Eps.26
1. INT: MOBIL IAN/EXT: JALANAN.SIANG
IAN
Ian masih tak percaya dengan apa yang baru dilihatnya. Sampai mobil Vina menghilang dari pandangan Ian masih terpekur. Ian berjalan lesu kembali ke mobilnya dan duduk di sana dengan gundah.
IAN
Sayang? Apa itu kamu? Dan Selma? (tersenyum) My Princess..
Berarti Selyne?? (tertawa sendiri dan merasa bodoh)
Mikir apa sih aku ini… sudah lebih dari tiga tahun berlalu..
Mereka pasti sudah utuh kembali menjadi keluarga yang bahagia
Ian menghela napas dan menjalankan mobilnya.
IAN
Kadang aku ngga ngerti, kalau memang aku dan Vina ngga boleh bersatu, kenapa kami selalu dipertemukan kembali? Apa aku memang ngga boleh kembali ke Indonesia lagi? Apa aku harus selamanya lari dari masalah ini?
(menghela napas) Ngga .. aku sudah berjanji untuk melupakannya, dan tidak mengganggu keluarga mereka lagi… Aku harus berhenti memikirkannya
Ian menyetir pelan.
LS Mobil berjalan pelan dan menjauh
CUT TO
2. EXT: TAMAN RESEPSI DANI-CINDY.SENJA
DANI, CINDY, IAN, PIERE, ERIN, EVA, FIGURAN
Suasana sudah mulai ramai. Taman dihiasi dengan tenda, bunga, pita dan lilin yang romantis. Tamu-tamu sedang bercengkerama di sekitar taman. Iringan musik romantis menyemarakan suasana.
FIGURAN 1
Pengantinya belum datang ya?
FIGURAN 2
Sebentar lagi, upacara lainnya sudah selesai kok.. (menoleh dan menunjuk Ian yang sedang bersama beberapa kerabat)
Tuh.. rombongan yang lain juga sudah sampai..(diam sejenak)
Nah tu.. mobilnya datang…
Sebentar kemudian iringan mobil pengantin datang.
Dani dan Cindy terlihat anggun dan bahagia. Erin dan Piere mengiringi mereka masuk ke acara resepsi. Mereka berbaur dengan para tamu yang memberi ucapan selamat.
PIERE
Hai Ali..!!!
Piere tertawa lebar dan berjabat erat dengan salah seorang tamu yang terlihat akrab. Ali adalah salah satu kolega sekaligus teman lama Piere yang juga termasuk pengusaha yang berhasil.
PIERE
Terimakasih ya sudah datang… aku dengar kamu masih di Australia?
ALI(FIGURAN)
Iya.. sebenarnya minggu ini seharusnya aku masih ada acara di sana, tapi aku kan ngga mungkin melewatkan pernikahan putri mu… (tertawa)
Erin mendekat dan bersalaman dengannya.
ERIN
Hallo Ali?
ALI
Erin.. Erin… kamu tambah cantik saja (tertawa)
Erin dan Piere tertawa. Sejenak kemudian mereka menyadari ada seorang gadis cantik berdiri di sebelah Ali dan ikut tersenyum bersama mereka.
ERIN
Ini… (mengingat) Kamu Eva?
EVA
Saya pikir Tante sudah lupa sama saya?
Erin tertawa dan memeluk Eva.
ERIN
Wah kamu sudah besar sekali… tambah cantik lagi… bagaimana kuliah kamu? Tante dengar kamu ambil spesialis anak ya?
ALI
Kuliahnya sudah selesai lama Rin.. kamu aja yang sudah lama ngga pernah main lagi ke rumah jadi ketinggalan berita
Piere mencari-cari ke keramaian dan melihat Ian yang sedang minum sendirian lalu melambai memanggilnya. Ian melihat dan mendekati mereka.
PIERE
Ian… ini Om Ali dan Eva anaknya.. apa kamu masih ingat? Waktu itu kalian pernah .. ketemu, (mengingat) waktu kita sama-sama liburan ke Swiss…
IAN
Oh ya.. (menyalami ) Apa kabar Om…
Hai Eva…
ALI
Wah kamu tambah ganteng saja (tertawa) Sayang dengar kamu sekarang mulai terjun ke dunia bisnis.. wah pasti kamu akan hebat seperti papa kamu dulu…
Eva tersenyum dan sesekali memandangi Ian yang terlihat canggung.
ERIN
Eva ini dokter lho Yan…
PIERE
Sudah mulai praktek ya?
EVA
Iya Om… saya praktek di Rumah Sakit Internasional, dan kalau pagi atau malam ada di rumah.. khusus anak-anak aja.. (tersenyum malu)
PIERE
Kenapa kamu ngga terusin saja usaha Papa kamu ini… malah repot-repot jadi dokter
ERIN
Ngga apa dong Piere, jadi dokter kan bagus.. bisa menolong banyak orang ya ngga?
Cindy dan Dani datang mendekati mereka.
CINDY
Wah pada ngumpul di sini?
ALI
Eh pengantin-nya.. ini yang dari tadi di cari-cari… ngilang terus.. Selamat ya…
CINDY
Iya ni Om baru jadi selebriti… (tertawa) Terimakasih ya…
Eva memeluk Cindy dan menyalami Dani memberi selamat.
Pembawa acara memanggil untuk acara foto keluarga.
DANI
Eh.. ayo kita ke sana..
Mereka berjalan ke panggung.
LS Foto keluarga berlangsung
Fotografer mengarahkan.
LS Suasana pesta meriah
CUT TO
Commercial break
3. INT: COFFE SHOP.SIANG
IAN, FIGURAN
Establih sebuah pusat perbelanjaan mewah
Salah satu Coffe shop yang ada di dalamnya.
Ian terlihat duduk berhadapan dengan seseorang dan membicarakan masalah bisnis. Mereka terlihat serius dan sesekali tersenyum puas.
