Thursday, November 24, 2011

Benang Merah - skenario eps.1

Eps.1

1. ESTABLISH. KAMPUS IAN
Kisah dibuka dengan ramainya suasana di halaman sebuah universitas populer di London. Tampak mahasiswa dengan atribut kelulusan sedang berbincang-bincang dengan ceria.
Sebagian memakai atribut kelulusan dan beberapa orangtua siswa dan rekan-rekan berfoto-foto di halaman.

2. EXT/INT. KAMPUS IAN: DEPAN PINTU HALL.SIANG
IAN, DOSEN DAN TEMAN-TEMAN/FIGURAN

Di salah satu sudut ruang tampak Ian (Ryandi-16th), bersama teman-temannya yang jauh lebih dewasa. Ian sesekali merapikan toganya sambil bercakap-cakap.
Ian tampak gelisah dan sesekali melihat ke arloji di pergelangan tangannya.

TEMAN A
Are u ready?

Ian menggeleng pelan tak menjawab,  sambil memainkan ponsel di tangannya.

TEMAN B.LEWAT
Conggratulations!! You’re the best!! (menyapa hangat sambil menunjuk Ian)

Ian dan temannya bersalaman hangat sambil tertawa. Teman B berlalu sambil melambai.

TEMAN A
Belum bisa di hubungi juga ya?

TEMAN C
Mungkin pesawatnya sedikit terlambat atau ponselnya belum aktif…
Tenang aja masih ada waktu kok… (menepuk-nepuk bahu Ian menenangkan)

IAN
            Yeah, i hope so... (resah)

Lewat  seorang dosen dan sepasang orang tua mahasiswa

DOSEN
Hai Ian…. Have you seen Jake around here?
Oh.. Ini orang tua Jake, (mengenalkan) kami sudah mencarinya kemana-mana.. (memandang ke sekitar mencari Jake)

Orang tua Jake bersalaman dengan Ian dan teman-teman

IAN
Sorry Sir, saya belum melihatnya dari tadi…. (Ian mengangkat bahu)

Mrs. Jake memandang Ian dari atas ke bawah

CUT TO: Ian dengan toga, jengah, CUT BACK TO

MRS.JAKE
            Well, I think you look very young…

DOSEN
(Tertawa) Ya tentu saja… Dia salah satu mahasiswa teladan termuda di kampus ini. How old are you Ian? Sixteen?

Cut to : Jake berlari menghampiri

JAKE
            Here you are…(tersengal-sengal)

Orangtua Jake memeluk anaknya. Mengangguk pada Ian dan teman-teman dan pergi bersama dosen menjauh.
Ian kembali memandang ponselnya.

CUT TO

3. ESTABLISH:BANDARA.SIANG
Pesawat take off, cut to:Orang berjalan tergesa dengan koper-koper di hall



4. EXT/INT.LOBBY BANDARA.JALANAN: MOBIL LIMO.SIANG
MR.LAKSMANA, MRS.LAKSMANA, SOPIR(BEN), ERIN(BIBI)
           
Sementara itu kedua orang tua Ian yang baru saja tiba di bandara tampak tergesa-gesa memasuki sebuah limousine penjemputnya.
Mobil segera memacu dengan cepat di jalan bebas hambatan.

MR. LAKSMANA
Please hurry, Ben! We don’t wanna be late this time...
( sambil mengetuk jendela pembatas )

BEN(SOPIR)
Okay Sir.. (mengangguk pelan dan memegang sudut topi seragamnya)

Mrs. Laksmana tersenyum sambil merapikan make up nya.
Bunyi telepon berdering
Mrs. Laksmana memandang ke nomor pemanggil. Tersenyum sambil mengangkatnya

MRS. LAKSMANA
            Hii Erin?!

INTERCUT

ERIN(BIBI)
            Mbak, Hari ini Ian wisuda ya?

MRS. LAKSMANA
            Iya Rin… sayang kamu nggak bisa datang.. (merengut disambung tawa kecil)
            Minggu depan kita adakan syukuran di Jakarta, kamu harus datang lho..

ERIN(BIBI)
            Selamat ya Mbak.. (tersenyum)
Ian itu satu-satunya murid paling muda, dapat Cumlaude lagi. Kamu pasti bangga banget to (logat jawa kental)

Mrs. Laksmana tertawa sambil menepuk paha suaminya yang duduk disebelahnya.

ERIN(BIBI)
Cindy aja sekarang masih di senior high school, bahkan si Riko aja anaknya si Lusi tuh masih kelas 2 SMA (nada meninggi), padahal mereka seumuran kan.

INTERCUT

Sekretaris menghampiri meja Erin.
Erin memberi kode untuk menunggu.

ERIN(BIBI)
Sudah dulu ya Mbak ada urusan, salam buat Mas, sorry nggak sempat bicara, titip selamat aja deh
( tergesa sambil menarik file yang baru disodorkan sekretaris)

MRS. LAKSMANA
Iya iya.. pokoknya minggu depan jangan lupa, sedia’in waktu. Nanti harinya kita tentuin lagi sepulang aku dari sini… okey?

ERIN(BIBI)
            Beres..beres.. sudah ya.. bye..

Mrs. Laksmana menutup telepon dan melanjutkan merapikan make up.
Mr. Laksmana tetap seperti semula membaca Koran.

INTERCUT

5. EXT/INT.JAlANAN: MOBIL TRUK&LIMO.SIANG

Dari sisi lain tampak sebuah truk melaju kencang.
Suara tape recorder memutar lagu menghentak-hentak.
Sang supir yang sedang menenggak air mineral sambil mengangguk-anggukkan kepalanya menjadi lengah
CU sopir truk melepas botol mineral tergesa dan berusaha membanting setir.
CU Ben terkejut. SPLIT SCREEN
Mr. Laksmana mengangkat wajah dari Koran dengan ekspresi heran, ingin tahu.
Mrs. Laksmana juga mengangkat wajah dan menurunkan bedaknya.
6. EXT/INT.JAlANAN: MOBIL TRUK&LIMO BERTABRAKAN.SIANG

Truk tak dapat dikendalikan sehingga bertabrakan dengan mobil orangtua Ian.
Mobil sedan itu terbalik beberapa kali sebelum akhirnya menabrak pembatas jalan.
Suara sirene polisi dan ambulans meraung-raung memecah jalanan....

