Eps.25
1. INT: RUANG VVIP RUMAH SAKIT.SIANG
IAN, VINARA, DANI, CINDY, FIGURAN
Vinara terus meronta dengan wajah dan tangis ketakutan. Ian yang masih lemah, tak mampu memegangnya dengan sebelah tangan kiri sehingga tangan kanannya yang masih di infus langsung ikut menangkap lengan Vina yang berusaha melepaskan diri.
Tiang infus jatuh dan menimbulkan bunyi berisik.
CUT TO
Di ruangan tunggu, Dani dan Cindy terkejut mendengar suara gaduh.
DANI
Heh kamu denger ngga? Kayanya … (bingung)
Cindy menoleh ke kamar. Kembali ada suara gaduh dan tangis ketakutan Vina yang terus berkata jangan.
CINDY
Ada apa ya?
Cindy dan Dani bergegas berdiri dan masuk ke kamar.
CUT BACK TO
Cindy dan Dani terkejut melihat Ian dan Vina.
Pegangan Ian lepas dan Vina segera berlari menjauh. Dani menangkap Vina yang terlihat ketakutan. Ian sudah mulai menangis tanpa mampu bicara sambil memandang Vina yang ketakutan. Ian terus menggapai memanggil Vina tanpa suara, hanya tangis.
DANI
Ada apa ini?
CINDY
Ian ada apa?
Ian meronta, Cindy tak bisa memegangnya. Ian berusaha meloncat berdiri menggapai Vina yang ada di dekat Dani. Karena masih lemah Ian terjatuh dari ranjangnya.
Dani, Cindy dan Vina terkejut dan mendekat hendak membantunya.
VINARA
Ian?!!(terpekik) Apa-apa an sih kamu…
Dani dan Cindy bingung melihat Vina dan Ian.
Ian yang melihat Vina mendekatinya lagi segera menangkap kedua tangannya dan bersujud menangis. Infusnya lepas dan darah mulai mengucur dari bekas lubang yang terbuka.
DANI
Cin.. panggil perawatnya…
Dani berusaha memapah Ian bangun tapi Ian meronta dan terus menangis memegangi Vina.
DANI
Yan.. ayo, gua bantu lo ke atas… ayo…
Ian menggeleng seperti takut Vina melepaskan tangannya lagi. Dani memandang Vina yang masih terlihat shock.
DANI
Vina ngga pergi kok Yan… ya(membujuk).. kita bantu lo ke atas ya…
Ian mengangkat wajah dan menatap Vina yang memandanginya sambil menangis.
Cindy datang dengan dua orang perawat.
PERAWAT
Lho.. ada apa ini…
Semua membantu Ian bangkit dan membereskan infus.
CUT TO
Perawat memeriksa infus yang telah terpasang benar. Ian sudah duduk setengah berbaring di ranjangnya. Vina duduk di tepi ranjang.
PERAWAT
Kalau bangun hati-hati ya Pak.. (tersenyum menggoda) Masa baru sadar langsung mau jalan aja.. mesti pelan-pelan dulu…
Dani dan Cindy tersenyum memandang perawat yang bersiap akan pergi. Ian tak menjawab, matanya terus memandangi Vina tak lepas-lepas. Tangannya terus menggenggam lengan Vina tak dilepas lagi.
Vina hanya tertunduk diam dan seperti masih shock.
PERAWAT
Ada apa-apa panggil saya ya…
Dani berpandangan dengan Cindy.
DANI
Terimakasih Sus…
Perawat keluar, Dani dan Cindy mengikuti sampai ke pintu. Lalu mereka berbalik dan memandangi Ian dan Vina yang masih saja berdiam diri.
Dani menghela napas dan mendekat.
DANI
Saya ngga tahu ada masalah apa antara kamu dan Ian…
Vina mengangkat wajahnya memandang Dani. Vina terlihat sedikit lebih tenang.
DANI
Kalian bicaralah.. kami … (memandang Cindy) tunggu di luar ya…
Vina tersenyum ragu dan mengangguk, masih tak berani memandang Ian.
Ian diam saja tetap memandangi Vina sama sekali tak menoleh ke Dani dan Cindy.
Dani dan Cindy keluar dan menutup pintu.
Sejenak keduanya diam. Vina terlihat gelisah dan bergerak berdiri maju menjauhi ranjang. Wajahnya tetap tak memandang ke Ian sama sekali
IAN
Vin.. (serak)
Ian terengah, sudah lama tak bersuara, berusaha mencari kata. Tangannya yang di infus maju lagi ikut memegang tangan Vina.
IAN
Mau kemana? Jangan pergi lagi…
Vina diam tak menjawab dengan wajah sedih, berdiri membelakangi Ian.
