Friday, November 4, 2011

in memoriam Iin Ariyani 1

Saya baru aja membaca blog julita manik mengenai ochie keponakannya yang baru aja meninggal karena leukimia.
Tulisannya mengingatkan saya pada my special aunt Ik Syok\Iin Ariyani.
Saya lahir di keluarga yang kebetulan banyak penderita cancer. Dari pihak mama saya memang kakek sudah meninggal bahkan sebelum mama saya menikah, dan nenek meninggal ketika masih awal sd bukan karena cancer, tp bangun ngobrol мɑϋ diambilin air hangat dan dalam 5menit di samperin sudah tîðû®   selamanya. Tapi nenek dari pihak  ayah saya meninggal karena kanker payudara yang  menyebar ke saluran getah bening. Nenek sakit parah cukup lama, saya masih ingat tangannya membengkak sehingga harus digendong seperti lengan patah. karena waktu itu saya masih kecil saya tidak pernah melihat sendiri luka2nya tapi menurut cerita dari mama dan saudara yang  lain lukanya parah. di bawa ke jakarta dan china untuk operasi tapi malah jaringan kulit dan dagingnya membusuk dan harus ditambal sana sini. waktu itu penanganan penderita kanker belum semaju sekarang.
Setahun kemudian kakek saya menyusul nenek. Kakek meninggal karena sirosis hati, dari hepatitis b yang menjadi kanker hati.
Dimasa terakhir hidupnya, iik kesayangan saya ik syok yang sering bercerita mengenai kakek. karena iik saya itu bekerja sebagai asisten apoteker di rumah sakit tempat kakek meninggal. dia melihat bagaimana kakek ksakitan, muntah darah dan semua gejalanya.
Saya juga punya teman kuliah meninggal karena kanker payudara. saya masih ingat terakhir kali kami bertemu dan dia bercerita penuh semangat hidup, tapi Anita teman saya itu juga harus menyerah.
Saya juga punya tetangga yang  tinggal persis di sebelah rumah saya, dan meninggal karena kanker otak di usia muda.
Ik syok juga Чǝлб banyak cerita mengenai bagaimana tetangga saya itu harus melewati masa2 terakhir hidupnya.
Saya juga punya om yang meninggal karena kanker kerongkongan.
Saya juga punya 2tante yang menderita kanker payudara stadium 2b dan sudah menjalani operasi pengangkatan, dan puji Tuhan sampai sekarang keduanya masih sehat.
Terakhir sebelum ik syok meninggal, saya mempunyai seorang tetangga yang sangat baik hati dan menderita kanker payudara. Bu tati mnjalani operasi pengangkatan dan telah dinyatakan sembuh.
Saat itulah kami sekelurga dikejutkan oleh berita bahwa ik syok menderita kanker paru2 stadium akhir yang sudah bermetatase ke otak. tersebar ada 5 di seluruh bagian otaknya.
Dokter memvonis umurnya tidak akan bisa lebih dari 6bulan. berbagai dokter di parakan, jogja juga jakarta
Bahkan kami banyak mendapat penolakan dari dokter2 itu karena mereka bilang sudahlah.. Tak usah pantang, tak usah kemo, minta apa aja kasi .. karena τɑќ akan bisa sembuh.
Menjadi berat bagi kami karena melihat bagaimana besar semangatnya untuk hidup.
Saya tidak bisa membayangkan seperti apa rasanya, dokter2 yang juga koleganya harus menerangkan secara rinci tentang apa yang akan ia alami. ik syok sudah berpuluh tahun kerja di rumah sakit. sudah melihat ratusan kasus kanker dan tahu dengan sangat jelas penyakitnya. ia akan merasa sakit didada, sesak nafas dan bahkan membutuhkan alat pernapasan. ia akan batuk berdarah, kehilangan pengelihatannya secara bertahap, disorientasi hilang arah dan kemampuan gerak, lumpuh, hydrocepalus karena otak akan dipenuhi cairan yang  membuat dia merasa seperti tenggelam juga mual muntah.
Tapi ik syok tidak menyerah. ia ingin sembuh. ia menjaga diet menunya dengan baik dan berjuang kuat selama pengobatan.
.... to be continued..

No comments:

Post a Comment