CUT TO / FADE OUT

7. ESTABLISH: KAMPUS VINA.JAKARTA 03.00WIB

Vinara tampak sedang duduk bersila dengan kedua tangan di belakang kepala dan membungkuk hingga mencium ke dua kakinya.
Demikian juga dengan semua mahasiswa dan mahasiswi baru yang lain.
Mahasiswa senior dengan jaket almamater berjalan-jalan mengawasi sambil sesekali berteriak mengancam.

8. EXT: HALAMAN KAMPUS VINA.DINI HARI
VINARA, PARA MAHASISWA BARU, PARA MAHASIWA SENIOR

SENIOR A
            Siapa suruh kamu duduk-duduk!!     (nada galak)

Tangan Senior A memegang tongkat disodokkan ke punggung salah satu mahasiswa baru yang duduk bersila sambil meluruskan punggungnya

SENIOR A
            Cium Lantai!!! Tau nggak cium lantai!!.....(teriak galak)

Senior A berjalan menjauh.
Senior B yang berdiri didekatnya menarik sebuah kursi lipat dan di bawa mendekat ke kerumunan mahasiswa baru. Senior B duduk.

SENIOR B
            Capek ya…. (nada meledek lewat pengeras suara)
            Baru juga 3 hari… beruntung kamu, tahu nggak!! Udah hari terakhir!!
            Kurang lama….???

CU Mahasiswa baru berpeluh, melirik Vina yang juga merunduk di sampingnya

M.BARU A
            (Berbisik) Pegel nih… (sedikit tersengal)…
            Capek lahir batin.. (nyengir)

VINARA
            Iya… (berbisik lirih)

FLASH BACK

9. EXT: HALAMAN KAMPUS VINA.SIANG HARI
PARA MAHASISWA BARU, PARA MAHASIWA SENIOR

Para mahasiswa baru tersiksa hukuman seharian di kampus, masih di bebani dengan bejibun tugas-tugas prakarya untuk hari berikut.

SENIOR A
            Jangan lupa, semua teri kepalanya menghadap ke kiri… tau!!! (teriak)

PARA MAHASISWA BARU
            Tau Kak….. (teriak bersama dalam posisi berdiri tangan istirahat ditempat)

SENIOR A
            Semuanya 77 ekor tidak kurang, tidak lebih!! Seragamnya seperti hari ini.

CU atas ke bawah seragam orientasi yang dipakai mahasiswa.
Topi dari setengah bola yang di belah dan dicat warna biru dengan rumbai tali rafia di kuncung seperti ekor kuda dan tali karet gelang sebagai pengikat topi ke dagu.
Kaos biru dengan sayap superman warna merah, celana pendek sebelah merah di atas lutut dan sebelah biru di bawah lutut.
Kaos kaki sepak bola selutut warna sebelah merah dan sebelah biru juga.
Kalung dari tali raffia dengan bandul ceker ayam, bawang putih, paprika dan petai, dan beberapa pernak-pernik kecil bergelantungan di pinggangnya.

SENIOR A
Tambah kaos kaki kalian yang selutut itu, yang kiri warna merah ditambah dengan 17 bintang kuning. Yang kanan warna biru ditambah dengan 17 bulan hijau. Jelas??!!!! (teriak lewat pengeras suara)

PARA MAHASISWA BARU
Jelass… (teriak bersama, suara memelan… dissolve to)

Kembali gambar ke wajah Vina yang tersenyum kecut teringat kejadian itu.

CUT TO

10. EXT/INT. KAMPUS IAN: DEPAN PINTU HALL.SIANG
IAN, FIGURAN KAMPUS

Suara dering HP memecah suara-suara orang bercakap-cakap disekitar Ian.
Ian segera mengangkatnya. Tampak sangat resah. Berdiri sendirian.
Toga sudah dilepas. Orang-orang berjalan menjauh. Pertanda Wisuda sudah selesai tapi orangtua Ian belum juga muncul. Firasatnya sungguh tak enak.

IAN
            Hallo….??

Suara dari seberang ponselnya terdengar berbisik tak jelas yang intinya menyampaikan kabar duka bahwa orangtuanya telah meninggal seketika dalam kecelakaan
Ian serasa tersambar petir.

IAN
            Whaattt..??!!.... (terkejut)
(Seketika nafasnya terhenti dan semuanya terasa gelap...)

CUT TO

11. EXT: HALAMAN KAMPUS VINA.PAGI
VINARA, PARA MAHASISWA BARU, PARA MAHASIWA SENIOR

Para mahasiswa baru sedang scot jump di bawah gertakan mahasiswa senior

SENIOR A
            LONCAT LAGI!!!! (Teriak melalui pengeras suara)
Lebih tinggi... lebih tinggi... masih pagi sudah malas-malasan... olah raga dong!!

Vina terengah-engah... tiba-tiba dadanya terasa sakit. Vina memegang dada kirinya. Nafasnya terhenti dan semuanya gelap..

(Flash.SPLIT SCREEN = Ian dan Vinara di dua belahan dunia yang berbeda pingsan dan roboh)

MAIN TITLE - THEME SONG 1

Beberapa Bulan kemudian

12. EXT: HALAMAN KAMPUS VINA.SIANG
VINARA, ANDY, ARYA, SITTA, BETTY, UBE, AGNES, FIGURAN MAHASISWA LAIN

Vina tampak sedang berjalan dihalaman kampus bersama teman-temannya. Beberapa membawa tabloid gosip dan sibuk membicarakan Ian yang baru saja kembali ke Indonesia.

SITTA
Lihat nih… Cakep bangeett…(membuka tabloid dengan foto-foto Ian, memeluk gambar Ian di tabloid dengan wajah memuja)

TEMAN VINA 1
            Mana-mana.. (berebut melihat dengan Sitta)
            Kamu sudah lihat filmnya kemarin? Gilaa, keren banget..

VINARA
Iya tahu, Sitta aja udah beli vcd nya tuh.. (nyengir)

Ian tidak hanya terkenal karena putra konglomerat tapi juga telah menjadi aktor sejak masih kecil. Wajahnya yang tampan dan simpatik tentu saja menarik banyak penggemar. Vina dan teman-temannya terlibat obrolan santai.

CUT TO

Beberapa mahasiswa sedang bermain gitar di depan kantor senat tampak menggoda Vina dan teman-temannya.

