Eps.20
1. INT: MOBIL IAN/EXT: JALANAN.SIANG
IAN, VINARA
Vina dan Ian duduk dalam mobil saling diam.
IAN
Sayang…
Vina menggeleng.
VINARA
Kamu kan tahu Yan.. aku ini sudah menikah…
IAN
Tapi kamu dan Arya kan sudah berpisah..
VINARA
Tapi kami ngga pernah bercerai!
Vina menoleh dan terkejut melihat wajah Ian yang sangat terluka.
IAN
Sayang… tapi aku cinta sama kamu… aku… (gugup)
VINARA
Maafin aku Yan.. tapi semua ini ngga mungkin… kita ngga bisa…
IAN
Sayang… please.. kasi aku kesempatan.. (mulai menangis)
VINARA
Ngga mungkin Yan… terlalu banyak perbedaan dan… pokoknya ngga mungkin..
Vina memandang ke depan dengan sedih.
IAN
Sayang.. (terisak) jangan gitu dong… aku…
VINARA
Maafin aku Yan.. aku ngga pengen nyakitin kamu (menoleh memandang Ian)
Aku juga sayang sama kamu.. dan aku akan seneng banget kalau kita bisa terus temenan… Tapi kalau kamu…
IAN
Tapi aku ngga bisa, aku ngga bisa hanya temenan sama kamu…
Vina menghela napas berat dan sedih.
Theme song 18-Ku Benci Kau dengan Cintaku-Tito-Cilapop
VINARA
Maaf in aku…
Vina keluar dari mobil dan berlari menjauh.
IAN
Sayang!!! (teriak)
Ian lemas dan menelungkup di setir dengan sedih.
CUT TO
2. INT: MOBIL VINARA/EXT: JALANAN.SIANG
VINARA
Vina menyetir dengan gundah. Air mata membasahi kedua pipinya.
Flash back:
Tatapan Ian yang terluka ketika menyatakan Cinta pada Vina
Juga ketika Vina menolaknya
VINARA
Ya Tuhan… apa yang sudah aku lakukan… Aku baru aja menyakiti hati orang yang selama ini sudah sangat baik sama aku…
Tapi… kenapa aku sedih banget ngelihat dia menangis, aku pengen banget bisa menghiburnya… selama ini Ian sangat tertutup, hanya sama aku dia bisa membuka hati dan luka masa lalunya..
Vina menggeleng sedih.
VINARA
Aku ngga boleh mikir seperti itu. Hubunganku dan Ian ngga akan mungkin berkembang ke mana-mana. Ian sudah bertunangan, dan aku sendiri sudah bersuami…
Ya Tuhan, Arya? Kenapa ini harus terjadi sama aku…
Dulu aku begitu benci karena kamu menyukai Susan.. dan sekarang apa bedanya aku.. aku juga memikirkan laki-laki lain…
Nggak.. ini ngga boleh terjadi. Aku akan menjauhi Ia, benar-benar menjauhinya…
Maaf in aku Yan…
Maaf in aku… Pasti aku sudah melakukan atau mengatakan sesuatu yang memberi kamu harapan selama ini.. aku hanya pura-pura saja tidak tahu tentang perasaan kamu.. dan mengatakan bahwa kita hanya berteman…
Aku sudah memanfaatkan kebaikan dan perasaan kamu saat aku kehilangan Arya.
Aku jahat banget .. maaf in aku Yan…
Vina menangis.
CUT TO
End Theme song 18
3. INT: RUANG DOKTER KANDUNGAN.SIANG
NAIA, DOKTER, SUSTER
Naia duduk di depan dokter. Seorang perawat memberikan berkas Naia ke tangan Dokter.
NAIA
Bagaimana Dok? Sudah keluar hasilnya?
DOKTER
Sudah… sebentar ya (membuka berkas)
Dari hasil labnya, sebenarnya.. kandungan dan hormon anda baik. (tampak berpikir)
NAIA
Tapi sudah lebih dari empat tahun kami menikah, dan belum juga ada tanda-tanda kehamilan, Dok
DOKTER
Kemarin Ibu bilang, Ibu dan Suami belum pernah konsultasi ke ahli kandungan sebelumnya ya?
NAIA
Iya Dok.. kata suami saya, nanti kalau sudah saatnya, pasti akan datang sendiri..
Dokter tertawa, sambil membuka-buka berkas dan berhenti di salah satu halaman.
DOKTER
Apa sebelumnya, dan saat ini Ibu mengkonsumsi obat-obatan tertentu?
NAIA
Maksud dokter?
DOKTER
Mungkin semacam anti depresan.. atau pil kontrasepsi?
Naia terkejut dan berpikir.
Flashback
Baskoro mengulurkan kapsul dan segelas susu padanya.
BASKORO
Di minum sayang.. ini vitamin yang bagus buat kamu.. jangan sampai lupa ya..
CUT BACK TO
Naia terhenyak.
DOKTER
Ada sedikit kandungan dalam hormon Ibu yang sepertinya menunjukkan Ibu pernah meminum pil kontrasepsi belum lama ini…(heran)
NAIA
Saya.. saya memang minum vitamin setiap malam..
DOKTER
Vitamin apa? Semacam suplemen gitu? Mestinya sih tidak masalah ya?
NAIA
Saya tidak tahu merk nya, tapi katanya itu resep turun temurun dari leluhur suami saya, supaya bisa cepat mendapat kan keturunan… (terbata-bata)
DOKTER
Tidak ada merk atau nama ata lambang dep kes nya?
Wah hati-hati Ibu kalau minum jamu-jamu-an, kadang kan kandungan di dalamnya tidak jelas dan tidak tahu apa efek sampingnya untuk tubuh kita..
Coba Ibu hentikan saja pemakaiannya, dan nanti saya akan berikan vitamin pengganti.. (menuliskan resep)
NAIA
Maaf Dok.. tapi…Kalau saya bawa obat itu kemari, apa bisa diperiksa ke lab, apa saja isi dan kandungan di dalam kapsul itu…
Dokter memandang Naia heran.
NAIA
Saya ngga ada bungkus atau labelnya, tapi saya bisa bawa kapsulnya kemari..