Sebentar kemudian keduanya berdiri dan bersalaman. Sang kolega mengangguk berpamitan dan pergi dari Coffe shop.
Ian kembali duduk dan menghela napas lega sambil menyandarkan duduknya.
Beberapa saat Ian meminum kopi di hadapannya sambil sesekali memandang ke sekeliling.
IAN(dalam hati)
Akhirnya beres juga masalah ini.. tinggal tunggu tanda tangan kontraknya minggu depan, (melihat jam tangan 3.15)
Biasanya Rena sekretaris baru itu pulangnya selalu on time jam 4.30, rasanya ngga akan keburu untuk menyalin dokumen ini.. (menghela napas)
Besok aja deh sekalian.. lagian apointmentnya masih minggu depan…
(memainkan gelas kopi) Ngapain ya Dani ama Cindy..
Dua kunyuk itu pasti lagi hepi honeymoon ke Miami Beach, tinggal tunggu itemnya aja deh… mestinya aku kasi tiket aja sekalian ke Timbuktu (tersenyum sendiri)
Ian kembali meneguk kopi dan memandang ke sekeliling. Pandangannya tertumbuk pada sebuah kereta mini berjualan accessories lucu tak jauh dari tempat Ian duduk.
IAN(dalam hati)
Pasti lucu kalau si genit itu pake kalung yang di sana
Ian berdiri dan menghampiri kereta mini itu dan memilih-milih beberapa kalung mainan.
IAN(dalam hati)
Selma suka sekali anything about Princess, (tersenyum)
Apa sekarang dia masih suka ya?
Ian menimang beberapa kalung dan tampak bingung.
IAN(dalam hati)
Seharusnya aku ngga boleh mendekati mereka lagi… tapi (memandang kalung)
Flash back
Senyum lucu Selyne dan Tawa Selma ketika menerima hadiah dulu
CUT BACK TO
IAN(dalam hati)
Ah biarin aja, yang penting anak-anak itu seneng (tersenyum) Aku kan ngga harus memberitahukan pada mereka siapa aku sebenarnya
Ian mengambil dompet dan membeli beberapa kalung dan gelang lucu.
IAN
Yang ini aja deh Mbak.. bisa dibungkus sekalian ya…
Penjual mengangguk dan membereskan barang Ian.
CUT TO
4. INT: RUMAH VINARA.MALAM
VINARA, PENGASUH, SELMA, SELYNE
Selma dan Selyne sudah tidur nyenyak. Vina merapikan selimut mereka dan menciumnya. Vina menyalakan lampu kecil dan mematikan lampu kamar, setelah itu berjalan keluar dan menutup pintu.
Pengasuh tampak mencuci piring bekas makan anak-anak.
Vina membereskan beberapa mainan yang tercecer.
CU Boneka, kalung, gelang, buku cerita
Vina mengernyitkan kening heran.
VINARA
Sus… ini mainan siapa ya? Kok pada ketinggalan di sini?
Pengasuh yang sudah selesai mencuci mendekat dan menerima beberapa barang yang terlihat mahal itu.
PENGASUH
Ya punya anak-anak Bu…
VINARA
Punya anak-anak? Apa dikasi Eyang atau BuDe nya? Saya kok ngga merasa beliin?
PENGASUH
Bukan Bu.. dikasi sama Om yang suka main ke taman itu, yang tadi bawain kue-kue itu (menunjuk beberapa dus cookies, cinamon roll dan kue mahal lain di atas meja)
VINARA
Kok banyak sekali Sus mainannya? Tuh.. (menunjuk kardus) sekarang mainan mereka jadi numpuk, biasanya ngga sebanyak ini… Semua dari Om itu?
PENGASUH
Ya iya lah Bu.. orang hampir tiap hari kalau datang main ke taman.. pasti bawa hadiah, mainan, jepit, boneka, buku, kue… ganti-ganti Bu…
VINARA
Sus.. mestinya kamu ngga terima dong.. Kalau sesekali mungkin dia ada acara atau apa ya nggak masalah, tapi kalau tiap hari gini kan berlebihan… Besok lagi kalau dia kasi barang bilang aja terimakasih, tapi jangan di terima ya… ngga enak kan?
PENGASUH
Iya sih Bu, tapi Selyne itu lengkeett banget lho sama dia Bu… kalau datang aja pasti di gendong-gendong
VINARA
Siapa sih Sus? Apa tetangga baru? Hati-hati lho, jangan-jangan suka nyulik anak-anak, sekarang kan banyak orang jahat
PENGASUH
Ngga mungkin ah Bu, mobilnya aja bagus.. mukanya cakep kaya artis…
Katanya sih, saudaranya ada yang baru pindah ke dekat sport club Bu, jadi dia sering main ke sini, sekalian mampir ke rumah saudaranya itu…
VINARA
Oh gitu… (heran) Tapi kemarin-kemarin beberapa kali saya main sama anak-anak ke taman sepertinya ngga pernah ketemu orang baru ya?
PENGASUH
Iya mungkin lagi ngga dateng kali Bu, kan ngga tentu datengnya. Tapi sering kok, nanti kalau pas ketemu saya tunjukin deh orang nya…
VINARA
Ya udah, tapi jangan lupa lho, besok-besok kalau di kasi lagi jangan mau ya, ngga bagus selalu nerima kebaikan orang lho… (tersenyum) nanti ngga bisa balesnya…
(Pengasuh tertawa kecil)
Ya sana Sus.. kamu cepet istirahat, sudah malam lho.. saya juga mau istirahat dulu ya..
Pengasuh mengangguk dan menyelesaikan membereskan mainan. Vina membantunya.
CUT TO
4. EXT: KANTOR IAN/INT: MOBIL IAN. MALAM(19.00)
IAN, FIGURAN
Ian berjalan keluar dari kantornya. Seorang petugas keamanan membantu membukakan pintu dan menyapanya hormat.
SATPAM
Malam Pak Ian.. mau pulang ya?