TEMAN ANDY 1
Halo manis, mampir dong..

Andy ketua senat dan juga mahasiswa semester 5 yang paling keren, berdiri dan meletakkan gitar yang dibawanya.
Andy berjalan menghampiri Vina.

ANDY
Gimana, Yank.. sore ini aku antar pulang ya.. (sok keren) sekalian lewat kok selesai rapat nanti. Pamerannya kan tinggal minggu depan

VINARA
Mungkin aku nggak bisa ikutan rapat lho, sore ini kebetulan ada janji.. ga papa kan?

Beberapa mahasiswi yang duduk dekat senat mencibir dan memandang tidak senang kearah Vina dan Andy.

BETTY
            Lihat kan! Baru juga berapa bulan masuk anggota, udah banyak tingkah!
            (mencibir lalu membuang muka)

TEMAN ANDY 2
Kalau dicatatannya, si Vina itu kan udah selalu jadi anggota aktif di organisasi SMU..
            Makanya dia kita rekrut…(membela tapi dengan nada cuek)

BETTY
            Ala… itu kan bisa-bisanya si Andy, dasar gatel..(nadanya meninggi)
            Ga bisa kali liat barang baru..!!

Vina yang memang sejak SMU telah tergabung dengan banyak organisasi sekolah juga telah terdaftar sebagai anggota panitia di ikatan mahasiswa. Hal ini tentu saja tak di sia-siakan Andy untuk mendekati Vina yang sedang ngetop karena termasuk dideretan cewek keren edisi terbaru di kampus.
CUT TO

Dari kejauhan, dibawah pohon, tampak Arya si kutu buku mencuri-curi pandang ke arah Vina dan teman-temannya.
Arya memang punya gank sendiri yang jalurnya berbeda dengan Andy.
Klub Andy berpakaian bak seniman ngetrend, dengan potongan rambut terbaru, jago bermusik dengan gitar dan ngeband di kampus, selalu menjadi seksi sibuknya kampus.
Arya & the gank adalah kumpulan mahasiswa dan mahasiswi dengan postur biasa, kaos oblong atau sekedar kemeja longgar, yang tidak hanya berkutat dengan buku-buku tapi hari mereka disibukkan dengan kerja sambilan ke sana-sini.
Tampak dari barang-barang di sekitar gank Arya seperti diktat, laptop, tas kerja dll

UBE
Nanti malam temenin gua dong  (ringan)

Suara Ube memecah lamunan Arya.
Arya tampak terkesiap memandang Ube.
Semua wajah yang semula melekat di diktat memandang Ube.

UBE
Liat cewek baru di sana itu.. (menunjuk Vina)
Vina… yang gua ceritain kemaren. Orangnya ramah kok. Tapi gua belum pede nih kalo mesti ke kostnya sendirian..
(tersenyum sambil menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya)

CU: Agnes mengerutkan keningnya.

AGNES          
Vinara?....? (heran)

UBE
Iya.. katanya lu kenal, Nes.. (memandang penuh harap ke arah Agnes)

AGNES
Iya emang gua sekampung ama dia, kakak sepupunya dulu temen sekelas gua waktu SMP (menjawab sekenanya).

Agnes menggeser duduknya mendekat ke Arya sambil tersenyum manis. Manja. Mencoba menarik perhatiannya.
Arya cuek, seperti tidak menaruh perhatian sama sekali dengan Agnes.

UBE
Kita kesana aja sama-sama ntar malem.., gimana? Mumpung lagi ga ada tugas ni.. (tersenyum nakal)

CU: Wajah Agnes mengiyakan dengan kerlingan mata dan tersenyum

Kamera menjauh, suasana halaman kampus.

CUT TO

13. ESTABLISH: KOST VINA.MALAM

Beberapa pemuda pemudi duduk sambil bergurau di kursi teras yang menjadi ruang tamu kost putri. Sitta duduk bersama pemuda dan kelihatan sangat akrab.
CU: Plang di pagar bertuliskan Kost Putri.

CUT TO

14. EXT/INT: KOST VINA.MALAM
VINARA, QISTY, SITTA, ARYA, AGNES, UBE, PENGHUNI KOST

Diperlihatkan beberapa penghuni kost Vina.
Ada yang sedang duduk menonton TV di ruang tengah, ada yang asyik menelepon, ada yang sedang memasak di dapur yang menjadi satu dengan ruang tengah, ada yang sedang makan, ada yang berjalan hilir mudik / masuk keluar kamar.
Vina sedang menonton sinetron yang di bintangi oleh Ian bersama beberapa teman.

QISTY
            Aduuhh.. liat gantengnya..

Qisty menunjuk Ian yang muncul di layar TV.
CUT TO  Layar TV, Ian sedang berakting bersama artis Mellani.
Beberapa teman kost yang ikut duduk di sekitar tv, ada di sofa, ada yang menarik kursi makan mendekat, ada pula yang duduk di lantai.
Sitta berjalan masuk dari teras – sebelumnya ia duduk di teras bersama kekasihnya.

SITTA
Vin... ada tamu tuh… (memanggil dengan gaya cuek)

Vinara melirik jam dinding, 8 lewat 20 malam.

VINARA
Siapa??...(wajah malas, kening berkerut)

SITTA
Ga tau, katanya temen kakak kamu... rombongan..
(tertawa kecil).. laris lo.. kloter pertama aja baru cabut…he he.. (berbisik)

Vina keluar beriringan dengan Sitta sambil tertawa. Agnes dan Ube melambai. Vina mengenali Agnes, tersenyum. Sitta kembali duduk di teras di samping Jo kekasihnya.

VINARA
            Kak Agnes?? (tertawa senang)

LS: Mereka terlibat obrolan akrab. Agnes mengenalkan Vina kepada teman-temannya. Vina bersalaman dengan Arya.