DOKTER
Setahu saya agak sulit ya Bu… karena tidak semua laboratorium dan rumah sakit memiliki fasilitas seperti itu, adanya hanya di labfor (diam sejenak) pusat pengawasan bahan pangan, atau lab kepolisian…
Naia mengangguk-angguk.
NAIA(dalam hati)
Kurang ajar Baskoro..
Ternyata kamu sudah merencanakan semua ini sejak semula….
Bahkan kamu memang sengaja tidak ingin punya anak dari aku…
Awas kamu Baskoro.. kamu akan membayar semua perbuatan kamu…
Dokter mengulurkan resep.
NAIA
Oh ya terimakasih.. (tersenyum)
Naia berdiri dan keluar.
CUT TO
Commercial Break
4. INT: APARTEMEN IAN.MALAM
IAN, DANI
Ian dan Dani bercakap-cakap di balkon. Ian tampak kalut.
IAN
Dia selalu menghindari gua, kalau gua cari atau telepon ke rumahnya selalu di bilang ngga ada.. dan memang aku lihat mobilnya ngga pernah ada di rumah..
Kalau aku cari dan telepon ke kantor… juga dibilangnya lagi keluar kantor… online, rapat, atau apa aja.. (bingung)
Telpon dan sms gua sama sekali ngga ada yang di balas. (sedih)
Apa sih maunya… (merintih)
Dani menggeleng prihatin.
DANI
Ya lo lihat dong Yan.. dengan semua yang lo cerita tadi… gua aja udah langsung jelas tahu apa maunya… gimana sih lo?
IAN
Ap.. apa? (gugup) Jelas bagaimana?
DANI
Vina menghindari elo karena dia ngga mau ketemu dan berhubungan sama elo lagi
IAN
Hah?(terkejut) Jangan ngawur lo Dan…
Dani menggeleng.
DANI
Yan.. gua tau lo suka banget sama dia.. tapi pake dong otak lo.. udah jelas kan semuanya.. ngga ada lagi yang bisa lo lakuin, masa lo tetep aja mau membutakan mata lo sendiri?
IAN
Nggak.. nggak mungkin…
DANI
Sudah lah Yan.. lepasin aja dia… (hati-hati)
Vina sudah punya keluarga… dan dia sudah memilih untuk kembali pada suaminya
Ian terus menggeleng. Airmatanya menetes sedih.
DANI
Gua tahu ini sakit… tapi ngga ada jalan lain lagi buat lo… ini yang terbaik..
IAN
Ngga Dan.. gua ngga mau kehilangan dia, lebih baik gua mati..
Dani memandang Ian curiga. Wajah Ian tampak panik dan depresi berat.
CUT TO
4. INT: RUANGAN ERIN.SIANG
DANI, ERIN
Establish Kantor PT. Laksmana
Erin dan Dani duduk di sofa. Dani tampak gelisah dan ragu.
ERIN
Ngga biasanya kamu khusus mencari saya Dan? Ada yang ingin kamu bicarakan?
DANI
Iya Tante.. sebenarnya ini mengenai Ian…
ERIN
Ada apa lagi dengan Ian? Anak itu cari masalah lagi? (menggeleng-geleng)
DANI
(menghela napas) Sepertinya… lebih gawat Tante..
Erin mengerutkan kening.
DANI
Saya tidak tahu apakah ini hal yang tepat untuk saya sampaikan pada Tante, tapi saya tidak tahu lagi harus menyampaikan hal ini pada siapa? (bingung)
ERIN
Ada apa? (serius)
DANI
Ini mengenai Vina. Vinara.
ERIN
Vinara?
DANI
Iya.. Vina. Perempuan yang terakhir di gosipkan dengan Ian.
ERIN
Ya.. ya saya tahu.. ada apa dengan Vina?
DANI
Ngga ada masalah dengan Vina nya Tante. Dia baik-baik saja, dan seperti yang sudah disampaikan, dia juga bersedia menjauhi Ian. (diam sejenak)
Tapi Ian.. sepertinya dia.. Ian belum bisa menerima hal ini.
ERIN
Apa maksud kamu Dan?(menghela napas) Saya tahu dia selalu saja berganti kekasih.. anak itu ngga ada jeranya..
DANI
Kalau saja dia seperti itu saya ngga akan khawatir Tante.. tapi sepertinya kali ini Ian sangat serius. Sepertinya Ian benar-benar mencintai Vina.
ERIN
(diam sejenak memandang Dani)
Tapi dia sudah bersuami kan? Bahkan tante dengar dia akan kembali pada suaminya. Dan dia juga sudah berjanji untuk tidak lagi berhubungan dengan Ian. Apa Ian masih saja berhubungan dengan dia?
DANI
Ngga Tante. Vina selalu saja menghindari Ian.
ERIN
Lalu?
DANI
Apa Tante ngga melihat kondisi Ian terakhir ini?
ERIN
(Menggeleng) Terakhir ketemu Tante sebelum dia berangkat road show, setelah itu tante belum bertemu dengan dia lagi.
DANI
Mungkin Tante harus lihat sendiri. Menurut saya kondisinya sangat mengkhawatirkan. Ian sangat.. kalut, sedih, kurus dan sepertinya.. tertekan sekali…
Erin diam dan berpikir.
Dani terlihat gelisah.
DANI
Saya sudah lama mengenal Ian sejak sama-sama kuliah. Dan saya juga ada di sana ketika orang tua Ian meninggal. Tapi menurut saya, kondisi Ian sekarang … bahkan lebih buruk dari saat itu Tante...
Erin mengangkat wajah dan memandang Dani serius lalu menghela napas sedih.
ERIN
Sejak kecil, Mbak dan Mas selalu memanjakan Ian. Apa aja yang dia minta selalu dituruti. Jadinya, dari kecil wataknya sudah sangat keras. Kalau ada apa keinginannya yang ngga di penuhi dia bisa sangat marah dan mengamuk, kadang melempari pengasuh dan Pak Darius yang dari dulu sudah jadi sopir Papanya.
Bahkan bisa mogok makan dan ngambek berhari-hari. (diam sejenak)
Tapi setelah agak besar, dia sudah jauh lebih manis dan penurut. Bahkan cenderung tertutup dan pemalu…
DANI
Iya.. waktu di kampus dulu memang Ian sangat pendiam.
