Tuesday, March 6, 2012

Benang Merah - skenario eps.28


Eps.28

1. EXT: RUMAH EMAK. PAGI
IAN, ABIDIN, VINARA, EMAK

Ian dan Abi saling berpandangan tak suka. Vina berlari mendekat. Emak terlihat memandang ekspresi Ian dan Abi tak enak hati.

VINARA
            Ian? Tumben pagi-pagi?

EMAK
            Dapet Vin gudegnya? (mencoba mengalihkan perhatian)

VINARA
            Ada nih Mak.. sebentar aku bawa masuk dulu ya…

EMAK
Sudah sudah.. sini biar Emak aja yang bawa masuk.. (tersenyum dan mengambil plastik dari tangan Vina dan Abi)

Emak bergegas masuk. Ian diam saja dan membuang muka tak memandang Abi yang berdiri di dekatnya. Vina merasa tak enak melihat mereka saling diam.

ABIDIN
            Ya udah Vin, aku pulang dulu ya.. mesti ke pabrik dulu… pamitin sama Emak ya

VINARA
            Okey.. thanks ya Bi…

Abi tersenyum dan melambai lalu berlari menjauh.
Ian memandang kepergian Abi dengan kesal. Vina meliriknya.

IAN
            Apa-apa an sih kamu? Pagi-pagi buta udah kencan sama orang

VINARA
Aku kan Cuma mau beli gudeg

IAN
Kamu kan bisa ajak aku, kenapa mesti pergi sama dia

VINARA
Kamu kan biasanya bangun siang Tuan Besar

IAN
Siapa bilang aku biasa bangun siang.. nah ini .. dari tadi aku udah nongkrong nungguin kamu di sini…

Vina tersenyum dan mendekat ke samping Ian.

VINARA
            Ya Sorry deh.. aku kan ngga tahu kamu mau dateng..

IAN
O jadi kalau kamu ngga tahu aku mau dateng terus kamu bisa pergi se enaknya sama cowok lain gitu..

Vina terdiam dan gelisah.

VINARA(dalam hati)
Apa Ian cemburu sama Abi? Gimana nih?
Apa aku perlu meyakinkan dia kalau aku dan Abi ngga ada hubungan apa-apa? Tapi apa perlu aku menjelaskan sama dia, toh hubunganku sama Ian sendiri belum jelas arahnya ke mana? Dan Ian ngga pernah bilang apa-apa lagi sejak kembali ke Jakarta. Jangan-jangan Ian memang hanya mau berteman saja, aku ngga boleh terlalu banyak berharap… (gelisah)

Ian menoleh menyadari Vina terdiam dan terlihat berpikir murung.

IAN(dalam hati)
Wah.. jangan-jangan dia marah, aku tadi ngomong apa ya? Aku pasti salah ngomong apa nih.. wah dasar mulut ember ngga bisa apa ngomong yang manis-manis aja…

Ian terlihat gelisah dan merasa bersalah.

IAN
            Hei… hei… (pelan sambil ragu-ragu menyodok Vina dengan sikunya)

Vinara terkejut dari lamunannya.

IAN
            Aku kasar ya? Kamu marah ya? Aku salah ngomong ya? (gugup)
            jangan marah ya.. please (nada manja) Sorry deh…

VINARA
Siapa yang marah.. (tersenyum)

IAN
(tersenyum lega) Bener nih.. kamu ngga marah nih Yank..

Vina tertawa kecil. Ian kembali merengut.

IAN
            Kalau gitu aku lanjutin lagi deh .. aku masih kesel sama kamu..

VINARA
            Ih apaan sih kamu (memukul gemas) kamu ini manja banget deh kaya anak kecil

IAN
            Biarin.

VINARA
Aku pikir kemarin pas ketemu kamu di Jakarta.. wah kamu sudah tambah dewasa nih, lebih tenang, lebih matang.. eh ngga taunya.. ternyata kemarin kamu Cuma ja-im aja

IAN
Eh enak aja ngatain Jaim jaim… (berusaha merangkul Vina gemas) sini kamu..

Vina tertawa dan berlari ke dalam menghindari Ian yang berusaha menangkapnya.

VINARA
            Ngga.. aku laper mau makan.. (berteriak sambil lari ke dalam tertawa)

Ian berlari ke dalam mengejarnya.

CUT TO

2. INT: RUMAH EMAK. MALAM
EMAK, VINARA, SELMA, SELYNE

Vina tampak merapikan koper dan barang-barangnya. Selma dan Selyne sudah tidur. Emak merapikan selimut mereka dan duduk dekat Vina.

EMAK
Kamu sudah putuskan benar-benar Nak? Mau tetap di Jakarta.

Vina menutup koper dan duduk di sebelah Emak.

VINARA
Iya Mak… aku akan coba lagi cari kerja di Jakarta

EMAK
Bukannya kamu bilang kamu sudah banyak melamar pekerjaan ke sana ke mari dan belum ada yang di terima

VINARA
Ya iya sih Mak… tapi kita ngga boleh putus asa kan? Lagian tiap hari iklan lowongan kerja banyak banget kok.. mungkin dulu aku terlalu pilih-pilih.. sekarang Vina pikir…
Vina akan kerjakan apa aja.. yang penting dapet kerjaan dulu.. akan aku usahakan cari yang dekat sama rumah jadi bisa tetap memperhatikan anak-anak setiap waktu

EMAK
            (tersenyum) Apa benar itu alasan nya? Bukan karena yang lain?

VINARA
            Maksud Emak?

EMAK
            Mak tahu… Ian itu laki-laki yang baik dan sangaattt menyayangi kamu..

Vina terkesiap dan tersenyum malu.

EMAK
Walaupun kamu ngga cerita sama Emak, tapi Emak bisa merasakan kalau kalian ini cocok.. (tersenyum) Emak sudah lama ngga melihat senyum kamu begitu bahagia.. sampai Ian datang ke kota ini… (Vina menghela napas) Emak doa kan semoga kalian bisa bahagia ya…

Vina memeluk Emak.