DISSOLVE TO

THEME SONG 2 ( di isi dengan video clip )img: Setia by Chrisye

15. EXT/INT: KAMPUS VINA.SIANG
VINA, ANDY, ARYA, AGNES, MAHASISWA LAIN (videoclip)

Halaman Kampus dan Kelas :Potongan adegan Vina, belajar, bercanda dengan grup Arya dan Andy yang menunjukkan keakraban mereka. CUT TO
Halaman Kampus : Andy merayu Vina, memberi bunga. CUT TO
Kelas : Arya membantu Vina belajar, dan mencuri pandang saat Vina dirayu Andy. CUT TO
Bawah pohon, halaman kampus : Agnes yang kelihatan naksir berat pada Arya mencoba menarik perhatian Arya dengan mendekati pura-pura bertanya membawa buku, tapi Arya sedang melamun memandang Vina. CU Agnes cemberut. CUT TO
Depan senat : Andy menyanyikan lagu dengan iringan gitar & puisi. CUT TO
Halaman.Loby Kampus. Hujan : Arya diam-diam menolong Vina ketika hujan deras dengan memberikan payungnya yang diselip surat pendek “Jangan kehujanan ya Non, ntar sakit” tapi tak diberi nama, jadi ketika Andy muncul, Vina mengira Andy yang memberi. Tampak dari ekspresi wajah Vina saat memandang Andy dengan penuh terimakasih. CU Wajah Arya mengintip, kecewa melihat Vina dan Andy berpayung bersama. CUT TO
Lorong Kampus :Agnes berpapasan dengan Arya, dari jauh melambai. Arya balas melambai dengan senyum senang. Agnes tersenyum merekah, hendak berlari kecil menghampiri. Arya berlari melewatinya dan memberikan setumpuk buku pada Vina yang ternyata duduk di sudut di belakang Agnes berdiri. Tubuh Agnes mengaku geram, bergegas pergi. Kemudian Andy datang, sok keren. Vina dan Andy pergi meninggalkan Arya yang tampak kecewa. Andy merangkul Vina menjauh.
End-theme song 2

CUT TO

Commercial Break

16. INT: KAMAR KOST VINA. MALAM
VINARA, SITTA, ARYA

Vinara sedang asyik di depan computer. Di pangkuannya dan di atas meja tampak bertumpuk-tumpuk buku tebal dan kertas coret-coretan.
Terdengar suara ketukan pintu.

VINARA
Masukk… (teriaknya)

Sitta membuka pintu, melongokkan kepala dan masuk. Setelah menyapu ruangan dengan pandangannya ia berjalan ke arah tempat tidur dan duduk.

SITTA
Bikin apa’an sih??(tangannya mengambil sebuah buku, membuka-bukanya)

VINARA
Tugasnya Pak Tanto..

Vinara menjawab pendek sambil tetap memandang ke komputer, sejenak kemudian keningnya berkerut dan memandang Sitta.

VINARA
Kok kamu santai banget sih? Emangnya udah selesai? Besok kan dah dikumpul

SITTA
Punyaku nggak disuruh kaya begini kok. Cuma Laporan dari pembahasan yang lalu. (Kening sitta ikut berkerut ) Susi juga sama. Kok kamu aneh sih lain sendiri. Siapa asistenmu? (membuka pekerjaan Vina)

VINARA
Agnes. (Vina menggeser posisi duduknya menghadap Sitta)

SITTA
Temen sekelompokmu siapa aja sih? Emangnya semua bikin kaya begini juga? Buat apa buku sebanyak ini? (Sitta beranjak merengkuh beberapa buku yang ada di meja dan membolak-balik sekilas)

VINARA
Ada Lisa, Maya trus beberapa anak lagi… tapi ga tau juga ya sama nggak-nya, soalnya, kemarin waktu asistensi masing-masing dipanggil terpisah dan katanya tidak boleh saling membantu. (Vina mengangkat bahu)

SITTA
Aneh, kalo gitu buat apa dong dibuat kelompok. Kalo begini tugasmu melenceng lho dari soalnya Pak Tanto. Aku ada kok kopian soalnya, dibagiin sama Kak Arya asistenku. Kamu ga dapet ya?

VINARA
Nggak tuh, disuruhnya, nyari buku yang berhubungan dengan tema, minimal 10 buku, trus  disuruh merangkum jadi satu. (Vina menjelaskan bingung)
Mana coba pinjam soalnya. (mengulurkan tangan meminta)
Mestinya tugas kita sama ya? Siapa Sit yang bilang begitu?
SITTA
Hah.. ya sama dong. Orang dosennya sama, kelasnya sama. Gimana sih. Ntar coba aku ambilin. (Sitta bergegas keluar)

Vinara masih memandang berlalunya Sitta dengan heran.
Vina menghela napas panjang.
Tiba-tiba dering ponsel Vina mengagetkan.

CU : ponsel berdering dengan nama Arya

INTERCUT

VINARA
Halo Yak.. (suara Vina terdengar lemas)

ARYA
Malam..Vin.. (gagap).. gangguin ya?? (Arya bertanya hati-hati)

VINARA
Nggak kok.. (masih lemas)

ARYA
Lagi ngapain?

VINARA
Biasa… Pak Tanto..

ARYA
(Heran) Pak Tanto? Kan Cuma laporan pembahasan yang lalu. Emangnya kamu belum selesai?

VINARA
(Mala menegakkan duduknya) Ehh…Kamu asistennya si Sitta ya, Yak? (curious)

ARYA
Iya, kenapa Vin? Ada masalah?

VINARA
Ehm.. (ragu) Sorry ya, boleh tahu nggak sebenernya tuga dari Pak Tanto itu apa sih?
Ehm.. maksudku (gugup) apa sama nggak semua sekelas, atau gimana gitu..

ARYA
Kenapa emangnya, Vin? Itu kan tugas kelompok. Kamu kelompoknya si Agnes kan?

VINARA
Eh.. iya. Cuma kok ada sedikit beda, tugasnya Sitta yang dijelasin kamu, ama tugas dari Kak Agnes.

ARYA
Beda gimana? (heran)

Sitta datang masuk tanpa mengetuk dan menyodorkan soal.
Arya, Vina dan Sitta terlibat pembahasan soal tugas.

CUT TO

17. INT: LORONG TOILET MAL.BIOSKOP.MALAM
ANDY, TEMAN WANITA ANDY

Andy mencoba menelepon ponsel Vina. Nada sibuk. Andy tampak sedang ada di dekat lorong toilet sebuah Mal. Seorang perempuan menghampiri Andy.

TEMAN WANITA ANDY
Udah?

Andy menoleh, cepat-cepat mengantongi ponselnya. Mengangguk,  lalu merangkul perempuan itu menjauh.

ANDY
Masuk yuk. Bentar lagi mulai... (Andy melihat arlojinya)

Perempuan itu tersenyum. Andy dan temannya berjalan mesra menuju pintu bioskop.

