Eps.30
1. INT: KAMAR SELYNE/RS. SORE
VINARA, OPIE, SELYNE, FIGURAN
Vinara dan seorang figuran baru saja selesai membasuh Selyne. Perawat keluar mendorong perlengkapan mandi tadi. Opie datang dengan wajah gundah.
VINARA
Kenapa Pie? Kok lama banget? (memandang ke lengan Opie yang masih ada bekas donor) Tadi aku sempet tanya lagi ke laborat, katanya darah kamu ngga cocok.. kok ini (menunjuk lengan)
Opie terlihat bingung dan berusaha tersenyum.
OPIE
Oh ini (memegang lengan) tadi memang ngga cocok sama Selyne, tapi udah terlanjur nge tes, dan kebeneran aku juga sehat jadi ya sekalian nyumbang aja…
Vina mengangguk angguk. Selyne mengerjapkan mata. Opie menghampiri.
OPIE
Hallo Sayang cepet sembuh ya…
Vina tersenyum dan mengusap lengan Selyne yang di infus.
OPIE
Tadi aku ketemu dokternya Selyne.. (ragu)
Vina menoleh dan memandang Opie lalu menghela napas.
VINARA
Ohya? Dia baik kok… kelihatannya baik sama anak-anak, Selyne juga lebih cocok kaya nya sama dia dari pada sama dokter yang kemarin di dekat rumah..
OPIE(dalam hati)
Apa Vina tahu kalau dokter itu kekasih Ian?
Opie mengangguk angguk pura-pura tak tahu.
Vina tersenyum menghela napas.
VINARA
Kamu.. pasti ngga akan percaya kalau aku cerita..
OPIE
Oh ya? Ada apa?
VINARA
(tersenyum) Dokter Eva, dokternya Selyne yang ketemu kamu tadi..
OPIE
Iya? Ada apa?
VINARA
Sepertinya, kalau aku ngga salah lihat..
dia itu kekasih nya Ian yang pernah aku cerita in ke kamu
OPIE
Oh ya (pura-pura terkejut) kok bisa kebetulan banget sih..
VINARA
Aku juga ngga tahu, waktu pertama dia dateng aku Cuma mikir kayanya aku pernah ketemu deh sama orang ini, tapi ngga inget di mana, setelah aku pikir-pikir kayanya ngga salah deh.. dokter ini perempuan yang beberapa kali aku lihat jalan sama Ian…
OPIE
Oh gitu ya…
Seorang perawat mendekat mendorong makanan sore.
FIGURAN
Ayo anak-anak makan dulu ya biar cepat sembuh.
Vina dan Opie menoleh dan tersenyum memandangnya.
CUT TO
2. INT: MOBIL IAN.MALAM
IAN, EVA
Ian menyetir memandang jalan. Eva terlihat sedih memandangnya sekilas.
CU Bekas plester donor di lengan Ian
Flash back
Eva berjalan lunglai di koridor rumah sakit dan merenung sendiri.
EVA
Ya Tuhan apa yang harus kulakukan… apa aku harus menyelamatkan anak itu?
Tapi.. kalau aku menolongnya, (menghela napas) suatu saat anak itu pasti akan menjadi penghalang dalam hubunganku dengan Ian..
Eva menggeleng sedih dan bingung.
EVA
Apa sih yang aku pikirin.. aku ini kan dokter.. dan sesuai sumpah jabatan aku, aku harus menolong semuanya tanpa memandang siapa pun dia… (sedih)
Apalagi dia Cuma seorang anak balita yang sangat kecil dan lemah
CUT BACK TO
Ian menoleh dan memandang Eva yang melamun.
IAN
Kamu ini kenapa sih? Dari tadi kok bengong aja?
Eva terkejut dan tersenyum menggeleng.
IAN
Mikirin pasien-pasien kamu ya? Aku kan sudah bilang kalau kamu memang sibuk ngga papa, kita kan bisa pergi lain kali?
EVA
Oh ngga kok… aku Cuma ngga enak aja, aku bilang kamu tunggunya bentar ternyata malah sampai sore banget…
IAN
Ngga papa kok..itu kan memang profesi kamu.. aku malah senang tadi bisa ikut bantu dan mendonorkan darah di sana… (menghela napas) Ya semoga pasien kamu itu cepat sembuh ya.. (tersenyum)
Eva mengangguk lemah dan kembali memandang ke jalanan.
Flash back
Eva dan Opie duduk di taman rumah sakit.
OPIE
Terimakasih ya Dok…
EVA
Ngga papa Bu.. ini memang sudah tugas saya (berat) sekarang Ian sedang diambil darahnya, dan setelah itu kami masih butuh beberapa proses sterilisasi baru donornya bisa diberikan…
Opie mengangguk-angguk.