Kebetulan juga Ian paling kecil umurnya di angkatan kami.. ya memang sangat pemalu.. dan tertutup sekali…
ERIN
(menghela napas) Tante selalu kasihan sama anak itu. Waktu Mbak dan Mas meninggal.. dia masih remaja..
Tante sendiri punya banyak beban menjalankan perusahaan ini setelah ditinggal Mas Laksmana, dan tidak punya banyak waktu memperhatikan pertumbuhannya..
Tante memang perhatikan Ian banyak berubah, jadi lebih bawel.. lebih berani, terutama sama gadis-gadis…
Tante pikir, selama dia bisa menjaga diri tentunya ngga akan ada masalah…
Yah walaupun sifat kerasnya tetap saja ada… tapi tante tahu walau mulutnya kasar, sebenarnya anak itu sangat sensitif dan perasa…
DANI
Iya Tante… selama ini memang seperinya Ian baik-baik saja, paling hanya masalah ‘bad temper’ nya aja yang suka meledak sewaktu-waktu…
Mungkin Tante ngga tahu.. tapi sejak berkenalan dengan Vina, Ian sangat berubah.
Dia ngga pernah lagi marah-marah dan uring-uringan. Sikapnya pada pegawai, kru dan bahkan Cindy dan saya.. juga sangat ramah..
Bahkan ketika OM Piere dan Cindy menjebak Vina dulu.. saya sudah takut Ian akan mengasari Cindy, tapi ternyata dia justru memohon agar Cindy tidak lagi menyaliti Vina.. dan bicaranya pun sangat terkontrol…
Erin memandang Dani serius.
ERIN
Apa betul se-serius itu Dan?
DANI
Masalahnya Tante.. sejak Vina menghindari Ian.. kondisinya sangat buruk. Sepertinya Ian sangat sedih dan tidak bisa menerima harus kehilangan Vina…
Saya tidak tahu lagi Tante, bagaimana saya bisa menghiburnya…
Saya khawatir Ian akan menyakiti dirinya sendiri
Erin menghela napas dan berpikir keras.
ERIN
Baiklah Dan.. terimakasih atas informasinya..
Tante akan coba carikan jalan keluarnya…
DANI
(berdiri) Baiklah Tante.. kala begitu.. saya permisi dulu
Dani mengangguk dan keluar ruangan. Erin tampak berpikir dengan serius.
CUT TO
Commercial break
5. EXT/INT: KONTRAKAN VINARA.SIANG
IAN, VINARA, SELMA, NARTI
Vina menghentikan mobilnya di dekat rumah. Vina mengerutkan kening melihat mobil Ian terparkir di sana.
VINARA
Duh.. mobilnya Ian? Kok siang-siang ke sini ya? Gimana nih? Masa aku pergi lagi…
Aku udah janji sama Selma hari ini ngga pulang sore… (bingung)
Vina menghela napas dan turun dari mobil lalu memasuki rumahnya.
CUT TO
Vinara membuka pintu. Selma berlari menyambut. Ian tampak duduk di lantai sedang bermain dengan Selma. Ian terlihat kurus dan pucat.
Vinara menatap Ian, sedih dan rindu.
SELMA
Mama… lihat Ma ada Uncle..
Vinara tersenyum. Ian berdiri salah tingkah dan gugup.
SELMA
Mama.. hari ini janji mau main sama Selma di rumah kan?
VINARA
Iya sayang..kenapa?
SELMA
Boleh ngga berenang di rumah Uncle? Kan udah lama ngga berenang di rumah Uncle.. (merengek) Ayo Ma.. boleh ya.. ke sana ya..
Vina menghela napas memandang Ian yang tampak memandanginya penuh harap.
IAN
Iya.. kan sudah lama ngga main di sana.. ngga apa kan sekali-sekali…
VINARA
Tapi Selma…
SELMA
Ah Mama…boleh ya Ma..
Selma terus merengek. Akhirnya Vina mengangguk, tak sadar senyum Ian langsung mengembang lebar.
VINARA
Sebentar ya, Mama ganti baju dulu. (Vina berjalan ke belakang)
Narti…
Narti datang mendekat.
VINARA
Siapin tas berenang sama ganti bajunya Selma ya…
(menoleh memandang Ian yang menggendong Selma) ..Tunggu bentar ya…
Ian mengangguk senang.
CUT TO
6. EXT:KOLAM RENANG/APARTEMEN IAN.SIANG
IAN, VINARA, SELMA, NARTI, FIGURAN
Establish Apartemen Ian
Theme song 19-KKDC –Tito Cilapop
Ian dan Selma sedang bermain di kolam renang. Vinara duduk di salah satu bangku santai di samping kolam sambil sesekali tertawa melihat mereka bercanda. Narti berdiri di pinggir kolam sambil sesekali mengambilkan bola yang di lemparkan Selma hingga keluar kolam.
VINARA(dalam hati)
Senangnya mereka… (diam sejenak)
Apa aku salah melakukan ini? Seharusnya aku ngga ada di sini.. apa pun alasannya.
Kalau dulu kita dekat dan sering main bersama… karena aku menganggap Ian tak lebih sebagai teman baik, anggap saja seperti dengan Opie, kita berteman dan sering jalan bersama… (menghela napas)
Mana bisa begitu ya? Opie kan perempuan. Apalagi jelas-jelas Ian ngga lagi menganggap aku Cuma teman dan menyatakan cintanya sama aku.. tindakan bodohku ini bisa membuat kesalah pahaman ini berlanjut lagi… (sedih)
Vina memandang Ian yang tampak sangat senang bermain dengan Selma.
VINARA(dalam hati)
Baru berapa lama ngga ketemu.. Ian kelihatan jauh lebih kurus, pucat dan tadi… tatapannya sedih banget… sedalam itu kah aku udah nyakiti dia..
Jangan-jangan setelah hari ini… (menggeleng)
Tapi aku ngga bisa menolak tatapannya tadi, kasihan banget…
Ian di kejauhan menoleh dan melihat Vina yang tampak sedih merenung. Senyum di wajahnya hilang.
