersama sepupunya anak Prie, Vina dan Arya tampak mesra, Bu Prodjo dan Pak Prodjo tampak sanga senang.
CUT TO
INT.Panggung Show Ian.Malam : Ian sedang tur show, menyanyi, shooting dan di kelilingi banyak penggemar
CUT TO
INT.Rumah Ortu.Arya.Malam : Pak dan Bu Prodjo bermain bersama Selma, sesaat kemudian memandang ke teras, tampak Vina dan Arya sedang mesra memandang langit malam di teras rumah
CUT TO
EXT.Balkon Hotel-Ian. Malam : Ian duduk sendirian termenung dan berusaha menelepon Vina, tak dapat dihubungi, Ian tampak sedih dan gelisah
CUT TO
EXT.Perkebunan teh.Sore : Vina dan Arya berjalan berdua di pematang seperti waktu pertama mereka datang dulu. Vina dan Arya berpelukan menatap matahari sore.

End Theme song 8

CUT TO
Commercial break

13. EXT/INT: RUMAH NAIA.PAGI
NAIA, BASKORO, SUSAN, RAKA, FIGURAN

Baskoro dan Naia sedang makan di ruang makan. Dari jendela tampak taksi mendekat dan berhenti di depan pintu. Naia sudah selesai makan dan memandang keluar.

NAIA
            Siapa ya pagi-pagi? Sepertinya ada taksi deh?

Samar-samar terlihat Susan menggendong bayi dan menggandeng Raka menuruni taksi.
Baskoro mencoba melihat keluar dan sangat terkejut.

NAIA
            Coba aku lihat..

Naia berdiri hendak keluar. Baskoro cepat berdiri menghalangi.

BASKORO
            Eh.. biar aku aja.. (menahan Naia)

Naia berhenti dan memandang Baskoro heran.

BASKORO
            Bukannya kamu mau ganti baju, tadi katanya buru-buru ke kantor? (tersenyum)
            Biar aku yang lihat siapa yang datang? Okey? (mencium pipi Naia)

Naia mengangguk.

NAIA
            Ya udah, kalau gitu aku ke kamar dulu…

Naia tersenyum dan berjalan ke dalam kamarnya, Naia sempat menoleh sekali dan memandang ke depan dengan kening berkerut.
Baskoro memandang sampai Naia masuk ke dalam kamar dan cepat-cepat keluar.

Intercut

Susan dan anak-anaknya masih berdiri diluar pagar, berusaha menarik koper besar dari dalam taksi. Sopir taksi berusaha membantunya. Baskoro berlari dengan wajah kesal keluar.

BASKORO
            Heh..heh..apa-apaan ini (setengah berbisik)

Sesekali Baskoro menoleh ke dalam takut ketahuan.
Susan berhenti menyeret koper dan dengan wajah masam memandang Baskoro, lalu mengulurkan bayi dalam gendongannya ke Baskoro. Baskoro mendorong menolak.

BASKORO
            Apa-apa an sih kamu? Cari mati? (teriak tertahan sambil menoleh takut)

SUSAN
Kamu ini bagaimana sih… aku kan sudah bilang sejak aku di rumah sakit… aku harus keluar dari rumah Arya… Tes DNA nya sudah keluar dan sudah pasti aku tahu kalau negatif…
Masih untung Arya memberi aku waktu untuk membereskan barang dan tidak langsung mengusirku ke jalan..

BASKORO
Ya tapi… kenapa kesini?

SUSAN
Lalu aku mesti kemana? Kamu ngga juga ngasi jawaban. Di cari juga susah…
Kamu mau tunggu aku di tangkap polisi? (panik kesal)
Arya sudah bilang, kalau sepulangnya dia dari rumah Ibu ternyata aku ngga juga keluar dari rumah itu, dia ngga akan segan-segan lagi melaporkan ku ke polisi, bahkan dia sudah siapkan anak buahnya berjaga-jaga di rumahnya selama aku membereskan barang, dan memastikan aku ngga bisa membawa barang apa-pun selain bajuku dari rumah…

Baskoro tampak kalut.

SUSAN
            Gimana dong? Anak-anak kan juga perlu makan dan tempat tinggal..

Baskoro panik dan terus menoleh kerumah ketakutan.
Sekilas terlihat Naia dari balik jendela melihat keluar, sudah rapi dan siap keluar.

CU       Wajah Panik Baskoro memandang ke Susan dan anak-anaknya lalu memandang ke arah rumah

Naia berjalan –slow motion- hendak keluar.

CUT TO



END EPS.21



Credit Title
THEME SONG 4

No comments:

Post a Comment