IAN
Sayang… kamu marah ya… kamu pasti benci sama aku (menangis)
Maaf in aku… Sayang… maaf in aku…
Ian kembali mencoba bangun dan hendak turun dari ranjang.
Kali ini Vina berbalik dan menangkap lengan Ian yang di infus dan memandang Ian.
VINARA
Kan susternya tadi sudah bilang.. tangan yang ini ngga boleh banyak gerak-gerak.. kamu ini bandel banget sih…
Ian tersenyum lebar mendengar omelan Vina, Ian segera menghapus air mata di pipinya, merasa mendapat angin dari Vina.
Vina menatap Ian yang terlihat menatapnya manja dan menghela napas gemas.
IAN
Kamu… kamu (bingung hendak bicara apa dan memandang Vina takut-takut karena Vina tampak kembali serius)
Vina kembali bergerak dan melepas pegangan tangan Ian.
Ian terkejut dan menyambar kembali tangan Vina cepat-cepat.
IAN
Sayang… (wajahnya seperti anak kecil yang ketahuan berbuat salah)
Kamu.. (menunduk takut)
Vina menghela napas memandang Ian yang menunduk dan menggegam erat tangannya.
IAN
Aku tahu aku salah.. aku jahat banget sama kamu… Aku ngga pantes di maafin..
VINARA
Sudahlah Yan.. ngga usah dibicara in lagi…
IAN
(menghela napas) Tapi kamu pasti benci kan sama aku, sampai kamu menghilang gitu aja dan ngga kasi aku kesempatan untuk minta maaf dan…
Ian berhenti bicara melihat tatapan Vina yang terluka.
IAN
Maaf in aku.. (serak) aku terlalu egois.. aku Cuma mikirin diriku sendiri, sampai aku tega nyakitin kamu..
VINARA(dalam hati)
Aku ngga boleh memandangnya lagi.. kalau aku melihatnya seperti itu aku ngga akan tahan untuk memeluknya dan menghiburnya… dan semuanya akan kembali kacau seperti dulu…
IAN
Yank… please.. look at me.. please… Baby…I’m sorry.
Ian terus dan terus dan terus dan terus memohon, akhirnya Vina menyerah dan berbalik memeluknya. Mereka berpelukan erat sambil menangis.
LS Vina dan Ian berpelukan
CUT TO
Theme song 23-Jauh Mimpiku- Peter Pan
4. EXT: TERAS BELAKANG RUMAH NAIA.SIANG
ARYA, VINARA
Arya duduk dengan gelisah. Wajahnya tampak sedih dan gelisah.
Vinara datang dari belakangnya dan memandangi Arya yang tampak gelisah menunggu Vina yang pergi menemui Ian. Vina mendekat dan berdiri di sampingnya.
Arya mengangkat wajah terkejut lalu berubah menjadi senyum lega. Arya berdiri dan memeluk Vina erat.
VINARA
Terimakasih Yak..(lirih)
Arya tersenyum sedih dan memeluk Vina erat.
ARYA(dalam hati)
Terimakasih.. kamu sudah memilih aku…
LS Arya dan Vina berpelukan
CUT TO
5. EXT/INT: BANDARA.SIANG
IAN, DANI, CINDY
Dani dan Cindy mengiringi Ian yang berjalan menarik sebuah koper kecil. Sebelah tangan Ian membawa tiket pesawat. Sampai dekat pintu masuk mereka berhenti dan berhadapan.
IAN
Thanks ya…
CINDY
Hati-hati ya… jangan lupa sampai sana langsung telpon kita …
Cindy memeluk dan mencium pipi Ian.
DANI
Beberapa hari lagi gua akan susul lo ke sana…
Dani dan Ian saling berjabat dan tersenyum.
Ian berbalik dan melambai.
LS Dani dan Cindy berdampingan memandangi punggung Ian menjauh masuk
Ian mengulurkan tiket ke petugas.
CUT TO
Ian berjalan di koridor bandara sendirian dengan wajah hampa.
Flash back
Saat manis Ian dan Vina berdua
CUT BACK TO
Ian berjalan di koridor.
CUT TO
6. EXT: SEKOLAH SELMA.SIANG
ARYA, VINARA, SELMA, FIGURAN
Vinara dan Arya bersama mengantar Selma ke sekolah. Terlihat ketiganya akrab dan bahagia. Selma berlari memasuki kelas. Arya dan Vina melambai.
Setelah Selma tak kelihatan Arya dan Vina berpandangan tersenyum dan bergandengan keluar dari halaman sekolah.
End theme song
CUT TO
Commercial break
TIGA SETENGAH TAHUN KEMUDIAN
6. EXT: BANDARA. SIANG
Establis bandara. Pesawat Take off, pesawat lain mendarat.