IAN
Princess.. berenangnya pindah ke kolam kecil ya.. sama Mbak Narti…
Selma menoleh dan menatap tanda tanya ke Ian.
IAN
Uncle mau nemenin Mama dulu… kasihan kan Mama sendirian (menunjuk ke Vina yang melamun ke arah lain)
Selma tersenyum. Ian menggendong Selma ke kolam kecil, Narti menggandeng Selma dan berdiri di pinggir kolam. Ian mengambil handuk dan mendekati Vina.
VINARA(dalam hati)
Apa aku Cuma kasihan sama dia? Karena selama ini Ian tergantung banget sama aku, manja banget…(tersenyum sedih), dia selalu bilang, selama ini ngga pernah punya keluarga, dan setelah bertemu aku dan Selma… dia seperti menemukan keluarga yang lama hilang itu. Sama seperti aku dulu, ketika bertemu Arya…
Jadi aku tahu persis perasaannya… aku tahu sakitnya… dan rindunya aku pada kehangatan keluarga…
Bagaimana mungkin aku merenggut kebahagiaannya yang Cuma satu-satunya itu.
Tega banget aku. Tapi… (menghela napas)
Aku juga ngga bisa ngelupain Arya. Apa pun yang sudah terjadi antara aku dan Arya, dia tetap ada dalam hidupku, dalam hatiku.. dalam semua kenanganku...
Ian berdiri di belakang Vina yang melamun. Ian meletakkan handuk dan memakai t-shirt nya.
Vina terkejut menyadari Ian yang tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya. Ian terus menatapi Vina hingga salah tingkah.
Ian mendekat dan duduk dekat sekali merapat ke Vina di bangku yang sama. Vina terlihat jengah dan gugup. Sambil memandangi dan tersenyum pada Selma, diam-diam Ian menggenggam tangan Vina yang diletakkan dibangku.
VINARA(dalam hati)
Duh aku kok jadi deg-deg an gini… (gelisah)
Kenapa aku ngga bisa bergerak sama sekali…kenapa aku ngga bisa menghindar..
Seharusnya aku nolak dia kan?
Ian menoleh menatap Vina rindu.
IAN
Aku kangen banget sama kamu… (berbisik pelan)
Ian meletakkan kepalanya di bahu Vina lalu memejamkan mata.
IAN
Jangan tinggalin aku lagi Yank… jangan hindarin aku… (lirih)
Vina hanya diam tak bereaksi, terlihat bingung. Keduanya hanya berpegangan tangan dengan sedih.
LS Vina dan Ian di dekat kolam
CUT TO
Commercial Break
7. INT:PANGGUNG/BELAKANG PANGGUNG. MALAM
IAN, DANI, CINDY, FIGURAN
Theme song 20-Tak Bisakah-Peterpan
Ian menyanyi di atas panggung dengan penuh perasaan. Pengunjung terlihat ikut bernyanyi dan bergoyang mengikuti irama.
Dani dan Cindy mengintip dari samping panggung sambil mengangguk-angguk mengikuti lagu Ian.
Beberapa kru tampak sibuk mengatur sound dan lighting.
Fade out
CUT TO
Ian keluar ke belakang panggung. Beberapa kru masuk membereskan panggung.
Di belakang panggung sudah menunggu Dani dan Cindy. Cindy menghampiri Ian dan tersenyum manis menyambutnya. Ian tampak tersenyum lesu.
CINDY
Wah selamat ya.. sukses banget…
Dani tersenyum mendekat.
Ian mengangguk tersenyum dipaksakan.
IAN
Ehm.. (ragu) Cin? Elo.. ada waktu malam ini?
Dani dan Cindy terlihat terkejut.
Cindy langsung mengangguk semangat dan senyum senang.
CINDY
Oh ya.. (gugup) bisa kok.. ada apa ya?
IAN
Bagaimana kalau kita makan malam? Gua lihat dari sore elo udah di sini.. pasti elo belum makan kan? (manis)
Cindy mengangguk senang. Dani memandang curiga.
CINDY
Boleh…
IAN
Sorry ya Dan.. aku langsung jalan sama dia ya…
Ian menepuk bahu Dani dan menggandeng Cindy keluar.
DANI(dalam hati)
Aneh? Ngga biasanya Ian begitu baik sama Cindy.. sudah lama banget mereka ngga keluar sama-sama… ada apa ya?
(mendengus) Mestinya aku seneng dong kalau mereka baikan, mikir apa sih aku ini
Dani menatap Cindy dan Ian menjauh dengan tatapan sedih dan menggelengkan kepala lalu berbalik pergi.
CUT TO
8. EXT: RESTAURANT TAMAN. MALAM
IAN, CINDY, PELAYAN
Ian dan Cindy duduk di salah satu gazebo rumah makan. Seorang pelayan membereskan piring dan sisa makanan yang sudah selesai mereka makan. Cindy kelihatan sangat senang.
Pelayan pergi. Di meja tinggal dua gelas minuman. Cindy dan Ian duduk santai sambil mengobrol.
IAN
Gimana? Makanan disini enak juga kan?
Cindy mengangguk senang.
IAN
Dani juga suka kok makan disini, besok-besok lo bisa ajak dia sering kesini (tersenyum)
Cindy mengernyitkan kening heran dengan sesuatu yang tersirat dari kata-kata Ian.
IAN
Dani itu cowok yang baik, walau kadang dia kelihatannya ngga serius.. dan gampang panik..(tertawa kecil) Tapi Dani orangnya baik kok…
Cindy semakin heran.
CINDY
Ada apa sih Yan? Kok kamu ngomongnya gitu?
Ian menghela napas dan diam sejenak.
IAN
Gua… (diam sebentar) gua mau minta maaf sekali lagi sama elo…
Gua sudah banyak nyusahin lo dan … nyakitin lo…
Cindy memandang Ian gelisah. Ian mengeluarkan kotak kecil biru dari kantongnya, lalu memandang Cindy sambil memegang-memegang kotak itu gelisah.
IAN
Cin… gua sebenernya… (diam sebentar) selama ini gua…
Gua ngga pernah menganggap pertunangan kita sesuatu yang serius…
Waktu itu, Cuma pembicaraan antara Aunty, Piere… elo dan gua..