IAN
Malam Pak… iya nih… (tersenyum) saya duluan ya..
SATPAM
Silakan silakan Pak..
Ian menghampiri mobilnya dan mobil berlalu pelan.
CUT TO
Ian tampak merenung.
IAN
Sepi juga ngga ada si kunyuk Dani itu.. sudah dua minggu (tersenyum) kerasan juga dia disana.. masih di extend lagi..(diam sejenak dan menyalakan radio dan memandang jam)
Jam 7 lewat… pasti anak-anak sudah mau tidur sebentar lagi..
Tapi, sepertinya.. ada yang aneh.. (diam berpikir)
Sudah hampir sebulan aku mengikuti mereka, tapi aku ngga pernah melihat Arya.
Apa dia pergi ke luar kota? Atau jangan-jangan mereka bermasalah lagi?
(menggeleng) Kenapa aku mesti khawatir ya… tapi, aku bener-bener pengen tahu…
Ian tampak penasaran dan berpikir. Sejenak kemudian dia mengambil telepon genggam dan menghubungi seseorang.
IAN
Hallo? Opie?
Iya ini Ian… sorry nih malam-malam ganggu kamu..
Kamu lagi sibuk ya atau? (diam sejenak)
Oh masih di kantor? Lembur ya?
Ehm… ada waktu ngga sebentar?
Iya malam ini, sebentar aja..
Oke deh.. aku langsung ke sana ya, aku udah di jalan kok..
Oke bye…
Ian tersenyum puas dan melajukan mobilnya cepat-cepat.
CUT TO
5. INT: LOBBY KANTOR OPIE. MALAM
IAN, OPIE, FIGURAN
Establish kantor Opie
Ian memasuki lobby kantor dengan gelisah. Opie sudah menunggu duduk di salah satu sudut dan melambai. Ian tersenyum dan menghampiri. Opie berdiri dan menyalaminya.
OPIE
Hai apa kabar? (canggung)
IAN
Baik.. udah lama juga ngga ketemu (tersenyum) Kamu sendiri?
OPIE
Baik… (tersenyum) Silakan..
Opie dan Ian duduk bersebelahan di kursi ruang tunggu itu.
OPIE
Tumben Pak Ian malam-malam ada apa ya? (terlihat gugup)
IAN
Eh.. (menggosok telapak tangannya gelisah dan diam agak lama mencari cara membuka pembicaraan)
OPIE(dalam hati)
Pasti dia mau tanya soal Vina? Aduh bagaimana kala dia tanya soal Arya? Aku mesti bilang apa ya?
Opie menunggu tapi Ian juga terlihat bingung.
IAN(dalam hati)
Aduh aku mesti ngomong apa ya? Masa tahu-tahu langsung nanya soal Vina dan Arya.. Gimana ya?
IAN
Ehm.. itu, Cuma mau update aja.. ada product apa yang mungkin bisa dipakai di perusahaan.. (menghela napas)
OPIE
Oh itu…
IAN
Dulu kan biasanya.. ehm…Vina yang selalu ngurusin kalau ada perubahan atau apa..(diam sejenak) sekarang kan dia sudah ngga di sini ladi (menghela napas)
oh ya.. dia masih di jogja ya? Bagaimana kabarnya sekarang?
OPIE
Oh baik.. Vina baik.. eh.. tapi sebenernya dia ngga jadi pindah ke jogja..
IAN
Oh ya kenapa?
OPIE
Arya ngga bisa meninggalkan pekerjaan nya di sini.. lagian kan Selma juga sudah sekolah, repot mesti ngurus pindahnya ini itu…
IAN
Oh iya ya… (diam bingung) Mereka baik?
OPIE
Eh? Maaf apa?(kurang jelas)
IAN
Maksud saya, Vina dan Arya… mereka baik-baik saja kan?
OPIE
Oh ya,ya.. mereka baik mereka baik.. (gugup)
Dua orang rekan Opie lewat dan melambai hendak pulang.
IAN
Kamu udah mau pulang ya?
OPIE
Oh ya, setelah ini saya langsung pulang…
IAN
Atau mau saya antar pulang?
Ian berdiri dan Opie ikut berdiri.
OPIE
Ngga usah ngga apa, saya bawa mobil sendiri kok…
IAN
Oke deh kalau gitu… besok atau kapan kamu ada waktu bisa hubungi saya mengenai productnya?
OPIE
Oh ya pasti Pak… (menyalami)
IAN
Panggil saja Ian.. (tersenyum dan menyalami)
Opie tersenyum mengangguk dan Ian berbalik pergi.
CU Wajah Ian gelisah
IAN(dalam hati)
Bego banget.. mana mungkin Opie mau cerita sama aku…
Ian berjalan lesu menjauh.
CUT TO
Opie memandangi Ian yang pergi menjauh dengan sedih.
OPIE
Aduh maaf ya Ian kalau aku mesti bohong sama aku… Aku juga ngga ngerti aku sendiri mesti gimana? Arya? Kenapa sih kamu memberi aku wasiat seberat ini?
CUT TO – Malam berganti Pagi – siang dan sore
6. EXT: TAMAN KECIL.SORE
IAN, VINARA, SELMA, SELYNE, PENGASUH, FIGURAN
Establish Taman bermain
Ian turun dari mobil dan mengamati sekitar. Mata Ian tertumbuk pada Selyne yang sedang bermain di taman.
IAN(dalam hati)
Itu dia my angel.. sepertinya Vina lagi ngga ada… aku bisa ketemu dia sebentar..
Ian menoleh ke kanan ke kiri memastikan dan mendekati Selma. Selma tertawa senang dan memeluknya.
IAN
Hallo Sayang..
SELYNE
Om Uncle!!
PENGASUH
Eh saya kirain ngga dateng Om…
IAN
Iya tadi agak macet, jadi sorry ya (memandang Selyne) Uncle agak sorean ke sini nya..