EVA
Maaf.. (ragu memandang Opie) Tapi kalau boleh saya tahu sebenarnya hubungan Ian dan Mama Selyne itu…Eh maksud saya Vina??
Opie menoleh dan menghela napas.
OPIE
Seharusnya saya tidak punya hak untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya, jadi, bukannya saya ngga mau cerita, hanya saja saya, Cuma bisa bilang, kalau mereka dulu memang punya hubungan yang sangat dekat..
Ian juga sangat dekat dengan anak-anak…
CUT BACK TO
Eva menoleh menatap Ian yang serius memandang ke jalanan.
Flash back
Eva dan Ian berdiri di gerbang sebuah taman hiburan.
EVA
Kamu ngapain ajak aku ke sini Yan?
IAN
(tersenyum)Kamu tahu nggak, tempat ini menyenangkan banget lho buat jalan-jalan…
EVA
Oya? (heran)
IAN
Di sini aku punya banyaaakk kenangan manis… (tersenyum senang)
EVA
Wah masa kecil kamu pasti bahagia dong.. (tertawa)
CUT BACK TO
Eva tersenyum getir dan menggeleng.
EVA(dalam hati)
Mana mungkin orang seperti kamu, pergi ke taman hiburan seperti itu, apalagi waktu kamu kecil, kamu lebih sering menghabiskan waktu kamu di luar negeri… (menghela napas)
Intercut
Terngiang suara Opie..
OPIE
Mereka sering main ke taman hiburan, makan es krim bareng…
CUT BACK TO
Eva memandang Ian lagi, Ian masih tetap memandang ke jalan.
Flash back
Ian dan Eva duduk di kedai es krim.
EVA
Wah.. pasti kenangan manis kamu di sini juga banyak ya (tertawa)
IAN
Iya.. (menarik segelas banana split) ini es krim kesukaan… (terdiam sejenak- Eva memandang heran) eh maksudku kesukaan aku..
CUT BACK TO
Eva menyandarkan kepala ke kursi sedih.
EVA(dalam hati)
Kamu memang selalu baik sama aku.. tapi ternyata kamu tetap ngga bisa melupakan mereka Yan? Sekarang aku baru sadar kalau kamu selalu membawa aku ke tempat-tempat yang penuh dengan kenangan kamu bersama mereka…
LS Mobil Ian berjalan pelan menembus malam.
CUT TO
Commercial break
Beberapa hari kemudian
3. INT: RUMAH KOST VINA. SORE
VINARA, SELMA, SELYNE, PENGASUH
Vina menggendong Selyne dan mereka duduk di ruang tengah yang sangat sederhana.
VINARA
Selyne.. kamu harus makan yang banyak dan minum susu yang banyak biar ngga gampang sakit lagi ya…
Selma memandang ke sekeliling dan duduk di dekat Vina.
SELMA
Mama? Emangnya kalau orang yang habis keluar dari rumah sakit itu harus pindah rumah ya Ma?
VINARA
(tertawa) Kenapa kok Selma bilang begitu?
SELMA
Dulu kan Selma pernah masuk rumah sakit juga tuh.. terus pulangnya kan Ma.. kita juga pindah rumah kan Ma? Nah terus sekarang kan ganti nih Selyne yang masuk rumah sakit, dan sekarang kita pindah rumah lagi kan Ma?
VINARA
(tersenyum) Ini ngga ada hubungannya sama kalian sakit sayang.. memang kebetulan aja kontrakan rumah kita sudah habis waktunya, jadi kita terpaksa harus pindah ke rumah yang baru… (menggapai Selma mendekat)
Makanya Selma yang rajin sekolahnya ya.. jangan lupa doain Mama, supaya Mama bisa dapat uang banyak, pekerjaannya lancar, nanti Mama akan tabung supaya bisa beli rumah untuk Selma dan Selyne, dan kita ngga akan pindah-pindah rumah lagi… gimana?
SELYNE
Iya Ma.. Selyne juga mau berdoa buat Mama…
Mereka berpelukan dan tersenyum bahagia. Pengasuh datang dan mendekat.
PENGASUH
Kalau begitu saya pulang dulu ya Bu…
SELMA
Lho Suster mau pulang ke mana? Apa Suster ngga tinggal sama Selma dan Selyne di sini?