7. EXT/INT: JALANAN MOBIL.SIANG
IAN,DANI, CINDY
Dani menyetir, Cindy duduk di bangku depan, Ian duduk di belakang.
Ian tampak memandangi jalanan sambil tersenyum. Ian terihat lebih matang dan dewasa.
IAN
Ngga banyak yang berubah ya..
DANI
Ya begitulah.. Cuma ada banyak shoping centre baru aja..
Ian tersenyum memandang ke jalanan seakan rindu dengan Jakarta.
CINDY
Kamu ngga capek Yan?
Ian memajukan badan ke bangku depan.
IAN
Ngga lah.. kemarin kan gua sempat transit dulu di singapore beberapa hari..
Oh ya.. Katanya mau ngelihat rumah..
DANI
Beneran lo ngga kecapekan Yan? Kita langsung ke sana nih..
IAN
Benerrr… udah langsung aja deh…
Cindy dan Dani tertawa.
IAN
Kenapa sih kalian ngga pake rumah yang di pondok indah itu, mesti susah-susah cari rumah lain lagi…
CINDY
Ya laen dong Yan… rumah pondok indah itu kan Mom and Dad yang beli… kalau yang ini… (melirik Dani) bener-bener dari hasil kita sendiri ya…
Cindy memegang lengan Dani mesra.
DANI
Iya nih.. kepengennya pas merit nanti kita sudah ada rumah sendiri…
IAN
Lho.. bukannya tanggal merit lo tinggal 2minggu lagi?
CINDY
Kamu sih pulangnya mundur-mundur terus kelamaan… pake mampir-mampir ke singapore segala…
Aku pengen kamu kasi pendapat soal rumah yang mau kita pilih nanti..
DANI
Jangan khawatir (tertawa) kita sudah pilih lokasinya, dekat sama kantor cabang kita yang baru, dan dekat juga sama kantornya Cindy…
Kamu tinggal bantu komentarin aja, ada 3 rumah di sekitar itu yang hanya berbeda bloknya …
CINDY
Iya.. yang satu dekat taman, yang satu dekat sport club, yang satu lagi ada di jalan utama… luas dan modelnya kurang lebih sama.. tapi… kamu lihat aja deh..
Setelah tentuin rumahnya hari ini, besok kita bisa segera cari perabotnya… (bertepuk tangan tertawa senang)
IAN
(tertawa heran) Gua masih ngga ngerti deh.. kenapa kalian mesti susah-susah.. kan ada architect or interior designer or just another consultant to deal with it…
CINDY
Heemm.. lain Yan… kamu sih ngga ngerti… ini ada hubungannya sama built relationship between us.. (menunjuk Dani)
Kata orang kalau pada saat merit, semuanya sudah tersedia dan ngga ada usaha dari pasangan itu, maka suatu saat kalau ada masalah atau gangguan pada rumah tangganya, ngga ada juga anything yang mengikat mereka..
Makanya, kalau sebelum merit… perlulah kita mempersiapkan sebanyak mungkin apa aja yang… we can use it as the tie that bind… (memandang Dani tersenyum)
IAN
(tertawa) Gua baru sadar Cin.. sekarang lu jadi bawel banget…
Semua tertawa.
LS Mobil melaju di jalanan.
CUT TO
8. INT: RUMAH BARU.SIANG
CINDY,DANI, IAN, FIGURAN
Cindy mengikuti broker turun dari lantai atas. Dani sedang memandangi taman belakang. Ian melongok ke beberapa kamar di bawah sambil menilai.
CINDY
Gimana Yan… dibandingin sama dua rumah yang tadi menurut kamu bagaimana…
Ian terlihat bingung dan memandang Dani yang tersenyum-senyum.
IAN
Semuanya bagus… (menganggk-angguk) ya.. tergantung elo sih sebenernya dimana prioritas lo nantinya.. kalo gua lihat sih, sepertinya lo lebih cocok sama yang deket sport club tadi deh…
DANI
Nah bener kan aku bilang Yank… Ian pasti sependapat sama aku (tertawa)
CINDY
Ya tapi ngga ada salahnya kalo denger sendiri dari yang punya saran…
BROKER
(tertawa) Ya sih Bu.. lokasi di dekat situ yang paling di cari di sini, karena memang sport club kami sudah sangat lengkap…
DANI
Jadi gimana?
Cindy mendekat dan tersenyum mengangguk. Mereka berjalan pelan keluar rumah dan berdiri di teras.
CINDY
Oke deh.. aku juga suka kok sama rumah itu… jadi kita langsung ke kantor atau?