Eh katanya kamu mau nonton sama Mama hari ini? Ngga jadi ya, kok masih di sini?
SELYNE
Iya tadi kan… (tak jelas – cadel)
Ian tertawa sambil mengerutkan kening. Pengasuh tertawa.
PENGASUH
Iya Mamanya baru mandi, Selyne nya rengek-rengek minta ke taman, jadi ya keluar sebentar..
IAN
Wah seneng dong mau pergi? (menoleh ke sana sini khawatir Vina datang) Om ngga bisa lama-lama ya…
SELYNE
Kenapa Om?Emangnya Om mau kemana?
IAN
Kan Selyne nya mau pergi.. lain kali aja Om main lagi ke sini.. seneng kan mau pergi sama Mama Papa?
ANAK Lain (figuran)
Selyne ngga punya Papa Om…(celetuk/cadel)
Ian terkejut tak jelas mendengar
CUT TO
Vina dan Selma berjalan beriringan sambil tertawa mendekati taman. Ian yang masih terkejut tak menyadari kedatangan mereka.
SELMA
Selyne digendong siapa tu Ma? Apa itu Om yang suka kasi kita hadiah?
Vina dan Selma dari kejauhan memandang Selyne yang ada di gendongan Ian.
Vina melepaskan gandengan Selma dan tampak terkejut. Selma memandang heran ke Vina.
VINARA
Ian??
CUT TO
Commercial break
7. INT:RUMAH OPIE.SORE
OPIE, FIGURAN
Opie tampak duduk termenung di teras. Anaknya bermain di taman depan rumah. Seorang pembantu rumah tangga menyiram tanaman dan sesekali menyapa tetangga yang lewat.
OPIE(dalam hati)
Arya bagaimana kalau Ian ternyata muncul lebih cepat? Heh bego banget kenapa dulu aku ngga tanya, sekarang mana mungkin lagi kamu bisa ngejawab?
Opie tampak merenung dengan tatapan sedih.
Flash back
Arya dan Opie duduk di taman.
Arya duduk dengan wajah sedih memandang ke kejauhan.
ARYA
Aku tahu.. Vina sangat menghormati dan menyayangi aku… tapi aku juga bisa merasakan kok… kalau sampai saat ini dia masih ngga bisa melupakan laki-laki itu…
Memang, di depanku dia berusaha untuk tampil ceria, dan biasa saja.. tapi aku beberapa kali melihatnya termenung dan sedih, apalagi kalau baru ada berita mengenai Ian di televisi atau koran…
Arya menoleh dan memandang Opie.
ARYA
Aku juga selalu memantau berita Ian… sepertinya, sampai saat ini dia juga belum punya teman dekat… (menghela napas)
Mungkin… kalau aku pergi…
OPIE
Arya?!
ARYA
(tersenyum sedih) Mungkin.. itu akan lebih baik buat mereka…
Opie memandang Arya sedih.
ARYA
Jangan lupa surat itu Pie… kalau memang ternyata sebelum saat nya Vina atau Ian sudah menemukan orang lain… (menghela napas)
Bakar saja surat itu, dan jangan pernah ceritakan pada siapa pun.. apa pun yang pernah aku ceritakan pada kamu…
Kamu janji?
Opie memandang ragu dan mengangguk.
CUT BACK TO
Opie menggeleng lesu.
OPIE(dalam hati)
Arya… mana mungkin rahasia sebesar itu aku simpan sendiri… setidaknya Vina ber hak tahu mengenai hal ini… dia semestinya tahu…
Seorang tetangga menyapa Opie dan melambai. Opie tersentak dan tersenyum membalas lambaiannya.
CUT TO
9. EXT: TAMAN KECIL.SORE
VINARA, IAN, SELMA, SELYNE, PENGASUH, FIGURAN
Vinara berjalan pelan dan masih menatap Ian dengan tatapan tak percaya. Selma berlari menghampiri Selyne dengan gembira.
SELMA
Selyne?!!
Selyne melonjak gembira di gendongan Ian. Ian terkejut melihat Selma sudah ada di dekatnya. Selyne melorot turun dan tertawa melihat Selma sudah datang.
Ian menatap Selma dalam dan penuh perasaan rindu. Selma seperti heran dan berusaha mengingat.
IAN
Selma? (hati-hati) Princess??
Selma diam ragu. Ian tersentak sadar dengan kehadiran Vina yang masih berdiri agak jauh memandangnya.
Ian menegakkan berdirinya. Ian dan Vina berpandangan dengan perasaan kacau.
CUT TO
Vina dan Ian berjalan pelan dipinggir taman menuju bangku kosong agak jauh dan sepi. Sesekali mereka mengawasi Selma dan Selyne yang bermain di taman.
VINARA
Ternyata kamu.. yang sering memberi hadiah sama anak-anak?
IAN
Ah bukan apa-apa kok…
VINARA
Kamu ini.. kebiasaan buruk ya.. (Ian mengerutkan kening) terlalu memanjakan anak ngga baik tau.. (tertawa)
VINARA
Kamu kapan pulang?
IAN
Bulan lalu… (tersenyum – mereka duduk)
Cindy dan Dani kan baru aja merit…
VINARA
Oh ya.. aku juga sempet lihat beritanya… (tertawa kecil) Mereka mesra banget ya
IAN
Iya (tertawa) aku kan pernah bilang sama kamu, kalau Dani tu udah lama banget ngincer Cindy… akhirnya (menepuk tangan semangat)…
Ian dan Vina tertawa seperti bertemu teman lama.
Sejenak kemudian mereka berpandangan dan terlihat canggung.
IAN(dalam hati)
Sayang… kamu ngga berubah ya? Masih lucu, ngangenin…
Ian memandang Vina dan terlihat rindu lalu mengelus rambutnya. Vina terkejut dan mengelak.
IAN
Sorry aku…
Vina melihat arlojinya.