Ngga ada orang lain atau acara apa pun selain…(membuka kotak) cincin ini..
CU Sebuh cincin di dalam kotak.
Cindy memegang sebuah cincin yang sama yang selama ini selalu terpasang di jari manisnya.
IAN
Maaf in gua.. tapi setelah gua berpikir.. bagaimanapun juga gua harus bilang langsung sama elo…
Ian mengulurkan kotak itu ke Cindy dan memandangnya serius.
IAN
Gua ngga bisa menerima cincin ini…
Cindy menerima kotak itu dengan mata berkaca-kaca.
IAN
Sorry kalau lo mesti menunggu begitu lama hanya untuk ini…
Tapi gua rasa ini yang terbaik ngga Cuma buat gua tapi juga buat elo.
Cindy mulai menangis dan menggeleng menatap Ian.
IAN
Gua bukan orang yang tepat buat elo Cin.. elo pantas dapet orang lain yang lebih baik dari gua.. Dani misalnya? Atau mungkin orang lain, atau siapa aja…
Tapi yang jelas… bukan gua…
Cindy tak menjawab hanya memandangi cincin itu.
Ian diam bingung.
LS Ian dan Cindy duduk diam tak berbicara. Ian larut dalam lamunan dan Cindy menangis.
Sesaat kemudian tangis Cindy mulai berhenti. Ian memandangnya perhatian.
IAN
Elo ngga papa kan? Gua anterin pulang ya… (manis)
Cindy menghela napas.
CINDY
Aku.. (menggeleng) Aku masih pengen di sini Yan… (mengatur napas)
Kamu pulang duluan aja.. (tersenyum menahan sedih)
IAN
Ini kan udah malem Cin? Ayo gua anterin pulang…
CINDY
Ngga papa kok (melihat arloji) belum juga jam sembilan.
Nanti aku bisa pulang sendiri. Kamu duluan aja…
Aku… aku butuh waktu sendiri dulu sebentar…
Ian memandang ragu.
CINDY
Ngga papa sungguh… sana… Aku udah biasa kan pulang sendiri
(tersenyum menyuruh Ian pulang)
IAN
Elo yakin?
Cindy mengangguk.
IAN
Ya udah.. kalau gitu… gua pulang duluan ya… (tersenyum dan berdiri)
Ian berjalan menjauh sambil sesekali berbalik berat meninggalkan Cindy. Cindy melambai sambil tersenyum.
Ian menjauh.
CINDY(dalam hati)
Akhirnya… aku udah tahu hari ini pasi akan datang..
Tadinya kupikir akan diakhiri dengan pertengkaran dan makian kamu..
Ternyata kamu begitu baik dan manis banget sama aku.. (diam sejenak)
Kenapa kamu harus baik sama aku Yan… lebih mudah buat aku kalau kamu marah-marah dan maki aku seperti dulu (terisak)
Cindy mengelus kotak biru itu dan memandangi cincin di dalamnya. Cindy mengambil cincin itu dan melihat masih ada benang merah dan label merk tergantung di sana.
CINDY(dalam hati)
(tertawa sedih) Kamu bahkan ngga pernah memakai Cincin ini sejak semula..
Cindy menelungkup di meja dan menangis.
CUT TO
Di balik semak, Ian memandang Cindy di kejauhan yang duduk merenung menatapi kotak.
Ian berhenti dan mengambil ponselnya.
IAN
Hallo Dan? Elo lagi dimana?
CUT TO
Commercial break
9. INT: KONTRAKAN VINARA. MALAM
VINARA, ARYA
Vina menutup pintu kamar Selma. Arya yang sedang duduk di sofa menoleh memandang Vina yang mendekat.
ARYA
Sudah tidur ya?
Vina mengangguk dan duduk di sebelah Arya.
ARYA
Ehm… Selma udah mau liburan panjang kan?
VINARA
Iya.. lusa ambil raport, dan besoknya sudah libur… satu bulan lho..
ARYA
Cepet ya… naik TKB ya?
Vina tersenyum mengangguk.
ARYA
Liburan.. ke rumah Ibu yuk..
Vina menoleh terkejut.
ARYA
Bulan ini seharusnya, kalau ngga ada masalah… Susan akan melahirkan (diam sejenak) dan segera setelah anak itu lahir… aku bisa melakukan tes DNA
Dan aku yakin sekali Vin… sama hasil tes itu..
Vina terdiam dan berpikir.
ARYA
Aku harap… kalau memang benar anak itu bukan anakku.. seperti janjimu dulu…kamu dan Selma benar-benar kembali ke rumah… (menatap Vina serius)
Dan kita sama-sama ke rumah Ibu.. (tersenyum) sekalian berlibur di sana
VINARA
Kamu bukannya baru aja ambil cuti panjang? Tiap kali kamu ijin libur, apa lagi sampai beberapa minggu… apa Kak Nai ngga keberatan?
ARYA
Ngga kok, aku udah bilang sama Nai, dan dia setuju banget, dia malah seneng kalau kita bisa nengokin Ibu.
Vinara tersenyum mengangguk.
ARYA
Oh ya?! Kamu ngga tahu kan… kalau Nai sekarang sudah berubah banget..
VINARA
Berubah? Maksud kamu?
ARYA
Iya, dia udah ngga pernah lagi marah-marah, uring-uringan baik sama aku atau karyawan lain…Pokoknya udah balik kaya Nai yang dulu deh…
VINARA
(senyum senang) Oh ya? (semangat)
ARYA
Iya… malahan dia juga nanyain kamu sama Selma, kenapa lama ngga main ke kantor. (tersenyum senang) Kapan kalau kamu ada waktu, mampir lah ke sana.. Nai pasti senang ketemu kalian..
VINARA
Sungguh? Kak Nai .. sudah ngga benci lagi sama aku…
ARYA
Iya… dia malah bilang nyesel sudah kasar sama kamu..
Sebenernya dia Cuma ngerasa iri aja ngeliat kamu mengandung dan melahirkan Selma, sementara dia yang udah nikah duluan kok sampai sekarang ngga juga punya anak…
Vina menghela napas prihatin.
VINARA
Iya ya.. sudah lebih lima tahun lho.. apa mereka ngga ke dokter?