CUT TO

3. EXT: MAKAM PAPA VINARA.PAGI
VINARA, IAN, SELMA, SELYNE, PENGASUH, FIGURAN

Semua berkumpul dekat sebuah makam dan berdoa di sisinya. Selma dan Selyne tampak memperhatikan sekitar dengan tak konsentrasi. Di kejauhan ada seorang pembersih makam sedang memotong rumput yang ada di sekitar sana.

VINARA(dalam hati)
Papa.. hari ini aku akan pulang ke Jakarta.. aku minta doa dari Papa, semoga aku bisa melewati semua masalah ku… (menghela napas)
Maaf kan Vina Papa.. kalau Vina ngga bisa setegar Papa mencintai Mama.. (sedih)
Kalau memang Tuhan menghendaki kami bersama.. (melirik Ian yang khusuk berdoa)
Berilah restu Papa pada kami.. mudahkanlah jalan bagi kami, berikan petunjukmu supaya kami bisa mengetahui nya….

IAN(dalam hati)
Saya memang belum pernah bertemu dengan Paman.. (memandang ke nisan) Tapi Vina sangat mengagumi dan menghormati Paman… Hari ini saya memohon restu Paman, saya sangat mencintai Vina sepenuh hati saya, dan saya bersumpah akan selalu menjaganya.. (Ian mengangkat wajah dan berpandangan dengan Vina)

Mereka menaburkan bunga. Selma dan Selyne ikut menaburkan bunga di sana.
CUT TO

4. EXT/INT: JALANAN/BIS MALAM. MALAM
IAN, VINARA, SELMA, SELYNE, PENGASUH, FIGURAN

Establish Terminal Bis malam.
Bis malam berjalan pelan meninggalkan terminal.
CUT TO

Vina dan Pengasuh duduk bersisian, Selyne terbaring di pangkuan. Ian duduk bersebelahan dengan Selma di seberang mereka.

IAN
            (mencondongkan badan ke Vina di seberang kanan-nya)
            Kenapa sih kamu lebih memilih naik Bis gini.. kenapa ngga mau naik pesawat aja..

VINARA(dalam hati)
            Liburan gini naik pesawat mahal tau.. (tersenyum)

VINARA
            Ngga apa kan sekalian di nikmati jalan-jalannya..

Ian mengernyitkan kening dan memandang ke sekeliling bis malam dan mencoba menyamankan duduknya. Vina tersenyum dan memandang ke jalanan.

VINARA(dalam hati)
Kalau kamu memang bener-bener mau mencoba bersama aku, kamu harus belajar hidup seperti aku juga Yan.. setidaknya kamu pernah mencobanya…

Bis berjalan cepat menembus gelap malam.

CUT TO
Commercial Break

ARYA
            Aku ambil barang dulu ya…

Vina mengangguk dan membawa Selma masuk.
Arya kembali mobil dan mengambil koper dan barang-barang dari bagasi dan membawanya masuk.

CUT TO
Commercial Break

5. INT: KANTOR ABI. SIANG
ABIDIN, NOLA

Abi tampak sibuk dengan sms-nya. Nola masuk pelan dan Abi tak menyadarinya. Nola segera merebut ponsel Abi dan membacanya.
CU       layar ponsel :
            Hai Vin.. lagi ngapain?

Abi merebut ponsel kembali dengan kesal, Nola menjerit marah.

ABIDIN
Apa-apaan sih kamu La? Ngga tahu sopan santun ya.. ngga bisa menghargai privacy orang lain?

NOLA
Privacy? Jadi perselingkuhan itu kamu bilang privacy.. gitu!!

ABIDIN
            Eh.. kamu kalo ngomong yang bener ya, jangan sembarangan!!

NOLA
Lihat… lihat aja sendiri… sekarang kamu itu kasar banget sama aku… padahal sebelumnya kamu ngga pernah memperlakukan aku seperti ini…

Abi diam menggeleng dan menghela napas seperti akan menyampaikan sesuatu.

ABIDIN
Sorry La.. aku sudah pikirin.. tapi sepertinya (diam sejenak dan berbalik lalu duduk membelakangi Nola) hubungan kita ini sebuah kesalahan besar

NOLA
            Apa? Apa maksud kamu!!

Nola berjalan ke depan Abi dengan marah.

            ABIDIN
Selama ini aku memang berusaha untuk bisa menerima kamu apa adanya.. tapi (menghela napas) kita ini ngga cocok… ada banyak hal yang … yahh .. ngga cocok lah pokoknya

NOLA
Ngga cocok? Selama ini ya? (mendengus kesal) Kenapa baru sekarang kamu merasa ngga cocok? Heh?! Begitu kamu masih mau bilang kalau ini ngga ada hubungannya sama janda tengik itu

ABIDIN
            Heh jangan ngawur ya!! (berdiri marah)

Nola menangis marah dan berjalan keluar sambil mengomel.

NOLA
            Denger ya aku ngga akan pernah biarin janda itu merebut kamu begitu aja…

Nola keluar ruangan dan membanting pintu. Abi menghela napas kesal dan menjatuhkan diri di kursi nya dengan lemas.

ABIDIN
Vin?! Kenapa kamu harus kembali dalam hidup aku, justru saat aku akan mencoba melupakan kamu… (diam sejenak)
Ngga aku ngga akan melepaskan kamu begitu aja seperti dulu.. ini kesempatan yang Tuhan berikan padaku.. aku akan berusaha mendapatkan kamu kembali…

Abi mengepalkan tangan dan tampak berpikir serius.

ABIDIN
            Aku harus bicara serius sama kamu.. Aku akan menyusul kamu ke Jakarta..

CUT TO

6. INT. MOBIL VINARA. SORE
VINARA, FIGURAN

Vina duduk menyetir dengan lesu. Wajahnya terlihat sedih. Vina melirik ke map yang ada di bangku sebelahnya.

VINARA(dalam hati)
Aduh aku mesti daftar kemana lagi ya? Sudah puluhan surat lamaran yang aku kirimkan. Cuma beberapa yang di panggil, dan semuanya belum ada yang di terima.