VINARA
(berdiri) Maaf ya Yan… kami mau keluar sebentar…
Ian berdiri dan terlihat sedikit kecewa.
VINARA
Aku udah janji sama anak-anak..
IAN
Oh ya.. Selyne bilang kalian mau nonton ya
VINARA
Iya.. sudah hampir telat (menunjuk arloji) aku duluan ya…
Vina tersenyum dan berjalan pelan meninggalkan Ian yang masih memandangnya penuh harap.
IAN(dalam hati)
Kenapa kamu ngga nawarin aku untuk ikut dengan kalian Yank? (kecewa) Apa ngga bisa kita temenan lagi? Atau kamu masih marah dan benci sama aku karena kejadian hari itu….
Ian memandangi Vina yang menghampiri anak-anaknya. Selyne dan Selma berlari menghampiri Vina dengan gembira.
Ian menghela napas kecewa.
CUT TO
10. INT: APARTEMEN IAN. SIANG
IAN, DANI, CINDY
Pintu apartemen terbuka, Cindy dan Dani berteriak ramai dan menghambr ke dalam.
DANI
Spada..
CINDY
Minggu-minggu ngga keluar nih…
Ian tersenyum kewalahan. Cindy dan Dani masuk menenteng banyak barang oleh-oleh dan album foto. Cindy segera menggelar bawaannya. Ian duduk dan mengamati satu persatu.
CINDY
Ini.. (memasang topi pet di kepala Ian) kamu kan paling suka pake topi
DANI
Lumayan buat nambah koleksi senjatamu menghindari penggemar…
Semua tertawa. Cindy mengeluarkan barang yang lain dan menunjukkan dengan gembira.
LS Dani dan Cindy semangat menunjukkan pada Ian
Ian terlihat berusaha tersenyum dan tertawa pada gurauan mereka
CUT TO - Malam
Mereka bertiga duduk di balkon sambil meminum beberapa kaleng minuman ringan. Dani dan Cindy berpandangan dan saling menyodok supaya bicara pada Ian yang terlihat sedikit gelisah.
DANI
Eh hem.. (berdehem sambil melirik Ian)
Ian menoleh dan tersenyum.
DANI
Ada apa sih? Gua kirain lo udah kangen banget ama kita, makanya kita cepet-cepet pulang… tahu lo begitu ngga semangat.. mendingan kita extend lagi deh pulangnya..
Ian tertawa kecil.
CINDY
Iya di telpon kemarin kayanya kamu semangat dan seneng banget, aku sampe ga sabar pengen denger ceritanya… Kok sekarang kamu lemes gitu sih.. emang nya ada apa?
Ian menghela napas dan tersenyum memandang Dani dan Cindy sebentar.
IAN
Gua ketemu Vina…
Dani dan Cindy terkejut dan diam berpandangan.
IAN
Mungkin gua ini emang bego ya. Udah jelas-jelas dia ngga mau temenan lagi sama gua (diam menghela napas)
Sepertinya dia masih ngga bisa maaf in gua..
Padahal gua Cuma berharap bisa jadi temennya lagi..
Tapi beberapa kali gua coba dekati dia… dia selalu menghindari gua…
Flash back
Ian berdiri di depan Vina dan memandanginya senang.
IAN
Besok minggu ajak anak-anak berenang yuk…
Vina terlihat ragu dan diam berpikir.
IAN
Ehm, ajak aja Arya… dia juga libur kan? Kita bisa pergi sama-sama..
Vina terlihat terkejut dan bingung.
VINARA
Ehm, sorry ya Yan… sebenernya kami sudah ada rencana…
Ian mengangguk kecewa.
IAN
Ya udah ngga papa, mungkin lain kali… (mencoba tersenyum)
CUT BACK TO
Ian terlihat kecewa. Dani dan Cindy berpandangan khawatir.
CINDY
Mungkin… dia ngerasa ngga enak kali sama suaminya… atau ada masalah lain?
DANI
Iya lagian kalian kan sudah lama banget ngga ketemu, wajarlah kalau dia ngerasa canggung … (tersenyum menepuk bahu Ian)
Oh ya.. bagaimana kalau kita makan malem di luar…
CINDY
Wah ide bagus tuh… ayolah..
Ian tersenyum malas dan diam sejenak.
Dani dan Cindy berdiri membujuk Ian yang akhirnya berdiri ogah-ogahan dan mengikuti mereka.
CUT TO
11. INT: RUMAH VINARA. MALAM
VINARA, SELMA, SELYNE, PENGASUH
Vinara dan pengasuh tampak mengganti pakaian Selma dan Selyne dan memakaikan baju tidur sambil bercanda. Sesekali Selyne menggoda Vina dengan menghindar dan berlari mengelilingnya sambil setengah telanjang.
VINARA
Ayo Selyne.. sini dong.. kan belum selesai pakai bajunya…
SELMA
Mama… katanya Uncle mau ajak berenang ya?
VINARA
(terkesiap) Eh… iya sih tapi kan belum .. (bingung) tepat waktunya.. mungkin lain kali
SELMA
Kenapa? Kan Selma udah mau libur panjang Ma… mulai senin depan, 1bulan lho…
VINARA
Kamu lupa, kita kan mau pulang ke Jawa… katanya mau lihat kota kelahiran Mama
Selma tersenyum-senyum, mengangguk.
SELYNE
Selyne boleh ikut ngga Ma?
VINARA
Boleh Sayang…
SELYNE
Sus boleh ikut ngga Ma?
VINARA
Iya Sayang… kita nanti pergi sama-sama ya…
Selyne dan Selma berteriak kegirangan.
VINARA
Eh jangan loncat-loncat gitu, nanti keringetan lho… kan mau bobok… sana
Selma dan Selyne mencium Vina.
SELMA
Selamat malam Ma, Selma bobok dulu ya…
Vina berdiri membawa pakaian kotor ke luar. Pengasuh menemani Selma dan Selyne naik ke ranjangnya.