Arya mengangkat bahu.
ARYA
Ngga tahu.. kamu ngobrol aja sendiri sama dia.. (tersenyum)
Jadi? Kamu mau kan?
VINARA
Mau apa? (memandang curiga ke Arya yang senyum-senyum)
ARYA
Mau ke rumah Ibu lah… (mengacak rambut Vina) emang nya mau ngapain?
Vina dan Arya tertawa.
VINARA
Iih.. kamu aja yang mikirnya macem-macem… (tertawa)
Arya melingkarkan tangannya dipinggang Vina dan menariknya mendekat.
ARYA
Tapi… (pura-pura berpikir) boleh juga kalau kamu mau..
Arya tertawa memeluk Vina dan mencium pipinya.
Vina mengelak sambil tertawa juga.
LS Vina dan Arya tampak gembira
CUT TO
10. INT: APARTEMEN IAN. SIANG
VINARA, IAN
Establish Apartemen Ian
Ian mengambil minuman di dapur dan membawanya ke ruang duduk. Vina duduk gelisah.
VINARA
Sebenarnya ada apa sih Yan, kok ajak aku ke sini?
Ian tersenyum dan duduk di dekatnya.
IAN
Ngga papa kok… Cuma pengen ngobrol aja sama kamu..
VINARA
Kalo ngobrol kan bisa dimana aja? Kenapa mesti ke sini..
IAN
Pengen aja…
Vina mengernyit heran, Ian tersenyum meledeknya.
Ian mendekat dan duduk disamping Vina.
IAN
Ngga kok Sayang… Cuma pengen aja ngobrol dengan bebas sama kamu, soalnya kamu tahu sendiri kan, selama ini kalau kita keluar, pasti ada aja yang gangguin, minta foto, minta tanda tangan, atau sekedar ngeliatin… dan kalau udah gitu kamu pasti cepet-cepet minta pulang… (mencubit ujung hidung Vina sambil tertawa)
VINARA
Habis…kan emang ngga enak banget, kadang aku heran kamu bisa tahan dengan kehidupan kaya gitu…
IAN
(tertawa) Dulunya juga ngga nyaman banget sih Yank… tapi karena udah jadi kebiasaan, lama-lama.. ya jadi ngga aneh lagi… (tersenyum)
VINARA
Apa selamanya… (hati-hati) kamu akan kerja seperti ini?
IAN
Ngga lah Yank.. kerja seperti ini mana bisa selamanya… setiap saat kan pasti muncul artis atau penyanyi baru… ya tinggal tunggu waktunya aja.. (tertawa)
Nanti kalau saat nya tiba, dan aku udah mulai bosen di dunia ini… (diam sejenak)
Baru aku akan memenuhi permintaan Papa dan Mama dulu… untuk meneruskan usahanya… dan bekerja sepenuhnya di PT.Laksmana (tersenyum)
VINARA
Apa pun pekerjaan kamu… yang penting itu sesuatu yang emang kamu suka (senyum)
Jadi kamu akan melakukannya dengan sepenuh hati dan ngga setengah-setengah..
Ian memandang Vina sambil tersenyum dan menggenggam tangannya.
IAN
Seperti cintaku sama kamu…
Vina menarik tangannya jengah. Ian diam sejenak seperti berpikir sesuatu.
IAN
Aku… aku sudah memutuskan pertunanganku dengan Cindy
VINARA
Apa?(kaget)
IAN
Iya.. aku sudah pikirkan… selama ini toh aku ngga pernah menganggap serius pertunangan itu.
Dan aku juga ngga pernah tahu sebenarnya bagaimana dengan perasaan Cindy.. yang pasti, sebagai cowok.. aku merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah yang sebenernya ngga pernah aku mulai sama sekali… (diam sebentar)
Seandainya memang bener kata Dani kalau Cindy mencintai aku, rasanya ngga adil banget kalau aku terus menggantung dia, padahal aku ngga mungkin mencintai dia dan meneruskan hubungan kami. Sementara aku tahu pasti,(diam sejenak) kalau ada orang lain yang lebih pantas untuk mendampingi dia (senyum bijak)
VINARA
Maksud kamu?
IAN
Aku tahu… (senyum) Dani sayang banget sama Cindy, bahkan sejak sebelum kami bertunangan…
Vina memandang Ian ragu. Ian tersenyum meyakinkan.
IAN
Sekarang aku sudah bebas mencintai kamu…
Ian menghela napas dan mengambil sebuah kotak pink dari kantong celananya. Dengan memberanikan diri Ian berlutut di hadapan Vina. Vina kelihatan terkejut.
VINARA
Ian? Kamu kenapa?
Ian menghela napas memberanikan diri.
IAN
Sayang… (gugup) aku.. aku ingin terus mencintai kamu…
Aku tahu.. bagaimana posisi kamu sekarang, dan aku ngga akan pernah memaksa kamu untuk membalas cinta aku…
Ian menatap Vina sepenuh hati. Vina hanya diam tak mampu berkata-kata.
IAN
Aku hanya minta.. kamu ngga menolak aku lagi… ijinkan aku mencintai kamu.. menyayangi kamu, menjaga kamu… (Vina menggeleng)
Aku sungguh… ngga mengharap apa pun dari kamu sebagai balasannya Yank.. please…
Vina terus menggeleng bingung. Ian membuka kotak pink itu. Di dalam nya ada sebuah cincin yang sangat cantik.
IAN
Aku ingin kamu menyimpan ini… suatu saat kalau kamu sudah siap.. kamu baru memakainya…
Vina menerima kotak dan memandangnya ragu.
CUT TO
Commercial break
Matahari siang berganti sore.
11. INT: APARTEMEN IAN. SORE
VINARA,IAN
Vinara berdiri di balkon sambil memainkan kotak pink pemberian Ian. Wajahnya serius dan berpikir keras.
Tampak dari jendela, Ian sedang menyiapkan mie instant di dapur. Ian memandang keluar dengan wajah cerah.
IAN
Sayang!! Mie-nya udah jadi nih…
Vina menoleh dan masuk dengan lesu.