CUT TO
18. INT: KELAS.KAMPUS VINA. PAGI
VINARA, SITTA, ARYA, AGNES, PAK TANTO, MAHASISWA LAIN

Vinara berjalan tergesa, tangannya membawa berkas tugas dan di bahunya tergantung tas yang terlihat berat.
Sitta melihat kedatangan Vina dan bergegas menyambut dengan cemas.

SITTA
            Aduh dari mana aja sih… lama banget (tak sabar)

VINARA
            Belum telat kan? (melihat arloji dipergelangan tangan)
            Sorry ya… (memasang tampang memohon memelas)
Habisnya tadi Dini mendadak telepon, besok ada ulangan jadi pagi ini aku mesti siapin bahan untuk les tambahannya dia nanti sore..

SITTA
Aduh kamu ini. Bikin sport jantung aja, kalo telat kan bisa gawat…

Sitta dan Vinara masuk ke kelas. Ruang kelas tampak ramai. Mahasiswa berbincang dan bergurau. Vina dan Sitta tampak sedang bercanda dengan Arya dan beberapa teman lain.
Pak Tanto memasuki ruangan.

ARYA
Udah beres kan?!

VINARA
Thanks ya, Yak… (tersenyum penuh arti)

Agnes memandang tak senang dari arah pintu. Dia terlambat. Agnes berjalan tergesa, ke arah kerumunan mahasiswa yang sedang maju ke meja Pak Tanto untuk mengumpulkan tugas.

PAK TANTO
            Ok, cukup, hari ini kita segera mulai. Tugasnya…

Agnes berusaha merebut setumpukan tugas dari meja, salah satunya adalah milik Vina.

PAK TANTO
Nggak apa Nes, taruh di situ saja nanti akan saya periksa sendiri, tolong dibantu membagikan makalah ini… ( Pak Tanto mengulurkan setumpuk berkas )

Agnes menerima dengan wajah tak senang. Agnes melirik ke arah Arya yang duduk di belakang Vina, tapi Arya dan Vina tampak berbincang akrab, kemudian Agnes membagikan makalah dengan kesal.
Setelah suasana tenang, Pak Tanto mulai menerangkan di depan kelas.

19. EXT: KORIDOR.KAMPUS VINA. SIANG
AGNES, ARYA, VINARA, ANDY, SITTA, MAHASISWA LAIN

Agnes berjalan tergesa dengan muka ditekuk. Arya mencegatnya.
Agnes terkejut tapi tak menghindar. Wajahnya tetap tak senang.

ARYA
Gua mau ngomong Nes. (Arya tampak serius)

AGNES
Kenapa?(Ketus)

ARYA
Kenapa? (nada menyindir) Bukannya gua yang seharusnya nanya ama elo?
(Arya membetulkan posisi ranselnya)

AGNES
Gua ga ngerti maksud lo. (Agnes berjalan lagi dengan lesu)
Gua capek tau nggak!! (tetap berjalan)

ARYA
Selama ini setahu gua, elo itu asisten yang kompeten… (berjalan di sebelah Agnes)

AGNES
(memotong) Ga usah muter-muter deh Yak. (Agnes menghentikan langkah dan memandang Arya) To the point aja..!!

Agnes dan Arya berdiri berhadapan. Arya menggaruk kepalanya, tak enak hati.

ARYA
(Membuang nafas) Ada masalah apa si ama si Vina, (hati-hati) soal tugas..

AGNES
(memotong lagi dengan nada tak senang)
Jadi itu… Vinara! Ga ada masalah kok.

ARYA
Tapi tadi itu…

AGNES
Kenapa emangnya ama tugasnya. Elo liat sendirikan tadi. (bertolak pinggang)
Pak Tanto aja bilang kalo itu tugas yang terbaik di kelas. (nadanya meninggi).
Bagus kan. Jadi dimana masalahnya?

ARYA
Elo kok jadi marah-marah begitu sih.. gua kan Cuma..

AGNES
(memotong) Abis, elo dateng-dateng nanyain Vina.
Empet tau ga!!(membuang muka)

ARYA
Sorry ya Nes, gua Cuma ga ngerti aja.
Kalo semalem gua nggak telepon Vina, hari ini pasti tugasnya melenceng banget dari soalnya Pak Tanto, dan itu karena penjelasan dari elo kan.
(tanya dengan nada menyelidik, Agnes membuang muka)

AGNES (dalam hati, nada tak suka)
O ternyata dia yang bantuin.. kurang ajar.. ngapain Arya malem telepon-telepon dia…

ARYA
Lagian Vina itu kan temen lo sekampung, elo sendiri kan yang bilang begitu?
Kenapa mendadak lo keliatan benci banget ama dia..

Agnes menatap gusar.

AGNES
Siapa bilang gua benci ama dia. (galak)
Yang gua lakuin-kan itu kan demi kebaikan dia sendiri. Kalo sampe kemaren dia melenceng dari soal, itu karena dianya aja yang ga becus.
(Nafas Agnes terengah menahan marah).
Yak.. udah berapa lama sih gua jadi temen lo.
(berhenti sejenak, memandang Arya dengan tatapan menuntut)
Selama ini, pernah ga gua ngelakuin hal yang aneh2. (tegas)
Kenapa sekarang lo jadi ga percaya ama gua sih.. (nada melemah, memohon)

Arya tampak bingung antara percaya dan tidak.

AGNES
Asal lo tau aja ya. (nadanya penuh perhatian)
Gua udah lama jadi temen lo, dan gua juga udah tau tipe cewek kaya apa Vinara itu. Gua Cuma ga pengen lo disakiti Yak. (memandang tajam)

Arya tampak berpikir. Tangannya memainkan tali ranselnya.
Agnes mendekat. Wajahnya terlihat lebih tenang. Tangannya menepuk pundak Arya.

AGNES
Lo liat deh. (Agnes menunjuk ke arah depan senat) Liat sendiri kan.
Ngerti kan kenapa gua ga suka lo deket-deket ama dia.

Arya menoleh ke arah depan senat. Tampak Vina, Sitta dan Andy sedang bercanda. Andy dan Vina tampak mesra. Sesekali Andy mengusap rambut Vina.
Wajah Arya mengeras. Cemburu.
Agnes tersenyum simpul. Menang.