BROKER
O ya.. bisa Bu… kita bisa langsung siapkan berkasnya
Cindy tersenyum senang. Ian memandang sekeliling rumah dari teras. Pandangan Ian tertumbuk pada sebuah taman bermain kecil ada beberapa anak berlarian disana. Beberapa pengasuh anak bergerombol mengobrol.
Flashback
Selma berlarian di taman.
CUT BACK TO
DANI(mengejutkan)
Ayo Yan… kita langsung..
IAN
Oh eh.. (gugup) kalian mau balik ke rumah tadi ya?
CINDY
Iya kenapa?
IAN
Oh ngga.. Cuma gua masih pengen di sini sebentar…
Dani dan Cindy berpandangan heran.
BROKER
Ngga papa Pak.. kalau gitu, Bapak dan Ibu bisa ikut mobil saya dulu… nanti Pak Ian bisa menyusul atau…
IAN
Ehm sorry gua…
DANI(memotong/pengertian)
Ngga papa ngga papa… (mengulurkan kunci) kita biar ikut Pak Dikman aja, jangan sampe nyasar ya… (tertawa)
Ian tertawa kecil dan mengiringi Dani dan Cindy masuk ke mobil sang broker sambil melambai. Sejenak kemudian setelah mobil berlalu, Ian menghela napas dan berjalan mendekati taman.
CUT TO
9. EXT: TAMAN KECIL.SIANG
IAN, SELYNE, FIGURAN
Ian berjalan pelan sambil memandangi anak-anak bermain.
Flash back
Selma bergayut ditangannya sambil tertawa.
SELMA
Uncle.. Selma mau es cream coklat ya… yang stroberi ngga enak…
CUT BACK TO
Ian tersenyum sendiri teringat Selma. Pandangan Ian tertumbuk pada tukang es.
Ian mendekati tukang es.
IAN
Bang.. Coklat satu ya…
Ian mengeluarkan dompet dan membayar. Lalu menerima satu es cone coklat.
IAN
Terimakasih ya.. (tersenyum)
Ian berjalan ke tepi taman dan mengamati beberapa anak yang bermain tanpa memakan es-nya. Seorang anak perempuankecil berusia sekitar 2.5 tahun mendekat dan memandanginya heran.
CU Es mulai meleleh
SELYNE
Om… beli es kok ngga dimakan?
Ian terkejut dan memandang Selyne sebentar lalu tertawa dan segera mengelap lelehannya dengan tisue.
IAN
Iya nih… (berjongkok menghadap Selyne) Om baru cari anak manis mana ya yang suka sama es cream coklat.. (tersenyum)
Selyne tersenyum manis dan menggoyang-goyangkan badannya, sebelah tangannya mengacungkan jari.
IAN
Kamu mau? Bener?
Selyne mengangguk senang dan menerima es cream dari Ian. Ian menggandeng Selyne duduk di salah satu bangku dekat mereka. Selyne mulai makan dan Ian tampak membantunya sesekali mengelap lelehan es yang berlepotan di wajahnya.
Ian terlihat sangat gembira dan akrab dengan anak itu.
IAN(dalam hati)
Waktu itu Selma sepertinya sudah lebih besar.. sudah TK, sekarang mungkin dia sudah kelas 2 SD
Ian mengamati wajah Selyne sambil tertawa melihat tingkahnya yang lucu.
CUT TO
Dari sudut taman tak jauh dari Selyne dan Ian duduk, beberapa pengasuh tampak menunjuk-nunjuk.
FIGURAN 1
Eh.. anakmu sama siapa tuh.. kayanya bukan orang sini…
PENGASUH
Aduh, Selyne, baru aja disini, tahu-tahu kok udah sampai di sana, aku ke sana dulu ya..
Pengasuh Selyne bergegas mendekat.
FIGURAN 2
Kaya nya aku pernah lihat deh orang itu.. cakep banget ya?
FIGURAN 1
Jangan-jangan artis.. wah seneng juga ya punya tetangga bintang film
Para pengasuh tertawa.
CUT TO
Ian mengelap pipi Selyne yang kena coklat sambil tertawa.
IAN
Nama kamu siapa badut kecil…
SELYNE
Enak aja.. aku bukan badut … namaku Selyne…
Ian tertawa.
IAN
Habis kamu makan es cream nya belepotan.. jadi kaya badut kan..
Pengasuh mendekat dan tersenyum mengangguk.
PENGASUH
Eh.. Selyne.. (hati-hati) kok makan es cream.. kan lagi batuk.. nanti mama marah lho
IAN
Oh.. maaf ya Sus.. saya ngga tahu dia lagi batuk..
SELYNE
Udah ngga batuk lagi kok..
Pengasuh menggandeng Selyne.