CUT TO
Vina menghela napas berjalan lesu dan duduk di meja makan. Ada setumpuk amplop tagihan di atas sana, Vina membukanya dengan sedih.
VINARA
Arya.. aku mesti gimana? Kontrakan rumah ini sudah hampir habis… dan aku belum juga dapat pekerjaan tetap… Apa aku memang harus pindah dari Jakarta…
Vina membuka amplop-amplop itu.
VINARA
Tapi di sana aku sudah ngga punya siapa-siapa lagi… satu-satunya yang aku pertimbangkan hanya karena biaya hidup di sana jauh lebih murah dari pada Jakarta.
Terutama uang sekolah, (diam sejenak) sebentar lagi Selyne juga mau masuk TK (menghela napas)
Kalau tinggal di sana, aku masih bisa menghemat uang peninggalan Arya dan mengambil sebagian sisa tabungan ku untuk buka usaha baru…
Tangan Vina tak sengaja menyentuh kalung mainan pemberian Ian yang tergeletak di meja. Vina mengambil dan memandanginya.
VINARA
Ian? Kenapa kamu datang lagi dalam hidup aku? (memainkan kalung di tangannya)
Sepertinya kamu masih memperhatikan aku dan anak-anak… apa kamu mencoba mendekati aku lagi? (diam sejenak) Sepertinya kamu belum tahu kalau Arya sudah ngga ada…
(menggeleng) Mikir apa sih aku ini… baru satu tahun Arya pergi.. kenapa aku sudah mikirin laki-laki lain… Maaf in aku ya Yak… aku pasti akan berusaha setia sama kamu, seperti Papa selalu setia pada Mama…
Vina berdiri dan merapikan berkas tadi.
VINARA
Mungkin aku memang harus pergi dari sini.. juga supaya aku jauh dari Ian…
Aku akan manfaatkan liburan ini untuk melihat peluang di sana, siapa tahu memang sudah saatnya aku kembali ke kota asalku…
(menengadah) Tuhan… berilah aku petunjuk mu, kalau memang Kau ingin aku kembali ke kota itu, mudahkan lah usaha ku di sana, tapi kalau ada jalan lain yang ingin Kau berikan padaku… maka tunjukkanlah padaku jalan itu
Vina berjalan mematikan lampu.
CUT TO
Commercial break
12. EXT: SUASANA KOTA A.PAGI
VINARA,SELMA, SELYNE, PENGASUH, FIGURAN
Bis malam dari Jakarta memasuki suasana kota kecil yang asri.
Selyne dan Selma setengah mengantuk memandangi areal persawahan dan sungai yang di lalui. Sesekali Vina menunjuk ketika ada kerbau dan petani yang ada di sawah.
Sebentar kemudian Bis memasuki areal kota.
CU Gerbang kota A
Bus memasuki sebuah terminal dan berjalan pelan. Suasana terminal terlihat mulai ramai. Selyne dan Selma dari atas bus masih bersemangat memandang becak dan delman yang banyak terparkir di sana.
CUT TO
13. EXT/INT. RUMAH EMAK. PAGI
VINARA,SELMA, SELYNE, PENGASUH, EMAK/FIGURAN
Vina dan anak-anaknya di atas delman memasuki kota dan berhenti di depan sebuah rumah. Mereka turun dan seorang ibu tua tampak keluar dari dalam rumah menyambut.
FIGURAN(EMAK)
Eh.. Vina? Vina? (tertawa) Wah kamu sudah besar sekali… Ini anak kamu ya?
Ibu tadi menciumi Selma dan Selyne.
VINARA
Maaf Ya Mak, aku jadi ngerepotin…
FIGURAN (EMAK)
Aduh Vin.. ngga usah ngomong gitu, kamu ini sudah Emak anggep cucu emak sendiri… Emak senang Vina mau main ke sini.. ayo..
Vina mengikuti Emak yang masuk bersama anak-anak.
Rumah kelihatan tua dan sederhana, tapi rapi dan bersih. Vina dan Pengasuh meletakkan koper di sebuah kamar.
Selma dan Selyne langsung bermain dengan beberapa mainan masak-masakan lama. Vina keluar kamar dan menghampiri Emak yang mengawasi anak-anak.
VINARA
Mbak Yuni kemana Mak kok ngga kelihatan?
EMAK
Yuni sekarang ikut suaminya pindah ke tegal… sudah ada (berpikir) 5 atau 6 bulan
VINARA
Jadi sekarang Emak tinggal sendirian?
EMAK
Iya Vin.. makanya waktu dengar kamu mau datang liburan ke sini.. wah Emak senang sekali.. lihat… itu masak-masak bekas punya anaknya Yuni.. (tertawa memandang anak2) Kalau ada mereka jadi rame…
Vina tertawa. Pengasuh keluar dan menemani Selma dan Selyne bermain.
EMAK
Sudah Vin, kalian pindah aja kesini. Temenin Emak.. ngapain di Jakarta… kan sekarang suamimu sudah ngga ada.. kamu pindah aja ke sini cari kerja di sini.. atau bantu emak jualan di pasar kaya dulu…
Vina tertawa.
VINARA
Iya Mak.. memang Vina ada rencana begitu, tapi masih mau lihat-lihat dulu… sudah lama Vina ngga pulang ke sini sepertinya banyak yang berubah ya?
EMAK
Iya, sekarang pasarnya sudah bagus Vin.. sudah dibikinin gedung, ngga lapak-lapak kaya dulu lagi.. kamu sana deh ajak anak mu jalan-jalan… lihat-lihat suasana di sini..
VINARA
Eh Mak… Pak Di yang jual soto di ujung jalan dulu masih dagang ngga? Vina kangen nih sama sotonya (tertawa)
EMAK
Masih.. masih… tapi dia sudah ngga pake gerobak lagi, ada kios kecil di dekat tempat yang dulu.. coba kamu ke sana, si Di pasti senang ketemu kamu..