Flash back
Vina duduk berhadapan dengan seorang pewawancara kerja.
Bapak itu terlihat memeriksa berkas Vina.

FIGURAN
Sebenarnya semua data dan pengalaman kamu bagus.. tapi (menutup map) kami lebih mencari fresh graduate yang bisa kami arahkan.

VINARA
Maaf Pak, saya sangat membutuhkan pekerjaan ini, saya tidak keberatan dengan berapa pun gajinya dan saya akan bekerja sebaik mungkin untuk keuntungan perusahaan ini, saya sangat berterimakasih jika Bapak bisa memberi saya kesempatan

FIGURAN
Maaf Bu.. saya tahu Ibu pasti bisa bekerja dengan baik. Masalahnya kami adalah fast growing company dan kami membutuhkan pekerja full time yang bisa bekerja fully for this company, kami akan sering lembur dan mungkin juga berminggu-minggu tugas di luar kota, dan kami juga tidak mentolerir karyawan kami dalam mengambil ijin dan cuti diluar ketentuan pekerjaan.. (menghela napas)
Saya tidak ada maksud mendiskriminasi Ibu, tapi saya sendiri juga punya istri dan seorang anak, dan saya tahu sendiri bagaimana repotnya mengurus anak-anak yang masih kecil… (tersenyum bijak)
Ibu mungkin akan kesulitan menbagi waktu nantinya, Maaf..

Vina menghela napas dan mengangguk sedih.
CUT BACK TO

Vina mengusap wajahnya dan menjalankan mobilnya pelan memasuki kawasan perumahannya.

Flashback
Seorang Ibu berdiri bercakap dengan Vina di depan  teras rumah Vina.

FIGURAN(ibu)
Maaf ya Jeng Vina, saya tahu batas kontrak rumah ini masih 2 bulan lagi, tapi saya perlu kepastian nya sekarang… karena sudah banyak orang yang mau memakai rumah ini (menunjuk rumah)
Rumah ini kan bagus dan harganya murah dibanding rumah lain di sekitar sini..
Cuma 15 juta setahunnya, murah kan? (Vina menelan ludah)
Jadi kalau memang Jeng Vina mau memperpanjang kontraknya, mohon segera beritahu saya, dan seperti kontrak sebelumnya minimal pembayarannya bisa 2tahun di muka ya, jadi cukup 30 juta saja…

Vina terlihat bingung berpikir.

FIGURAN(ibu)
Ini juga saya ngga naik kan harga sewa nya untuk Jeng lho… saya sudah kenal dengan keluarga almarhum Pak Arya lama, saya juga tahu berat buat Jeng sekarang tinggal seorang diri dan masih mengurus anak-anak.. padahal sebenarnya pasaran harga di sini setahunnya sudah 20 juta.. jadi saya sudah discount 10 juta untuk Jeng 2tahun depan.. bagaimana..

VINARA
Eh iya saya tahu Bu, saya juga berterimakasih keluarga Ibu sudah banyak membantu kami.. tapi (bingung) apa bisa Bu saya minta waktu sedikit lagi untuk memutuskan…

FIGURAN(ibu)
Wah tapi ya jangan lama-lama Jeng.. soalnya yang mau rumah ini banyak… harganya aja sebenarnya lebih tinggi dari Jeng kasi ke saya… (terlihat sebal)

VINARA
            Iya BU pasti, secepatnya saya akan kabari Ibu… (menghela napas berat)

Ibu berbalik dan pergi meninggalkan Vina yang tampak bingung berdiri sendirian.
CUT BACK TO

Vina menatap jalanan dengan sedih.

VINARA
30juta.. dari mana aku bisa dapat uang sebanyak itu.. tabungan ku aja tinggal sekitar 3 atau 4 juta, paling hanya cukup untuk membayar sekolah Selma dan biaya hidup  2 bulan lagi.. Semua uang yang keluar dari asuransi atas nama Arya, sudah habis dipakai untuk melunasi biaya rumah sakit selama satu bulan Arya di rawat…
Aku juga ngga mau menyusahkan Kak Nai atau Bapak dan Ibu, karena mereka punya kesulitan dan masalah sendiri… Sedangkan aku…
Tidak ada satu kantorpun yang mau menerima aku bekerja,lalu aku mesti bagaimana..

Mobil Vina sampai ke dekat taman dan Vina melihat mobil Ian terparkir di sana.
Vina melambatkan mobilnya dan berhenti dekat taman. Vina membuka jendela dan melihat Ian sedang bermain bersama Selyne dan Selma.

CUT TO

6. EXT. TAMAN KECIL. SORE
IAN, VINARA, SELMA, SELYNE, FIGURAN

Vina menutup kaca dan turun dari mobilnya. Vina berjalan pelan menghela napas dan tersenyum menutupi perasaannya seolah tak ada apa-apa.

SELMA - SELYNE
            Mama…

Selma dan Selyne menghambur dan mencium Vina yang baru datang. Ian datang berlari terengah sambil membawa bola.

VINARA
            Habis ngapain sih pada keringetan gitu

Anak-anak tertawa gembira. Ian berpura-pura mengelus dadanya kelelahan.

SELYNE
            Main bola…

SELMA
            Ma mau main lagi ya..

Vina mengangguk tersenyum, Ian melempar bola ke Selma yang segera menangkapnya dan berlari. Selyne mengejar. Pengasuh tampak berjalan pelan mengikuti mereka.
Vina berjalan pelan menuju bangku, Ian mengikuti.

IAN
            Pulang kerja ya?

VINARA
            Oh.. (terkejut) Eh iya…

Ian dan Vina duduk.

IAN
Sekarang kamu kerja dimana sih?

Vina tampak bingung menjawab apa, gelisah.

VINARA
Oh ya.. kamu udah dari tadi ya? (mengalihkan pembicaraan)

IAN
Ya lumayan lah… belum terlalu lama juga..

VINARA
Baru bentar kok udah keringetan gitu? (tersenyum) Ketahuan tuh ngga pernah olah raga kan?

IAN
(tertawa) Iya sih.. akhir-akhir ini aku ngga sempat ke Gym lagi…
Tapi ngga papa kan, gini juga sama aja sama olah raga…

Vina dan Ian tertawa.