PENGASUH
Bilang apa sama Om-nya?
SELYNE
Terimakasih Om…
IAN
Sama-sama Sayang…. umur berapa sih? kayanya masih kecil tapi pinter banget ngomongnya.. (Ian tersenyum)
PENGASUH
hampir 3th Om, 2th lebih.. Anu.. maaf Om.. sudah sore… mau pulang dulu, sebentar lagi Mamanya pulang, nanti di cari-in..
IAN
Oh ya.. silakan…
PENGASUH(tersenyum)
Ayo Selyne…
SELYNE
(menatap Ian lekat) Besok main lagi ya Om…
Ian mengangguk tersenyum dan mengelus pipi Selyne. Selyne pergi bersama pengasuhnya, sesekali Selyne menoleh dan memandangi Ian lekat.
Ian tersenyum sampai anak itu menjauh dan berbalik ke mobil Dani.
CUT TO
Commercial break
10. EXT: MAKAM NENEK DAN KAKEK IAN.PAGI
ERIN, PIERE, IAN
Dua makam bersisian. Erin, Piere dan Ian menabur bunga di sana. Erin dan Piere telihat lebih akrab. Mereka berdoa masing-masing. Setelah selesai mereka berbincang sambil bersimpuh di samping makam.
PIERE
Sudah lama kan kamu ngga ke makam Eyang?
IAN
Iya..
Erin mengelus nisan tersenyum.
Mereka berdiri dan berjalan menjauhi makam.
ERIN
Kamu ngga capek Yan? Dateng-dateng langsung kerja.. masih juga di repotin Cindy ke sana ke mari..
IAN
Ngga kok Aunty… memang sekarang kan aku sudah memutuskan untuk full kerja di perusahaan, jadi.. rasanya ngga enak aja kalau ngga ke kantor..
Apalagi setelah urusan London selesai kan aku mesti menyelesaikan laporannya secepatnya…
PIERE
Yang penting kamu mesti jaga kesehatan ya..
Erin menggandeng Ian berjalan menjauhi pemakaman.
ERIN
Kami mau langsung ke kantor… ketemu di sana? Atau kita mau makan siang dulu sama-sama?
IAN
Ehm.. aku ada janji ketemu seseorang Aunty… nanti setelah selesai aku langsung ke kantor aja…
ERIN
Ya udah… (mencium pipi Ian) I’ll see u than…
Erin memasuki mobil bersama Piere. Ian melambai dan menaiki mobilnya sendiri.
CUT TO
11. INT: MOBIL IAN. PAGI
IAN, CINDY
Ian menyalakan radio.
Theme song 16-Hampa AriLasso
Flash Back
Peristiwa-peristiwa saat Ian dan Vina bercengkerama dan tampak sangat dekat.
CUT TO
Peristiwa saat Vina, Arya dan Selma pergi berjalan-jalan bersama
CUT BACK TO
Ian menggeleng sedih.
IAN
Kenapa aku ngga bisa menghapus bayangan kamu Yank…
Bagaimana kabar kamu sekarang? Apa kamu baik-baik aja? Apa Arya memperlakukan kamu dengan baik..(sedih) Padahal aku sudah menghabiskan waktu bertahun-tahun lari dari sini…
Gimana kabar Selma? My Princess? Dia sehat?
Kemarin aku ketemu sama anak yang lucu banget.. (tersenyum)
Flashback
Wajah Selyne yang lucu ketika makan es cream dan bercakap dengan Ian
CUT BACK TO
Ian tersenyum senang dan bersemangat lalu mempercepat mobilnya.
CUT TO
12. EXT: TAMAN KECIL.SIANG
IAN, FIGURAN
Ian mengendarai mobil pelan-pelan sambil memandangi taman yang terlihat sepi. Wajahnya tampak kecewa. Mobil Ian berhenti dan Ian memandang ke sekeliling taman mencari-cari.
Seorang Ibu-ibu lewat dan Ian menyapanya.
IAN
Eh.. maaf Bu… anak-anak yang biasa main di sini… (ragu)
FIGURAN(jawa kental)
O kalo jam segini ngga ada anak yang main Pak… kan panas.. (menunjuk taman yang terbuka) nanti kalau sekitar jam 4-an gitu lah.. banyak yang di sini pada nyuapin atau main…
IAN
O.. begitu ya… (sedikit kecewa) Terimakasih ya…
Ibu mengangguk dan berlalu. Ian menghela napas dan berjalan kembali ke mobil.
Telepon Ian berdering. Ian yang sedang melamun terkejut dan mengangkatnya.
IAN
Hai Dan? (Ian masuk ke mobil)
Sekarang? (mengernyit heran)
DANI
Iya lah… emang tahun depan? Elo ngga ada janji kan?