VINARA
(menghela napas) Sayang Suster kan sekarang harus kerja…
PENGASUH
Iya Selma, Suster kalau sore sekarang bantu merawat Bu Haji yang di sana tuh (menunjuk) yang warungnya jual kerupuk, kan Bu Haji nya lagi sakit dan sudah sepuh, jadi kalau anak-anaknya Bu Haji sore sudah pulang ke rumahnya sendiri-sendiri, Suster bantu nemenin Bu Haji di sana… kan kasihan kalau Bu haji sendirian..
VINARA
Katanya pagi kamu ke tempat Bu Yayuk juga ya Sus?
PENGASUH
Iya Bu.. saya pagi bantu-bantu cuci gosok di tempat Bu Yayuk..
Besok pagi sebelum ke sana saya bisa mampir ke sini..
VINARA
Terimakasih ya Sus.. maaf saya jadi ngerepotin Suster..
PENGASUH
Ngga papa Bu.. ya sudah saya permisi dulu ya…
Pengasuh keluar dan Vina menutupkan pintu.
CUT TO
Establish rumah kost Vina dari Malam ke pagi
Jam 2.50 pagi
Vinara sudah bangun dan di dapurnya yang sederhana sudah memasak dan membuat makanan kecil. Vina terlihat sangat repot seorang diri, membungkus dan menata dagangannya.
CUT TO
Jam 5.30 pagi
Vinara membukakan pintu suster datang.
Suster mengangguk angguk, dan masuk ke dalam, Vina keluar menenteng dagangannya dalam keranjang.
CUT TO
Jalanan pagi hari
Vina berjalan dari warung ke warung dan menitipkan makanan di sana. Vina terlihat lebih kurus. Walau senyum tegar selalu menghiasi wajahnya tapi terlihat kalau dia kurang sehat.
CUT TO
4. INT: RESTAURANT. SIANG
VINARA, SELYNE, OPIE, FIGURAN
Vinara duduk dan terlibat pembicaraan serius dengan klien nya. Selyne terlihat bermain sendirian di dekatnya.
Sebentar kemudian Opie terlihat datang dan mencari dimana mereka duduk.
Klien Vina berdiri dan mereka bersalaman. Vina terlihat senang dan tersenyum memandang kepergiannya.
VINARA
Hai.. (menyapa Opie) Udah tadi ya?
OPIE
Ngga ini baru dateng.. (melambai ke Selyne yang mendekat) Hai Selyne..
VINARA
Mau nih orangnya Pie.. ini semua datanya, dan foto ktp dan lainnya ada di sini…
OPIE
(menerima) Oke..
VINARA
Sorry ya jadi ngerepotin kamu..
OPIE
Ngga lah, kebetulan aku juga ada janji di sini kok… nanti (mengangkat berkas) aku bikinin polisnya ya, kalau udah jadi aku telpon kamu…
VINARA
Oke deh kalau gitu aku langsung jalan ya.. mau jemput Selma (melihat arloji)
Ayo Selyne (menggandeng).. takut telat… dahh (melambai ke Opie)
OPIE
Dahh (tersenyum)
Opie melihat arloji dan memandang sekeliling.
OPIE(dalam hati)
Si Bapak itu kok belum dateng ya.. ya udah aku tunggu di sini aja
CUT TO
5. INT: LOBBY RS. MALAM
EVA, FIGURAN
Eva berjalan keluar sambil termenung. Sejenak Eva yang sudah tak berpakaian dokter duduk di lobby ruang tunggu.
EVA(dalam hati)
Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan… Aku sangat menyukai Ian, dan sepertinya Ian juga mau belajar mencintai aku… tapi.. (sedih) wajah perempuan itu dan anaknya… terus saja ada dalam benak ku..
Flashback
Eva melihat Vina yang terlihat sangat sedih dan tertekan menunggui Selyne yang tergolek lemah di bangsal anak-anak yang sesak.
CUT BACK TO
EVA(dalam hati)
Kalau saja Ian tahu yang sebenarnya, bahwa anak itu adalah anaknya mereka tak akan hidup begitu susah
Flash back
Opie memandangnya penuh harap.
OPIE
Saya mohon dokter merahasiakan hal ini.. karena baik Ian maupun Vina tidak ada yang tahu mengenai hal ini..
EVA
Apa maksudnya? Saya ngga mengerti, bagaimana mungkin sang Ibu bisa tidak tahu siapa Bapak dari anak yang dikandungnya sendiri?
Opie menunduk. Suara menghilang hanya terlihat Opie dengan berat hati bercerita pada Eva yang tampak terkejut dan tak percaya.
OPIE
Oleh sebab itu dok, saya mohon sementara ini dokter merahasiakan dulu mengenai hal ini…
CUT BACK TO
Eva menghela napas dan tampak berpikir.