VINARA
Oh ya? Wah boleh juga.. nanti habis anak-anak mandi aku mau keliling ah…
Vina terlihat senang dan bersemangat.
VINARA
Ayo anak-anak cepetan mandi.. kita mau keliling kota…
Selma dan Selyne melonjak gembira.
CUT TO
14. EXT: SUASANA KOTA A
VINARA,SELMA, SELYNE, PENGASUH, ABIDIN, FIGURAN
PAGI
Vina, Selma, Selyne dan pengasuh berjalan santai sambil memandangi toko-toko kecil yang buka di sepanjang jalan menuju pasar. Vina menunjuk-nunjuk seperti meneranggkan sesuatu pada anak-anak dan pengasuhnya.
Rombongan Vina mendekati sebuah warung soto yang cukup ramai. Ketika Vina masuk dan menyapa sang penjual, tampak penjual dengan gembira terkejut dan menyambut mereka/
CUT TO
SIANG
Vina dan Selma naik sebuah becak, dibelakangnya Selyne juga naik becak bersama Pengasuh.
Becak mereka berhenti di alun-alun. Alun-alun yang rindang tampak cukup ramai. Sekeliling taman alun-alun tampak di pakai untuk sarana permainan anak. Ada becak mini, motor dan mobil kecil yang di sewakan, kuda-kuda an kayu dan lain-lain.
Selma dan Selyne sangat gembira bermain di sana.
Vina sangat menikmati suasana di sana. Selma dan Selyne berkeliling alun-alun dengan becak mini. Lalu berganti naik kuda kayu mengeliling lapangan.
CUT TO
SORE
Vina dan rombongannya sedang duduk dipinggir jalan dan makan sate ayam kecil. Mereka terlihat bersemangat memakan sate manis itu.
Ibu penjualnya tampak sudah kenal lama dengan Vina dan sangat akrab berbicara dengannya. Beberapa orang pembeli tampak mengantri di situ.
VINARA
Gimana? Enak kan satenya?
SELYNE
Enak…
Selma mengangguk sambil menikmati sate.
VINARA
Sate kaya gini adanya ya Cuma di sini, di Jakarta di mana-mana ngga ada deh yang rasanya kaya gini… enak pokok-nya.. (mengacungkan jempol)
Sebuah mobil mesah berhenti tak jauh dari mereka dan seorang laki-laki membuka kaca memandang ke Vina dan anak-anaknya.
ABIDIN
Vina? (melepas kaca mata hitamnya)
Abi turun dari mobil dan menghampiri Vina yang tampaknya baru selesai makan. Vina membuang bungkus daunnya ke kardus sampah dan melihat kedatangan Abi.
Abi tersenyum lebar dan menyalami Vina.
VINARA
Abi?
ABIDIN
Hai Vin? Wah apa kabar? Ternyata beneran kamu.. (tertawa)
Aku pikir ada malaikat dari mana nih makan sate di pinggir jalan..
VINARA
Ah kamu ini bisa aja… Kamu apa kabar? Aku denger kamu sekarang nerusin usaha Papa kamu di Semarang?
ABIDIN
Iya.. ngga tahu mendadak perasaan aku kuat banget pengen pulang…
Eh.. ternyata, ada kamu lagi di sini…
Selma dan Selyne memandangi mereka.
ABIDIN
Anak kamu ya? (melambai) Hai.. apa kabar?
Selma dan Selyne hanya tersenyum dan meneruskan makan.
VINARA
Kesenengan tuh belum pernah makan sate kaya gini.. (tertawa)
Eh, kamu mau makan? Soalnya aku tadi udah duluan nih…
Abi mengelus perutnya.
ABIDIN
Ngga-ngga thanks.. aku belum laper baru jam segini…
Abi dan Vina lalu berjalan agak mejauh dan duduk di tepi trotoar.
ABIDIN
Kapan dateng? Kok ngga ngabarin sih?
VINARA
Baru tadi pagi.. mendadak sih, ngga ada rencana
ABIDIN
Kamu jadi mau pindah ke sini?
VINARA
(terkejut) Eh.. belum tahu sih mau lihat-lihat dulu… Kok kamu tahu aku ada rencana mau pindah ke sini? (heran)
ABIDIN
Tahu dong.. aku kan punya banyak mata-mata di sini… (tertawa)
VINARA
Mata-mata apa tukang gosip.. (tertawa)
ABIDIN
Emangnya kamu sudah lupa, ngga ada berita dan rahasia apa pun yang bisa di simpan di kota ini.. itu anaknya siapa, mau ngapain, lagi di mana…. Semua juga tahu.
Termasuk (tersenyum meledek) perselingkuhan mu sama artis waktu itu…
Vina tersenyum kecut.
VINARA
Enak aja.. siapa yang selingkuh…
ABIDIN
Ya deh.. TTM – TTM aja..
Vina dan Abi tertawa.
VINARA(dalam hati)
Tapi kamu ngga tahu.. kalau ada peristiwa lain di balik itu…
Abi menyadari pandangan Vina agak sedih.
ABIDIN
Aku juga dengar soal suami kamu…
Vina memandang Abi dan tersenyum.
VINARA
Terus apa lagi yang kamu denger..
Abi tersenyum dan memandang Vina lekat-lekat.
ABIDIN
Apa aja tentang kamu.. pasti aku tahu…
Vina tertawa.
VINARA
Kamu ini ada-ada aja ya? Dari dulu ngga berubah. (tertawa)
Selma dan Selyne menghampiri mereka. Makan sudah selesai dan sudah melap bersih mulut mereka yang semula belepotan.
VINARA
Eh.. udah selesai makannya (berdiri)
ABIDIN
Habis ini mau kemana? (berdiri juga)
VINARA
Ngga kemana-mana lagi deh.. udah sore, anak-anak juga belum mandi
ABIDIN
Kamu nginep dimana? Aku anterin pulang ya?