IAN
Ehm.. ngga sih, Cuma gua udah janji sama Aunty langsung ke kantor setelah dari sini
DANI
Emang lo lagi dimana?
IAN
Ehm.. ngga.. ngga jadi kok… orangnya ngga ada..(ragu)
DANI
Ya udah kalau gitu langsung aja kesini, tadi gua juga udah pamitin lo sama Tante Erin kok..
IAN
Ya udah… okey…
Ian menutup telepon dan mobil berlalu.
CUT TO
13. INT: PUSAT PERBELANJAAN.SIANG
DANI, CINDY, IAN, FIGURAN
Dani dan Cindy tampak sedang memilih perabot di sebuah toko perabot.
CINDY
Kayanya ini bagus deh (menunjuk sebuah sofa kecil dan mendudukinya)
Aku suka yang ngga terlalu gede… jadi tempatnya bisa kelihatan lebih longgar…
Dani memandangi sofa itu dan mengangguk-angguk.
DANI
Cuma warnanya, aku lebih cenderung suka warna black or white… kayanya lebih netral kalau seandainya nanti kita memasukan warna lain di rumah…
Cindy berdiri dan memandangi sofa itu dan sebelahnya.
CINDY
Bener juga.. coba kita lihat yang itu…
Cindy dan Dani berpindah ke tempat lain. Dani beberapa kali memandang arloji.
CINDY
Kenapa?
Ian ya? (memandang sekeliling kalau-kalau Ian muncul)
Dani tersenyum dan mengangkat bahu.
DANI
Paling sebentar lagi bar sampai..
CINDY
Kamu yakin Dan, ngga masalah kalau kita terlalu merepotkan Ian dalam urusan –urusan begini (menunjuk barang)
DANI
Ngga lah, dia kan paling seneng jadi seksi repot… apalagi kata dokternya waktu itu bagus kalau membuat dia selalu merasa dibutuhkan..
CINDY
Tapi dia juga ngga boleh terlalu di bawah tekanan kan?
DANI
(tertawa memegang kepala Cindy) Ngga lah Cin.. Ian kan ngga sesakit itu… Cuma terapi beberapa bulan saja kan dia sudah jauh lebih baik…
CINDY
Tapi mendadak Ian mundur dari dunia entertaintment apa ngga terlalu besar perubahan buat dia?
DANI
Siapa bilang Ian ngga di dunia entertaintment lagi.. memang dia sudah ngga manggung dan rekaman lagi, tapi Ian masih bikin lagu, dan juga jadi produser beberapa film..
Dan kamu lihat sendirikan sudah tiga tahun lebih dia baik-baik aja…
CINDY
Ya semoga aja begitu…
IAN(mengejutkan)
Hai.. (menepuk bahu Dani) Ngomongin gua ya.. (tertawa)
Dani dan Cindy terkejut tak sadar Ian sudah di dekat mereka.
DANI
Gila lo dateng kaya hantu aja.. (tertawa)
IAN
Gimana? Udah dapet barangya?
CINDY
Nih.. sini (menggamit Ian) coba kamu bilang deh.. ini sama ini bagusan mana.. kata Dani… (fade out)
LS Dani Cindy dan Ian sibuk memilih perabot sambil bercanda
CUT TO
Dani, Cindy dan Ian keluar dari toko perabot dan berjalan bersama sambil melihat toko yang lain.
CINDY
Makan dulu yuk aku laper nih..
DANI
Boleh.. mau makan apa?
IAN
Eh? Tadi kapan ya barang pesanan kalian dikirim? Besok atau lusa?
CINDY
Pengennya sih besok sore, tapi aku ada janji test make up so.. maybe…
IAN(memotong)
That’s okey… gua bisa jagain rumah lo… dan nerimain kalau barangnya dateng, gimana? Asal dimasukin dulu aja kan? Jadi kapan aja kalian punya waktu tinggal di atur aja.. mau ditaro di mana…
CINDY
Boleh aja… (sedikit heran melihat Ian sangat bersemangat)
IAN
Ya udah kalau gitu.. sekarang ayo kita makan..
Dani dan Cindy tersenyum melihat Ian terlihat sangat senang. Dani dan Cindy berjalan duluan dan langkah Ian terhenti di etalase toko mainan anak-anak. Ian tersenyum dan masuk. Cindy dan Dani heran dan menyusul. Cindy dan Dani berpandangan khawatir.
DANI
Mau ngapain lo Yan?
Ian menenteng satu set mainan peralatan memasak warna pink dan membawa ke kasir.
IAN
Oh.. buat Selyne.
CINDY
Selyne? Siapa?