IAN
Eh.. kamis depan kamu ada acara ngga?

VINARA
Ehm, belum sih.. emang ada apa?

IAN
Aunty dan Om Piere mau ngadain pesta ulang tahun perkawinan mereka yang ke 25tahun. Aku pengen ajak kamu ke sana. (memandang Vina dengan tatapan memohon) Gimana? Bisa ngga?

VINARA
Ehm.. gimana ya? (ragu)

IAN
Ayolah Yank… kupikir ini kesempatan yang baik.. aku pengen ajak kamu ketemu dengan teman-teman dan saudara-saudara aku… please…

VINARA
Tapi.. (ragu)

IAN
Ayolah bentar aja kok… sekali aja kita titip Sus jaga anak-anak bentar.. aku akan usahakan kita pulang lebih cepat jadi kamu ngga kemaleman.. okey?
Oh come on… please…

Vina akhirnya tersenyum melihat Ian terus memohon. Vina mengangguk.

IAN
            Yes!! (sambil tersenyum gembira)

Ian kembali memandang ke anak-anak bermain.

IAN
            Aku ke sana dulu ya..

Ian menepuk paha Vina dan berlari mendekati anak-anak. Vina tersenyum memandangi mereka bermain.
Sejenak Vina lupa dengan perasaan galaunya.

CUT TO
Commercial break

7. INT. RUMAH VINARA. SORE
VINARA, PENGASUH, SELMA, SELYNE, DARIUS, FIGURAN

Vina baru selesai mandi dan mengeringkan rambut dengan handuk. Anak-anak asyik menonton kartun sambil makan sore.

VINARA
Sayang, malam ini mama mau pergi sebentar sama Uncle ya.. kalian ngga boleh nakal lho

SELMA dan SELYNE
            Iya Ma.. (tetap memandang ke TV)

Pintu depan di ketuk. Vina menoleh dan berjalan ke depan.

VINARA
Siapa ya? Masa Ian sih? Kan baru jam segini, katanya acaranya malam..

Pintu di buka. Pak Darius berdiri hormat di depan pintu. Sebuah mobil sedan mewah menunggu di depan pintu.

DARIUS
            Selamat sore Non Vina..

VINARA
            Pak Darius? Kok.. (heran)

DARIUS
Maaf Non… Tuan masih ada urusan di kantor, jadi saya diperintahkan untuk menjemput Non Vina lebih dulu..

Vina terkejut dan memandangi dirinya yang belum siap.

VINARA
Aduh Pak.. Maaf, saya kira acaranya malam, jadi saya belum siap.. (bingung) gimana kalau Bapak tunggu sebentar saya ganti baju dulu.. (gugup-mengusap rambutnya yang masih setengah kering)

DARIUS
Ya acaranya memang malam kok Non.. ini saya diperintahkan untuk mengantar Non Vina mempersiapkan diri sebelumnya, pakaian dan make up nya sudah kami siapkan

VINARA
            Apa?

DARIUS
            Silakan…

VINARA
            Oh baiklah kalau begitu.. saya taruh ini dulu ya Pak (mengangkat handuknya)

Darius menunduk hormat.

CUT TO

8. INT. BEAUTY CENTER. SORE/MALAM
VINARA, IAN, FIGURAN

Seorang penata rambut sedang merapikan rambut Vina yang panjang sehingga tampak halus tergerai dengan indah. Sang penata rambut tampak puas memandangi hasilnya.
Seorang lagi make up artis terkenal yang telah membantu merubah penampilan Vina sehingga tampak sangat cantik dan elegan. Beda sekali dengan penampilannya sehari-hari yang tanpa make up.

FIGURAN A
Kamu ini ngga pernah dandan ya Say? Kulit kamu halus banget deh (memandangi Vina) Nah cantik kan.. tuh Say coba lihat deh…

Vina menatap tak percaya ke kaca. Penampilannya sangat berbeda.

VINARA
            Wah.. kalian ini punya tangan ajaib ya.. aku kok jadi beda banget…

Penata rambut dan make up artis tampak puas tersenyum.

FIGURAN B
Ngga lah Say.. kalau emang sudah cantik ya tetep cantik.. apalagi di dandanin ya tambah makin cantik dong..

VINARA
Duh.. kamu ini kalo muji.. aku jadi grogi nih.. (tertawa)

Seorang figuran datang membawa tiga bungkus kardus cantik dan memberikan pada Vina.

FIGURAN C
            Nah ini.. sekarang ganti baju dan nanti tinggal lengkapi sama accesoriesnya…

Vina membuka kotak dan tampak terpesona. Sebuah kotak berisi tas hitam indah, sebuah kotak kecil lain berisi kalung dan anting bohemian yang cantik, dan kotak terakhir berisi gaun pesta panjang yang anggun.
Vina berdiri dan mematut di kaca terpesona.

VINARA(dalam hati)
Aduh bagus-bagus banget.. pasti mahal… (menelan ludah) aku ngga akan mampu bayar semua ini, mungkin semua tabungan ku pun ngga akan cukup…
Ian .. mestinya kamu ngga harus memberikan semua ini…

Sang penata baju mencolek Vina yang masih termenung.

FIGURAN C
            Ayo Say.. kok malah bengong sih.. sini aku bantu ganti bajunya

Figuran C mendorong Vina ke salah satu sudut ruang.

VINARA
            Oh yaya.. (tersenyum malu)

CUT TO

Ian memasuki ruangan beauty center dengan jas rapi dan terlihat sangat keren. Figuran berdiri memandangnya sambil tersenyum-senyum. Ian memandang mereka dan mencari-cari Vina yang tak kelihatan.

IAN
            Lho? Mana nih bidadari nya? Belum selesai?

Figuran tersenyum.

FIGURAN A
            Sebentar ya Pangeran.. aku panggilin dulu.. (menggoda)
            Say… sini dong Say… (melambai ke balik tembok)

Ian memandang dengan tegang.
Vinara muncul dengan sangat cantik.
CU       Dari atas ke bawah penampilan Vina yang sangat memukau
Ian terpesona dan tersenyum sangat senang.
Vina terlihat gugup dan tak nyaman.