AGNES
Vina itu Cuma mau manfaatin lo.. (menghasut sinis)
Udah jelas-jelas dia ceweknya si Andy. Ngapain coba dia deket-deketin lo lagi Yak, paling juga ada maunya..

ARYA
(Arya menghela nafas kesal)
Siapa bilang dia deketin gua!! (menggelengkan kepala seperti pening)
Udah, gua cabut deh.. (menggerutu, menggumam tak jelas, lalu membalikkan badan dan segera pergi menjauh)

AGNES
(tersenyum sinis) Yak.. tunggu….(teriaknya sambil berlari kecil mengikuti)

CUT TO

Vina duduk di lantai di sebelah Andy. Sitta duduk di depan mereka. Beberapa mahasiswa lain tampak bermain gitar dan karambol.

SITTA
Kamu ga liat sih Ndy… wajahnya si Agnes tadi.. haha.. (terbahak)

Andy tersenyum sambil memegang lengan Vina. Mesra.

VINARA
Tadi aku sempet takut lho kalo tugasku diambil lagi ama dia.

SITTA
Untung ada si Arya ya. (tersenyum memandang Vina)
Jadinya bahan yang melenceng tadi, malahan bisa dijadiin nilai tambah buat laporanmu.

ANDY
Arya?? (nada tak senang, memandang Vina)
Emangnya semalem dia main ke kostmu lagi?

Vina melirik Sitta takut salah bicara.

VINARA
Sebenernya nggak. Tadinya dia telepon, trus kebeneran aku ada masalah ama tugas itu. Jadi ya dia mampir bentar dan bantuin kita. (hati-hati)

ANDY
Kenapa nggak nanya aku aja sih? Apa si Arya lebih pinter? (nada tak suka)

VINARA
Bukan begitu Ndy, semaleman aku coba telepon kamu. Tapi di rumah kamunya ga ada. Hp-mu juga ga aktif. Trus kebeneran aja si Arya telpon.
(Vina memandang Andy ingin tahu)
Emang semalem kamu ke mana sih?

Andy tampak terkejut dan salah tingkah. Andy merubah posisi duduknya.

ANDY
Ah iya…(menggaruk kepala) kok jadi inget, dari tadi laper nih (menepuk perutnya seraya mengalihkan pembicaraan)
Tadi katanya mau traktir aku mie ayam..ke kantin yuk.. udah waktunya makan siang.

Sitta dan Vina berpandangan heran. Vinara mengangguk. Sitta mengiyakan.

VINARA
            Boleh juga sih. Tapi mesti cepetan sebentar lagi aku ada les tambahan buat Dini.

SITTA
            Iya Bu Guru… kerja terus - kerja terus… (meledek)

VINARA
            Ah kamu Sit… (tertawa)

Ketiganya beranjak meninggalkan senat, sambil ber- ‘hai-hai’ permisi, dengan beberapa orang yang duduk di situ.
Beberapa lembar kertas jatuh dari jepitan Vina.
Terlihat Vina, Sitta dan Andy menjauh sambil bercakap akrab.

CU:      Kaki mendekat ke kertas tugas Vina.
Sebuah bendel tugas juga tertinggal di bawah kertas-kertas.
Tangan mengambilnya.

CUT TO
Commercial Break

20. EXT: KORIDOR.KAMPUS VINA. SIANG
RULLY, BETTY, MAHASISWA LAIN

Rully memungut kertas-kertas dan jilid-an tugas itu. Melihatnya sekilas, ada tulisan nama Vinara di sudut kiri atas. Dia membolak-balik kertas itu.
Tiba-tiba, Betty yang sedari tadi sudah memperhatikan, menghampirinya.

BETTY
Apaan tu Rul? (pura-pura tak tahu)

RULLY
Oh ini.. (mendongak dengan cuek), tugasnya si Vina deh kayanya.. ketinggalan.

BETTY
Sini…
(diambilnya kertas-kertas itu dengan cepat. Dibolak-balik dengan wajah senang)

RULLY
(memandang dengan heran reaksi Betty)
Kayanya masih kepake deh, ada tanggalnya.. (menunjuk)

BETTY
(terkejut dari lamunan)
Oh.. (gugup) ga papa Rul, ntar kebetulan gua ada perlu ke kelasnya, jadi sekalian aja… (tersenyum simpul dan segera pergi)

Rully mengangkat bahu, cuek.

CUT TO

21. INT: STUDIO FOTO. SIANG
IAN, DANI, PARA MODEL, KRU FOTO

Ian sedang berpose dengan beberapa model cantik. Koreografer sibuk menata gaya. Make up artist sibuk memperbaiki make up. Ian mengambil beberapa shot gambar.
Dani asisten Ian memberi komentar dari pinggir layar background.

FOTOGRAFER
Okey.. ini yang terakhir.. (mengambil posisi dan mengambil shot)

DANI
Sip… (mengacungkan jempol melihat take terakhir)

Ian menghela napas lega.

IAN
Thank you Guys… (merenggangkan badan lalu tersenyum ke sekeliling)

Dani menghampiri Ian mengulurkan telepon genggam.
Kru tampak membereskan lokasi.

DANI
Cindy… (sambil memberikan hp ke Ian, lalu Dani kembali berjalan menghampiri fotografer dan tampak terlibat obrolan)

Ian berjalan menjauh dari keramaian dan seperti akan menelepon tapi ragu-ragu, kemudian membatalkan telepon. Dani menghela nafas dan membuka jacket kostumnya. Seorang kru mengambil Jacket dari Ian dan pergi. Ian menuju meja sudut sambil memasukkan HP ke saku celana panjangnya, lalu mengambil kunci mobilnya.

IAN
Cabut Dan!!! (berteriak sambil melambai tanpa menolehkan kepala. cuek)

Dani yang sedang berbincang serius sambil melihat beberapa gambar yang diambil tadi mengangkat wajahnya dan melambai pada Ian.

DANI
Tunggu!! (balas berteriak dan mengejar Ian yang berjalan keluar)

CUT TO

22. EXT: HALAMAN STUDIO FOTO. SIANG
IAN, DANI, MELLANI

Ian berjalan keluar dari studio menuju ke parkir mobilnya.
Dering ponsel Ian berbunyi. Ian berhenti sejenak di dekat mobil sportnya, mengambil ponsel dari saku, lalu memandang deretan nomor yang tertera di layar. Wajahnya berubah cerah.