EVA(dalam hati)
Walaupun aku ngga ingin mengakuinya, tapi Ian memang selalu seperti sedang memikirkan seseorang.. dan sepertinya sekarang aku tahu, siapa wanita yang selalu dalam hatinya itu… (berpikir)
Aku ngga akan biarkan Ian kembali padanya, apa pun kesalahan yang pernah dilakukan Ian pada Vina itu adalah masa lalu, dan sekarang Ian adalah milik ku…
Aku harus mencari cara agar Ian tidak lagi memikirkan mereka
Eva merenung mencari cara.
CUT TO
Commercial break
6. INT: KANTOR IAN.SIANG
IAN, EVA
Ian sedang sibuk bekerja di kantornya ketika mendadak Eva datang memberi kejutan.
EVA
Hallo Sayang…(dari balik pintu yang setengah terbuka)
Ian terkejut dan mengangkat wajah, lalu tersenyum melihat kedatangan Eva.
IAN
Eh.. tumben Eve kamu ke sini?
EVA
Kamu lagi sibuk ya? (mendekat manja)
Ian merasa heran karena mendadak Eva terlihat lebih agresif dan tidak seperti sebelumnya.
IAN
Ehm.. (heran) ngga juga sih..
EVA
Kalo gitu (berdiri ke belakang Ian dan memeluknya dari belakang) Bagaimana kalau kita pergi makan siang…
Ian mengerutkan kening dan pelan melepaskan pelukan Eva.
IAN
Ehm.. okey.. (berpikir) tapi kamu ngga keberatan kalau menunggu sebentar, aku mau menyelesaikan ini dulu.. tinggal sedikiiitt lagi (tersenyum)
EVA
Okey.. no problem..
Eva memutar dan duduk di depan Ian. Ian tersenyum dan kembali bekerja.
CUT TO
7. EXT: RESTAURANT TAMAN.SIANG
VINARA, SELYNE, SELMA, IAN, EVA, FIGURAN
Vinara duduk di salah satu sudut restaurant taman.
Selyne dan Selma tampak bermain bersama beberapa anak di taman.
Flashback
Vinara dan Ian makan bersama anak-anak di restaurant itu dengan akrab.
CUT BACK TO
Vinara menghela napas sedih dan memandang ke anak-anak.
VINARA(dalam hati)
Dulu kita sering banget makan di sini.. (mengelus meja) Di meja ini…
Apa kamu masih ingat Yan?(sedih)
Vinara kemudian merapikan barang-barangnya, berkas-berkas dan tas anak-anak.
CUT TO
Di sudut lain Ian dan Eva datang memasuki kawasan restaurant taman.
EVA
Emangnya makanan di sini enak ya? (memandang sedikit merendahkan ke sekeliling)
European, Asian, Chinesse? Or.. makanan apa yang ada di sini?
Ian memandang Eva tersenyum.
IAN
Coba aja dulu.. baru tahu.. (tersenyum)
EVA
Iya deh… (tertawa senang)
Pandangan Eva mendadak tertumbuk pada Vina yang telah merapikan barang dan berdiri hendak pulang.
CU Eva terkejut
CU Vina mengangkat wajah dan terkejut melihat Ian dan Eva
Ian memandang Eva heran dan ikut menoleh ke arah Vina berdiri dan terlihat terkejut
VINARA(dalam hati)
Ian? Dia bersama dengan dokter itu lagi.. (sedih)
EVA(dalam hati)
Sialan kenapa perempuan itu bisa kebetulan ada di sini (melirik Ian yang tertegun)
Jangan-jangan ini juga tempat kenangan mereka…
IAN(dalam hati)
Sayang? Kamu juga kesini? Kamu duduk di meja kita? Apa kamu kangen sama aku seperti aku juga kangeenn banget sama kamu… (memandang Vina sedih)
Eva memandang Ian yang terus menatap Vina, Eva terlihat tak senang. Cepat-cepat Eva merangkul Ian mesra.
Vina terlihat terkejut dan tak enak hati melihat betapa mesranya mereka.
EVA
Sayang.. kamu pengen makan apa di sini? Bagaimana kalau kita duduk di sana
Eva menunjuk meja lain yang tak searah dan jauh dari Vina. Ian terlihat bingung dan gelisah berusaha melepas pegangan Eva. Tapi Eva menggandengnya erat menjauhi Vina. Ian menunduk dan mengikuti Eva.
Vina menghela napas dan dengan menahan sedih dan tangis berjalan ke arah anak-anak bermain.