VINARA
            Kenapa? Aku aneh ya?(bisik ke Ian)

FIGURAN
            Ih aneh gimana sih.. ngga lihat tuh iler-nya aja ampe netes gitu (menunjuk Ian)

Semua tertawa.

IAN
            Iya deh Putri cantik…  kita berangkat sekarang…

Ian mengulurkan tangannya. Vina menyambutnya sambil tersenyum dan mereka bergandengan pergi.

VINARA
            Makasih ya.. (menoleh ke figuran dan tersenyum manis0

Ian membukakan pintu dan Vina keluar.

CUT TO

9. INT. PESTA ERIN. MALAM
IAN, VINARA, ERIN, PIERE, DANI, CINDY, FIGURAN

Suasana pesta yang meriah dan elegan. Tamu-tamu berpakaian indah dan tampak sangat mewah. Semua tamu sepertinya dari kalangan atas. Mereka tampak menikmati pesta.
Ian dan Vina datang berdua. Ian terus menggandeng Vin seakan tak mau melepasnya lagi. Beberapa pasang mata tampak memandangi mereka dengan ingin tahu.
Di sudut lain tampak Erin dan Piere sedang bersama dengan beberapa tamu. Ian menggandeng Vina mendekati mereka.
LS        Ian dan Vina menyalami Erin dan Piere. Semula Erin dan Piere terlihat terkejut, tapi lalu mereka menyambut Vina dan tampak berbincang akrab.
Di sudut lain lagi, Dani dan Cindy juga sedang bercakap dengan beberapa tamu. Cindy yang melihat kedatangan Ian terlebih dahulu dan terlihat terkejut.

CINDY
Dan.. (menyikut) itu bukannya Ian? Siapa perempuan itu Dan? Sepertinya aku pernah lihat deh..

Dani mencari-cari sebentar dan melihat mereka.

DANI
            Yang mana?

           CINDY
Pantesan Ian kok semanget banget akhir-akhir ini… ternyata dia ada cewek baru

DANI
Bukannya itu Vina? (heran)

CINDY
Oh ya?

Vina dan Ian melihat Cindy dan Dani. Ian melambai dan menggandeng Vina mendekati mereka.

CUT TO

Di sudut lain, dekat kolam renang di luar ruangan ada beberapa tamu pengusaha muda yang berkumpul bersama.

FIGURAN 1
Eh lihat… Ian bawa siapa lagi tuh.. kelihatannya boleh juga…

Teman-teman menoleh dan melihat ke Ian dan Vina yang sedang bercakap dengan Cindy dan Dani. Mereka terlihat akrab.
Teman-teman Ian tertawa.

CUT BACK TO

Erin melambai memanggil Cindy dari jauh.

CINDY
Eh.. sorry ya.. duty calls.. (tertawa) Aku kesana dulu ya Vin.. make your self at home okey? (ramah)

Dani tersenyum dan mengikuti Cindy menjauh. Ian dan Vina berjalan pelan mendekati temat minuman. Vina menghela napas.

IAN
            Kenapa Yank? Kok kelihatannya tegang banget sih?

VINARA
            Iya.. ngga biasa aja aku pesta begini… (tersenyum)

Beberapa perempuan muda cantik menghampiri Ian dan mulai heboh menyapa nya. Beberapa tampak menggandeng dan merangkul Ian dam juga mereka memberi salam dengan mencium pipi Ian akrab. Vina di dorong ke pinggir dan menghela napas memandang mereka. Ian terlihat sungkan pada Vina. Tapi perempuan-perempuan itu tetap cuek.

CU       Wajah gelisah Vina
CU       Ian terlihat canggung

CUT TO
Commercial break

CUT BACK TO
9. INT. PESTA ERIN. MALAM
IAN, VINARA, ERIN, PIERE, DANI, CINDY, FIGURAN

Ian masih dalam kerumunan wanita cantik yang sangat manja padanya.

FIGURAN A
Aduh Honey.. lama banget sih kamu ngga pernah kelihatan.. pulang ke indo kok ngga hubungin kita sih..

FIGURAN B
          Iya kita udah kangen nih.. kapan kita jalan bareng.. eh di kemang ada club baru lho

FIGURAN C
Iya nih Prince, tuh anak-anak juga udah pada nanyain kamu lho.. (menunjuk ke beberapa pengusaha muda tadi yang duduk dekat kolam)

Ian memandang ke teman clubing nya, mereka tampak melambai ke Ian. Ian tersenyum dan balas melambai.

IAN
Sorry aku kesana dulu ya… (menyelinap keluar dari kerumunan cewek, lalu mengerling ke Vina memberi tanda)

Vina mengangguk dan tersenyum. Ian berjalan mendekati kolam.

CUT TO

Teman-teman Ian di kolam tertawa dan saling ber-tos dengan Ian.

IAN
Hii Pal!!

FIGURAN 1
            Wah.. akhirnya kamu muncul juga ya.. bawa siapa tuh (melirik Vina) mangsa baru?

Ian dan yang lain tertawa.

FIGURAN 2
            Tumben nih selera lo agak beda.. sejak kapan lo napsu sama stw – stw

Ian dan yang lain kembali tertawa.

CUT BACK TO

Teman perempuan Ian tadi memandangi Ian yang tertawa di kolam. Lalu mereka menatap Vina yang dengan canggung mengambil minuman sambil sesekali memandangi Ian.
Mereka saling memberi kode dan mendekati Vina lalu memandanginya dari atas ke bawah.

FIGURAN A
            Hai.. cewek Ian yang baru ya? (memandangi Vina dan memegang bajunya)

FIGURAN B
            Selera kamu boleh juga.. siapa punya? (menunjuk bajunya)

VINARA
            Eh ini.. (menatap pakaiannya bingung)

FIGURAN B
            Iya.. maksud aku rancangan siapa? Armani? Chanel? Or..?

FIGURAN A
            Eh.. kalau ini (menunjuk naju Figuran B) kamu beli di orchad ya?