IAN
Hii honey… (sapa mesra)

INTERCUT

Mellani disebrang ponsel, duduk di sudut kafe dengan tak sabar.

MEL
Lama banget sih… (merajuk)

Ian tersenyum, membuka pintu mobil dan masuk ke belakang kemudi.
Ian menyalakan mobilnya. Dani terengah-engah di pinggir mobil memandang Ian, menunggu.

IAN
Sabar dong Mel, ini juga baru selesai.
(Ian membuka kaca, memberi kode pada Dani, Dani mengangkat bahu dan mengernyitkan kening tanda tak mengerti)
Tempat biasa kan, aku ke sana ok?

MELLANI
Cepetan ya.. (senyum terkembang)

Ian memandang Dani, tersenyum, menutup ponselnya.

IAN
Jalan dulu ya..

Ian memasang kaca mata hitamnya dan bersiap untuk pergi.

DANI
(Menghela nafas menyerah)
Jangan lupa jam 6 ada jadwal di... (mengetukkan jari ke arlojinya)

IAN
(memotong pembicaraan)
Beres… yukk.. ( menjalankan mobil cepat-cepat)

DANI
E.. kalo Cindy telepon gimana nih… (teriak fade out, kalah oleh derum mobil)
(Menggelengkan kepala dan berjalan kembali menuju studio)

CUT TO

23. INT/EXT: MOBIL IAN/JALANAN. SIANG
IAN

Ian menyalakan cd. Dentuman lagu memecah.
Sesekali berkaca di spion sambil bernyanyi mengikuti lagu.

THEME SONG 3 img: Keep The Faith by Bon Jovi

CUT TO

24. INT: KELAS.KAMPUS VINA. SIANG
VINARA, SITTA, DOSEN, TEMAN SEKELAS

Vinara tampak gelisah. Membuka-buka tumpukan kertas dan diktat.
Sitta juga memandang cemas.
Semua sibuk mengumpulkan tugas. Dosen menerima sambil memeriksa.

VINARA
Aduhh.. gimana nih.. bener-bener nggak ada..

SITTA
Ketinggalan di kost nggak…
Kamu lupa kali…

VINARA
Nggak mungkin, soalnya tadi pagi aja kan masih ada. Inget nggak waktu di
senat kan kita sempet bahas.. (cemas) sebelum kita makan siang tadi?

SITTA
Oh iya.. (berpikir) tapi tadi kan udah dicari disana juga nggak ada.
Kamu sih, masa tugas begitu penting bisa sampe ilang…

VINARA
Udah 2x aku bolak-balik ke senat. Nggak ada lho. Nggak ada yang liat juga… aduhh matilah aku.. (memandang ke arah meja dosen yang mulai sepi)

Sitta menepuk punggung Vina memberi semangat. Vinara berjalan lemas ke arah dosen. Ibu dosen dengan wajah serius dan galak tampak mengerutkan kening sambil membuka2 berkas tugas mahasiswa.
Vinara mendekat. Dosen mengangkat wajah dan tampak menunggu tak sabar.

VINARA
Maaf Bu… (terbata-bata) anu… (gugup) tugas saya…

Dosen semakin tak sabar. Meletakkan tugas2 di meja, memandang tajam.

VINARA
            Tugas saya tertinggal di rumah Bu… (gugup)

DOSEN
(Membuang muka ke arah kertas lain yang disodorkan mahasiswa lain)
Kamu kan tahu ini hari terakhir pengumpulan, tidak ada dispensasi.

VINARA
Tapi Bu, kalau saja bisa memberi waktu sebentar, kos saya dekat kok.. saya minta ijin keluar sebentar (penuh harap).. tolong Bu..

DOSEN
(melirik) Saya ada di sini sampai jam 6 sore nanti, di luar itu nilai E untuk kamu.
(berdiri)

VINARA
(tersenyum lega) Terimakasih Bu..
(bergegas menuju mejanya dan mengambil perlengkapan)

SITTA
Gimana (berbisik)..

VINARA
Aku punya salinannya di komputerku, aku tinggal print dan jilid lagi.. (buru-buru) (Berdiri lega) Untung dia kasi aku waktu sampai jam 6 ntar. Aku pergi dulu ya..

Dosen tampak menghilang di pintu. Vinara bergegas lari ke luar ruangan.
Jenny di ujung ruang lain memandang dengan senyum sinis.

CUT TO
Commercial Break

25. INT: KORIDOR KAMPUS.SIANG
VINARA, DINI

Vinara berjalan bergegas keluar ruang kelas. Sambil berjalan dia mengeluarkan ponsel dan menelepon Dini.

VINARA
Lebih baik aku telepon Dini dan bilang kalau aku berhalangan hari ini…
(bicara sendiri)
Tapi besok dia ada ulangan lagi.. gimana ya ( bingung)

Telepon tersambung. Vina berjalan pelan dan berhenti di depan lift yang masih tertutup.
Intercut

DINI
            Halo.. Kak Vina?

Dini tampak sedang duduk di kamarnya. Seragam SMP nya masih di pakai, seperti baru pulang dari sekolah.

VINARA
Hai Din… udah di rumah ya?
(tangannya menekan tombol turun lift lalu menunggu sambil mengamati petunjuk lantai lift)

DINI
Iya Kak.. baru aja pulangnya. Gimana sore ini? Bisa kan Kak tambahannya?

VINARA
Aduh sorry banget ya Din.. sebenernya aku udah siapin bahan dan soal buat kamu.
(memindah telepon dari kiri ke kanan)
Tapi mendadak ada tugas yang mesti dikumpul hari ini, penting banget dan nggak bisa di tunda…

DINI
Aduh jadi gimana dong?? (panik)

Bunyi lift, pintu lift terbuka dan orang-orang ke luar. Vinara dan beberapa orang menepi.

VINARA
Gini deh, bisa nggak kamu minta tolong siapa ambil tugas dan soal yang udah aku rangkum di kost ku? Aku siapin nanti. Seandainya aku udah nggak di rumah, nanti aku titipin aja bahannya ke mbak kost ku. Gimana? Bisa nggak?

Vinara dan orang-orang masuk lift. Pintu tertutup.

DINI
            O ya udah deh.. gitu juga boleh… nanti coba aku suru Pak Deden sopir ku ya.