Ian berjalan membawa 2 piring mie ke ruang duduk dan meletakkan di meja depan TV. Ian duduk di sofa dan mengambil remote TV lalu menyalakannya.
IAN
Sini dong… (semangat)
Ian menggeser duduknya dan pindah ke lantai. Vina datang dan duduk di sofa dekat Ian duduk.
Ian memakan mienya dengan semangat.
IAN
Hemm!! Kamu pasti suka deh… enak banget… pedes.. (tertawa)
Vina tersenyum dipaksakan dan pindah duduk di lantai dekat Ian. Kotak diletakkan di meja.
VINARA
Kayanya kebanyakan deh.. porsinya gede banget…
IAN
Beres.. masih ada.. (mengelus perutnya) ini nih…
Vina tertawa melihat Ian dan ikut menyuap mie nya.
IAN
Enak kan?
Vina mengangguk-angguk sambil tersenyum.
IAN
Siapa dulu dong yang masak…
Vina dan Ian tertawa bersama.
VINARA(dalam hati)
Ian… Ian.. kamu ini bener-bener bisa bikin aku ketawa.. bikin aku seneng..
Kalau aja kamu beberapa tahun lebih tua dari umur kamu, dan kita ketemu sebelum aku bersama Arya… (menghela napas)
Memang sebenernya kita sudah ketemu sih sebelum Arya… tapi waktu itu kamu nyebelin banget… ngga pernah nyangka kalau sekarang kita bisa deket seperti ini..
Vina menatap Ian yang menonton kartun dan sesekali terbahak.
VINARA(dalam hati)
Arya? (memegang cincin kawin yang masih di jarinya)
Sedang apa kamu sekarang? Kerja? (menghela napas)
Kenapa aku di sini? Suamiku kerja.. tapi aku malah berduaan sama cowok lain..
Aku ngerasa bersalah banget sama kamu Yak. tapi aku juga ngga mau nyakitin Ian
Ian menoleh heran melihat Vina melamun sambil memainkan mie dengan garpunya.
IAN
Kenapa? Ngga suka ya mie-nya?
VINARA
(Terkejut) Oh nggak nggak papa kok.. enak.. (menyuap mie)
Ian memandang heran.
IAN
Kalau ngga suka ngga papa kok Yank.. nanti aku buatin yang lain? Mau?
Ehm.. gimana kalau spaghetti.. atau … atau mau order… delivery aja?
Vina semakin merasa tak enak.
VINARA(dalam hati)
Duh Ian… kenapa kamu baiikkk banget…
Ian mendorong piringnya menjauh dan menghadap Vina dengan perhatian.
IAN
Kenapa Sayang? (memegang pipi Vina) Kamu sakit? (panik) Ngga enak badan?
Vina menghindar dan menggeleng dengan mata berkaca-kaca. Ian semakin panik.
IAN
Kenapa? Hei…Sayang? Look at me.. Sayang? What’s up? Honey? Are u okay?
Vina menggeleng pelan dan mendorong piring mie nya menjauh.
Ian tampak sangat khawatir.
Vina meraih kotak pink pemberian Ian. Ekspresi Ian langsung berubah menyadari sebab kegundahan Vina bermula dari kotak pink itu. Ian terlihat cemas.
VINARA
Yan… (lirih).. sepertinya (menoleh memandang Ian ragu) sepertinya.. aku ngga bisa menerima kotak ini..(diam sejenak)
Mungkin lebih baik.. kalau kita ngga usah ketemu lagi…
Vina menyodorkan kotak pada Ian. Ian tampak ketakutan.
IAN
Nggak nggak nggak… Sayang… jangan..jangan.. aku.. aku kan sudah bilang..
Aku ngga minta apa-apa.. aku ngga minta kamu bales apa pun.. apa pun… sekarang ini. Please.. please.. Honey…
Vina menggeleng pelan dan meletakkannya di atas meja dekat Ian.
VINARA
Seperti kamu bilang tadi… aku juga ingin bilang…
Kalau seandainya memang bener kamu sungguh mencintai aku… rasanya ngga adil banget kalau aku terus menggantung kamu, seperti kamu menggantung Cindy, padahal aku jelas ngga mungkin bisa mencintai kamu sepenuh hati aku, apalagi untuk meneruskan hubungan kita…
Aku sudah menikah Yan… sudah berkeluarga… hubungan ini ngga akan pernah kemana-mana… ini ngga adil buat kamu… sementara aku tahu, pasti suatu saat akan ada orang lain yang lebih pantas untuk mendampingi kamu…
Ian menggeleng cepat.
IAN
Ngga Vin… ini beda… (gugup)
Kamu.. kamu pernah bilang waktu itu.. salah satu alasan kita ngga bisa bersama adalah karena aku sudah bertunangan kan?
Dan sekarang aku sudah melepaskan Cindy… (gugup) apa.. apalagi yang kamu pengen aku lakuin Yank? Aku pasti akan lakukan apapun apapun…
Vina menggeleng menahan tangis.
VINARA
Aku ngga minta kamu memutuskan pertunangan kamu dengan Cindy Yan.. kamu salah ngerti maksud aku… Walaupun kamu ngga bertunangan dengan siapa pun… aku ngga mungkin menerima cinta kamu…
Karena aku sudah ada Arya… ada Selma…
IAN
Kamu kan sudah berpisah dari dia.. kamu ngga perlu khawatir Yank.. aku akan jagain kamu dan Selma.. menikahlah dengan aku …
Arya itu selalu menyakiti kamu, aku mana bisa membiarkan kamu kembali sama dia..
Kenapa sih kamu ngga pisah saja dari Arya?
VINARA
Itu ngga mungkin Yan… aku menikah dengan Arya karena aku mencintai Arya…
Ian menatap Vina sedih. Vina memandangnya dalam-dalam.
VINARA
Aku ngga di jodohin… atau dipaksa.. semua atas kemauan ku sendiri.
Menikahi Arya adalah satu-satunya pilihan dalam hidup aku Yan…
IAN
Tapi dia mengkhianati kamu Vin.. dia menyakiti dan menyiksa kamu dan Selma bertahun-tahun… bahkan memukul kamu…
VINARA
Arya sudah berubah Yan.. dia sudah kembali seperti dulu…(membela)
IAN
Apa jaminannya? Apa ngga mungkin dia akan mengulangi kesalahannya lagi suatu saat nanti… Bagaimana kalau dia menyakiti kamu lagi?