FIGURAN B
            Iya.. how do youn know that?

FIGURAN A
            Iya aku tahu, tokonya yang dekat ujung jalan yang deket tiffany’s kan?

Vina hanya memandangi mereka bingung.
Figuran C dari tadi tampak memperhatikan wajah Vina.

FIGURAN C
            Eh.. Dandanan kamu bagus juga, tadi make up kemana?

Vina terlihat bingung. Dan teman-teman Ian dengan bawel  saling memamerkan riasan.

FIGURAN A
            Iya nih (menunjuk rambutnya yang ikal) digital wave nya … Chandra nih…

FIGURAN C
Eh iya baru sadar kalau kamu ganti model.. bukannya baru minggu lalu kamu make over?

FIGURAN A
Iya yang kemarin kan kurang memuaskan gitu, jadi sekarang di benerin sendiri sama dia.. makanya aku dapet discount, dari harga yang kemarin 3juta 750 ribu, sekarang tinggal nambah 2juta 500 aja.. murah kan?(nada biasa-tidak menyombongkan diri)

Vina tersenyum kaku dan mengangguk angguk.

FIGURAN B
Iya… Fani ini punya kenalan banyak salon terkenal, kamu join aja ama club kita, nanti kita bisa spa bareng atau shoping… ya kan.. (mengajak Vina) Minggu depan kita ma ke S’pore lho.. lagi Big Sale… (tertawa)

Vina mengangguk angguk bingung.

FIGURAN C
Eh lihat.. tuh kayanya Charlote deh… (menunjuk seorang perempuan cantik lain yang baru memasuki ruang)

FIGURAN B
            Oh ya Charlote… (tertawa senang) Eh kita kesana yuk..

FIGURAN C
            Ayo kamu ikutan… tadi siapa nama kamu..

VINARA
            Oh.. saya? Saya Vina.. terimakasih, saya di sini aja deh…

FIGURAN A
            Ya udah kalau gitu kita duluan ya…

Mereka dengan heboh berlari kecil dan menghampiri Charlote yang tampak sama ramainya.
Vina tersenyum dan menghela napas.

VINARA(dalam hati)
            Gila? Ngomongin singapore kok hapal banget sampe kaya ke mangga dua aja…

Vina memandang ke luar. Ian dan teman-temannya tampak serius. Vina berjalan mendekat ke jendela.

CUT TO

Ian dan teman-temannya sedang duduk sambil berbicara sepertinya serius.

FIGURAN 2
Elo ngga salah Yan? Selama ini kan kita sering jalan bareng.. dan gua tahu banget kalau selera lo ngga kaya begini…

FIGURAN 1
Tapi lumayan juga, kalo tambah di lihat tambah manis kali… (tertawa)

Ian hanya menggeleng dan menenggak minumannya.

FIGURAN 2
            Gua denger-denger dia janda ya? Ada anak 2 lagi… jangan main-main lo Yan..

IAN
            Ah apa-an sih lo.. (tertawa)

FIGURAN 3
Eh bener tuh Yan… pamali godain janda.. dosanya gedhe… nglepasnya susah lagi (tertawa) maunya nempel terus kaya perangko…

FIGURAN 1
Emangnya bener lo mau serius sama dia?

Ian tertawa dan kembali meneguk minumannya gugup.

IAN
            Ah nggak lah… kita lihat aja dulu… baru juga kenal.. (tersenyum)

CUT BACK TO

Vina tertegun di balik jendela.
CU       Wajah Vina terlihat shock
            Gelas minuman terlepas dari tangan

Vina terkesiap dan dengan bingung berjongkok merapikan pecahan kaca. Beberapa pelayan datang dan membantu membereskan.

FIGURAN (PELAYAN)
            Ngga apa Ibu.. biar kami yang bersihkan..

Vina terkejut masih terlihat tak konsentrasi dan tak sengaja melukai tangannya.

FIGURAN (PELAYAN)
            Aduh Ibu.. tangannya berdarah.. sebaiknya di obati dulu.. mari..

VINARA
            Oh.. ngga ngga usah ngga papa.. saya juga sudah mau pulang kok…

Vina mengambil tisue dan menutupi lukanya. Lalu berdiri dengan gamang.
Piere dan Cindy melihat keributan dan mendekati.

ERIN
            Ada apa ini?

VINARA
Maaf.. (sangat sedih dan tampak sangat menyesal) Maaf saya ngga sengaja sudah memecahkan.. (menunjuk pecahan gelas yang dibawa pergi pelayan)

ERIN
            Oh ngga papa Sayang… (melihat ke tangan Vina) Tangan kamu? Are you okey?

VINARA
Ngga papa kok Tante.. terimakasih ya saya sudah di undang ke mari, saya mau permisi dulu..

PIERE
Kenapa buru-buru.. mana Ian?

VINARA
Ngga papa Om, Tante, saya bisa pulang sendiri kok…
Maaf kalau saya membuat kekacauan di sini… sekali lagi terimakasih, permisi

Vina bergegas keluar dari ruangan pesta. Erin dan Piere terlihat heran.
CUT TO
Ian menoleh ke dalam ruangan dan melihat Vina yang bergerak menjauh ke luar. Ian bertatapan pandang dengan Erin dan Piere.

IAN
            Eh, bentar, gua cabut dulu ya…

Ian berdiri dan beranjak masuk dan melihat beberapa pelayan masih merapikan sisa pecahan gelas tadi dan memandang Erin dan Piere heran.

IAN
            Aunty? Ada apa?

Piere mengangkat bahu. Ian melihat ke arah Vina keluar, tapi sudah tak terlihat.

ERIN
Kenapa Vina pulang duluan? Kamu ngga antar dia Yan?

IAN
            Apa? Vina pulang duluan?

ERIN
Iya.. sepertinya tadi dia ngga sengaja memecahkan gelas.. padahal Aunty sudah bilang ngga papa, tapi kayanya dia merasa bersalah banget dan cepat-cepat pamit pulang..

Ian terkesiap.