VINARA
Katanya semua berita tentang aku kamu sudah tahu… (meledek)
Abi terbahak.
VINARA
Aku nginep di rumah Emak…
ABIDIN
Oh.. dekat rumah kamu yang lama ya?
Vina mengangguk.
ABIDIN
Ya udah.. mau pulang nih? Aku anterin ya..
VINARA
Beneran nih? Ngga ngerepotin kamu? Sebenernya tadi kamu mau kemana?
ABIDIN
Ngga masalah.. yang lainnya gampang.. (tersenyum) belakangan…
Ayo ikut..
VINARA
Ya udah deh kalo gitu, aku pamitan bentar ya…
Vina mengajak anak-anaknya mendekati penjual sate dan berpamitan padanya. Vina membayar sate. Abi tampak memandangi mereka dengan senang.
CUT TO
Commercial break
15. INT: KANTOR IAN. PAGI
IAN, OPIE, FIGURAN
Ian memasuki kantornya dengan lesu dan duduk. Sebentar kemudian Ian menelungkupkan wajahnya di atas meja sedih.
Rena/Figuran mengetuk pintu dan masuk membawa beberapa berkas. Ian menegakkan duduknya dan menerima berkas itu.
RENA
Ini, proposal PT. Nugraha yang kemarin Bapak minta.. mohon di periksa (membuka-buka halaman dan menunjuk ke Ian)
IAN
Oh ya… baik, terimakasih ya..
RENA
Oh ya… tadi Ibu Opie dari PT. Asuransi Jaya menelepon, katanya ada janji dengan Bapak pagi ini
IAN
Oh iya saya hampir lupa? Apa orangnya sudah datang?
RENA
Belum Pak, mungkin sebentar lagi, tadi katanya sudah di jalan..
IAN
Oke, kalau begitu, nanti kalau dia datang.. suruh langsung aja ke ruangan saya..
RENA
Baik Pak.. saya permisi dulu..
Rena keluar dan Ian melanjutkan memeriksan berkas sebentar. Tapi baru sebentar Ian menutupnya lagi dan menggeleng kepala seolah tak bisa konsentrasi.
IAN
Vina? Kenapa kamu selalu begitu? Kamu selalu pergi tanpa pamit karena menghindari aku? Apa aku begitu menyebalkan?
Flashback
Ian teringat saat Vina dan Arya berlibur dengan Selma.
CUT BACK TO
Ian tampak kesal dan menggeleng sambil memukul kepalanya.
IAN
Kenapa aku terus mikirin dia? Kenapa aku mesti kesal Vina berlibur dengan suaminya, dengan keluarganya…
Aku pikir setelah begitu lama aku pergi, aku bisa mengurangi perasaanku padanya, tapi ternyata… (menggeleng)
Ngga aku harus melupakan Vina selamanya. Aku akan mecoba untuk mundur… aku harus bisa melupakannya…
Tiba tiba ada ketukan pintu. Ian terkejut, Rena melongok ke dalam.
RENA
Pak Ian.. Ibu Opie sudah datang…
Ian mengangguk-angguk. Rena keluar dan Opie masuk menutup pintu.
IAN
Duduk Pie..
Opie tersenyum dan duduk di depan Ian.
Opie memberikan beberapa berkas.
OPIE
Ini beberapa info product yang kamu minta, mungkin mau di pelajari dulu atau..
IAN
Oh yaya.. (membuka sekilas-terlihat gelisah) nanti aku baca dulu…
LS Opie menjelaskan beberapa gambar dan Ian mendengarkan.
CUT TO
Ian mengangguk angguk mengerti.
IAN
Oke kalau gitu nanti aku pelajari lagi, dan aku cocokkan sama data karyawan yang kemaren.. setelah itu aku akan hubungin kamu…
OPIE
Baik lah… nanti kamu bisa telepon aku ke kantor atau di hp juga boleh
IAN
Ke kantor? Kamu ngga cuti Pie? Anak-anak liburan sekolah kan?
OPIE
Iya sih.. tapi aku ngga ada rencana pergi jauh kok.. paling Cuma main di Jakarta aja, jadi kan ngga perlu cuti..
IAN
(diam sebentar ragu) Vina… lagi liburan ya?
Opie memandang ragu ke Ian.
IAN
Oh.. kebetulan aku beberapa hari terakhir selalu pulang malam dan ngga sempat main kesana, tadi pagi waktu aku mau mampir, kata tetangganya Vina dan anak-anak pulang ke Jawa…
OPIE
Oh ya.. memang.. (ragu)
IAN
Yah mumpung libur panjang(menghibur diri sendiri) mungkin jadi ada kesempatan juga Arya untuk dekat sama anak-anaknya.. aku lihat mereka jarang keluar sama-sama akhir-akhir ini….
Opie terdiam bingung. Ian mulai heran dengan reaksi Opie.
IAN
Ada apa Pie?
Opie terlihat sangat gelisah, dan Ian semakin terlihat penasaran.
OPIE
Ehm.. anu.. sebenarnya…(terdiam)
IAN
Kenapa? Ada masalah dengan Vina? (cemas)
OPIE
Begini Yan… sebenarnya.. Vina hanya pergi bersama anak-anak dan Suster..(ragu)
IAN
Kenapa?(bingung) Maksud kamu Arya ngga ikut dengan mereka?
Opie menghela napas berat.
OPIE
Arya ngga mungkin ikut lagi kemana-mana…Yan… karena…
Karena Arya sudah meninggal..
CU Ian terkejut
OPIE
Arya sudah meninggal satu tahun yang lalu… (berpikir sejenak)
Setahun dua bulan lah…kurang lebih.. (mencoba tersenyum pahit)
Ian tampak sangat terkejut tak menyangka.
IAN
Apa? Arya sudah meninggal?!!
CU Wajah tak percaya Ian
CU Wajah gelisah Opie mengangguk
CUT TO
END EPS.26
Credit Title
THEME SONG 4
No comments:
Post a Comment