VINARA(dalam hati)
Kenapa aku harus sedih melihat mereka bersama. Ian kan bukan apa-apa ku.. (menghela napas) bagaimana mungkin aku bisa berharap kalau Ian akan mengingat tempat ini.. dia bahkan sudah menghapusnya bersama dokter itu…
Vina berusaha tersenyum melihat anak-anaknya.
CUT TO
Ian dan Eva duduk. Eva berpura-pura tidak tahu dan menggelendot mesra pada Ian. Ian terlihat gugup dan sesekali mencuri pandang ke Vina.
IAN(dalam hati)
Kenapa ya Vina kok diam aja ngga menyapa aku sama sekali, dan malahan pergi begitu aja, apa mungkin dia marah ya? (melirik Eva sekilas yang melihat-lihat menu dan memandangi Vina lagi)
Sepertinya dia tambah kurus dan pucat, apa dia sakit?(khawatir)
Eva menoleh dan memandang ke Ian kesal.
EVA
Sayang… (melambai di depan mata Ian yang terus memandang Vina)
Ian terkejut dan memandang Eva gugup.
EVA
(senyum pengertian) Kamu kenapa sih? Dari tadi kok aku panggilin diem aja?
IAN
Oh ngga papa kok.. ngga ada apa-apa.. (melirik ke Vina lagi)
LS Selma dan Selyne berlari menghambur ke Vina
Napas Ian terhenti sejenak memandang mereka. Eva menoleh ke arah Ian memandang dan menghela napas lalu meletakkan menu di meja dengan keras.
Ian terkejut dan menoleh ke Eva yang terlihat kesal.
EVA
Sebenarnya kamu ini kenapa sih Yan? Kamu ini lagi mikirin apa? (merajuk)
Kalau memang kamu ngga pengen keluar sama aku bilang aja terus terang…
IAN
Sorry sorry.. ngga kok aku Cuma (menoleh ke taman lagi)
Ian terkejut, Vina dan anak-anaknya sudah tak ada. Mata Ian mencari-cari tak menemukan. Eva ikut melihat.
EVA
Ada apa sih Sayang? Kamu ini dari tadi ngeliatin apa sih? Kok sampe kaya ngeliat hantu gitu.. (tersenyum kecil menyadari Vina sudah tak ada)
Ian hanya tersenyum kaku dan sesekali menoleh mencari-cari dan terlihat menyesal.
EVA(dalam hati)
Vina pasti melihat kedatangan kami tadi (tersenyum) setidaknya dia tahu kalau aku dan Ian punya hubungan dekat sekarang, aku harap dia ngga akan mengganggu kami lagi..
Eva tersenyum mesra pada Ian. Ian terlihat tak bersemangat lagi.
CUT TO
Commercial break
8. INT: RUMAH KOST VINARA.SORE
VINARA, SELMA, SELYNE, PENGASUH
Vinara masuk ke rumahnya sambil menenteng sisa dagangannya.
Pengasuh yang semula menemani Selma dan Selyne berdiri menyambut.
VINARA
Aduh.. maaf ya Sus agak lama… tadi soalnya di warung Mbak Sri agak ramai jadi nungguin dia ngelayanin pembeli dulu…
PENGASUH
Ngga papa Bu.. ya udah saya langsung jalan ya..
Vina meletakkan sisa dagangan di meja.
VINARA
Ya makasih ya Sus…
Pengasuh melambai ke anak-anak dan keluar rumah.
Vina menyapa anak-anaknya. Selma dan Selyne mendekat ke meja.
VINARA
Kalian udah pada makan belum?
SELMA
Sudah.. makan ku pinter lho Ma habis.. Selyne tadi di emut…
SELYNE
Ngga kok.. ngga diemut…
SELMA
Iya kok…
VINARA
Udah udah jangan berantem dong… (terbatuk-batuk)
SELMA
Mama sakit ya?
SELYNE
Sakit batuk?
VINARA
(tertawa) Ngga kok sayang.. mama ngga papa..
Vina membuka dan menghitung sisa dagangannya yang masih hampir setengahnya.
VINARA(dalam hati)
Mungkin mereka ngga suka makanan seperti ini, coba besok aku akan buat yang lain
Selyne berlari menjauh dan kembali bermain. Selma mendekat ke Vina ikut melihat dagangannya.
SELMA
Ngga habis lagi ya Ma?
Vina menoleh dan tersenyum sambil mengambil satu sisa makanan itu dan memakannya.
SELMA
Kalau ngga habis terus gimana Ma?
VINARA
Ngga papa Sayang, nanti biar Mama yang habisin (tersenyum)
Selma mengerutkan kening.
SELMA
Dari kemarin-kemarin Mama ngga makan nasi Cuma makan jajanan aja apa kenyang? Kata Mama kita harus makan nasi yang banyak biar sehat..
