cairan dalam otak harus disedot, selang infus dan selang penyedot cairan juga di pasang di kerongkongan.
hasil ct scan dan keterangan pengantar dari dokter di bawa ke berbagai dokter di jakarta, kebanyakan menolak mengangani karena sudah tak ada harapan. bahkan di salah satu rs kanker terkemuka hanya bersedia menerima jika pasien di rawat di kelas vvip saja, karena kondisinya yang dianggap sudah tak memungkinkan di rawat di ruang biasa.
Saya sudah mendengar dari ik Sek ( adik ik Syok) begitu banyak penolakan dan betapa pesimisnya dokter. saya sedih. Tapi ternyata jauh lebih sedih ketika dengan telinga sendiri mendengar bagaimana mereka menolak.
Hari itu saya dan ik sek pergi ke beberapa tempat pengobatan alternatif untuk cancer, biasanya tempat seperti itu selalu menjanjikan kesembuhan, upaya pengobatan untuk yang sudah tak ada harapan.
tapi ternyata hari itu bahkan dokter nya bilang sudah tidak sanggup, harus di bawa ke guang zhou, itupun belum pasti bisa sembuh. setelah perbincangan panjang, akhirnya mereka bersedia menangani walaupun dengan catatan tidak bisa menjanjikan kesembuhan.
kami merasa mantap karena saat itu ik syok sangat ingin berobat dan sembuh, masa sih kita hancurkan harapannya dengan bilang.. maaf tidak ada dokter lagi yang mau menangani.. bahkan romo somar dari melihat foto saja hanya bilang akan batu doakan tapi orang ini tidak akan sembuh.. :(
kalau saja waktu itu ik syok mengeluh sakit atau menyerah, mungkin mudah bagi saya pribadi terutama untuk merelakannya.
Tapi tak pernah dia berpikiran bahwa ia tak bisa sembuh.
Ia selalu bilang, sambil berseloroh, wah nanti kalau sembuh tapi duitku habis gmana ya.. soalnya biaya kemo dan pengobatan kanker kan sangat mahal.
ia juga tak pernah menangis ato mengeluh, kalo merasa sakit ato sedih ia akan menahan tangisnya diam2 waktu semua sudah tidur.
pertama datang ke jakarta juni 2009 kondisinya tidak baik, tubuh sebelah kanan nya sudah lemah, sulit berdiri tegak, mual, dan didorong kursi roda.
2hari pertama menjalani pengobatan di TCM, kondisinya belum membaik.
Tapi seperti mujizat di hari ke 3 dia mendadak bisa bangun dan jalan sendiri ke kamar mandi, bisa makan, duduk nonton tv dan kupas jeruk.
Benar2 perbaikan yang luar biasa.
semula kami takut semua kondisi yang terburuk akan dialaminya sampai ajal menjemput.
Tapi setidaknya selama perjuangan di akhir2 hidupnya ada beberapa masa ketika ia merasa sehat dan tak sakit.
tepat 6bln setelah vonis dokter, Ik Syok meninggal di 30 Oktober 2009.
Selamat jalan ya Ik Syok..
Sleep on beloved, sleep and take thy rest. Lay down thy head upon thy savior breast. We love thee well, but Jesus love thee best!!
No comments:
Post a Comment