IAN
(terkejut) Oh.. ngga.. maksud gua.. anaknya temen gua… kebetulan gua…
Ian memandang Dani dan Cindy yang memandangnya tak percaya dan heran. Ian seperti sadar bahwa mereka khawatir padanya.
IAN
(tersenyum) Beneran kok.. buat Selyne.. anggep aja temen baru gua..
Dani dan Cindy tersenyum. Ian menerima bungkusan dan mereka bertiga pergi.
CUT TO
Dari salah satu sudut toko, Opie bersembunyi di balik rak toko mainan dan memandang Ian dengan gelisah.
OPIE
Ternyata dia sudah pulang ke Indonesia… akhir-akhir ini jarang ada beritanya…
LS Dani, Cindy dan Ian berjalan keluar toko dan menjauh.
Opie memandang Ian dengan gelisah.
OPIE
Gimana ya? Aduuhh Arya.. kenapa juga kamu titipin surat itu sama aku.. sekarang aku jadi bingung nih…(diam sejenak)
Ternyata Ian pulang lebih cepat dari perkiraan…
Opie menghela napas dalam dan berpikir serius.
CUT TO
Commercial Break
Theme song24
14. INT: RUMAH DANI.SIANG/EXT.TAMAN KECIL.SORE
IAN, DANI, CINDY, SELYNE, FIGURAN
Beberapa orang mengangkut perabot dan barang elektronik ke dalam rumah. Ian terlihat sibuk membantu mengatur.
CUT TO
Menjelang sore, Ian berjalan pelan ke taman menenteng hadiah dan mengejutkan Selyne yang sangat senang datang memeluk Ian.
CUT TO
Hari lain, Cindy dan Dani sibuk mengatur perletakan perabot. Bersama bertiga makan makanan siap saji yang mereka bawa sambil bercanda. Selesai makan, Cindy dan Dani naik ke mobilnya dan pergi, Ian melambai tapi tak jadi masuk ke mobilnya dan pergi ke taman.
CUT TO
Ian bersama Selyne di taman kecil
CUT TO
15. INT: RUMAH OPIE.MALAM
OPIE, ARYA, FIGURAN
Opie tampak gelisah dan tak bisa tidur. Opie bangun dan duduk di meja riasnya lalu menyalakan lampu kecil.
Opie membuka laci dan membuka sebuah kotak perhiasan. Diantara perhiasan itu ada dua buah amplop putih.
CU Amplop satu bertuliskan Ryandi dan amplop satunya bertuliskan Vina
Opie menghela napas gelisah.
Flash Back
Arya dan Opie duduk berdampingan di sebuah restaurant taman. Arya terlihat lebih kurus dan pucat.
ARYA
Sorry ya Pie.. aku jadi ngerepotin kamu (diam sejenak)
Kamu satu-satunya temen Vina yang aku kenal..
Dan kamu juga satu-satunya orang yang tahu kejadian sebenernya yang menimpa Vina waktu itu..
Opie diam dan menimang dua amplop itu.
ARYA
Aku harap.. kamu bisa membantu aku menyimpan surat ini sampai saatnya tiba…
OPIE
Kok kamu sepertinya pesimis banget Yak… apa ngga ada terapi atau alternatif atau usaha apa..
ARYA (menggeleng)
Percuma Pie… Stadiumnya sudah terlalu tinggi, dan sulit di sembuhkan, paling hanya akan memperpanjang waktuku saja…
Opie menundk prihatin. Arya menghela napas dan memandang ke kejauhan.
OPIE
Vina sudah tahu?
ARYA
Belum Pie.. aku ngga mau dia khawatir…
OPIE
Tapi kamu harus bilang kan Yak.. ngga adil buat dia kalau tiba-tiba kamu…
ARYA
Mati? (tersenyum)
Yah.. pasti aku akan bilang ke Vina.. tapi bukan sekarang (diam sejenak)
Dan soal surat-surat itu.. (menunjuk ke amplop ditangan Opie)
Tolong jangan kamu sampaikan ke Vina sebelum saatnya ya Pie..
Kalau sampai dua tahun kepergian aku dan Vina belum juga dekat dengan siapapun, tolong cari Ian dan berikan surat ini padanya.. (menghela napas)
OPIE
Kenapa kamu pilih dia?
ARYA
Karena aku percaya kalau Ian bisa menjaga Vina dan anak2 dengan baik. (tersenyum pedih) dan karena satu lagi…
Arya memandang Opie.
CUT BACK TO
Opie duduk di depan meja rias dengan gelisah.
OPIE
Baru satu tahun Arya? Ternyata dia sudah muncul…
Apa ini pertanda dari kamu untuk memberikan surat ini? (menghela napas)
Atau.. harus kutunggu sampai satu tahun lagi?