VINARA
Nasinya buat Selma dan Selyne aja, mama kan bisa makan ini.. lihat masih banyak kan, kalau dibuang sayang.. kita kan ngga boleh buang-buang makanan…
Sudah sana Selma main dulu.. PR nya tadi udah selesai? Nanti mama periksa ya?
SELMA
Iya Ma..
Selma mendekati Selyne dan main bersama. Vina membuka kantong plastik dan mengeluarkan uang recehan hasil jualannya dan mulai menghitung dengan serius.
CUT TO
9. INT: APARTEMEN IAN. MALAM
IAN
Ian duduk termenung di balkon sendirian.
IAN
Kenapa aku ngga bisa menghapus kamu dari pikiran aku Yank? Apa kabar anak-anak sekarang? Apa mereka baik? (menghela napas sedih)
Ian memandang beberapa bungkusan kado dan mainan di dekatnya.
Flash back
Seorang kurir tampak berdiri di depan Ian serius.
KURIR
Maaf Pak.. tapi sudah beberapa kali saya kesana, dan hadiahnya tidak mau di terima, katanya salah alamat…
IAN
Salah alamat?
KURIR
Katanya, nama Ibu Vinara atau Selma atau Selyne tidak di kenal Pak…
Ian terlihat heran.
IAN
Apa kamu yakin sudah memberikan ke alamat ini (menunjuk catatan)? Kamu ngga salah masuk rumah kan?
KURIR
Yakin Pak.. ini kan bukan pertama kalinya saya ke sana mengantar barang..
IAN
Kamu ngga coba titipin ke taman atau ke teman-teman main nya..
KURIR
Semuanya menolak Pak, katanya sekarang jarang ketemu jadi ngga mau di titipin.
Ian menghela napas.
IAN
Ya udah kalau gitu.. (memberi kode supaya pergi)
Kurir menunduk dan pergi.
CUT BACK TO
Ian tampak sangat sedih mengambil salah satu hadiah dan memandanginya.
IAN
Apa kamu memang begitu sama aku Yank.. sebegitu inginnya kah kamu menghapus aku dari hidup kamu sehingga mau menerima satu pun hadiah ini?
Aku ngga pernah bisa berhenti memikirkan kamu dan anak-anak.. dimana pun aku berada, setiap kali aku melihat apa pun, pasti aku inget sama kalian, dan aku pengen banget bisa selalu membaginya sama kalian.. (sedih) kenapa kamu ngga mau menerimanya…
Flash back
Ian teringat saat Vina dan Abi terlihat tertawa bersama.
CUT BACK TO
Ian segera menggeleng kesal.
IAN
Apa karena dia? Karena laki-laki brengsek itu… kamu sekarang sudah tidak membutuhkan aku lagi…
Lamunan Ian dikejutkan oleh bunyi telepon.
Ian membuka ponsel dan melihat nama Eva calling…
IAN
Hai Eve.. (lesu)
Oh.. ngga .. ngga papa kok..
Besok ya? (diam sejenak)
Kayanya besok ngga bisa deh…
Iya aku banyak acara.. sorry ya.. (menghela napas)
Oke deh.. lain kali ya.. (tersenyum getir)
Ya.. bye…
Ian menghela napas dan menutup telepon dan kembali memandang hadiah lalu menggeleng pasrah.
CUT TO
Commercial break
10. INT. LOBBY KANTOR OPIE. PAGI
VINARA, OPIE, SELYNE, FIGURAN
Vina duduk menunggu. Selyne berjalan-jalan di sekitarnya.
Sebentar kemudian Opie keluar membawa beberapa berkas.
OPIE
Sorry ya lama.. nih (mengulurkan berkas) coba kamu periksa dulu bener ngga polisnya
VINARA
(menerima berkas) Ngga papa, aku justru terimakasih sudah dibantuin..
Vina memeriksa polis. Opie memandang Selyne dan tersenyum.
VINARA
Oke.. bener kok.. thanks ya.. (Vina mengulurkan tangan memegang lengan Opie)
OPIE
(terkejut) Eh kok tangan kamu panas sih? (Mengulur memegang dahi Vina)
Kamu sakit ya? Kamu demam lho..