VINARA
Ian… (memegang kedua tangan Ian erat)
Apa kamu tahu.. apa janji dan sumpah pernikahan kami dulu? (diam sejenak)
Aku ngga menikah hanya karena cinta aja.. hanya saat senang aja, saat ngga ada masalah aja…
Tapi aku juga bersumpah untuk selalu setia selamanya.. selamanya Yan… walau apa pun yang terjadi, dia sakit, susah.. atau apapun yang mungkin dia lakuin sama aku…
IAN
Termasuk saat dia menyiksa kamu… nyakitin kamu? (tak mengerti)
VINARA
Ya… termasuk saat dia nyakitin aku… (lirih menunduk)
Ian berdiri dengan kesal dan berjalan hilir mudik.
IAN
Aku bener-bener ngga ngerti pemikiran kamu…
Sorry ya Yank… bukannya .. bukannya karena aku suka sama kamu, jadi aku pengen kamu pisah sama tuyul satu itu..
Ian mengatur napas kesal. Vina menghela napas dan tetap duduk bersila di lantai memandang Ian.
IAN
Kamu ini … jaman emansipasi gini kok masih saja mau ditindas sama laki-laki…
VINARA
Ini bukan masalah emansipasi Yan.. tapi prinsip…
IAN
Prinsip? Lalu bagaimana kalau Arya yang menceraikan kamu? Waktu itu dia sudah hampir saja melakukannya kan.. dan itu bukan Cuma satu dua kali dia ucapkan…
VINARA
Aku tahu.. mungkin kedengaran aneh Yan.. kecuali Arya yang mengatakan dengan sepenuh hati sudah tidak mencintai aku lagi, dan menceraikan aku dan membuangku ke jalanan… aku ngga akan melepaskannya…
Ian tertunduk diam bingung. Vina memalingkan muka sedih.
VINARA(dalam hati)
Maaf in aku Yan.. pasti ucapan ku tadi udah nyakitin kamu banget..
Tapi lebih baik kamu sakit sekarang dari pada nantinya.. kamu akan lebih sakit lagi
Ian menghela napas dan berlutut di depan Vina berseberangan meja.
IAN
Okey.. okey… kalau memang itu.. sudah menjadi prinsip kamu untuk ngga berpisah dari Arya…(diam sejenak) aku ngga akan pernah meminta kamu berpisah dari Arya lagi (terluka) tapi… tapi.. jangan tolak aku… (memohon) aku bersedia untuk jadi yang keberapa pun di hati kamu… asal kamu ngga ninggalin aku.. asal aku masih bisa selalu ketemu sama kamu…
VINARA
Ian.. (menggeleng) ngga bisa gitu dong…
Kamu kan punya kehidupan sendiri… mana bisa kamu terus jadi bayang-bayang aku...
IAN
Aku ngga keberatan jadi bayang-bayang kamu.. jadi apa pun… asal aku bisa terus sama kamu…
VINARA
Mana ada cewek yang mau sama kamu kalau kamu terus ngurusin aku Yan? Dan kalau kamu terus deket sama aku.. kamu juga akan susah membuka hati kamu sama orang lain, jadi, lebih baik sementara kita ngga usah ketemu lagi..
IAN
Aku ngga mau orang lain.. aku mau kamu.. (menggenggam erat tangan Vina) Please..
Kalau kamu ngga mau menikah dengan aku.. aku mau jadi pacar gelap kamu.. atau apapun istilahnya.. kalau kamu takut Arya tahu.. aku akan atur semuanya jadi rahasia kita… gimana?(kalut)
VINARA
Ian?(melepas tangan Ian) Masa kamu mau aku punya dua suami? Jadi pacar gelap aku? Kamu ngga salah Yan?
IAN
Nggak.. aku ngga salah.. aku cinta sama kamu.. dan kalau memang kamu masih mencintai Arya.. (menelan ludah) aku juga ngga keberatan…
VINARA
Ian? Kamu?(heran) Itu ngga mungkin… Kamu ngawur… Aku ngga bisa…(lemah)
Ian mulai menangis dan terus memohon. Vina terus menggeleng.
IAN
Mana bisa aku ngga ketemu kamu lagi Yank… setiap aku jauh dari kamu.. aku tersiksa banget… kamu ngga akan bisa bayangin rasanya.. aku ngga sanggup lagi merasa seperti itu.. lebih baik aku mati aja dari pada harus pisah dari kamu…
VINARA
Ian.. kamu ngga boleh ngomong gitu dong… Ini yang terbaik buat kita.. please kamu ngerti dong Yan..
Ian berdiri lesu dan melangkah gontai sambil menjauhi Vina menuju ke pantry dan dengan lemas bertumpu di sana.
VINARA
Maaf in aku Yan.. tapi aku ngga bisa….
Suatu saat kamu akan bertemu orang lain yang bisa seutuhnya jadi milik kamu…(menunduk) dan perempuan itu .. bukan aku.. (sedih)
Ian tak menjawab terus menangis. Tiba-tiba matanya tertumbuk pada pisau yang ada di tempat sendok.
CU Pisau dapur
Pelan Ian meraih pisau itu dengan ekspresi kosong
VINARA
Kamu pasti akan bahagia Yan.. saat itu.. (lirih tak melihat ke arah Ian hamya memandang lurus ke depan) mungkin kamu akan menertawakan peristiwa hari ini… (pelan sedih) kamu pasti melupakan aku…
CU Tangan Ian gemetar meretas pisau ke nadinya, darah mengalir, pisau terjatuh
Vina terkejut mendengar suara pisau jatuh. Ian tetap berdiri membelakanginya.
VINARA
Ian??
Vina terkejut melihat pisau dan tetesan darah di lantai.
CU Vina ternganga dan melonjak berdiri
CU Pisau dan darah berceceran dilantai
CU Wajah Ian tampak sangat sedih dan terluka, tak ada ekspresi rasa sakit sama sekali
CUT TO
END EPS.20
Credit Title
THEME SONG 4
No comments:
Post a Comment