Opie menghela napas bingung. Menoleh ke suaminya yang tertidur lelap. Opie mematikan lampu.
CUT TO
15. EXT: TAMAN KECIL/JALANAN.SORE
IAN, VINARA, SELMA, SELYNE, FIGURAN
Ian menghentikan mobil di dekat taman kecil dan turun. Ian berdiri mencari-cari Selyne. Tangannya membawa tentengan berisi boneka beruang lucu.
IAN
Kemana ya? Tumben ngga kelihatan?
Seorang pengasuh yang menggendong anak kecil mendekati Ian.
FIGURAN
Cari Selyne ya Om?
IAN
Oh iya (tersenyum)
FIGURAN
Hari ini kayanya Selyne ngga ke taman Om, soalnya sudah jam segini kok belum kelihatan… biasanya kalau jam segini ngga keluar berarti dia ada di rumah atau pergi sama Mama nya…
IAN
Oh gitu ya.. (terlihat kecewa)
FIGURAN
Ke rumahnya aja Om.. dekat kok… (menunjuk salah satu gang)
Belok di sana itu, rumahnya yang nomor tiga puluh dua.. ada anggrek-anggreknya di depan rumah…
IAN
Wah terimakasih ya Sus..
Pengasuh dan anak itu pergi. Ian tersenyum dan berjalan menuju rumah Selyne.
Sejenak Ian menoleh ke mobil nya yang diparkir di arah yang lain.
IAN
Jalan kaki aja deh.. ngga jauh kok… (memandang boneka)
Sungkan ngga ya ama Mama Papa nya? (ragu)
Nanti dipikirnya aku ini siapa kok terus-terusan mencari anaknya..
Ian tampak berpikir sejenak tapi lalu melanjutkan jalannya semakin mendekat ke ujung jalan rumah Selyne.
CUT TO
Pengasuh menggendong Selyne keluar dari sebuah rumah kecil sederhana yang tertata manis. Pintu dibiarkan terbuka.
CUT TO
Ian dari ujung jalan melihat Selyne keluar dan senyumnya melebar. Ian hendak maju menemui, tapi sebentar kemudian dari kejauhan Ian melihat sesosok anak kecil lain berlari riang menyusul pengasuh yang segera menangkap lengan anak itu.
Ian berhenti berjalan terdiam.
CUT TO
Wajah anak perempuan itu seperti Selma. Terlihat lebih kurus, lebih tinggi dan rambutnya sudah panjang.
CUT TO
Ian menggeleng. Lalu tersenyum sendiri.
IAN
Mungkin Princess sekarang sudah sebesar anak itu.. pasti itu kakak Selyne.. mirip sekali dengan Selma
Ian berjalan ke balik sebuah pohon dan mengamati mereka.
CUT TO
Vinara muncul dari pintu.
VINARA
Selma? Botol minumnya sudah dibawa?
CU Wajah Ian terkejut
CUT TO
Vina mengambil Selyne dari gendongan pengasuh. Pengasuh masuk ke dalam mengambil botol minum. Tangan Selyne tampak membawa sebuah boneka kecil.
VINARA
Kamu bawa apa lagi ini?
SELYNE
Boneka dari Om Uncle..
Vina mengernyit heran.
VINARA
Selyne.. Mama kan sudah bilang.. ngga boleh ah minta-minta apa-apa sama orang…
SELYNE
Ngga minta-minta kok.. Om Uncle yang bawa in ini buat aku
VINARA
Om Uncle siapa? Papanya Risty? (Selyne menggeleng) Papanya Noni? (Selyne menggeleng lagi) Terus siapa dong?
SELYNE
Bukan papanya siapa-siapa Ma.. namanya Uncle.. Om Uncle.. (dieja)
Vina dan Selma tertawa.
SELMA
Om itu sama Uncle… artinya sama Selyne… masa panggilnya Om Uncle.. (tertawa)
SELYNE
Enggak… lain…
Pengasuh keluar menenteng botol minum, menutup pintu rumah dan menguncinya.
VINARA
Ya udah kalau gitu sekarang kita pergi ya…
Vina dan anak-anaknya memasuki mobil.
CUT TO
Ian tak mampu berkata, hanya menatap dengan gelisah.
IAN(dalam hati)
Sayang? Apa benar itu kamu? Kamu ada di sini?
Bukannya kamu pindah ke Jogja?
CUT TO
Mobil Vinara melewati Ian yang masih terpaku.
CU Ian menggelengkan kepala tak percaya
LS Mobil berlalu menjauh
CUT TO
END EPS.25
Credit Title
THEME SONG 4
No comments:
Post a Comment