VINARA
Ngga kok.. ngga papa…
OPIE
Orang panas begini kok kamu bilang ngga papa.. yang bener kamu Vin? Kalau sakit mendingan kamu tunda besok aja, sekarang istirahat aja dulu…
VINARA
Ngga papa kok.. ini kan Cuma dianterin aja sebentar, habis itu sudah, tinggal jemput Selma pulang kan, bisa istirahat di rumah… (tersenyum-pucat)
OPIE
(menggeleng) Kamu ini kalau ada maunya ya susah banget di bilangin… Gini aja deh, kan Selma satu sekolahan sama anak ku, hari ini dia pulang jam 1.10 kan? (Vina mengangguk) Biar aku aja yang jemput Selma sekalian, nanti aku anter ke rumah kamu…
VINARA
Nanti ngerepotin kamu lho, ngga papa aku juga ngga banyak kerjaan kok..
OPIE
Udah jangan bawel ah.. kalau sudah anterin polis ini kamu langsung pulang aja dan istirahat, nanti kalau sakit kamu tambah parah malah repot lho…
VINARA
Iya Bu Dokter.. (tertawa-berdiri) Ya udah aku jalan dulu ya…
Vina menggandeng Selyne keluar dan Opie memandangnya sambil menggeleng-geleng.
CUT TO
11. INT: KANTOR IAN.SIANG
IAN, DANI, RENA
Ian dan Dani tampak sedang membahas pekerjaan. Sebentar kemudian pintu kantor di ketuk, Rena masuk.
IAN
Ada apa Ren?
RENA
Ada telepon dari Bu Eva lagi Pak… (ragu)
Ian mengernyitkan kening dan menggeleng.
IAN
Bilang aja saya masih meeting..
Dani terkejut dan heran.
RENA
Saya sudah sampaikan begitu Pak, tapi kata Bu Eva, masa rapat kok dari tadi ngga selesai selesai… dan nanti katanya mau telepon lagi…
IAN
(menghela napas) Kalau begitu kalau dia telepon lagi sampaikan saja kalau saya meetingnya di luar kantor ya...
RENA
Baik Pak..
Rena keluar dan Dani memandang Ian heran.
IAN
Kenapa?
DANI
Belum kapok-kapon juga lo ya? Mau balik kaya dulu lagi, seminggu ganti, sebulan ganti?
IAN
(tersenyum) Ngga lah, Cuma gua baru males aja ngeladenin dia…
DANI
Emangnya ada yang baru?
IAN
Elo tu ya.. selalu mikir jelek ke gua…
Ngga ada yang baru kok, memang gua males aja ketemu dia..
DANI
Tapi lo dan Eva kan..?? (menggantung)
IAN
Ngga!! Siapa bilang? Gua ngga pernah bilang apa-apa ke dia kok.. Cuma coba jalan bareng aja, ternyata ngga cocok ya apa mau di paksain? (cuek)
DANI
Ngga tahu deh gua (mengibaskan tangan sambil tersenyum)
Just don’t mess up this time..
Ian tertawa kecil.
Dani dan Ian kembali melanjutkan kerjanya.
CUT TO
13. INT: RUMAH KOST VINARA.SIANG
VINARA, OPIE, SELMA, SELYNE
Vina tampak sedang sibuk mencuci baju. Selyne bermain di dalam, sesekali Vina memeriksanya. Setelah itu Vina menjemur baju dan menimba air.
Opie datang mengantarkan Selma dan melihat Vina yang tampak pucat dan masih saja sibuk bekerja.
OPIE
Vina? Kamu ini kan demam kok malah mainan air sih?
VINARA
(tersenyum) Enak aja mainan air, emangnya aku anak kecil..
Hallo sayang..
Vina melambai ke Selma yang menciumnya dan masuk ke kamar meletakkan tas. Vina membereskan ember dan mulai mengangkati sebagian jemuran yang sudah kering. Opie membantunya.
VINARA
Udah sana Pie, nanti kamu basah lho…
Terimakasih ya udah bantu jemput Selma
OPIE
Vin Vin… apa ngga bisa di tunda dulu pekerjaan kamu, kamu kan juga butuh istirahat.
Vina mengangkat ember berisi cucian kering masuk dan membawanya ke tempat setrika. Opie mengikuti. Vina lalu masuk ke kamar.
VINARA
Selma sini…
Vina membantu Selma mengganti baju.
VINARA
Makannya sudah mama siapin di meja…(Selma mengangguk dan lari keluar)
Kamu mau makan Pie?
OPIE
Ngga aku sudah makan… (memandang Vina yang terlihat kurus) kamu sendiri sudah makan?
VINARA
Sudah.. (tersenyum)
Vina mulai menggelar alat setrika dan siap-siap menyetrika. Opie menghela napas.
OPIE
Sejak kamu pindah ke sini aku lihat kamu sibuk terus.. apa ngga ada capeknya sih?
Vina tersenyum saja tetap menyetrika pakaian. Opie memandang Selma yang mulai makan.