IAN(dalam hati)
            Aduh.. jangan-jangan Vina dengar pembicaraan aku tadi..

ERIN
            Padahal tangannya terluka lho kena pecahan gelas.. tapi dia..

Erin berhenti bicara karena Ian sudah melesat keluar menyusul Vina. Erin dan Piere hanya menggeleng-geleng sambil menghela napas.

CUT TO

10. EXT. JALANAN. MALAM
IAN, VINARA

Vina bergegas keluar rumah Erin dan mengangguk pada satpam dan beberapa sopir pengantar yang ada di sana. Mereka tampak memandangi Vina heran.
Setelah Vina cukup jauh dari mobil-mobil yang di parkir, Vina mempercepat langkahnya dan setengah berlari menuju jalan raya. Air mata mulai menetes dan Vina berhenti berlari di jalanan yang sepi.

VINARA
Dengar sendiri kan? Ian hanya menganggap aku teman baik.. ngga ada yang serius.. kenapa aku begitu banyak berharap kalau Ian akan kembali mencintai aku seperti dulu.. apa ngga lihat bagaimana sikapnya pada gadis-gadis itu… sama manisnya seperti yang biasa dia lakukan sama aku.. ngga ada bedanya?
Bedanya, kalau mereka itu orang-orang kaya dan gadis-gadis muda yang cantik.. sedangkan aku, hanya janda miskin dengan dua orang anak kecil… (terisak) Kenapa aku ngga ngaca dulu sebelumnya… (memandang ke pakaiannya yang indah)
Walau seperti apa pun Ian mendadani aku supaya terlihat seperti mereka… aku tetap ngga akan bisa seperti mereka… (semakin tersedu)

Vina berjalan pelan dengan lesu.

VINARA
Mungkin Ian memang pernah mencintai aku sepenuh hati.. tapi aku sendiri yang sudah menolaknya waktu itu, aku sudah memilih Arya… kenapa aku mau menjilat ludah ku sendiri dan mengkhianati cinta Arya… (menghela napas)
Apa kamu marah Yak? (memandang ke langit) Kamu pasti kecewa sama aku… (tersedu)

Vina mengusap air matanya sambil terus berjalan. Vina memandang luka kecil di tangannya, darah tampak keluar sedikit-sedikit.
Dari kejauhan Ian terlihat berlari mengejar.

IAN
            Sayang… tunggu Sayang… (teriak)

Vina menoleh dan segera menghapus air matanya berusaha menutupi.

IAN
            Ada apa Sayang kenapa pulang? Kenapa ngga panggil aku?

Vina menghela napas dan tersenyum di paksakan.

VINARA
            Ngga papa kok.. aku rasa sudah malam..

IAN
Ya tapi kan kamu bisa panggil aku (menyibak rambut Vina dan melihat bekas air mata) Kenapa? Kamu nangis ya? Kenapa? (panik)

Ian menggamit kedua tangan Vina dan melihat lukanya.

IAN
            Aduh kenapa ngga diobatin dulu yank, nanti bisa infeksi .. ayo..

Ian menarik Vina kembali ke rumahnya. Dan Vina menepiskan tangan Ian. Ian terkejut.

VINARA
Ngga usah.. aku bisa pulang sendiri… terimakasih sudah mengajak aku ke sini… (memandang ke pakaiannnya) Gaunnya aku laundry dulu, dan perhiasannya.. nanti sekalian aku kembalikan..

IAN
Apa? Buat apa kamu kembalikan? Itu kan punya kamu..

VINARA
Jangan.. ini terlalu mahal, kamu sudah terlalu sering memberi aku dan anak-anak hadiah..

IAN(memotong)
Sayang.. kamu ini kenapa sih? Kenapa mendadak begini?

Vina menunduk.

IAN(dalam hati)
Wah kacau.. pasti tadi Vina dengar ucapan aku.. uh.. dasar kenapa juga tadi aku ngomong kaya gitu tentang dia..

VINARA
Ngga papa kok Yan.. kamu balik aja, kan pestanya belum selesai, aku bisa pulang sendiri kok..

IAN
Sayang.. (memegang kedua lengan Vina dengan tatapan bersalah diam sejenak)
Aku.. aku sayang kamu…

CU       Vina terkejut
CU       Ian menatapnya serius

CUT TO
Commercial break

CUT BACK TO

10. EXT. JALANAN. MALAM
IAN, VINARA

Vina terpaku mendengar pernyataan Ian.

IAN
            Percayalah sama aku… aku bener-bener sayang sama kamu…

Vina tersenyum menggeleng dan melepas pegangan Ian.

VINARA
            Aku ngga papa kok Yan.. kamu ngga perlu kasihan sama aku…

IAN
            Ngga ngga kok yank.. beneran aku serius

VINARA
            Sudah lah Yan.. aku juga sudah dengar semuanya

Ian terhenyak dan menghela napas berat.

VINARA
            Aku tahu kok seperti apa posisi aku sekarang (tersenyum)
            Dan aku juga seneng banget kamu mau temenan ama aku dan anak-anak..
           
IAN
Ngga Sayang.. kamu salah.. apa pun yang sudah kamu denger (panik) itu ngga bener.. aku serius, aku memang serius sama kamu, dan hubungan kita.. (bingung)

VINARA
(menggeleng) Hubungan kita ngga mungkin Yan.. terlalu banyak perbedaan buat di paksakan?

IAN
Sayang… aku kan pernah bilang dulu kalau aku menerima kamu apa adanya, aku pasti menikahi kamu…

VINARA
(menggeleng) Kamu pasti ngga sadar kan dengan semua yang kamu ucapin barusan? Apa kamu pernah berpikir… kita itu beda banget…
Kamu ini.. seorang selebritis terkenal, pengusaha muda yang sukses dan kaya… sedangkan aku.. aku ini Cuma seorang janda dengan dua orang anak.. yang ngga punya apa-apa..

IAN
Sayang kok ngomong gitu sih..