VINARA
Oke deh.. sorry ya aku di dalem lift, nanti kalo ada apa-apa kamu telepon aja…

DINI
Oke deh… bye…

Vinara menutup telepon, memasukkan ke tas. Lalu menatap angka petunjuk lantai lift yang bergerak turun.
Dalam hati Vinara :
Aku mesti buru-buru nih. Semoga aja sempat aku cetak dan jilid ulang. Untung semua data dan fotonya masih ada kopian di rumah.

Lift terbuka dan Vinara bergegas keluar.

CUT TO


26. INT: RUANG DOSEN.SORE
DOSEN, VINARA

Dosen – Bu Sri, sedang duduk sambil memeriksa tugas yang baru di kumpul.
Vinara mengetuk pintu. Membuka pintu ruang dosen dan mengangguk pelan, mohon ijin untuk masuk. Sedikit terengah, lelah tergesa setelah berlari.
Bu dosen mengangkat wajah dan mengangguk.

VINARA
Maaf Bu… ini tugas saya ( mengulurkan jilid-an tugasnya )

Dosen menerima. Membolak-balik sekilas. Memandang heran ke arah Vina. Mengulang membuka-buka dari awal.

DOSEN
Ini tugas kamu? (nada tinggi, memandang dengan heran)

VINARA
Iya Bu…

DOSEN
(menghela napas kesal) Kalau kamu memang tidak sanggup menyelesaikan tugas kamu, sebaiknya katakan dengan jujur. Saya paling tidak suka cara seperti ini.
(mengembalikan tugas ke tangan Vinara dengan wajah geram)

VINARA
Maaf, tapi … (bingung)

DOSEN
Saya tidak menyangka kamu memakai cara seperti ini Vina. Selama ini saya kira kamu cukup berprestasi. Tidak seharusnya kamu memalsukan karya orang lain sebagai karya kamu. Lebih baik kamu mengulang kembali kelas saya semester depan. (Berdiri dan merapikan tasnya bersiap pulang)

VINARA
Maaf, Bu.. tapi saya tidak mengerti maksud Ibu, dan ini memang benar-benar tugas saya. (panik dan heran)

DOSEN
Jika memang benar ini pekerjaan kamu, bagaimana mungkin saya bisa menerima tugas yang sama dari mahasiswa yang lain? (tegas, bersikeras)

VINARA
Apa? (terkejut)

DOSEN
Saya harus mengajar di tempat lain. Pikirkan nasehat saya.
(pergi dengan tegas, menoleh) Saya sangat menyesal dengan tindakan kamu. Kalau saya melaporkan hal seperti ini ke dekan (berhenti sejenak), kamu kan tahu sendiri bagaimana posisi kamu di kampus ini.

VINARA
Tapi Bu, tolong dengar..kan.. (panik)

DOSEN
(memotong pembicaraa Vina) Tidak ada lagi yang perlu dijelaskan. Nilainya akan saya masukkan malam ini juga. Kamu bisa mengulang di semester depan. (keluar ruangan)

Vina masih terpaku dan tidak habis pikir bagaimana mungkin terjadi.
Vina cepat berdiri dan berlari kecil mengejar dosen.

VINARA
Bu… maaf bisa minta waktunya sebentar.. (memohon dengan cemas)


DOSEN
(menghentikan langkah memandang Vina)
Saya rasa sudah saya jelaskan.. apa perlu saya ulang lagi.. (tegas, kesal)

Vina gemetar, airmata mulai menggenangi pelupuk mata.

VINARA
Tapi itu sungguh tugas saya dan saya benar-benar tidak mengerti maksud Ibu..

DOSEN
(memandang berkas di tangan Vina sekilas, ragu)
Tapi…(diam sejenak, tampak berpikir)

Dosen memandang Vina. Menghela napas dan berbalik kembali memasuki ruangan dosen. Vina mengikuti masuk.
Dosen kembali duduk, Vina duduk di hadapannya.

DOSEN
Oke.. bisa dijelaskan..??

VINARA
Tadi itu saya kehilangan tugas saya sebelum pengumpulan… (terbata-bata)

DOSEN
Tapi kamu bilang ketinggalan (nada kurang senang) yang mana yang benar?

VINARA
Sebenarnya hilang Bu.. tapi saya pikir jika hilang kan masih bisa saya cetak lagi karena semua datanya ada di rumah.(gemetar menahan emosi)

Dosen berdiri, beranjak ke meja disampingnya dan memilih-milih diantara tumpukan tugas2. Mengambil sebuah jilid-an lalu duduk kembali.
Vinara tampak tegang.

DOSEN
Lalu bagaimana kamu bisa menjelaskan tentang ini…
(menyorongkan jilid-an tugas ke arah Vina)

Vina membuka tugas itu. Terbelalak, membolak-balik berkas yang sama persis dengan yang telah dikumpulkannya. Persis sampai ke Font huruf dan semuanya.

CU    Jilid-an ditutup, halaman depan tugas. Judul tugas, Flash, nama pembuat tugas. Tertulis Jenny Rosanti.

CU       Wajah Mala terkejut, shock

VINARA
Jenny??? (nada tak percaya)
Kenapa.. bisa..bisa… begini… (terbata-bata)

DOSEN
Lho seharusnya kan saya yang tanya sama kamu…
Maaf Vina, saya ada kelas

Bu Sri memandang dengan wajah keras, berdiri hendak menjauh dan mengambil tugas Jenny dari tangan Vina yang masih tertegun.

DOSEN
Coba kamu selesaikan dulu masalah ini, baru menghadap saya lagi.
Saya hanya bisa memberi waktu sampai besok, jika tidak.. (berhenti sejenak) kamu sebaiknya mengulang kelas ini semester depan.

Vina menatap bingung tak mampu berkata. Bu Sri meletakkan tugas Jenny kembali ke tempatnya semula.

DOSEN
Dan saya akan berbaik hati dengan tidak menyampaikan masalah ini kepada yang lain.
(memandang tegas)
Jadi jangan sampai terulang lagi.

CU       Wajah Vina dan Dosen tegang bergantian (split screen)
            Dosen melangkah meninggalkan ruangan (slow motion)
            Wajah Vina terpukul dan bingung

Vina menoleh (slow motion) dengan tatapan tak percaya ke arah tugas Jenny dan kembali memandang Bu Sri yang keluar ruangan.


CUT TO



END EPS.1


Credit Title

THEME SONG 4

No comments:

Post a Comment