OPIE
Inget, kalau pun kamu ngga sayang sama diri kamu sendiri, tapi anak-anakmu masih butuh kamu (khawatir)
Vina hanya tertawa.
VINARA
Iya.. iya.. habis ini juga selesai..
OPIE
Ah kamu dari tadi habis ini habis ini terus kapan selesainya
Opie dan Vina tertawa.
CUT TO
Commercial break
12. EXT: MAKAM ARYA.PAGI
OPIE, IAN, FIGURAN
Opie berjalan pelan membawa bunga. Opie berdiri sejenak memandang makam Arya.
CU Nisan Arya
Opie berlutut dekat makam dan mulai menabur bunga lalu berdoa dalam hati.
CUT TO
Ian berjalan pelan mendekat ke makam Ian sambil merenung.
IAN (dalam hati)
Sejak pertama aku tahu Arya meninggal, aku belum pernah ke sini. (menghela napas)
Ngga tahu kenapa hari ini aku pengen banget ke sini…
Mungkin memang seharusnya dari pertama aku langsung kemari.. siapa tahu Arya bisa memberi restunya dari sana dan mempermudah hubungan aku dan Vina kembali..
Dulu, pasti dia sangat membenci aku, karena aku sudah menyakiti istrinya, dan aku bahkan tidak pernah berkesempatan untuk minta maaf sama dia
Langkah Ian terhenti melihat seseorang berdoa khusuk di sana.
IAN
(berhenti berjalan memandang heran ke Opie) Opie?
Ngapain dia pagi-pagi ke sini?
Ian berjalan pelan mendekat hendak menyapa. Tapi langkahnya kembali terhenti mendengar Opie berbicara sendirian pada nisan Arya. Ian segera bersembunyi di balik pohon dekat makam itu dan mencuri dengar pembiacaraan Opie.
CUT TO
Opie merenung di tepi makam dengan wajah sedih.
OPIE
Arya kenapa kamu beri aku beban yang begitu berat…
Apa kamu ngga lihat bagaimana keadaan Vina sekarang?
Ian dari balik pohon mengerutkan kening heran.
CUT BACK TO
OPIE
Maaf kalau waktu itu aku terpaksa membuka pesan kamu sebelum saatnya, aku terpaksa, Selyne sakit parah dan hanya dia yang bisa menolongnya..
Ian tambah heran.
IAN(dalam hati)
Apa Selyne sakit? Sakit parah? (panik)
CUT BACK TO
OPIE
Dan melihat keadaan Vina sekarang.. aku ngga yakin bisa menyimpan rahasia ini lebih lama lagi… Kalau sampai Ian benar-benar memilih untuk bersama dokter itu.. Vina pasti sangat menderita, dan kamu tahu itu kan Yak?
Ian terkejut dan terlihat bingung.
OPIE
Aku lihat mereka masih saling mencintai, Vina sudah lebih membuka hatinya, dan kalau pun mereka berpisah itu semua hanya karena salah paham dan karena Vina takut menyakiti kamu(menghela napas)
Ian terlihat berpikir dan mencoba memahami perkataan Opie.
OPIE
Dia ngga tahu kalau kamu sudah memberikan restu atas hubungannya dengan Ian..
Ian kembali terkejut dan memandang tak percaya.
IAN(dalam hati)
Apa? Arya memberikan restu atas hubungan aku dan Vina? Dari mana Opie tahu soal hal ini? Sebenernya rahasia apa yang Opie sembunyikan?
CUT BACK TO
Opie menghela napas dan memegang nisan.
OPIE
Dan kamu juga tahu kan kalau ngga semestinya mereka berpisah…
Bukan Cuma karena mereka memang masih saling suka aja…
Tapi karena anak itu.. anak mereka…
Ian sangat terkejut dan tak sadar maju mendekat.
IAN
Apa? Apa kamu bilang?
CU Opie terkejut melihat kedatangan Ian
Ian mendekat. Opie berdiri dan menutup mulutnya.
OPIE
Ian? Sejak kapan kamu di situ?
IAN
Apa benar? Apa benar Vina mencintai aku?
Ian memegang kedua lengan Opie panik dan tak percaya.
IAN
Rahasia apa Pie? Kamu tah rahasia apa?
CU Opie tak mampu bicara hanya menggeleng bingung
IAN
Dan anak.. anak apa? Apa maksud kamu?
Opie.. jelaskan.. kamu harus menjelaskannya..
Opie dan Ian berpandangan.
Wajah Ian terlihat tegang, dan Opie terlihat gelisah dan gugup.
CUT TO
END EPS.30
Credit Title
THEME SONG 4
No comments:
Post a Comment