VINARA
Kalau kamu memang serius dengan hubungan kita (diam sejenak)
Apa pernah kamu pikirin apa jadinya kalau aku dan kamu benar-benar menikah?
Apa kamu lupa omongan orang waktu di kota A dulu? Semua akan menggunjingkan kamu yang mendapat istri seorang janda…
Belum lagi masalah anak-anak… aku tahu kamu menyayangi mereka sekarang, tapi apa pernah terpikir mungkin jika memang aku menikah dengan kamu nanti dan memiliki anak lain, apa kamu akan tetap sayang sama mereka?

Ian terlihat bingung.

VINARA
Pernikahan itu ngga semudah yang kamu pikirin Yan.. dengan seorang istri yang memang sepadan sama kamu aja masih banyak kendalanya.. apalagi dengan orang seperti aku..

IAN
            Ya tapi..

VINARA
            Sudahlah Yan… aku ngga papa kok…

Sebuah taksi mendekat.

VINARA
            Aku pulang dulu ya…

Vina mencegat taksi kosong dan segera naik.
Ian terlihat bingung dan tak bisa mencegah kepergian Vina. Taksi berlalu semakin menjauh dan Ian berjalan lesu kembali ke rumah.

IAN
Apa yang sebenernya aku rasakan sama Vina? Kenapa aku mulai meragukan perasaan aku? Apa benar aku ngga mencintainya lagi sebesar dulu…
(menggeleng) Ngga mungkin… (memukul kepalanya sendiri)
Mana bisa aku berpikir seperti itu.. Vina selalu ada dalam pikiran aku, menjadi semangat dalam hidup aku.. Juga anak-anak itu, mereka sudah menjadi belahan jwa aku… (menggeleng sedih)
Bagaimana bisa aku ngelanjutin hidup ini tanpa mereka.. (menghela napas sedih)
Kenapa aku membiarkan dia pergi begitu aja?
Aku harus menyusulnya…

Ian mempercepat jalannya kembali ke rumah dan menuju ke mobilnya cepat-cepat.

CUT TO
11. EXT. DEPAN RUMAH VINARA. MALAM
VINARA, ABIDIN, FIGURAN

LS        Taksi berjalan pelan berhenti di depan rumah
Vina menghela napas sedih.

VINARA(dalam hati)
Ian bahkan ngga menahan aku pergi, dia juga ngga mengejar atau menyusul aku.
Ya sudah pastilah.. siapa sih aku ini, dibandingkan teman-teman perempuan Ian..
Mereka cantik, badannya bagus, kaya… (Seperti membayangkan)
Aku ini gendut (mengelus perutnya) sudah bekas di isi anak dua, mana bisa langsing dan seksi seperti mereka… (mengusap wajahnya) Aku juga jauh lebih tua.. kulitku sudah mulai kusam dan keriput mana bisa dibandingkan dengan mereka yang cantiknya seperti model…
Sudahlah… jangan terus berharap.. semuanya sudah jelaskan…
Sebelumnya aku sudah minta supaya di beri petunjuk atas hubungan ini.. dan sekarang semuanya sudah jelas… (lesu)
Ian memang bukan untuk aku.. kami memang ngga berjodoh(menghela napas)
Maaf in aku Yak.. memang semestinya aku ngga mengkhianati kamu

Sopir taksi menoleh menatap Vina.

SOPIR
            Maaf Mbak.. sudah sampai…

VINARA
(terkejut) Oh iya ya.. aduh.. maaf Pak..

Vina mengambil uang dari dalam tas dan membayar.

VINARA
            Terimakasih ya Pak.

Vina turun dari taksi dan memandang ke teras rumahnya. Seseorang tampak duduk menunggu di sana. Di meja tampak sudah terhidang segelas minuman.

VINARA
            Siapa ya kok tumben malam-malam (Vina memandang lebih jelas)

CU       Abi berdiri melihat kedatangan Vina dan tersenyum
Vina terkejut.

VINARA
            Hah? Abi?

CUT TO

12. INT. MOBIL IAN. MALAM
IAN, VINARA, ABIDIN

LS        Mobil Ian berjalan menembus malam
Ian tampak gelisah sambil menyetir dan merenung.

IAN
Tega banget aku, aku sudah menyakiti Vina lagi… Kenapa aku bisa terpancing dengan omongan temen-temen aku…
Seharusnya aku bersyukur, Vina sudah mau memaafkan dan membuka hatinya lagi padaku.. tapi aku malah menyia-nyiakan dia, dan secara ngga langsung aku sudah merendahkan dia..(menghela napas)

Ian memandang ke luar jendela dan menggeleng sedih.

IAN
Pasti Vina sakit hati sekali sama aku…
Tapi apa yang sudah aku lakukan.. baru aja Vina mengajukan beberapa pertanyaan soal perkawinan itu, aku sudah bingung sendiri… sampai aku tega membiarkan Vina pulang sendirian…

Ian memukulkan tangan ke setir karena kesal.

IAN
Padahal apa masalahnya, aku mencintai Vina setulusnya, aku ngga peduli apa kata orang tentang hubungan kami… dan aku juga ngga pernah mempermasalahkan soal status sosial kami… (menggeleng)
Apa lagi soal anak-anak.. Selma dan Selyne sudah menjadi bagian terbesar dalam hidup aku.. aku sangat menyayangi mereka.. dan aku yakin itu ngga akan pernah berubah… (diam sejenak)
Aku harus minta maaf sama Vina, aku harus menjelaskan semuanya
Dan meyakinkan dia kalau…

Ucapan Ian terhenti karena mobilnya sudah mendekat ke rumah Vina. Mobil berhenti agak jauh. Ian terpaku memandang ke teras rumah.

IAN
            Vina? Ngapain dia malam-malam di depan rumah?
            Siapa laki-laki itu? Kok bertamu malam-malam sih?(kesal)

LS        Vina dan Abi duduk di depan sambil bercakap-cakap
CU       Ian terkejut mengenali Abidin

IAN
            Sialan.. Abidin? (tak percaya) Kenapa dia bisa ada di sini?

LS        Vina dan Abi duduk bersama
CU       Wajah Ian cemburu dan marah


CUT TO


END EPS.28



Credit Title
THEME SONG 4

No comments:

Post a Comment